• Selamat datang di website PT Fiqry Jaya Manunggal. Semoga anda senantiasa sehat afiat. Kami siap melayani anda
Beranda » Blog » MARKETING FUNNEL

MARKETING FUNNEL

Diposting pada 30 August 2024 oleh Teguh Imam Santoso / Dilihat: 1.098 kali / Kategori:

Marketing Funnel

Mengapa kita perlu marketing Funnel?

Banyak orang berfikir bahwa berjualan adalah sekedar mempunyai produk yang akan dijual. Tidak peduli apakah itu barang, jasa atau barang dan jasa. Setelah itu kita menawarkan segencar dan sesering mungkin dimana-mana kepada orang yang mungkin berminat. Menawarkan produk bisa dengan membuka warung, toko, kantor, door to door atau berjualan keliling dengan pengeras suara.

Jika kita sebagai pembeli, apakah kita otomatis akan membeli kepada yang terlihat paling bagus atau yang teriakannya paling keras dalam menawarkan? Tentu tidak, atau paling tidak jarang sekali. Kecuali kalau memang kebetulan sekali kita sedang butuh. Misalnya ketika kita kehujanan dan banyak ojek payung, mungking kita akan menyewa payung kepada yang payungnya lebih bagus atau yang paling dekat.

Nah ternyata ada istilah yang namanya Marketing Funnel (corong pemasaran) yang sebaiknya dimengerti dan dilaksanakan dalam berwirausaha atau oleh marketer. Kenapa disebut corong? Karena memang bentuknya seperti corong. Dimana yang terbesar/tersibuk adalah step-1 adalah saat mulai memperkenalkan produk. Sampai dengan ada yang membeli, bahkan repeat order atau syukur-syukur jika pelanggan mau word of mouth (mereferensikan dagangan kita).

Seperti dalam gambar kita di atas, maka ada 5 tahapan sejak mulai memperkenalkan produk sampai pelanggan mungkin melakukan word of mouth. Ini hampir berrlaku untuk semua produk barang atau jasa.

Tahap 1 – Awareness (Perkenalan/menawarkan)

Awareness halo haloPada saat usaha baru mulai atau pada saat mulai berjualan, maka kita memperkenalkan produk atau jualan kita. Dengan harapan makin banyak yang tau tentang produk kita, atau kita jualan apa. Tau tentang produknya, tau tentang brand/mereknya. Pada tahap awal sebaiknya dihindarkan tembak langsung “saya jualan ini, bagus loh barangnya, silahkan beli”. Atau bahkan obral diskon. Tetapi sebaiknya langkah pertama adalah perkenalkan dulu, buat calon pembeli kenal dengan kita atau produk kita. Bisa dengan memperkenalkan diri kita pribadi dulu, setelah itu perlahan kita dapat menceritakan tentang produk.

Kalau lihat gambar di atas, step-1 ini paling luas. Memang, pada tahap ini kita mungkin harus: menyebarkan melalui medsos atau platform digital yang lain agar dikenal oleh ratusan atau bahkan jutaan orang. Jika kebetulan ada calon pembeli yang melihat produk kita di suatu tempat (fisik atau digital), maka dia akan mulai mempertimbangkan untuk membeli.

Jadi step ini kita membuat sebanyak mungkin orang tau dan brand/merek yang kita jual tertanam di benaknya. Sehingga jika belum saat ini, maka jika orang tersebut membutuhkan produk itu, maka yang akan teringat adalah salah satunya produk yang dia ingat (produk kita).

Awareness ini harus berkali-kali: kita itu apa, bagaimana membelinya, apa keunggulannya, apa manfaatnya, dst. Kita lihat saja iklan di televisi, sampai kita mungkin muak mendengarnya. Tetapi, justru alam bawah sadar kita akan merekamnya. Itulah kenapa Awareness ini corongnya paling besar, karena effort dalam stage ini boleh dikatakan paling sibuk dan mungkin paling melelahkan.

Tahap 2 – Consideration (Mulai menimbang perlu atau tidak)

Tahapan dimana konsumen mulai mencari info atau berfikir lebih banyakConsider to buy soal produk yang diinginkan (termasuk membanding-bandingkan satu merek dengan merek lainnya). Yang mana yang cocok untuk saya? beli atau tidak? beli dari yang mana? Mungkin calon pembeli mulai melihat-lihat medsos, platform digital, website dan lain-lain. Mereka mulai melihat features, functionality, harga dan sejenisnya. Intinya calon pembeli sudah mulai ada kebetuhan untuk membeli. Dibandingkan apakah sesuai atau tidak dengan yang diinginkan oleh calon pembeli. Nah disini kita dapat mulai lebih intens untuk menawarkan apa manfaat dan kelebihan yang dapat diberikan oleh dagangan kita.

Consideration ini corongnya lebih kecil dari Awareness. Logikanya adalah bahwa dari sekian ribu yang jadi follower/subscriber kita atau yang melihat iklan kita, mungkin hanya sekian puluh yang mempunyai kebutuhan tarhadap produk sejenis. Dan hanya beberapa belas yang serius untuk melihat produk yang kita jual dan mungkin pada akhirnya sampai ke Tahap 3 yaitu Convertion (membeli produk yang kiita jual).

Tahap 3 – Conversion (Membeli untuk pertama)

buyTahap ini Konsumen memutuskan untuk membeli produk. Conversion ini ada banyak caranya: mungkin datang ke toko, kirim konfirmasi melalui medsos, atau mungkin juga platform yang kita punya. Bagi yang evolusi digital marketing-nya sudah tahap lanjut, mungkin tinggal memasukkan ke tanda keranjang dan bayar kemudian pilih moda pengiriman.

Atau pada tahap ini kita dapat mendongkrak penjualan dengan iming-iming early bird atau diskon, buy one get one free dan lain-lain. Sebagai Sales, sebaiknya JANGAN hanya stop disini. Banyak Sales yang kalau sudah terjual, ya sudah tugas selesai, apalagi target tahunan sudah tercapai. Sangat disayangkan. Untuk itu sebaiknya setelah pada Tahap 3 ini, momentum dilanjutkan ke Tahap 4, yaitu Loyality (beli lagi).

Tahap 4 – Loyalty (Membeli lagi/langganan)

Repeat OrderKetika barhasil menjual produk, sebaiknya Sales memanfaatkan momentum ini untuk menjaga Customer Loyalty. Apa lagi jika terlihat Customer merasa puas dengan pembelian pertama dan memutuskan untuk kembali membeli produk (repeat order).

Disini ada istilah keren yang namanya CRM (Customer Relationship Management). Kita jaga agar pembeli merasa lebih puas, apalagi jika sudah merasa cocok dengan produk yang kita jual. Kita bisa reach out lagi ke mereka. Usahakan kita mempunyai kontak misalnya melalui nomor HP, e-mail atau medsosnya.

Kita bisa menawarkan feature-feature lain dan bangun relasi dengan pembeli agar brand kita tetap lekat di benaknya. Jika mereka butuh, maka mereka akan membeli lagi dari kita. Kebanyakan bisnis sudah happy sampai di tahap ini. Secara regular klien membeli produk kita dengan nilai yang lumayan. Padahal seharusnya, kita lanjut ke Tahap 5, yaitu Referal atau agar words of mouth.

Tahap 5 – Advocacy/referral 

Words of mouthKarena selalu merasa puas, konsumen menjadi bukan hanya loyal tetapi bahkan memberikan testimoni kapada relasi atau keluarga untuk juga membeli produk kita. Ia memberi testimoni bagus dan merekomendasikan produk atau layanan kita kepada orang lain. Hal ini menjadi tahapan paling puncak dari marketing, karena jika ini tercapai maka bisnis dapat melejit dengan pertumbuhan yang dahsyat sekali.

Advokasi artinya kalau klien sendiri yang akan menyarankan kepada relasinya dengan sendirinya tanpa kita minta. Karena mereka puas dengan produk atau layanan kita. Untuk mencapai hal ini, CRM dapat lebih ditingkatkan dari pada hanya sekedar ordinary marketing Step 1 – 3. Bagaimana kita bisa memberikan servis yang super extra ordinary di samping memang produknya bermanfaat dan bagus. Sampai pada suatu titik dimana customer tanpa kita minta, merekomendasikan kepada relasinya. Memang ada effort lain yang dapat kita lakukan untuk ini misal “member get member” dan sejenisnya. Tetapi ini adalah non-pure advocacy.

Ada 3 alasan kenapa marketing funnel penting bagi sebuah bisnis:

Melalui marketing funnel, kita bisa memahami bagaimana calon pelanggan mengetahui brand (bisnis) kita dan akhirnya memutuskan untuk melalukukan pembelian.

  1. Memaksimalkan strategi marketing yang telah kita buat sebelumnya.
  2. Meningkatkan kemungkinan konversi di tiap tahapan customer journey.
  3. Petimbangan untuk saat penggunaan budget yang akan kita gunakan untuk menjalankan sebuah strategi marketing.

Manfaat besar yang bisa diambil dengan penerapan strategi funnel marketing yaitu terjadi lonjakan penjualan yang didapat dari loyal customer. Karena dengan rekomendasi yang diberikan loyal customer kepada kolega, saudara dan keluarganya akan menciptakan efek domino dalam meningkatkan kepercayaan customer baru terhadap layanan dan produk bisnis kita. Namun, tentu saja hal ini bisa tercapai dengan kesabaran membangun elemen-elemen yang dibutuhkan dalam funnel marketing seperti website, sosial media, customer service hingga layanan dan produk yang memang dibutuhkan oleh customer.

ooOoo

MARKETING FUNNEL

Komentar

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman ini.

User Acceptance Test

Diposting oleh imam

User Acceptance Test (UAT) adalah salah satu langkah untuk memastikan bahwa peralatan, barang atau sistem yang kita pesan siap digunakan oleh User. Setelah suatu sistem atau aplikasi selesai dikembangkan dan melewati berbagai pengujian teknis, masih ada satu pertanyaan penting: apakah sistem tersebut benar-benar dapat digunakan dan diterima oleh pengguna? UAT biasanya dilakukan setelah FAT (Factory Acceptance…

Selengkapnya
18 Aug

Rencana Maintenance Berkala

Diposting oleh admin

Rencana Maintenance Berkala: Fondasi Keandalan Aset Industri Dalam dunia industri yang sarat dengan persaingan, keandalan peralatan menjadi faktor krusial untuk menjaga produktivitas, efisiensi biaya, serta keamanan kerja. Salah satu kunci dalam menjaga performa aset adalah dengan menyusun Rencana Maintenance Berkala (Scheduled Maintenance Plan). Tanpa rencana yang sistematis, kegiatan perawatan cenderung bersifat reaktif, yang justru berujung…

Selengkapnya
25 Aug

Mengenal Grit dan Cara Membangunnya untuk Kesuksesan

Diposting oleh admin

Mengenal Grit dan Cara Membangunnya untuk Kesuksesan Pendahuluan Kesuksesan sering kali dikaitkan dengan kecerdasan, bakat, atau keberuntungan. Namun, penelitian menunjukkan ada faktor lain yang jauh lebih menentukan: grit. Istilah ini dipopulerkan oleh Angela Duckworth, seorang psikolog dari University of Pennsylvania, dalam bukunya Grit: The Power of Passion and Perseverance. Grit bukan sekadar kerja keras, melainkan…

Selengkapnya
30 Sep

Sensor dan Transmitter Industri

Diposting oleh admin

Sensor dan Transmitter: Fondasi Sistem Pengukuran Industri Setiap sistem kontrol industri — sekompleks apapun — dimulai dari satu titik yang sama: pengukuran yang akurat. Sensor dan transmitter industri adalah perangkat yang mengubah besaran fisik seperti suhu, tekanan, aliran, dan level menjadi sinyal yang dapat diproses oleh sistem kontrol. Tanpa keduanya, sistem PLC, DCS, maupun SCADA…

Selengkapnya
17 Mar

Komunikasi Antar Tim Production Operation

Diposting oleh admin

Dalam sistem produksi — baik di pembangkit listrik, industri migas, manufaktur, maupun fasilitas proses — gangguan operasional sering kali bukan disebabkan oleh kegagalan peralatan, tetapi oleh kegagalan komunikasi. Data berbagai studi keselamatan industri menunjukkan bahwa sebagian besar insiden operasional memiliki elemen human factor, dan salah satu penyebab utamanya adalah miskomunikasi antar tim. Di lingkungan produksi yang…

Selengkapnya
2 Mar

Kaizen: Filosofi Perbaikan Berkelanjutan

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

Kaizen: Filosofi Perbaikan Berkelanjutan yang Lahir dari Budaya Disiplin Jepang. Dalam dunia industri modern, kemampuan sebuah organisasi untuk beradaptasi dan berkembang menjadi kunci utama untuk bertahan dan unggul. Salah satu filosofi manajemen yang telah terbukti mendorong daya saing berkelanjutan adalah Kaizen. Berasal dari Jepang, kata Kaizen secara harfiah berarti “perbaikan berkelanjutan” (continuous improvement), dan filosofi…

Selengkapnya
17 Jul
Diskon
4%

Juru Ikat (Rigger) – BNSP

Latar Belakang: Proses mengangkat & memindahkan beban dilaksanakan setiap hari dalam setiap kegiatan manusia. Dalam industri, beban ini melibatkan benda yang sangat berat dimana pelaksanakan harus dilaksanakan oleh orang yang kompeten bersetifikat Juru Ikat (Rigger) dari BNSP misalnya. Training & uji kompetensi wajib diikuti oleh setiap tenaga kerja yang bekerja sebagai Juru Ikat (Rigger). Pelatihan…

Rp 6.000.000 Rp 6.250.000
Tersedia

Supervisi Pekerjaan Coal & Ash Handling

BACKGROUND: Pelatihan Supervisi Pekerjaan Coal & Ash Handling dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam pengawasan pekerjaan terkait pengoperasian, pemeliharaan, dan troubleshooting sistem coal dan ash handling di pembangkit listrik. Fokus pelatihan mencakup pengawasan yang sesuai dengan standar perusahaan untuk memastikan kinerja peralatan yang optimal dan pengendalian risiko operasional. OBJECTIVES: Mengawasi prosedur operasi, pemeliharaan, dan…

Rp 7.950.000
Tersedia

Pengukuran & Alat Ukur Listrik Pembangkit

BACKGROUND: Pengukuran dan alat ukur listrik memiliki peran krusial dalam memastikan keandalan dan efisiensi operasi pembangkit listrik. Alat ukur ini digunakan untuk memantau parameter penting seperti tegangan, arus, daya, dan frekuensi, yang berdampak langsung pada kinerja sistem. Pemahaman yang baik tentang prinsip kerja dan aplikasi alat ukur listrik sangat penting bagi teknisi dan operator dalam…

Rp 7.950.000
Tersedia

Pengoperasian & Pemeliharaan Mesin Bubut

BACKGROUND: Mesin Bubut adalah salah satu jenis mesin yang paling banyak digunakan di bengkel permesinan baik itu industri manufaktur, sekolah kejuruan dan diklat. Selain itu Workshop di suatu pabrik atau Plant yang besar biasanya juga mempunyai peralatan mesin bubut ini bahkan mungkin dari berbagai jenis dan ukuran. Fungsi dari mesin ini adalah pada prinsipnya untuk…

Rp 6.950.000
Tersedia

Microsoft Project Powerfull Tool for Project Management

LATAR BELAKANG Aktivitas proyek dapat terjadi di segala bidang di perusahaan, baik proyek fisik (infrastruktur) seperti proyek pembelian peralatan, pemasangan fasilitas, pendirian pabrik baru maupun non fisik seperti proyek pengembangan produk baru,perancangan struktur organisasi, pembuatan sistem informasi manajemen dan peningkatan produktivitas perusahaan. Realitas di lapangan menunjukkan bahwa sering terjadi kegagalan dalam menjalankan proyek disebabkan oleh…

Rp 7.950.000
Tersedia

Substitution Equipment & Control Relay

BACKGROUND: In modern industrial operations, ensuring reliable power distribution and control is critical for minimizing downtime, maintaining safety, and optimizing performance. One key aspect of this is the management of substitution equipment and control relays, which play a pivotal role in the protection and automation of electrical systems. Substitution equipment serves as a backup in…

Rp 6.950.000
Tersedia

MARKETING FUNNEL

Chat with us on WhatsApp
Chat with Us