• Selamat datang di website PT Fiqry Jaya Manunggal. Semoga anda senantiasa sehat afiat. Kami siap melayani anda
Beranda » Blog » HIRADC: Contoh dan Cara Penyusunannya

HIRADC: Contoh dan Cara Penyusunannya

Diposting pada 28 June 2025 oleh admin / Dilihat: 821 kali / Kategori: ,

HIRADC: Contoh dan Cara Penyusunannya dalam Sistem HSE

Dalam dunia kerja, terutama di industri manufaktur, konstruksi, pertambangan, dan sektor energi, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi prioritas utama. Salah satu tools penting dalam sistem manajemen HSE (Health, Safety, and Environment) adalah HIRADC, singkatan dari Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control. Artikel ini akan membahas pengertian HIRADC, pentingnya dalam sistem HSE, serta contoh dan cara penyusunannya secara sistematis.

Apa Itu HIRADC?

HIRADC adalah proses sistematis yang digunakan untuk:

  1. Mengidentifikasi Bahaya (Hazard Identification)
    Menentukan potensi bahaya yang mungkin muncul dalam suatu aktivitas atau proses kerja.

  2. Menilai Risiko (Risk Assessment)
    Menentukan tingkat risiko berdasarkan kemungkinan terjadinya dan dampaknya.

  3. Menentukan Pengendalian (Determining Control)
    Menetapkan tindakan pengendalian untuk mengeliminasi atau meminimalkan risiko ke level yang dapat diterima.

HIRADC merupakan bagian krusial dalam sistem manajemen K3 karena memastikan bahwa semua potensi bahaya telah dipetakan dan dikendalikan sebelum suatu pekerjaan dilakukan.

Mengapa HIRADC Penting?

Beberapa alasan utama mengapa HIRADC harus disusun dan diimplementasikan adalah:

  • Mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja
    Dengan mengetahui bahaya lebih awal, tindakan preventif bisa segera diambil.

  • Mendukung kepatuhan hukum
    Banyak regulasi K3 mewajibkan pelaksanaan risk assessment sebagai bagian dari prosedur kerja aman.

  • Menjadi dasar penyusunan SOP dan Izin Kerja
    SOP (Standard Operating Procedure) yang aman disusun berdasarkan analisis risiko dari HIRADC.

  • Menumbuhkan budaya K3 di tempat kerja
    Karyawan akan terbiasa berpikir kritis terhadap potensi bahaya dan berperilaku aman.

Langkah-langkah Penyusunan HIRADC

Penyusunan HIRADC memerlukan keterlibatan tim lintas fungsi dan pendekatan sistematis. Berikut adalah langkah-langkah umum yang dapat diikuti:

1. Identifikasi Aktivitas Kerja

Tuliskan secara rinci seluruh aktivitas kerja di suatu area atau proses, misalnya: pemotongan logam, pengelasan, perawatan mesin, pembersihan tangki, dll.

2. Identifikasi Bahaya (Hazard)

Setiap aktivitas dievaluasi untuk melihat apa potensi bahayanya. Bahaya dapat diklasifikasikan menjadi:

  • Fisik (panas, kebisingan, radiasi)

  • Kimia (uap, gas beracun)

  • Biologi (virus, bakteri)

  • Ergonomi (postur tidak wajar)

  • Psikososial (tekanan kerja berlebih)

3. Penilaian Risiko (Risk Assessment)

Penilaian risiko dilakukan berdasarkan dua parameter utama:

  • Likelihood (Kemungkinan Terjadi): skala 1–5

  • Severity (Keparahan Dampak): skala 1–5

Contoh:
Jika aktivitas pengelasan memiliki kemungkinan terbakar (Likelihood = 4) dan dampaknya bisa fatal (Severity = 5), maka skor risikonya adalah 4 x 5 = 20.

Berdasarkan skor total, risiko dikategorikan:

  • Rendah (1–6): bisa diterima, kontrol minimum

  • Sedang (7–12): kontrol tambahan diperlukan

  • Tinggi (13–25): tindakan segera, kemungkinan hentikan pekerjaan

4. Menentukan Tindakan Pengendalian

Gunakan prinsip hierarki pengendalian risiko:

  1. Eliminasi bahaya

  2. Substitusi (mengganti bahan/alat lebih aman)

  3. Rekayasa teknis (penambahan pelindung)

  4. Administratif (SOP, pelatihan, rotasi kerja)

  5. Alat Pelindung Diri (APD)

Tindakan pengendalian harus didokumentasikan dan dilaksanakan dengan konsisten.

5. Dokumentasi dan Review

Semua hasil HIRADC dituangkan dalam dokumen tabel yang mudah dibaca dan digunakan. HIRADC harus ditinjau ulang secara berkala atau saat terjadi perubahan proses, insiden, atau setelah audit internal.


Contoh Tabel HIRADC Sederhana

No Aktivitas Kerja Bahaya Dampak L (1–5) S (1–5) Skor Tingkat Risiko Pengendalian yang Ada Rencana Tindakan
1 Pengelasan besi Percikan api Luka bakar 4 3 12 Sedang APD, pelatihan Tambah tirai las
2 Pembersihan tangki Gas beracun Keracunan, kematian 5 5 25 Tinggi Ventilasi, SCBA Permit to Work
3 Pengangkatan barang Postur membungkuk Cedera punggung 3 3 9 Sedang SOP angkat beban Pelatihan manual handling

Tips Praktis dalam Menyusun HIRADC

  • Libatkan pekerja langsung dalam proses identifikasi bahaya karena mereka paling tahu kondisi lapangan.

  • Gunakan inspeksi langsung ke lapangan untuk mendeteksi bahaya tersembunyi.

  • Perbaharui HIRADC secara berkala, terutama setelah insiden atau perubahan prosedur kerja.

  • Sosialisasikan hasil HIRADC kepada seluruh tim kerja, agar mereka paham dan patuh terhadap tindakan pengendalian.

Penutup

HIRADC adalah alat fundamental dalam memastikan keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan kerja yang berisiko. Dengan menyusun HIRADC secara sistematis, tidak hanya perusahaan yang terlindungi dari potensi kerugian, tetapi juga para pekerja yang menjadi aset utama organisasi. Implementasi HIRADC yang baik mencerminkan komitmen perusahaan terhadap budaya HSE yang kuat dan berkelanjutan.

Baca juga artikel: Safety Talk

HIRADC: Contoh dan Cara Penyusunannya

Komentar

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman ini.

Training Integrated Production Optimization Migas – Prof. Bonar Marbun

Diposting oleh admin

Training Optimasi Produksi Migas: Integrated Production Optimization (IPO) Instruktur: Prof. Dr.-Ing. Bonar Tua Halomoan Marbun (Teknik Perminyakan ITB) Dalam industri minyak dan gas (Migas) saat ini, tantangan seperti fluktuasi harga, penurunan cadangan alami (natural decline), dan inefisiensi fasilitas permukaan memaksa perusahaan untuk bekerja lebih cerdas. Pendekatan tradisional yang memisahkan antara reservoir dan fasilitas permukaan seringkali…

Selengkapnya
28 Jan

SOP Harian Pembangkit Listrik

Diposting oleh admin

SOP Harian Pembangkit Listrik merupakan suatu standar operasional untuk menjamin keamanan, keandalan, dan efisiensi. Pembangkit listrik merupakan fasilitas dengan tingkat risiko tinggi, investasi besar, serta konsekuensi operasional yang signifikan. Gangguan kecil dalam pengoperasian dapat menyebabkan penurunan efisiensi, forced outage, bahkan kecelakaan kerja yang berdampak luas. Karena itu, penerapan SOP (Standard Operating Procedure) pembangkit listrik bukan…

Selengkapnya
17 Mar

Drilling Optimization & Technology

Diposting oleh admin

Dalam industri pengeboran modern, keberhasilan tidak lagi hanya diukur dari kemampuan mencapai target kedalaman (Total Depth / TD), tetapi dari seberapa efisien, aman, dan ekonomis proses tersebut dilakukan. Biaya drilling bisa mencapai 30–50% dari total biaya pengembangan lapangan, sehingga setiap peningkatan efisiensi—even kecil—dapat memberikan dampak finansial yang signifikan. Di sinilah peran drilling optimization & technology…

Selengkapnya
11 May

Info Lengkap Pembinaan K3 Sertifikasi Kemnaker

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

Perusahaan yang secara operasional memiliki potensi risiko besar diharuskan untuk menerapkan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja). Selain itu, perusahaan dengan potensi risiko kecil tetapi memiliki lebih dari 100 karyawan juga wajib menerapkan program K3. Alasan utama penerapan K3 adalah melindungi pekerja dari potensi kecelakaan kerja yang mungkin terjadi. Lebih dari itu, perusahaan juga memperoleh keuntungan…

Selengkapnya
30 Sep

Manajemen Pemeliharaan Pembangkit

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

Manajemen Pemeliharaan Pembangkit: Strategi untuk Kinerja dan Efisiensi Optimal Pendahuluan Manajemen Pemeliharaan Pembangkit adalah proses kritis dalam industri pembangkitan energi yang berfokus pada pemeliharaan peralatan untuk memastikan operasi yang efisien dan andal. Proses ini mencakup rangkaian aktivitas terencana mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan dan evaluasi. Tujuan utama manajemen pemeliharaan adalah untuk memaksimalkan kesiapan operasional peralatan,…

Selengkapnya
4 Sep

CV Fresh Graduate Yang Dilirik oleh HRD/ Recruiter

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

Tips Membuat CV Fresh Graduate Recruiter yang Menarik dan Efektif CV Fresh Graduate yang dilirik oleh HRD/ Recruiter adalah yang terstruktur dan informatif serta tidak terlalu panjang. Kamu mau buat CV tapi ragu karena masih Fresh Graduate minim pengalaman kerja? Yuk simak tips dan contoh-contoh berikut. Ada contohnya dan free down-load (tapi dalam artikel-artikel berikutnya)….

Selengkapnya
14 Oct

Gas Production Optimization

BACKGROUND: Dalam training Gas Production Optimization, instruktur akan membawa peserta untuk memahami pertimbangan dalam mendesain dan memilih metoda operasi produksi sumur gas, mulai dari Reservoir, Wellhead, Separator, Gas Processing, Pompa, Pipa Pipa hingga ke Gas Metering. Peserta akan belajar teori, aplikasi dan perhitungan, mulai dari dasar Reservoir Engineering, Production Engineering, kemudian mengenal Gas Properties, Peralatan…

Rp 14.950.000
Tersedia

Risk Based Inspection (RBI)

BACKGROUND: Risk-based inspection (RBI) is the process of developing an inspection plan based on knowledge of the risk of failure of equipment. This is the combination of an assessment of the likelihood (probability) of failure due to flaws, damage, deterioration, or degradation with an assessment of the consequences of such failure. With RBI, you can…

Rp 7.950.000
Tersedia

Logistics & Supply Chain Management

BACKGROUND: Logistics & Supply Chain Management is just like a blood vessel in human life. It plays key roles to deliver everything to each components of the body. With increasing competition around the globe, supply chain management is both a challenge and an opportunity for companies. Hence a strong understanding of supply chain management concepts…

Rp 7.950.000
Tersedia
Diskon
4%

Operator Scafolding – BNSP

Latar Belakang: Bekerja di atas perancah mengandung resiko terhadap keselamatan diri sendiri & orang lain. Oleh karena itu seseorang yang bertanggung jawab terhadap pemasangan dan operasi scafolding wajib berkompeten sebagai Operator Scaffolding dan bersertifikat misalnya dari BNSP. Pelatihan ini diberikan kepada tenaga kerja untuk membekali/meningkatkan Kesadaran, Pengetahuan, Keterampilan dan Sikap seorang pekerja agar dapat: Menerapkan peraturan perundang-undangan yang…

Rp 6.000.000 Rp 6.250.000
Tersedia

Teknik dan Metode Penyususan HPS/OE, Untuk Pengadaan Barang & Jasa serta Project Management

BACKGROUND: Harga Perkiraan Sendiri (HPS) atau Owner Estimate (OE) adalah sebuah acuan penting dalam proses pengadaan barang, jasa, maupun proyek. HPS/OE disusun melalui analisis profesional dan disahkan oleh pihak berwenang untuk menjadi dasar dalam menilai kewajaran harga penawaran. Karena itu Teknik Pembuatan HPS/ OE dapat memastikan harga yang ditetapkan oleh penyedia sesuai dengan standar yang…

Rp 7.950.000
Tersedia

Manajemen Bahan Bakar Untuk Pembangkit

BACKGROUND: Bahan bakar adalah material yang dapat dipergunakan untuk menghasilkan panas, dimana panas adalah suatu manifestasi dari energi. Pembakaran adalah proses kimia antara bahan bakar, udara dan panas. Proses pembakaran yang terjadi dalam ruang bakar ketel bertujuan merubah fasa air menjadi uap.   Bahan bakar adalah komponen utama dalam pembangkit listrik yang ketersediaanya wajib. Apapun…

Rp 7.950.000
Tersedia

HIRADC: Contoh dan Cara Penyusunannya

Chat with us on WhatsApp
Chat with Us