• Selamat datang di website PT Fiqry Jaya Manunggal. Semoga anda senantiasa sehat afiat. Kami siap melayani anda
click image to preview activate zoom

BOILER (Pulverizer & Soot blower System)

Rp 7.950.000
Stok Tersedia
Kategori Maintenance, Power Generation, Production Operation

Instructor: Ir. Ali Mashar, M.Eng.Sc and Team

Bandung, 4 - 6 Februari, 2025

Tentukan pilihan yang tersedia!

BOILER (Pulverizer & Soot blower System)

BACKGROUND:

Pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar Batu Bara, Soot Blower dan Pulverizer merupakan alat-alat yang sangat penting. Soot blower berfungsi untuk membersihkan tube pada boiler pada Heat Recovery Area (HRA) yaitu area Superheater, Economizer, Reheat, serta pada Air Heater dari kotoran/slag yang menempel. Sedangkan Pulverizer merupakan penyedia serbuk bahan bakar batu bara untuk diumpankan ke dalam ruang bakar (furnace) boiler. Pulverizer selain juga merupakan salah satu komponen boiler yang paling berbahaya khususnya terkait dengan potensi kebakarannya. Oleh karena itu, dalam pengoperasiannya, pulverizer harus dapat penanganan yang tepat oleh para operator yang berkompeten. Demikian pula dengan sistem proteksinya harus memiliki keandalan yang tinggi.

Atas dasar itulah training ini menjadi sangat penting bagi para tenaga teknik/engineer yang terlibat dalam pengoperasian, pemeliharaan dan pengelolaannya. Training ini akan dipandu oleh trainer yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang sangat memadai di bidang pembangkit, khususnya PLTU.

Objectives:

Setelah mengikuti training ini para trainee diharapkan memiliki wawasan teknis tentang:

  • Konstruksi soot blower dan pulverizer
  • Operasi kerja soot blower dan pulverizer
  • Potensi bahaya dan proteksi sistem pulverizer
  • Mampu melaksanakan pengoperasian Boiler lokal pada unit PLTU batubara sesuai dengan persyaratan dengan batasan yang berlaku untuk mencapai target kinerja yang ditetapkan sesuai standard operating procedure (SOP)

Course Outline

SOOT BLOWER:

  1. Jenis-jenis Soot Blower
  2. Media untuk Soot Blower
  3. Komponen-komponen Soot Blower
  4. Operasi Soot Blower
  5. Permasalahan pada Soot Blower

PULVERIZER:

  1. Jenis-jenis Pulverizer
  2. Bagian-bagian utama pulverizer
  3. Operasi Pulverizer (start-up, operation. Shutdown)
  4. Potensi Kebakaran dan Penyebabnya pada Pulverizer
  5. Sistem Proteksi Pulverizer

About The Course Leader

Ali Mashar, M.Eng.Sc., IPU, is a distinguished graduate of the University of New South Wales (UNSW), Sydney, Australia, with core expertise in power, control, and electrical engineering. He has served as the Head of the Energy Conversion Engineering Study Program at Poltek ITB (POLBAN) and as a lecturer. Additionally, he leads the Energy Engineering Laboratory at PEDC.

Since 2010, he has conducted both in-house and public training sessions, focusing on specialized topics such as electrical and control systems and energy conservation. His expertise has been shared with numerous local and multinational companies, including Indonesia Power, Pemda Papua, PT. Badak, Cogindo, Star Energi, Chevron, Freeport, and several others.

Beyond teaching, Ali Mashar has been deeply involved in real-world projects, including power generation initiatives and numerous energy audits, showcasing his commitment to advancing practical applications in his field.

BOILER (Pulverizer & Soot blower System)

Produk Terkait

Tribology Oil Analysis

BACKGROUND: Machinery is assembled from many parts which some of them have relative motion, or friction among each other. This will need oil for excellent lubrication, cooler and cleaner. In order to maintain good machinery operations, one needs to understand tribology (knowledge about friction and lubrication) and oil analysis. Lubricant is one of the important…

Rp 7.950.000
Tersedia

Safety and Risk Management in Oil & Gas

BACKGROUND: Pelatihan ini memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai safety dan manajemen risiko dalam operasi oil & gas. Untuk topik safety management ini akan membahas lapis-lapis perlindungan, safety management system, safety instrumented system (SIS), dan sebagainya. Sedangkan untuk risk management, peserta kursus akan belajar metode-metode penentuan nilai risiko seperti Event Tree Analysis (ETA), Fault Tree Analysis…

Rp 7.950.000
Tersedia

Condition Based Maintenance

BACKGROUND: Dalam operasional industri modern, pemeliharaan berbasis kondisi atau Condition Based Management System (CBMS) menjadi pendekatan yang semakin relevan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan aset. CBMS memanfaatkan data real-time dari kondisi aset untuk merencanakan tindakan pemeliharaan yang tepat waktu dan sesuai kebutuhan. Dengan demikian, organisasi dapat mengurangi downtime, meminimalkan biaya pemeliharaan yang tidak perlu,…

Rp 7.950.000
Tersedia

Vibration Analysis

Background Getaran (vibration) merupakan salah satu indikator utama kondisi kesehatan rotating equipment seperti motor, pompa, fan, kompresor, dan turbin. Analisis getaran menjadi teknik kunci dalam predictive maintenance untuk mendeteksi dini potensi kegagalan, mencegah breakdown, serta meningkatkan keandalan dan umur peralatan. Dengan penerapan Vibration Analysis yang tepat, perusahaan dapat mengurangi unplanned downtime, menekan biaya perbaikan, serta…

Rp 7.950.000
Tersedia

Analisa & Evaluasi Perencanaan Strategi Pemeliharaan Pembangkit

BACKGROUND: Tata kelola pemeliharaan unit pembangkitan yang sistematis merupakan hal penting dalam menjalankan seluruh proses bisnis untuk meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus meningkatkan daya saing. Tata kelola pemeliharaan pembangkitan yang dilakukan secara efektif dapat menjadikan perusahaan terdepan dalam bidang pembangkitan. Pemahaman proses tata kelola pemeliharaan sistem pembangkit harus dilakukan secara rasional dan ekonomis dengan memperhatikan mutu…

Rp 7.950.000
Tersedia

Maintenance & Repair Process: Strategi Efektif Tingkatkan Keandalan Aset

Background Dalam dunia industri, efektivitas proses maintenance dan repair sangat menentukan keandalan aset, kelancaran produksi, serta pengendalian biaya operasional. Banyak organisasi masih menghadapi masalah seperti downtime tinggi, perbaikan berulang, pekerjaan reaktif, serta kurangnya standar kerja yang jelas dalam proses maintenance dan repair. Proses maintenance dan repair yang tidak terstruktur sering menyebabkan inefisiensi, pemborosan sumber daya,…

Rp 7.950.000
Tersedia
Chat with us on WhatsApp
Chat with Us