• Selamat datang di website PT Fiqry Jaya Manunggal. Semoga anda senantiasa sehat afiat. Kami siap melayani anda
Beranda » Blog » HIRADC: Contoh dan Cara Penyusunannya

HIRADC: Contoh dan Cara Penyusunannya

Diposting pada 28 June 2025 oleh admin / Dilihat: 769 kali / Kategori: ,

HIRADC: Contoh dan Cara Penyusunannya dalam Sistem HSE

Dalam dunia kerja, terutama di industri manufaktur, konstruksi, pertambangan, dan sektor energi, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi prioritas utama. Salah satu tools penting dalam sistem manajemen HSE (Health, Safety, and Environment) adalah HIRADC, singkatan dari Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control. Artikel ini akan membahas pengertian HIRADC, pentingnya dalam sistem HSE, serta contoh dan cara penyusunannya secara sistematis.

Apa Itu HIRADC?

HIRADC adalah proses sistematis yang digunakan untuk:

  1. Mengidentifikasi Bahaya (Hazard Identification)
    Menentukan potensi bahaya yang mungkin muncul dalam suatu aktivitas atau proses kerja.

  2. Menilai Risiko (Risk Assessment)
    Menentukan tingkat risiko berdasarkan kemungkinan terjadinya dan dampaknya.

  3. Menentukan Pengendalian (Determining Control)
    Menetapkan tindakan pengendalian untuk mengeliminasi atau meminimalkan risiko ke level yang dapat diterima.

HIRADC merupakan bagian krusial dalam sistem manajemen K3 karena memastikan bahwa semua potensi bahaya telah dipetakan dan dikendalikan sebelum suatu pekerjaan dilakukan.

Mengapa HIRADC Penting?

Beberapa alasan utama mengapa HIRADC harus disusun dan diimplementasikan adalah:

  • Mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja
    Dengan mengetahui bahaya lebih awal, tindakan preventif bisa segera diambil.

  • Mendukung kepatuhan hukum
    Banyak regulasi K3 mewajibkan pelaksanaan risk assessment sebagai bagian dari prosedur kerja aman.

  • Menjadi dasar penyusunan SOP dan Izin Kerja
    SOP (Standard Operating Procedure) yang aman disusun berdasarkan analisis risiko dari HIRADC.

  • Menumbuhkan budaya K3 di tempat kerja
    Karyawan akan terbiasa berpikir kritis terhadap potensi bahaya dan berperilaku aman.

Langkah-langkah Penyusunan HIRADC

Penyusunan HIRADC memerlukan keterlibatan tim lintas fungsi dan pendekatan sistematis. Berikut adalah langkah-langkah umum yang dapat diikuti:

1. Identifikasi Aktivitas Kerja

Tuliskan secara rinci seluruh aktivitas kerja di suatu area atau proses, misalnya: pemotongan logam, pengelasan, perawatan mesin, pembersihan tangki, dll.

2. Identifikasi Bahaya (Hazard)

Setiap aktivitas dievaluasi untuk melihat apa potensi bahayanya. Bahaya dapat diklasifikasikan menjadi:

  • Fisik (panas, kebisingan, radiasi)

  • Kimia (uap, gas beracun)

  • Biologi (virus, bakteri)

  • Ergonomi (postur tidak wajar)

  • Psikososial (tekanan kerja berlebih)

3. Penilaian Risiko (Risk Assessment)

Penilaian risiko dilakukan berdasarkan dua parameter utama:

  • Likelihood (Kemungkinan Terjadi): skala 1–5

  • Severity (Keparahan Dampak): skala 1–5

Contoh:
Jika aktivitas pengelasan memiliki kemungkinan terbakar (Likelihood = 4) dan dampaknya bisa fatal (Severity = 5), maka skor risikonya adalah 4 x 5 = 20.

Berdasarkan skor total, risiko dikategorikan:

  • Rendah (1–6): bisa diterima, kontrol minimum

  • Sedang (7–12): kontrol tambahan diperlukan

  • Tinggi (13–25): tindakan segera, kemungkinan hentikan pekerjaan

4. Menentukan Tindakan Pengendalian

Gunakan prinsip hierarki pengendalian risiko:

  1. Eliminasi bahaya

  2. Substitusi (mengganti bahan/alat lebih aman)

  3. Rekayasa teknis (penambahan pelindung)

  4. Administratif (SOP, pelatihan, rotasi kerja)

  5. Alat Pelindung Diri (APD)

Tindakan pengendalian harus didokumentasikan dan dilaksanakan dengan konsisten.

5. Dokumentasi dan Review

Semua hasil HIRADC dituangkan dalam dokumen tabel yang mudah dibaca dan digunakan. HIRADC harus ditinjau ulang secara berkala atau saat terjadi perubahan proses, insiden, atau setelah audit internal.


Contoh Tabel HIRADC Sederhana

No Aktivitas Kerja Bahaya Dampak L (1–5) S (1–5) Skor Tingkat Risiko Pengendalian yang Ada Rencana Tindakan
1 Pengelasan besi Percikan api Luka bakar 4 3 12 Sedang APD, pelatihan Tambah tirai las
2 Pembersihan tangki Gas beracun Keracunan, kematian 5 5 25 Tinggi Ventilasi, SCBA Permit to Work
3 Pengangkatan barang Postur membungkuk Cedera punggung 3 3 9 Sedang SOP angkat beban Pelatihan manual handling

Tips Praktis dalam Menyusun HIRADC

  • Libatkan pekerja langsung dalam proses identifikasi bahaya karena mereka paling tahu kondisi lapangan.

  • Gunakan inspeksi langsung ke lapangan untuk mendeteksi bahaya tersembunyi.

  • Perbaharui HIRADC secara berkala, terutama setelah insiden atau perubahan prosedur kerja.

  • Sosialisasikan hasil HIRADC kepada seluruh tim kerja, agar mereka paham dan patuh terhadap tindakan pengendalian.

Penutup

HIRADC adalah alat fundamental dalam memastikan keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan kerja yang berisiko. Dengan menyusun HIRADC secara sistematis, tidak hanya perusahaan yang terlindungi dari potensi kerugian, tetapi juga para pekerja yang menjadi aset utama organisasi. Implementasi HIRADC yang baik mencerminkan komitmen perusahaan terhadap budaya HSE yang kuat dan berkelanjutan.

Baca juga artikel: Safety Talk

HIRADC: Contoh dan Cara Penyusunannya

Komentar

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman ini.

5 Skill Pribadi yang Paling Dicari Saat Ini

Diposting oleh admin

Di era industri yang terus berubah, profesional di berbagai bidang—terutama di sektor teknik dan industri—tidak hanya dinilai dari kemampuan teknisnya saja. Dunia kerja modern menuntut lebih dari sekadar kompetensi akademik atau pengalaman lapangan. Kini, yang menjadi pembeda utama adalah keterampilan pribadi (personal skills) yang mendukung efektivitas kerja, kemampuan beradaptasi, dan kepemimpinan dalam menghadapi tantangan baru….

Selengkapnya
28 Oct

Audit SMK3 Powerful Berdasarkan Regulasi Terbaru

Diposting oleh admin

Audit Sistem Manajemen K3 (SMK3) Berdasarkan Regulasi Terbaru Audit Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) merupakan proses sistematis untuk menilai kesesuaian, efektivitas, dan konsistensi penerapan K3 di tempat kerja. Dalam konteks regulasi terbaru, audit SMK3 tidak hanya berfungsi sebagai alat kepatuhan hukum, tetapi juga sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan budaya keselamatan dan kinerja organisasi…

Selengkapnya
27 Jan

Panduan Lengkap & Praktis Dasar-Dasar Lari Jarak Jauh untuk Pemula (Wajib Baca!)

Diposting oleh admin

Dasar-Dasar Lari Jarak Jauh untuk Pemula Lari jarak jauh merupakan salah satu aktivitas olahraga yang efektif untuk meningkatkan daya tahan tubuh, memperkuat jantung, serta menjaga kesehatan secara menyeluruh. Meski terlihat sederhana, lari jarak jauh membutuhkan teknik dasar, perencanaan latihan, serta pemahaman terhadap kemampuan tubuh agar hasil yang diperoleh lebih optimal dan aman. Artikel ini membahas…

Selengkapnya
7 Dec

Bearing dan Pelumasan

Diposting oleh admin

Bearing adalah salah satu komponen vital dalam berbagai jenis mesin. Fungsinya sangat penting karena mendukung pergerakan yang halus dan efisien pada poros atau komponen berputar lainnya. Namun, untuk menjaga kinerja bearing tetap optimal, dibutuhkan pelumasan yang tepat. Tanpa pelumasan yang memadai, bearing dapat cepat aus dan rusak, mengakibatkan penurunan kinerja mesin dan peningkatan biaya perawatan….

Selengkapnya
12 Sep

Contoh Limbah B3 di Industri Migas dan Cara Penanganannya

Diposting oleh admin

Contoh Limbah B3 di Industri Migas dan Cara Penanganannya Industri minyak dan gas (migas) menghasilkan berbagai jenis limbah dari proses eksplorasi, produksi, hingga pengolahan. Sebagian limbah tersebut termasuk dalam kategori limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang memiliki potensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan manusia. Oleh karena itu, penting untuk memahami contoh limbah B3 di…

Selengkapnya
21 Apr

Critical Path Method dalam Project Scheduling

Diposting oleh admin

Critical Path Method (CPM) dalam Project Scheduling Dalam dunia manajemen proyek, keberhasilan suatu proyek sangat bergantung pada perencanaan waktu yang tepat. Salah satu teknik yang banyak digunakan dalam penjadwalan proyek adalah Critical Path Method (CPM) atau Metode Jalur Kritis. CPM membantu para manajer proyek dalam mengidentifikasi aktivitas-aktivitas penting yang menentukan durasi total proyek. Dengan memahami…

Selengkapnya
23 Jun

Pengukuran & Alat Ukur Listrik Pembangkit

BACKGROUND: Pengukuran dan alat ukur listrik memiliki peran krusial dalam memastikan keandalan dan efisiensi operasi pembangkit listrik. Alat ukur ini digunakan untuk memantau parameter penting seperti tegangan, arus, daya, dan frekuensi, yang berdampak langsung pada kinerja sistem. Pemahaman yang baik tentang prinsip kerja dan aplikasi alat ukur listrik sangat penting bagi teknisi dan operator dalam…

Rp 7.950.000
Tersedia

Drilling Engineering & Well Planning

Background Dalam industri migas, kegiatan pengeboran merupakan salah satu proses yang paling kritis dan memerlukan perencanaan yang matang serta keahlian teknis yang tinggi. Drilling Engineering and Well Planning adalah elemen fundamental yang memastikan operasi pengeboran berjalan dengan aman, efisien, dan sesuai anggaran. Melalui perencanaan dan teknik pengeboran yang optimal, perusahaan dapat meminimalkan risiko, mengurangi biaya…

Rp 14.950.000
Tersedia

Produced Water Management

Background: Produced water merupakan fluida dengan volume terbesar yang dihasilkan dalam operasi minyak dan gas. Seiring meningkatnya usia lapangan, rasio produced water terhadap hydrocarbon cenderung meningkat dan menimbulkan tantangan teknis, lingkungan, serta biaya operasi yang signifikan. Dengan demikian Produced Water Management menjadi isu teknis, lingkungan, dan ekonomi yang kritikal. Pengelolaan produced water yang efektif membutuhkan…

Rp 7.950.000
Tersedia

Basic Drilling & Well Completion

Background: Drilling and Well Completion are two critical phases in the lifecycle of an oil and gas well. A successful drilling operation not only ensures the structural integrity of the wellbore but also lays the foundation for effective production and long-term safety. Comprehensive understanding of well design, drilling fluid behavior, equipment selection, and completion strategies…

Rp 7.950.000
Tersedia

Supervisi Pengoperasian dan Pemeliharaan Pembangkit Tenaga Listrik

BACKGROUND: Supervisi pengoperasian dan pemeliharaan pembangki tenaga listrik sangat dibutuhkan untuk menjaga mutu, keandalan, keamanan dan kelancaran operasi dan pemeliharaan pembangkit. Dengan supervisi operasi dan pemeliharaan pembangkit dapat diketahui apakah tatakelola unit pembangkit sudah dilaksanakan dengan baik. Tata kelola operasi dan pemeliharaan unit pembangkit yang baik merupakan pedoman dalam menjalankan seluruh proses bisnis untuk meningkatkan…

Rp 7.950.000
Tersedia

BFPT Protection and Supervisory System

BFPT (Boiler Feed Pump Turbine) : Protection and Supervisory System Boiler Feed Pump Turbine (BFPT) adalah komponen penting dalam operasi boiler uap, berfungsi untuk memompa air umpan ke dalam boiler. Pompa air umpan ini bekerja dengan mengambil isapan dari sistem pengembalian kondensat dan memompa air bertekanan tinggi, baik berupa air baru maupun kondensat yang dihasilkan…

Rp 6.950.000
Tersedia

HIRADC: Contoh dan Cara Penyusunannya

Chat with us on WhatsApp
Chat with Us