• Selamat datang di website PT Fiqry Jaya Manunggal. Semoga anda senantiasa sehat afiat. Kami siap melayani anda
Beranda » Blog » Supply Chain Resilience

Supply Chain Resilience

Diposting pada 9 March 2026 oleh admin / Dilihat: 115 kali / Kategori:

Supply Chain Resilience adalah membangun rantai pasok yang tangguh dan adaptif. Pandemi COVID-19 mengekspos kelemahan fatal dari rantai pasok global yang terlalu dioptimasi untuk efisiensi biaya tanpa mempertimbangkan ketangguhan. Kelangkaan semiconductor yang melumpuhkan industri otomotif, kekacauan logistik container, dan keterlambatan pasokan bahan baku ke pabrik-pabrik di seluruh dunia menunjukkan betapa rentannya model just-in-time yang diterapkan secara ekstrem. Covid mengingatkan kita bahwa resiliense wajib dibangun dari sekarang.

Gartner memperkirakan bahwa dampak finansial dari disrupsi supply chain rata-rata setara dengan 45% laba tahunan selama satu dekade. Investasi dalam resiliensi bukan sekadar biaya asuransi — ini adalah investasi dalam keberlangsungan bisnis jangka panjang.

Framework Penilaian Risiko Supply Chain

Langkah pertama membangun resiliensi adalah memahami profil risiko supply chain secara komprehensif. Supply chain risk assessment harus memetakan seluruh jaringan pemasok (termasuk tier 2 dan tier 3), mengidentifikasi single points of failure, mengkuantifikasi probabilitas dan dampak dari setiap risiko, serta mengevaluasi kapabilitas deteksi dan respons yang ada saat ini.

Manajemen transportasi dan logistik

Strategi Diversifikasi dan Dual Sourcing

Ketergantungan pada satu pemasok untuk komponen atau bahan kritis adalah risiko konsentrasi yang harus diatasi. Strategi dual atau multi-sourcing — memiliki dua atau lebih pemasok yang qualified untuk satu kategori. Hal ini memberikan fleksibilitas untuk mengalihkan volume saat satu pemasok mengalami masalah. Trade-off-nya adalah hilangnya leverage volume dan kompleksitas manajemen yang lebih tinggi.

Strategi China Plus One telah menjadi mainstream di kalangan perusahaan multinasional sebagai respon terhadap eskalasi trade war AS-China dan pandemi. Strategi ini mempertahankan basis produksi di China sekaligus membangun kapabilitas di negara alternatif seperti Vietnam, Indonesia, India, atau Meksiko.

Business Continuity Planning untuk Supply Chain

Business Continuity Planning (BCP) yang efektif untuk supply chain harus mencakup skenario disrupsi spesifik (bukan hanya bencana alam generik), prosedur aktivasi yang jelas dengan RACI yang terdefinisi, daftar alternatif pemasok dan rute yang sudah pre-qualified, strategi komunikasi dengan pelanggan dan pemasok, serta mekanisme review dan uji coba BCP secara berkala.

  1. Pemetaan supply chain end-to-end hingga tier 2-3 supplier
  2. Identifikasi dan prioritisasi risiko berdasarkan probability × impact
  3. Pengembangan playbook respons untuk skenario risiko utama
  4. Pembentukan Crisis Management Team dengan peran dan tanggung jawab jelas
  5. Penetapan trigger points untuk aktivasi setiap level respons
  6. Simulasi tabletop exercise minimal satu kali per tahun
  7. Review dan update BCP setelah setiap insiden atau perubahan material dalam supply chain

Nearshoring dan Reshoring: Tren Restrukturisasi Rantai Pasok Global

Nearshoring (memindahkan produksi ke negara yang lebih dekat secara geografis) dan reshoring (mengembalikan produksi ke negara asal) menjadi tren yang semakin kuat pasca pandemi. Meskipun biaya produksi mungkin lebih tinggi, manfaat dalam bentuk lead time yang lebih pendek, risiko geopolitik yang lebih rendah, kontrol kualitas yang lebih baik, dan fleksibilitas yang lebih tinggi seringkali melebihi selisih biayanya.

Bagi Indonesia, tren nearshoring dan China Plus One menciptakan peluang besar untuk menarik investasi manufaktur dari perusahaan multinasional yang mencari alternatif produksi di luar China. Keunggulan kompetitif Indonesia — biaya tenaga kerja yang kompetitif, sumber daya alam yang kaya, dan posisi geografis yang strategis — menjadi modal penting dalam persaingan menarik relokasi rantai pasok global.

Baca Juga:

Supply Chain Resilience

Komentar

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman ini.

Mengapa Python Menjadi Pilihan Utama untuk Data Science dan Machine Learning

Diposting oleh admin

Peran Python dalam Data Science Dalam beberapa tahun terakhir, Python telah menjadi bahasa pemrograman yang dominan di dunia data science dan machine learning. Keunggulan Python dalam kedua bidang ini terletak pada pustaka (library) yang kuat dan kemampuannya dalam menangani berbagai macam data. Pustaka Python yang Populer untuk Data Science dan Machine Learning NumPy NumPy adalah…

Selengkapnya
22 Nov

Hirarki Dokumen Peraturan Organisasi

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

Hierarchy of Governance Documents (Hirarki Dokumen Peraturan Organisasi) adalah struktur berjenjang dalam tata kelola organisasi yang mengatur dari prinsip strategis hingga instruksi teknis di tingkat pelaksanaan. Konsep ini juga dikenal sebagai Policy Hierarchy, dan penting untuk memastikan arah, konsistensi, serta akuntabilitas dalam setiap keputusan organisasi. Apa Itu Hierarchy of Governance Documents? Setiap organisasi—baik perusahaan, koperasi,…

Selengkapnya
2 Jun

Cara Mengoptimumkan Lead Time

Diposting oleh admin

Cara Mengoptimumkan Lead Time dalam Supply Chain Dalam dunia supply chain, lead time merupakan salah satu faktor krusial yang menentukan efisiensi dan kepuasan pelanggan. Lead time adalah total waktu yang dibutuhkan sejak pemesanan dilakukan hingga barang atau jasa diterima oleh pelanggan. Semakin singkat dan terkendali lead time, semakin baik pula kinerja rantai pasok. Namun, dalam…

Selengkapnya
19 Aug

Peran PMO dalam Organisasi

Diposting oleh admin

Peran PMO dalam Organisasi Dalam dunia bisnis modern, proyek bukan lagi sekadar aktivitas tambahan, melainkan bagian inti dari strategi pertumbuhan. Mulai dari pengembangan produk, ekspansi pasar, hingga transformasi digital, semuanya berbentuk proyek. Namun, semakin banyak proyek berjalan, semakin sulit organisasi mengendalikan prioritas, sumber daya, dan hasil. Di sinilah Project Management Office (PMO) hadir sebagai solusi….

Selengkapnya
7 Oct

Kerja Keras dan Investasi

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

Karier cemerlang, tapi kadang lupa masa depan pribadi setelah pensiun. Banyak profesional yang sejak lulus kuliah langsung bekerja keras membangun karier. Mereka masuk kantor pagi-pagi, pulang larut malam, mengejar target, dan mempersembahkan seluruh energi serta waktu terbaiknya untuk perusahaan. Setiap kenaikan gaji dan promosi menjadi tanda keberhasilan. Gaji besar dan posisi tinggi membuat hidup terasa…

Selengkapnya
17 Oct

Alignment dan Balancing

Diposting oleh admin

Alignment dan Balancing Ketidakseimbangan (imbalancing) dan ketidakselarasan (misalignment) dalam mesin atau peralatan berputar adalah salah satu penyebab utama kerusakan peralatan. Kondisi ini menyebabkan getaran tinggi dan tekanan mekanis yang dapat mengakibatkan keausan dini pada komponen, serta secara signifikan mengurangi umur pakai dan ketersediaan peralatan. Manfaat dari alignment dan balancing (poros dan pompa) yang tepat meliputi…

Selengkapnya
15 Dec

Relay Protection

BACKGROUND: Relay adalah Saklar (Switch) yang dioperasikan secara listrik dan merupakan komponen Electromechanical (Elektromekanikal) yang terdiri dari 2 bagian utama yakni Elektromagnet (Coil) dan Mekanikal (seperangkat Kontak Saklar/Switch). Relay menggunakan Prinsip Elektromagnetik untuk menggerakkan Kontak Saklar sehingga dengan arus listrik yang kecil (low power) dapat menghantarkan listrik yang bertegangan lebih tinggi. Sebagai contoh, dengan Relay…

Rp 7.950.000
Tersedia

In Depth Project Cost, Schedule, and Risks Management for Project Professional

BACKGROUND: Effective project management is critical to the success of any project. With the increasing complexity and scale of projects, especially in industries such as oil, gas, and process industries, it is imperative for project managers and project professional to possess advanced skills in cost management, scheduling, and risk management. This training, In Depth Project…

Rp 7.950.000
Tersedia

Pengoperasian BFPT, Protection & Supervisory System

BACKGROUND: Boiler Feed Pump Turbine (BFPT) adalah komponen penting dalam operasi boiler uap, berfungsi untuk memompa air umpan ke dalam boiler. Pompa air umpan ini bekerja dengan mengambil isapan dari sistem pengembalian kondensat dan memompa air bertekanan tinggi, baik berupa air baru maupun kondensat yang dihasilkan oleh boiler. BFPT dapat berbentuk pompa sentrifugal atau jenis…

Rp 7.950.000
Tersedia

Flow & Level Custody Measurement

BACKGROUND: This course is designed to acquaint users with the problems and solutions for high accuracy transfer of liquid and gas petroleum products from supplier to customer. These needs have been brought about by major changes in manufacturing processes and because of several dramatic circumstantial changes such as: the increase in the cost of fuel…

Rp 7.950.000
Tersedia

RCM (Reliability Centered Maintenance): Principle & Software Implementation

BACKGROUND: This course teaches the fundamentals of Reliability-Centered Maintenance (RCM). The course gives the participant fundamental tools and knowledge required to participate in any RCM analysis process especially in the gas pipeline industry. Participants will have good practice  in developing and implementing RCM. Theory 30%, and 70% practice. OBJECTIVES: After the course participant will have…

Rp 7.950.000
Tersedia

Process Safety & Asset Integrity Management System

Background: Process Safety & Asset Intergrity Management System, biasanya merupakan dua hal yang terpisah. Padahal keselamatan proses (Process Safety) dan integritas aset (Asset Integrity) merupakan fondasi utama dalam industri migas yang berisiko tinggi. Kegagalan pengelolaan kedua aspek ini bisa menimbulkan kerugian besar, baik dari sisi manusia, lingkungan, maupun bisnis. Process Safety & Asset Integrity Management…

Rp 7.950.000
Tersedia

Supply Chain Resilience

Chat with us on WhatsApp
Chat with Us