• Selamat datang di website PT Fiqry Jaya Manunggal. Semoga anda senantiasa sehat afiat. Kami siap melayani anda
Beranda » Blog » HIRADC: Contoh dan Cara Penyusunannya

HIRADC: Contoh dan Cara Penyusunannya

Diposting pada 28 June 2025 oleh admin / Dilihat: 708 kali / Kategori: ,

HIRADC: Contoh dan Cara Penyusunannya dalam Sistem HSE

Dalam dunia kerja, terutama di industri manufaktur, konstruksi, pertambangan, dan sektor energi, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi prioritas utama. Salah satu tools penting dalam sistem manajemen HSE (Health, Safety, and Environment) adalah HIRADC, singkatan dari Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control. Artikel ini akan membahas pengertian HIRADC, pentingnya dalam sistem HSE, serta contoh dan cara penyusunannya secara sistematis.

Apa Itu HIRADC?

HIRADC adalah proses sistematis yang digunakan untuk:

  1. Mengidentifikasi Bahaya (Hazard Identification)
    Menentukan potensi bahaya yang mungkin muncul dalam suatu aktivitas atau proses kerja.

  2. Menilai Risiko (Risk Assessment)
    Menentukan tingkat risiko berdasarkan kemungkinan terjadinya dan dampaknya.

  3. Menentukan Pengendalian (Determining Control)
    Menetapkan tindakan pengendalian untuk mengeliminasi atau meminimalkan risiko ke level yang dapat diterima.

HIRADC merupakan bagian krusial dalam sistem manajemen K3 karena memastikan bahwa semua potensi bahaya telah dipetakan dan dikendalikan sebelum suatu pekerjaan dilakukan.

Mengapa HIRADC Penting?

Beberapa alasan utama mengapa HIRADC harus disusun dan diimplementasikan adalah:

  • Mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja
    Dengan mengetahui bahaya lebih awal, tindakan preventif bisa segera diambil.

  • Mendukung kepatuhan hukum
    Banyak regulasi K3 mewajibkan pelaksanaan risk assessment sebagai bagian dari prosedur kerja aman.

  • Menjadi dasar penyusunan SOP dan Izin Kerja
    SOP (Standard Operating Procedure) yang aman disusun berdasarkan analisis risiko dari HIRADC.

  • Menumbuhkan budaya K3 di tempat kerja
    Karyawan akan terbiasa berpikir kritis terhadap potensi bahaya dan berperilaku aman.

Langkah-langkah Penyusunan HIRADC

Penyusunan HIRADC memerlukan keterlibatan tim lintas fungsi dan pendekatan sistematis. Berikut adalah langkah-langkah umum yang dapat diikuti:

1. Identifikasi Aktivitas Kerja

Tuliskan secara rinci seluruh aktivitas kerja di suatu area atau proses, misalnya: pemotongan logam, pengelasan, perawatan mesin, pembersihan tangki, dll.

2. Identifikasi Bahaya (Hazard)

Setiap aktivitas dievaluasi untuk melihat apa potensi bahayanya. Bahaya dapat diklasifikasikan menjadi:

  • Fisik (panas, kebisingan, radiasi)

  • Kimia (uap, gas beracun)

  • Biologi (virus, bakteri)

  • Ergonomi (postur tidak wajar)

  • Psikososial (tekanan kerja berlebih)

3. Penilaian Risiko (Risk Assessment)

Penilaian risiko dilakukan berdasarkan dua parameter utama:

  • Likelihood (Kemungkinan Terjadi): skala 1–5

  • Severity (Keparahan Dampak): skala 1–5

Contoh:
Jika aktivitas pengelasan memiliki kemungkinan terbakar (Likelihood = 4) dan dampaknya bisa fatal (Severity = 5), maka skor risikonya adalah 4 x 5 = 20.

Berdasarkan skor total, risiko dikategorikan:

  • Rendah (1–6): bisa diterima, kontrol minimum

  • Sedang (7–12): kontrol tambahan diperlukan

  • Tinggi (13–25): tindakan segera, kemungkinan hentikan pekerjaan

4. Menentukan Tindakan Pengendalian

Gunakan prinsip hierarki pengendalian risiko:

  1. Eliminasi bahaya

  2. Substitusi (mengganti bahan/alat lebih aman)

  3. Rekayasa teknis (penambahan pelindung)

  4. Administratif (SOP, pelatihan, rotasi kerja)

  5. Alat Pelindung Diri (APD)

Tindakan pengendalian harus didokumentasikan dan dilaksanakan dengan konsisten.

5. Dokumentasi dan Review

Semua hasil HIRADC dituangkan dalam dokumen tabel yang mudah dibaca dan digunakan. HIRADC harus ditinjau ulang secara berkala atau saat terjadi perubahan proses, insiden, atau setelah audit internal.


Contoh Tabel HIRADC Sederhana

No Aktivitas Kerja Bahaya Dampak L (1–5) S (1–5) Skor Tingkat Risiko Pengendalian yang Ada Rencana Tindakan
1 Pengelasan besi Percikan api Luka bakar 4 3 12 Sedang APD, pelatihan Tambah tirai las
2 Pembersihan tangki Gas beracun Keracunan, kematian 5 5 25 Tinggi Ventilasi, SCBA Permit to Work
3 Pengangkatan barang Postur membungkuk Cedera punggung 3 3 9 Sedang SOP angkat beban Pelatihan manual handling

Tips Praktis dalam Menyusun HIRADC

  • Libatkan pekerja langsung dalam proses identifikasi bahaya karena mereka paling tahu kondisi lapangan.

  • Gunakan inspeksi langsung ke lapangan untuk mendeteksi bahaya tersembunyi.

  • Perbaharui HIRADC secara berkala, terutama setelah insiden atau perubahan prosedur kerja.

  • Sosialisasikan hasil HIRADC kepada seluruh tim kerja, agar mereka paham dan patuh terhadap tindakan pengendalian.

Penutup

HIRADC adalah alat fundamental dalam memastikan keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan kerja yang berisiko. Dengan menyusun HIRADC secara sistematis, tidak hanya perusahaan yang terlindungi dari potensi kerugian, tetapi juga para pekerja yang menjadi aset utama organisasi. Implementasi HIRADC yang baik mencerminkan komitmen perusahaan terhadap budaya HSE yang kuat dan berkelanjutan.

Baca juga artikel: Safety Talk

HIRADC: Contoh dan Cara Penyusunannya

Komentar

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman ini.

Peran Leadership dalam Penerapan K3

Diposting oleh admin

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bukan hanya soal prosedur teknis atau ketersediaan alat pelindung diri, tetapi juga tentang budaya organisasi. Budaya ini sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan (leadership). Seorang pemimpin, baik di tingkat manajemen puncak maupun supervisor lapangan, memiliki peran vital dalam memastikan bahwa K3 menjadi prioritas utama, bukan sekadar formalitas. Mengapa Leadership Penting dalam K3?…

Selengkapnya
14 Oct

E-Procurement: Pro & Kontra

Diposting oleh admin

E-Procurement: Pro & Kontra Transformasi digital telah mengubah banyak aspek bisnis, termasuk pengadaan barang dan jasa. Salah satu inovasi yang semakin populer adalah e-procurement, yaitu sistem pengadaan berbasis elektronik yang mengintegrasikan proses permintaan, persetujuan, tender, hingga pembayaran melalui platform digital. E-procurement menjanjikan transparansi, efisiensi, dan kecepatan, tetapi juga menghadirkan tantangan yang tidak bisa diabaikan. Artikel…

Selengkapnya
27 Sep

5 Pilar Budaya K3

Diposting oleh admin

5 Pilar Budaya K3 yang Harus Ditanamkan di Tempat Kerja Dalam dunia industri modern, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tidak hanya menjadi kewajiban hukum, tetapi juga merupakan bagian penting dari keberlanjutan bisnis. Salah satu kunci utama untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat adalah melalui penanaman budaya K3 yang kuat. Budaya K3 bukan…

Selengkapnya
22 Jul

On-shore Wellhead System

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

On-shore Wellhead System adalah rangkaian equipment utama pada sumur minyak dan gas darat. Peralatan ini dipasang di permukaan sumur untuk menopang casing, tubing, serta sistem kontrol produksi. Selain itu, wellhead juga berfungsi sebagai pengaman, pengatur aliran, dan penahan tekanan dari reservoir. Dalam operasi darat, keandalan wellhead menjadi kunci keselamatan dan produktivitas. Peralatan ini tidak hanya…

Selengkapnya
8 Sep

Plugin AI Power di WordPress

Diposting oleh admin

Apa Itu Plugin AI Power di WordPress? Plugin AI Power adalah alat canggih untuk mengoptimalkan konten Anda menggunakan teknologi kecerdasan buatan. Dengan plugin ini, Anda bisa menciptakan artikel yang lebih relevan dan menarik. Langkah Pertama: Instalasi Plugin AI Power Buka dashboard WordPress Anda. Pilih menu Plugins dan klik Add New. Cari “AI Power” di kolom…

Selengkapnya
8 Dec

Memahami Revolusi Industri 4.0: Era Digital dan Inovasi

Diposting oleh admin

Revolusi Industri 4.0 adalah istilah yang menggambarkan transformasi mendalam yang terjadi dalam cara kita memproduksi, mendistribusikan, dan mengonsumsi barang dan jasa. Dengan munculnya teknologi digital, otomatisasi, dan konektivitas yang lebih tinggi, industri di seluruh dunia mengalami perubahan yang signifikan. Artikel ini akan membahas konsep Revolusi Industri 4.0, karakteristik utamanya, serta dampaknya terhadap ekonomi dan masyarakat….

Selengkapnya
17 Oct

Hazardous Area Classification & Installation

LATAR BELAKANG: Kawasan berbahaya didefinisikan dalam DSEAR (Dangerous Substances and Explosive Atmospheres Regulation) sebagai “setiap tempat di mana atmosfer yang mudah meledak dapat terjadi dalam jumlah yang memerlukan tindakan pencegahan khusus untuk melindungi keselamatan pekerja”. Dalam konteks ini, ‘tindakan pencegahan khusus’ sebaiknya diambil sehubungan dengan konstruksi, pemasangan dan penggunaan peralatan. Oleh karena itu Hazardous Area…

Rp 7.950.000
Tersedia

Spare Parts Management

Background Spare parts merupakan elemen kritis dalam mendukung keandalan operasi, efektivitas pemeliharaan, dan ketersediaan aset di industri manufaktur, migas, pembangkit, dan petrokimia. Pengelolaan spare parts yang tidak optimal dapat menyebabkan downtime tinggi, pembengkakan biaya inventori, serta risiko kekurangan material kritis. Melalui sistem Spare Parts Management yang terencana dan terintegrasi, perusahaan dapat memastikan ketersediaan suku cadang…

Rp 7.950.000
Tersedia

Pengoperasian Unit Pembangkit Listrik

BACKGROUND: Unit pembangkit listrik adalah komponen vital dalam penyediaan energi listrik yang andal untuk memenuhi kebutuhan industri, komersial, dan rumah tangga. Pengoperasian yang efisien dan aman dari unit pembangkit ini memerlukan pemahaman mendalam tentang prinsip kerja mesin pembangkit, sistem kelistrikan, serta peralatan pendukung lainnya. Dalam era modern ini, penggunaan teknologi canggih pada unit pembangkit listrik…

Rp 7.950.000
Tersedia

Logistics & Supply Chain Management

BACKGROUND: Logistics & Supply Chain Management is just like a blood vessel in human life. It plays key roles to deliver everything to each components of the body. With increasing competition around the globe, supply chain management is both a challenge and an opportunity for companies. Hence a strong understanding of supply chain management concepts…

Rp 7.950.000
Tersedia

PTK 007 Revisi 05

BACKGROUND: PTK 007 Revisi 05 adalah versi terkini sebagai Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Di Industri Hulu Minyak dan Gas Bumi Indonesia. Cost Recovery manjadi salah satu target yang harus dipenuhi dalam bisnis migas di Indonesia. Salah satu syarat agar biaya yang dikeluarkan dapat disetujui sebagai biaya operasi yang dapat cost recovery  adalah dengan…

Rp 14.950.000
Tersedia

Oil Water Treatment Technology

BACKGROUND: Oil-water treatment technology plays a crucial role not only in the petroleum industry but in most of major intensive capital corporation WHO CARE about environment, where efficient separation of oil and water is essential for environmental compliance and operational efficiency. This course delves into the principles, processes, and advanced techniques for treating oil-contaminated water,…

Rp 7.950.000
Tersedia

HIRADC: Contoh dan Cara Penyusunannya

Chat with us on WhatsApp
Chat with Us