• Selamat datang di website PT Fiqry Jaya Manunggal. Semoga anda senantiasa sehat afiat. Kami siap melayani anda
zoom preview activate zoom

Kalibrasi Coal Feeder & Weigher Belt

Rp 7.950.000
Stok Tersedia
Kategori Maintenance, Power Generation, Production Operation

TRAINER: Maridjo, Drs, ST., MT/ DR. Mardiyanto, M.T

Bandung, 20-22 Mei, 2025

Tentukan pilihan yang tersedia!

Kalibrasi Coal Feeder & Weigher Belt

BACKGROUND:

Ketepatan pengukuran debit, volume, berat & sejenisnya makin menjadi vital jika berhubungan dengan proses produksi atau komersial. Juga dalam kaitannya dengan batubara.

Coal feeder merupakan peralatan utama pada PLTU yang berfungsi mengatur laju aliran batu bara yang masuk ke mill/penggiling untuk dihaluskan. Coal feeder bertugas mengatur banyak sedikitnya batu bara sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan, yakni besarnya daya yang ingin dibangkitkan dari suatu sistem PLTU.

Untuk mengukur laju aliran pada coal feeder (kg/h), coal feeder memiliki 2 sensor, yakni sensor berat yang biasa disebut load cell dan sensor kecepatan (tachometer). Sensor berat ditempatkan di tengah konveyor, sedangkan sensor kecepatan diletakkan pada motor penggerak konveyor. Batu bara dari silo akan dialirkan menuju coal feeder sehingga coal feeder akan mengukur beratnya batu bara yang masuk dengan jarak tertentu, yakni sampai sensor berat ditempatkan sehingga akan didapatkan berat batu bara per meter konveyor.

Kecepatan konveyor akan diatur dengan menggunakan motor yang dipasang sensor kecepatan sehingga akan diketahui berapa kecepatan konveyor dalam memindah batu bara menuju mill. Apabila hasil ukur kecepatan motor penggerak konveyor dikalikan dengan berat per meter konveyornya, maka akan didapat laju alir batu bara dengan satuang kg/h.

Semakin cepat putaran motor dan semakin berat batu bara yang masuk coal feeder, maka akan semakin cepat pula laju alir batu bara yang masuk ke mill. Hal ini akan membuat daya yang dibangkitkan sistem PLTU menjadi lebih besar, dan berlaku juga sebaliknya.

Dengan itu dapat dimengerti bahwa tidak hanya keakuratan (yang memerlukan kalibrasi secara rutin & accountable) tapi juga kemampuan operatornya

COURSE OUTLINE:

  1. Refreshing mengenai coal handling
  2. Persiapan Kalibrasi Coal Feeder
  3. Persiapan Kalibrasi Belt Weigher
    • Hitung Waktu Sekali Putaran Belt (Belt Circuit Time) dengan Stop Watch
    • Hitung Speed Actual Belt dengan Tachometer
    • Siapkan Standar Weight untuk Kalibrasi Span
  1. Setting Parameter
  2. Kalibrasi Coal Feeder
    • Zero Kalibrasi
    • Span Kalibrasi
    • Material Kalibrasi
  1. Kalibrasi Belt Weigher
    • Kalibrasi Speed
    • Kalibrasi Zero
    • Kalibrasi Span/Check Weight

ABOUT THE COURSE LEADER:

Maridjo, Drs, ST., MT/ DR. Mardiyanto, M.T

Maridjo, Drs, ST., MT., adalah alumni Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB). Dia telah menjadi dosen di PEDC dan sekarang sebagai dosen di teknik mesin Polytechnique ITB (POLBAN). Telah mengajarkan banyak topik terkait keahliannya ke banyak perusahaan di Indonesia, seperti pemeliharaan prediktif dan preventif, sistem pelumasan, mesin diesel, pompa, turbin gas, perpipaan dan perpipaan, kompresor, boiler, dan banyak lainnya. Banyak peserta dari perusahaan telah dilatih dan berkolaborasi dengannya seperti Chevron, Semen Gresik, semen Baturaja, Pertamina, Pusri, GGPC, karyawan Qatar dan perusahaan minyak dan gas Libya, UP IV Balongan pertamina, PT. Indocement, beberapa PLTA, beberapa hotel, PT.Pupuk Kujang, PT.Bio Farma, BPPT, PT. Bintang Agung, beberapa perusahaan minyak dan gas lain di Indonesia dan lain-lain.

Kalibrasi Coal Feeder & Weigher Belt

Produk Terkait

Sistem Kontrol RHVAC

BACKGROUND: Fungsi Refrigeration Heating Ventilating and Air Conditioning (RHAC) adalah untuk mengendalikan kondisi udara di dalam ruang yang ditentukan seperti suhu, kelembaban, kualitas udara, pasokan udara segar dari luar untuk mengendalikan kadar oksigen dan karbon dioksida, dan terakhir, mengendalikan pergerakan udara atau aliran udara. Selama bertahun-tahun, AC telah berubah dari sekadar mendinginkan ruangan menjadi pengendalian…

Rp 7.950.000
Tersedia

Maintenance & Repair Process: Strategi Efektif Tingkatkan Keandalan Aset

Background Dalam dunia industri, efektivitas proses maintenance dan repair sangat menentukan keandalan aset, kelancaran produksi, serta pengendalian biaya operasional. Banyak organisasi masih menghadapi masalah seperti downtime tinggi, perbaikan berulang, pekerjaan reaktif, serta kurangnya standar kerja yang jelas dalam proses maintenance dan repair. Proses maintenance dan repair yang tidak terstruktur sering menyebabkan inefisiensi, pemborosan sumber daya,…

Rp 7.950.000
Tersedia

Safety and Risk Management in Oil & Gas

BACKGROUND: Pelatihan ini memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai safety dan manajemen risiko dalam operasi oil & gas. Untuk topik safety management ini akan membahas lapis-lapis perlindungan, safety management system, safety instrumented system (SIS), dan sebagainya. Sedangkan untuk risk management, peserta kursus akan belajar metode-metode penentuan nilai risiko seperti Event Tree Analysis (ETA), Fault Tree Analysis…

Rp 7.950.000
Tersedia

Fundamental of Machinary Lubrication

BACKGROUND: Fundamental of Machinary Lubrication knowledge are very essential to those working on rotating equipment & maintenance. Bearings are machine components support and position the rotor of the machine to ensure they are in the correct position. Supported by proper lubrication and the availability of power then; The rotor rotates with the correct alignment; The…

Rp 7.950.000
Tersedia

Proactive Maintenance

BACKGROUND: Proactive maintenance is a maintenance strategy that aims to identify and fix the reasons for equipment failure before it happens. The goal of proactive maintenance is to increase asset reliability and reduce the risk of downtime. Wear and tear is a normal part of equipment life cycles. However, a solid proactive maintenance strategy can…

Rp 7.950.000
Tersedia

Safety Integrity Level (SIL)

BACKGROUND: Dalam keselamatan fungsional, Safety Integrity Level (SIL) (dalam Bahasa Indonesia disebut sebagai tingkat integritas keselamatan) didefinisikan sebagai tingkat relatif pengurangan risiko yang disediakan oleh fungsi instrumen keselamatan (SIF, Safety Instrumented System), yaitu pengukuran kinerja yang dibutuhkan SIF. Dalam standar keselamatan fungsional berdasarkan standar IEC 61508, empat SIL didefinisikan, dengan SIL4 sebagai yang paling dapat…

Rp 7.950.000
Tersedia
Chat with us on WhatsApp
Chat with Us