• Selamat datang di website PT Fiqry Jaya Manunggal. Semoga anda senantiasa sehat afiat. Kami siap melayani anda
Beranda » Blog » HIRADC: Contoh dan Cara Penyusunannya

HIRADC: Contoh dan Cara Penyusunannya

Diposting pada 28 June 2025 oleh admin / Dilihat: 807 kali / Kategori: ,

HIRADC: Contoh dan Cara Penyusunannya dalam Sistem HSE

Dalam dunia kerja, terutama di industri manufaktur, konstruksi, pertambangan, dan sektor energi, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi prioritas utama. Salah satu tools penting dalam sistem manajemen HSE (Health, Safety, and Environment) adalah HIRADC, singkatan dari Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control. Artikel ini akan membahas pengertian HIRADC, pentingnya dalam sistem HSE, serta contoh dan cara penyusunannya secara sistematis.

Apa Itu HIRADC?

HIRADC adalah proses sistematis yang digunakan untuk:

  1. Mengidentifikasi Bahaya (Hazard Identification)
    Menentukan potensi bahaya yang mungkin muncul dalam suatu aktivitas atau proses kerja.

  2. Menilai Risiko (Risk Assessment)
    Menentukan tingkat risiko berdasarkan kemungkinan terjadinya dan dampaknya.

  3. Menentukan Pengendalian (Determining Control)
    Menetapkan tindakan pengendalian untuk mengeliminasi atau meminimalkan risiko ke level yang dapat diterima.

HIRADC merupakan bagian krusial dalam sistem manajemen K3 karena memastikan bahwa semua potensi bahaya telah dipetakan dan dikendalikan sebelum suatu pekerjaan dilakukan.

Mengapa HIRADC Penting?

Beberapa alasan utama mengapa HIRADC harus disusun dan diimplementasikan adalah:

  • Mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja
    Dengan mengetahui bahaya lebih awal, tindakan preventif bisa segera diambil.

  • Mendukung kepatuhan hukum
    Banyak regulasi K3 mewajibkan pelaksanaan risk assessment sebagai bagian dari prosedur kerja aman.

  • Menjadi dasar penyusunan SOP dan Izin Kerja
    SOP (Standard Operating Procedure) yang aman disusun berdasarkan analisis risiko dari HIRADC.

  • Menumbuhkan budaya K3 di tempat kerja
    Karyawan akan terbiasa berpikir kritis terhadap potensi bahaya dan berperilaku aman.

Langkah-langkah Penyusunan HIRADC

Penyusunan HIRADC memerlukan keterlibatan tim lintas fungsi dan pendekatan sistematis. Berikut adalah langkah-langkah umum yang dapat diikuti:

1. Identifikasi Aktivitas Kerja

Tuliskan secara rinci seluruh aktivitas kerja di suatu area atau proses, misalnya: pemotongan logam, pengelasan, perawatan mesin, pembersihan tangki, dll.

2. Identifikasi Bahaya (Hazard)

Setiap aktivitas dievaluasi untuk melihat apa potensi bahayanya. Bahaya dapat diklasifikasikan menjadi:

  • Fisik (panas, kebisingan, radiasi)

  • Kimia (uap, gas beracun)

  • Biologi (virus, bakteri)

  • Ergonomi (postur tidak wajar)

  • Psikososial (tekanan kerja berlebih)

3. Penilaian Risiko (Risk Assessment)

Penilaian risiko dilakukan berdasarkan dua parameter utama:

  • Likelihood (Kemungkinan Terjadi): skala 1–5

  • Severity (Keparahan Dampak): skala 1–5

Contoh:
Jika aktivitas pengelasan memiliki kemungkinan terbakar (Likelihood = 4) dan dampaknya bisa fatal (Severity = 5), maka skor risikonya adalah 4 x 5 = 20.

Berdasarkan skor total, risiko dikategorikan:

  • Rendah (1–6): bisa diterima, kontrol minimum

  • Sedang (7–12): kontrol tambahan diperlukan

  • Tinggi (13–25): tindakan segera, kemungkinan hentikan pekerjaan

4. Menentukan Tindakan Pengendalian

Gunakan prinsip hierarki pengendalian risiko:

  1. Eliminasi bahaya

  2. Substitusi (mengganti bahan/alat lebih aman)

  3. Rekayasa teknis (penambahan pelindung)

  4. Administratif (SOP, pelatihan, rotasi kerja)

  5. Alat Pelindung Diri (APD)

Tindakan pengendalian harus didokumentasikan dan dilaksanakan dengan konsisten.

5. Dokumentasi dan Review

Semua hasil HIRADC dituangkan dalam dokumen tabel yang mudah dibaca dan digunakan. HIRADC harus ditinjau ulang secara berkala atau saat terjadi perubahan proses, insiden, atau setelah audit internal.


Contoh Tabel HIRADC Sederhana

No Aktivitas Kerja Bahaya Dampak L (1–5) S (1–5) Skor Tingkat Risiko Pengendalian yang Ada Rencana Tindakan
1 Pengelasan besi Percikan api Luka bakar 4 3 12 Sedang APD, pelatihan Tambah tirai las
2 Pembersihan tangki Gas beracun Keracunan, kematian 5 5 25 Tinggi Ventilasi, SCBA Permit to Work
3 Pengangkatan barang Postur membungkuk Cedera punggung 3 3 9 Sedang SOP angkat beban Pelatihan manual handling

Tips Praktis dalam Menyusun HIRADC

  • Libatkan pekerja langsung dalam proses identifikasi bahaya karena mereka paling tahu kondisi lapangan.

  • Gunakan inspeksi langsung ke lapangan untuk mendeteksi bahaya tersembunyi.

  • Perbaharui HIRADC secara berkala, terutama setelah insiden atau perubahan prosedur kerja.

  • Sosialisasikan hasil HIRADC kepada seluruh tim kerja, agar mereka paham dan patuh terhadap tindakan pengendalian.

Penutup

HIRADC adalah alat fundamental dalam memastikan keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan kerja yang berisiko. Dengan menyusun HIRADC secara sistematis, tidak hanya perusahaan yang terlindungi dari potensi kerugian, tetapi juga para pekerja yang menjadi aset utama organisasi. Implementasi HIRADC yang baik mencerminkan komitmen perusahaan terhadap budaya HSE yang kuat dan berkelanjutan.

Baca juga artikel: Safety Talk

HIRADC: Contoh dan Cara Penyusunannya

Komentar

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman ini.

SCRUM vs Waterfall

Diposting oleh admin

SCRUM vs Waterfall: Metodologi Proyek yang Tepat untuk Tim Anda Dalam dunia manajemen proyek, khususnya di bidang teknologi informasi, dua metodologi yang sering dibandingkan adalah SCRUM dan Waterfall. Keduanya memiliki karakteristik, keunggulan, serta keterbatasan masing-masing. Pemilihan metode yang tepat akan sangat memengaruhi keberhasilan proyek, terutama dalam hal kecepatan, fleksibilitas, dan kualitas hasil akhir. Artikel ini…

Selengkapnya
28 Aug

Sistem Kontrol PLC DCS SCADA

Diposting oleh admin

Sistem Kontrol Proses Industri: Panduan Memilih dan Mengimplementasikan PLC, DCS, dan SCADA Ketika sebuah pabrik kimia memutuskan platform sistem kontrol yang akan digunakan. Apakah plc, dcs, atau scada — mereka sebenarnya sedang membuat keputusan arsitektur yang akan berdampak selama 20–30 tahun ke depan. Biaya investasi awal, biaya pemeliharaan jangka panjang, ketersediaan teknisi yang kompeten, dan…

Selengkapnya
19 Mar

Analisis Teknis Efisiensi Turbin Gas yang Powerful

Diposting oleh admin

Analisis Teknis terhadap Efisiensi Turbin Gas Turbin gas merupakan salah satu teknologi konversi energi yang paling banyak digunakan pada pembangkit listrik, industri minyak dan gas, kilang, hingga pesawat terbang. Dengan kebutuhan energi yang semakin meningkat, tuntutan akan efisiensi turbin gas menjadi semakin kritis. Efisiensi tinggi tidak hanya menghasilkan output daya yang lebih besar, tetapi juga…

Selengkapnya
18 Dec

Maintenance Management: Preventive vs Predictive

Diposting oleh admin

Dalam dunia industri dan manufaktur, manajemen pemeliharaan atau maintenance management adalah elemen krusial dalam memastikan keandalan, keselamatan, dan efisiensi peralatan produksi. Dua pendekatan utama dalam manajemen pemeliharaan yang sering dibandingkan adalah Preventive Maintenance (PM) dan Predictive Maintenance (PdM). Meskipun keduanya bertujuan untuk meminimalkan downtime dan kerusakan peralatan, pendekatan, kebutuhan sumber daya, dan teknologi yang digunakan…

Selengkapnya
21 Jun

ISO 45001 di Industri Energi

Diposting oleh admin

ISO 45001 di Industri Energi: Membangun Budaya K3 yang Berkelanjutan Industri energi merupakan sektor dengan tingkat risiko tinggi, baik dalam hal keselamatan kerja maupun kesehatan pekerja. Operasional yang melibatkan tekanan tinggi, bahan berbahaya, hingga pekerjaan di ketinggian membuat penerapan sistem manajemen keselamatan menjadi hal yang mutlak. Salah satu standar internasional yang menjadi acuan global dalam…

Selengkapnya
30 Oct

Migas Storage and Transportation

Diposting oleh admin

Introduction to Migas Storage & Transportation Systems Dalam industri minyak dan gas, proses tidak berhenti pada tahap produksi. Fluida hidrokarbon yang telah dipisahkan dari sumur harus dikelola dengan baik sebelum dikirim ke kilang atau pasar. Di sinilah sistem storage & transportation memainkan peran krusial dalam menjaga kontinuitas supply chain. Storage berfungsi sebagai buffer untuk menyeimbangkan…

Selengkapnya
20 Apr

Vibration and Alignment Measurement and Analysis

BACKGROUND: Vibration & miss-alignment merupakan salah satu kesalahan operasi yang menyebabkan kerusakan peralatan yang secara umum menurunkan efisiensi suatu plant. Untuk menghindari hal tersebut, diperlukan cara pengukuran, monitoring dan analisa data yang benar agar dapat diambil tindakan yang tepat guna menjaga efisiensi peralatan. TRAINING OBJECTIVES: Improve Advance Vibration knowledge Understand how to select and use…

Rp 7.950.000
Tersedia

Tribology Oil Analysis

BACKGROUND: Machinery is assembled from many parts which some of them have relative motion, or friction among each other. This will need oil for excellent lubrication, cooler and cleaner. In order to maintain good machinery operations, one needs to understand tribology (knowledge about friction and lubrication) and oil analysis. Lubricant is one of the important…

Rp 7.950.000
Tersedia

Wells Performance & Surveillance

BACKGROUND: Effective monitoring and surveillance of well performance are critical to optimizing production, identifying operational inefficiencies, and maintaining the integrity of wells over time. Wells Performance & Surveillance is a comprehensive approach that involves the collection, analysis, and interpretation of data from wells to improve performance and decision-making. This training provides participants with the knowledge…

Rp 13.950.000
Tersedia

Database Analysis & Dashboard Reporting

Powerful Database Analysis & Dashboard Reporting using Microsoft Excel BACKGROUND: The process of analyzing data and creating a dashboard summary report from text files imported from large applications, such as SAP/ERP, is still often conducted using time-consuming methods, taking hours or even days, even when using Microsoft Excel. However, by employing advanced methods—already available in…

Rp 6.950.000
Tersedia

Rig and Equipment Selection

Background: Rig and equipment selection is a critical early decision in drilling planning that directly affects safety, operational efficiency, cost, and overall project success. Inappropriate rig selection can lead to operational limitations, excessive non-productive time (NPT), or increased HSE exposure. For example, lack of appropriate knowledge may wrongly select rig rental company during tender evaluation….

Rp 5.950.000
Tersedia

Perhitungan Heat Rate Pembangkit Menggunakan In-house Software

PENDAHULUAN: Heat rate merupakan salah satu parameter kinerja pada pembangkit. Pemahaman heat rate sangat diperlukan bagi karyawan yang bekerja di pembangkit. Pemahaman pengukuran parameter untuk menentukan heat rate, interprestasi data, menganalisis hasil perhitungan, menentukan heat rate pembangkit, bahkan menentukan perbaikan heat rate amat diperlukan. Sumber masalah kinerja pembangkit atau degradasi kinerja pembangkit dapat juga diketahui…

Rp 7.950.000
Tersedia

HIRADC: Contoh dan Cara Penyusunannya

Chat with us on WhatsApp
Chat with Us