• Selamat datang di website PT Fiqry Jaya Manunggal. Semoga anda senantiasa sehat afiat. Kami siap melayani anda
Beranda » Blog » Critical Equipment Maintenance

Critical Equipment Maintenance

Diposting pada 29 January 2026 oleh admin / Dilihat: 2 kali

Critical Equipment: Cara Menentukan dan Mengelolanya

Dalam dunia maintenance dan manajemen aset, tidak semua peralatan memiliki tingkat kepentingan yang sama. Beberapa peralatan memiliki dampak yang sangat besar terhadap keselamatan, kontinuitas operasi, kualitas produk, dan biaya. Peralatan inilah yang dikenal sebagai critical equipment. Menentukan dan mengelola critical equipment secara tepat merupakan fondasi dari sistem maintenance yang efektif dan andal.

Artikel ini membahas bagaimana cara mengidentifikasi critical equipment serta strategi pengelolaannya agar organisasi mampu meminimalkan risiko kegagalan dan memaksimalkan keandalan aset.

Pengertian Critical Equipment dalam Konteks Maintenance

Critical equipment adalah peralatan yang apabila mengalami kegagalan akan menimbulkan dampak signifikan terhadap operasional, keselamatan, lingkungan, atau keuangan perusahaan. Dalam praktik maintenance modern, critical equipment menjadi prioritas utama dalam perencanaan perawatan.

Karakteristik utama critical equipment meliputi:

  • berpotensi menyebabkan downtime besar,

  • berdampak langsung pada keselamatan kerja,

  • memengaruhi kualitas dan kontinuitas produksi,

  • memiliki biaya perbaikan atau penggantian tinggi,

  • tidak memiliki cadangan atau backup yang memadai.

Mengapa Penentuan Critical Equipment Sangat Penting

Kesalahan dalam menentukan critical equipment dapat menyebabkan pemborosan sumber daya atau justru meningkatkan risiko operasional.

1. Fokus Perawatan yang Tepat Sasaran

Dengan mengetahui peralatan kritis, tim maintenance dapat memprioritaskan sumber daya pada aset yang paling berdampak.

2. Pengendalian Risiko Operasional

Critical equipment yang terkelola dengan baik akan menurunkan potensi kegagalan besar dan kecelakaan kerja.

3. Optimalisasi Biaya Maintenance

Pendekatan berbasis kritikalitas mencegah over-maintenance pada aset non-kritis.

4. Dukungan terhadap Target Produksi

Keandalan critical equipment secara langsung menentukan pencapaian target produksi.

Cara Menentukan Critical Equipment Secara Sistematis

Penentuan critical equipment tidak boleh dilakukan secara subjektif, melainkan harus berbasis data dan analisis risiko.

1. Identifikasi Seluruh Aset

Langkah awal adalah menyusun daftar lengkap seluruh peralatan, termasuk:

  • mesin produksi utama,

  • peralatan utilitas,

  • sistem kelistrikan dan instrumentasi,

  • fasilitas pendukung.

2. Penilaian Dampak Kegagalan

Setiap aset dianalisis berdasarkan dampak kegagalannya terhadap:

  • keselamatan dan kesehatan kerja,

  • lingkungan,

  • produksi dan kualitas,

  • biaya dan reputasi perusahaan.

3. Analisis Probabilitas Kegagalan

Evaluasi kemungkinan kegagalan dilakukan dengan mempertimbangkan:

  • histori kerusakan,

  • usia peralatan,

  • kondisi operasional,

  • kualitas perawatan sebelumnya.

4. Penggunaan Asset Criticality Matrix

Criticality matrix menggabungkan dampak dan probabilitas kegagalan untuk mengklasifikasikan aset menjadi:

  • critical equipment,

  • semi-critical equipment,

  • non-critical equipment.

5. Validasi dengan Tim Lintas Fungsi

Hasil analisis perlu divalidasi bersama tim produksi, HSE, engineering, dan manajemen untuk memastikan akurasi penilaian.

Strategi Pengelolaan Critical Equipment yang Efektif

Setelah critical equipment ditentukan, langkah berikutnya adalah mengelolanya dengan pendekatan maintenance yang tepat.

1. Penerapan Preventive Maintenance yang Ketat

Critical equipment harus memiliki jadwal preventive maintenance yang:

  • jelas dan terukur,

  • berbasis jam operasi atau kondisi,

  • terdokumentasi dengan baik.

2. Implementasi Predictive Maintenance

Pemantauan kondisi secara real-time membantu mendeteksi potensi kegagalan lebih awal.

Parameter yang umum dipantau meliputi:

  • vibrasi,

  • temperatur,

  • tekanan,

  • analisis oli.

3. Penyediaan Spare Part Kritis

Spare part critical equipment harus:

  • tersedia dalam stok minimum,

  • memiliki data lead time yang jelas,

  • dikelola dengan sistem inventory yang akurat.

4. Standarisasi Prosedur Perawatan

Prosedur kerja harus:

  • terdokumentasi,

  • mudah dipahami teknisi,

  • sesuai dengan rekomendasi OEM dan standar keselamatan.

5. Peningkatan Kompetensi Personel

Teknisi yang menangani critical equipment perlu:

  • pelatihan khusus,

  • sertifikasi teknis,

  • pemahaman risiko peralatan.

Integrasi Critical Equipment dengan Rencana Maintenance Tahunan

Critical equipment harus menjadi pusat dari rencana maintenance tahunan.

1. Penentuan Prioritas Pekerjaan

Pekerjaan pada critical equipment ditempatkan pada prioritas tertinggi.

2. Penyesuaian Jadwal Shutdown

Shutdown direncanakan untuk memastikan inspeksi menyeluruh terhadap peralatan kritis.

3. Alokasi Anggaran Berbasis Risiko

Sebagian besar anggaran maintenance dialokasikan untuk menjaga keandalan critical equipment.

Tantangan dalam Pengelolaan Critical Equipment

Beberapa tantangan yang sering dihadapi organisasi antara lain:

1. Penilaian Kritis yang Tidak Konsisten

Kriteria kritikalitas tidak terdokumentasi dengan baik sehingga berubah-ubah.

2. Keterbatasan Data Historis

Kurangnya data kegagalan menyulitkan analisis probabilitas risiko.

3. Ketergantungan pada Perawatan Reaktif

Masih banyak organisasi yang menangani critical equipment secara reaktif.

4. Kurangnya Dukungan Manajemen

Pengelolaan critical equipment membutuhkan komitmen dan investasi jangka panjang.

Manfaat Jangka Panjang Pengelolaan Critical Equipment

Pengelolaan critical equipment yang efektif memberikan dampak strategis bagi organisasi.

1. Penurunan Downtime Tidak Terencana

Risiko kegagalan besar dapat ditekan secara signifikan.

2. Peningkatan Keselamatan Kerja

Peralatan kritis yang andal mengurangi potensi kecelakaan.

3. Efisiensi Biaya Operasional

Biaya perbaikan darurat dan kehilangan produksi dapat diminimalkan.

4. Keandalan Sistem Produksi

Operasi menjadi lebih stabil dan mudah diprediksi.

FAQ (People Also Ask)

1. Apa yang dimaksud dengan critical equipment?

Critical equipment adalah peralatan yang kegagalannya berdampak besar pada keselamatan, produksi, atau biaya perusahaan.

2. Apakah semua peralatan harus dianggap kritis?

Tidak. Hanya peralatan dengan dampak dan risiko tinggi yang dikategorikan sebagai critical equipment.

3. Metode apa yang paling umum digunakan untuk menentukan critical equipment?

Asset Criticality Analysis dan criticality matrix adalah metode yang paling sering digunakan.

4. Bagaimana hubungan critical equipment dengan preventive maintenance?

Critical equipment memerlukan preventive maintenance yang lebih ketat dan terencana dibanding peralatan non-kritis.

5. Apakah critical equipment perlu predictive maintenance?

Sangat dianjurkan, karena predictive maintenance membantu mendeteksi potensi kegagalan sejak dini.

Critical Equipment Maintenance

Komentar

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman ini.

Mengoptimalkan Pengalaman Pengguna: Panduan UI/UX Design untuk Pemula

Diposting oleh admin

Mengoptimalkan Pengalaman Pengguna: Panduan UI/UX Design untuk Pemula Dalam dunia digital yang terus berkembang, memahami dasar-dasar UI/UX design untuk pemula sangat penting. Ini berlaku bagi siapa saja yang ingin mengoptimalkan pengalaman pengguna. UI/UX design tidak hanya berperan menciptakan antarmuka yang menarik, tetapi juga memastikan pengalaman pengguna berjalan lancar. UI (User Interface) berfokus pada tampilan dan…

Selengkapnya
23 Sep

MTTR vs MTBF

Diposting oleh admin

MTTR vs MTBF: Indikator yang Harus Dikuasai dalam Manajemen Maintenance Dalam dunia pemeliharaan (maintenance), keberhasilan strategi perawatan tidak hanya bergantung pada seberapa sering mesin diperiksa atau berapa banyak teknisi yang tersedia. Lebih dari itu, manajemen maintenance yang efektif memerlukan pemahaman mendalam terhadap indikator kinerja. Dua indikator utama yang sering digunakan dalam analisis performa peralatan adalah…

Selengkapnya
11 Aug

Safety dalam Shutdown Maintenance

Diposting oleh admin

Safety dalam Shutdown Maintenance: Menjaga Keselamatan di Tengah Kompleksitas Proyek Shutdown maintenance adalah kegiatan penghentian operasi pabrik atau fasilitas industri untuk melakukan perawatan menyeluruh, inspeksi, penggantian komponen, hingga upgrade sistem. Aktivitas ini sangat penting untuk menjamin keberlanjutan operasional jangka panjang. Namun, shutdown juga dikenal sebagai fase dengan risiko keselamatan tertinggi, karena melibatkan banyak pekerja, aktivitas…

Selengkapnya
4 Oct

Kaizen Six Sigma dan Lean Six Sigma

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

Dalam dunia bisnis modern, Kaizen, Six Sigma, dan Lean Six Sigma menjadi tiga pendekatan utama dalam meningkatkan kualitas dan efisiensi. Ketiganya berfokus pada continuous improvement, tetapi memiliki metode dan filosofi yang berbeda. Jadi secara umum Kaizen, Six Sigma, dan Lean Six Sigma merupakan usaha-usaha atau diharapkan menjadi suatu Pendekatan Terbaik untuk Perbaikan Berkelanjutan Artikel ini…

Selengkapnya
14 Nov

Pengertian, Tujuan, Manfaat Teknologi

Diposting oleh admin

Pengertian Teknologi: Teknologi adalah kumpulan pengetahuan, keterampilan, dan teknik yang digunakan untuk membuat alat, mesin, atau sistem. Ini membantu memecahkan masalah atau memenuhi kebutuhan manusia. Teknologi mencakup berbagai bidang, seperti informasi, teknik, bioteknologi, dan komunikasi. Secara umum, teknologi meliputi: Proses dan Metode: Cara yang digunakan untuk mencapai hasil dalam produksi barang atau layanan. Alat dan…

Selengkapnya
3 Oct

Permintaan Mendadak dalam SCM

Diposting oleh admin

🔥 Permintaan Mendadak dalam SCM: Strategi Jitu Menghadapinya dengan Cepat & Efektif PT Fiqry Jaya Manunggal menghadirkan solusi pelatihan profesional untuk menghadapi permintaan mendadak dalam Supply Chain Management (SCM). Artikel ini cocok bagi profesional, praktisi logistik, hingga pelaku industri yang ingin meningkatkan kecepatan respon rantai pasok dan efisiensi operasional. 🌟 📘 Daftar Isi 1. Pengantar:…

Selengkapnya
26 Oct

Drilling & Completion Well Integrity

BACKGROUND: Well Integrity adalah penerapan teknis, operasional dan solusi secara terorganisasi untuk mengurangi resiko tidak terkendalinya siklus kehidupan suatu sumur migas dan menciptakan kondisi operasional yang optimum. Beberapa pengaruh dalam melakukan hal ini adalah kondisi sumur, kondisi lingkungan, dan kondisi peralatan yang dirancang dengan baik. Pemahaman secara advanced dari masalah Well Integrity, setidaknya harus mencakup…

Rp 12.950.000
Tersedia

Gas Hazard & Measurement

BACKGROUND: Gas Hazard & Measurement is a training program designed to address gas as a highly flammable material, requiring special control and handling. A solid understanding of anticipating and measuring potential gas hazards is essential before utilizing it for various purposes. . Numerous fires, explosions, and poisoning incidents occur due to negligence in recognizing gas…

Rp 7.950.000
Tersedia

Deep Water Drilling

BACKGROUND: Deep water drilling adalah proses pengeboran sumur minyak dan gas di perairan dengan kedalaman lebih dari 150 meter, menggunakan teknologi canggih untuk mengatasi tantangan teknis dan ekonomis. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi dan menipisnya cadangan minyak di darat serta perairan dangkal, teknologi pengeboran laut dalam terus berkembang, didukung oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Halliburton, Schlumberger,…

Rp 14.950.000
Tersedia
Diskon
9%

Petugas Gas Tester – BNSP

Latar Belakang: Dalam operasi Migas sering ditemukan gas ikutan yang dapat menimbulkan resiko keselamatan di samping gas hasil produksi itu sendiri. Untuk itu diperlukan petugas yang dapat melakukan pengukuran & deteksi serta pengamanan area yang mempunyai sertifikat Petugas Gas Tester dari BNSP misalnya. Pelatihan ini diberikan kepada tenaga kerja untuk membekali/meningkatkan Kesadaran, Pengetahuan, Keterampilan dan Sikap seorang pekerja…

Rp 5.000.000 Rp 5.500.000
Tersedia

Business Prosess & Change Management

BACKGROUND: Organizations today operate in an environment of continuous change driven by digitalization, market competition, regulatory demands, and evolving customer expectations. To remain competitive and sustainable, companies must not only improve their business processes but also manage change effectively across people, systems, and culture. To be able to sustain, an organization shall be able to…

Rp 7.950.000
Tersedia

Sistem Kontrol RHVAC

BACKGROUND: Fungsi Refrigeration Heating Ventilating and Air Conditioning (RHAC) adalah untuk mengendalikan kondisi udara di dalam ruang yang ditentukan seperti suhu, kelembaban, kualitas udara, pasokan udara segar dari luar untuk mengendalikan kadar oksigen dan karbon dioksida, dan terakhir, mengendalikan pergerakan udara atau aliran udara. Selama bertahun-tahun, AC telah berubah dari sekadar mendinginkan ruangan menjadi pengendalian…

Rp 7.950.000
Tersedia

Critical Equipment Maintenance

Chat with us on WhatsApp
Chat with Us