• Selamat datang di website PT Fiqry Jaya Manunggal. Semoga anda senantiasa sehat afiat. Kami siap melayani anda
Beranda » Blog » HIRADC: Contoh dan Cara Penyusunannya

HIRADC: Contoh dan Cara Penyusunannya

Diposting pada 28 June 2025 oleh admin / Dilihat: 827 kali / Kategori: ,

HIRADC: Contoh dan Cara Penyusunannya dalam Sistem HSE

Dalam dunia kerja, terutama di industri manufaktur, konstruksi, pertambangan, dan sektor energi, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi prioritas utama. Salah satu tools penting dalam sistem manajemen HSE (Health, Safety, and Environment) adalah HIRADC, singkatan dari Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control. Artikel ini akan membahas pengertian HIRADC, pentingnya dalam sistem HSE, serta contoh dan cara penyusunannya secara sistematis.

Apa Itu HIRADC?

HIRADC adalah proses sistematis yang digunakan untuk:

  1. Mengidentifikasi Bahaya (Hazard Identification)
    Menentukan potensi bahaya yang mungkin muncul dalam suatu aktivitas atau proses kerja.

  2. Menilai Risiko (Risk Assessment)
    Menentukan tingkat risiko berdasarkan kemungkinan terjadinya dan dampaknya.

  3. Menentukan Pengendalian (Determining Control)
    Menetapkan tindakan pengendalian untuk mengeliminasi atau meminimalkan risiko ke level yang dapat diterima.

HIRADC merupakan bagian krusial dalam sistem manajemen K3 karena memastikan bahwa semua potensi bahaya telah dipetakan dan dikendalikan sebelum suatu pekerjaan dilakukan.

Mengapa HIRADC Penting?

Beberapa alasan utama mengapa HIRADC harus disusun dan diimplementasikan adalah:

  • Mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja
    Dengan mengetahui bahaya lebih awal, tindakan preventif bisa segera diambil.

  • Mendukung kepatuhan hukum
    Banyak regulasi K3 mewajibkan pelaksanaan risk assessment sebagai bagian dari prosedur kerja aman.

  • Menjadi dasar penyusunan SOP dan Izin Kerja
    SOP (Standard Operating Procedure) yang aman disusun berdasarkan analisis risiko dari HIRADC.

  • Menumbuhkan budaya K3 di tempat kerja
    Karyawan akan terbiasa berpikir kritis terhadap potensi bahaya dan berperilaku aman.

Langkah-langkah Penyusunan HIRADC

Penyusunan HIRADC memerlukan keterlibatan tim lintas fungsi dan pendekatan sistematis. Berikut adalah langkah-langkah umum yang dapat diikuti:

1. Identifikasi Aktivitas Kerja

Tuliskan secara rinci seluruh aktivitas kerja di suatu area atau proses, misalnya: pemotongan logam, pengelasan, perawatan mesin, pembersihan tangki, dll.

2. Identifikasi Bahaya (Hazard)

Setiap aktivitas dievaluasi untuk melihat apa potensi bahayanya. Bahaya dapat diklasifikasikan menjadi:

  • Fisik (panas, kebisingan, radiasi)

  • Kimia (uap, gas beracun)

  • Biologi (virus, bakteri)

  • Ergonomi (postur tidak wajar)

  • Psikososial (tekanan kerja berlebih)

3. Penilaian Risiko (Risk Assessment)

Penilaian risiko dilakukan berdasarkan dua parameter utama:

  • Likelihood (Kemungkinan Terjadi): skala 1–5

  • Severity (Keparahan Dampak): skala 1–5

Contoh:
Jika aktivitas pengelasan memiliki kemungkinan terbakar (Likelihood = 4) dan dampaknya bisa fatal (Severity = 5), maka skor risikonya adalah 4 x 5 = 20.

Berdasarkan skor total, risiko dikategorikan:

  • Rendah (1–6): bisa diterima, kontrol minimum

  • Sedang (7–12): kontrol tambahan diperlukan

  • Tinggi (13–25): tindakan segera, kemungkinan hentikan pekerjaan

4. Menentukan Tindakan Pengendalian

Gunakan prinsip hierarki pengendalian risiko:

  1. Eliminasi bahaya

  2. Substitusi (mengganti bahan/alat lebih aman)

  3. Rekayasa teknis (penambahan pelindung)

  4. Administratif (SOP, pelatihan, rotasi kerja)

  5. Alat Pelindung Diri (APD)

Tindakan pengendalian harus didokumentasikan dan dilaksanakan dengan konsisten.

5. Dokumentasi dan Review

Semua hasil HIRADC dituangkan dalam dokumen tabel yang mudah dibaca dan digunakan. HIRADC harus ditinjau ulang secara berkala atau saat terjadi perubahan proses, insiden, atau setelah audit internal.


Contoh Tabel HIRADC Sederhana

No Aktivitas Kerja Bahaya Dampak L (1–5) S (1–5) Skor Tingkat Risiko Pengendalian yang Ada Rencana Tindakan
1 Pengelasan besi Percikan api Luka bakar 4 3 12 Sedang APD, pelatihan Tambah tirai las
2 Pembersihan tangki Gas beracun Keracunan, kematian 5 5 25 Tinggi Ventilasi, SCBA Permit to Work
3 Pengangkatan barang Postur membungkuk Cedera punggung 3 3 9 Sedang SOP angkat beban Pelatihan manual handling

Tips Praktis dalam Menyusun HIRADC

  • Libatkan pekerja langsung dalam proses identifikasi bahaya karena mereka paling tahu kondisi lapangan.

  • Gunakan inspeksi langsung ke lapangan untuk mendeteksi bahaya tersembunyi.

  • Perbaharui HIRADC secara berkala, terutama setelah insiden atau perubahan prosedur kerja.

  • Sosialisasikan hasil HIRADC kepada seluruh tim kerja, agar mereka paham dan patuh terhadap tindakan pengendalian.

Penutup

HIRADC adalah alat fundamental dalam memastikan keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan kerja yang berisiko. Dengan menyusun HIRADC secara sistematis, tidak hanya perusahaan yang terlindungi dari potensi kerugian, tetapi juga para pekerja yang menjadi aset utama organisasi. Implementasi HIRADC yang baik mencerminkan komitmen perusahaan terhadap budaya HSE yang kuat dan berkelanjutan.

Baca juga artikel: Safety Talk

HIRADC: Contoh dan Cara Penyusunannya

Komentar

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman ini.

Mencari Keseimbangan Hidup (Work-Life Balance) dalam Perspektif Spiritual

Diposting oleh Dudus Kudus

Mencari Keseimbangan Hidup (Work-Life Balance) dalam Perspektif Spiritual. Di era digital yang serba cepat, gagasan tentang keseimbangan hidup spiritual bukan lagi kemewahan, melainkan sebuah kebutuhan esensial. Kita hidup di dunia di mana garis antara pekerjaan dan kehidupan pribadi semakin kabur, di mana notifikasi terus-menerus memanggil perhatian, dan tuntutan untuk selalu “aktif” terasa tak ada habisnya….

Selengkapnya
21 Jun

Lima Langkah Pemulihan Produksi Secara Cepat

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

Laju produksi suatu pabrik diharap selalu terjaga seperti yang direncanakan. Pada kenyataannya, kendala di lapangan kadang mengalami penurunan yang kadang overlook. Kendala yang umum adalah keterlambatan dari sisi suply chain, bahan baku, atau kadang juga bisa disebabkan oleh masalah external affair seperti ormas, pemogokan. Yang mana hal itu dapat menyebabkan penurunan produksi. Di sisi lain,…

Selengkapnya
7 Jul

Construction Management

Diposting oleh admin

Di tengah pesatnya pembangunan infrastruktur, gedung industri, dan fasilitas energi di Indonesia, kebutuhan akan pengelolaan proyek konstruksi yang profesional menjadi semakin penting. Keterlambatan proyek, pembengkakan biaya, rendahnya mutu pekerjaan, serta risiko keselamatan kerja masih menjadi tantangan utama dalam banyak proyek konstruksi. Di sinilah peran Construction Management (CM) menjadi sangat krusial sebagai pendekatan sistematis untuk mengendalikan…

Selengkapnya
3 Dec

Bearing dan Pelumasan

Diposting oleh admin

Bearing adalah salah satu komponen vital dalam berbagai jenis mesin. Fungsinya sangat penting karena mendukung pergerakan yang halus dan efisien pada poros atau komponen berputar lainnya. Namun, untuk menjaga kinerja bearing tetap optimal, dibutuhkan pelumasan yang tepat. Tanpa pelumasan yang memadai, bearing dapat cepat aus dan rusak, mengakibatkan penurunan kinerja mesin dan peningkatan biaya perawatan….

Selengkapnya
12 Sep

HPS dan Owner Estimate

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

Harga Perkiraan Sendiri (HPS) atau Owner Estimate (OE) adalah sebuah acuan penting dalam proses pengadaan barang, jasa, maupun proyek. Teknik Pembuatan HPS Owner Estimate disusun melalui analisis profesional dan disahkan oleh pihak berwenang untuk menjadi dasar dalam menilai kewajaran harga penawaran. Fungsi utama HPS/OE adalah memastikan harga yang ditetapkan oleh penyedia sesuai dengan standar yang…

Selengkapnya
12 Sep

Migas Storage and Transportation

Diposting oleh admin

Introduction to Migas Storage & Transportation Systems Dalam industri minyak dan gas, proses tidak berhenti pada tahap produksi. Fluida hidrokarbon yang telah dipisahkan dari sumur harus dikelola dengan baik sebelum dikirim ke kilang atau pasar. Di sinilah sistem storage & transportation memainkan peran krusial dalam menjaga kontinuitas supply chain. Storage berfungsi sebagai buffer untuk menyeimbangkan…

Selengkapnya
20 Apr

Instrumentation, Electrical and Control System

BACKGROUND: Covers the principles of industrial instrumentation, sensor, signal transmission, interfacing, actuator, process control, the operation of basic PID Controller on PLC and DCS. Describe the electronics of instrument, interface device and controller. Also provides the usually found advanced PID configuration in industrial systems. Simple method for PID controller tuning is also discussed. OBJECTIVES: After…

Rp 7.950.000
Tersedia

Spare Parts Management

Background Spare parts merupakan elemen kritis dalam mendukung keandalan operasi, efektivitas pemeliharaan, dan ketersediaan aset di industri manufaktur, migas, pembangkit, dan petrokimia. Pengelolaan spare parts yang tidak optimal dapat menyebabkan downtime tinggi, pembengkakan biaya inventori, serta risiko kekurangan material kritis. Melalui sistem Spare Parts Management yang terencana dan terintegrasi, perusahaan dapat memastikan ketersediaan suku cadang…

Rp 7.950.000
Tersedia

Engineering Economic Analysis

PENDAHULUAN: Para insinyur, manajer teknik, atau bahkan semua orang akan dihadapkan pada dua lingkungan penting yang saling berkaitan, yaitu lingkungan fisik dan lingkungan ekonomi. Pengetahuan yang baik tentang lingkungan fisik akan banyak mendasari kemampuan seseorang untuk melihat, mengidentifikasi, dan mengendalikan konsep-konsep teknis. Dengan demikian, lingkungan fisik yang ada di sekelilingnya akan bisa digiring pada suatu…

Rp 7.500.000
Tersedia

Quality Control Mesin Saat Pemeliharaan dan Overhaul

BACKGROUND: Pemeliharaan mesin yang efektif sangat penting untuk memastikan operasional yang efisien dan mengurangi downtime di industri manufaktur dan pengolahan. Salah satu tahap pemeliharaan yang krusial adalah overhaul, yaitu proses perbaikan dan pembaruan mesin secara menyeluruh. Selama proses overhaul, kualitas pekerjaan yang dilakukan sangat mempengaruhi kinerja mesin setelah perbaikan. Oleh karena itu, implementasi sistem quality…

Rp 7.950.000
Tersedia

Enhance Oil Recovery (EOR)

INTRODUCTION: EOR (Enhance Oil Recovery)adalah metode perolehan minyak tahap lanjut dengan cara menambahkan energi berupa dari material atau fluida pendorong khusus yang tidak terdapat dalam reservoir minyak secara alami. EOR kabanyakan diterapkan pada lapangan atau sumur minyak tua yang telah kehilangan atau kehabisan tenaga dorong produksi dari sumur atau lapangan itu sendiri. Umumnya, EOR diterapkan…

Rp 10.950.000
Tersedia

Boiler Control & Burner Management System

OBJECTIVES: Participant will be able to: Understand the benefit of improved boiler process control and saving as result of improved efficiency Develop proper control system documentation Apply principles and methods for flow level measurements to improved boiler operations Specify appropriate strategies for flow, level and pressure control Tuning of boiler control system Implement analyzer measurements…

Rp 7.950.000
Tersedia

HIRADC: Contoh dan Cara Penyusunannya

Chat with us on WhatsApp
Chat with Us