• Selamat datang di website PT Fiqry Jaya Manunggal. Semoga anda senantiasa sehat afiat. Kami siap melayani anda
Beranda » Blog » Problem Solving & Decision Making

Problem Solving & Decision Making

Diposting pada 20 April 2025 oleh Teguh Imam Santoso / Dilihat: 455 kali / Kategori: ,

Dalam kehidupan professional official maupun pribadi, problem solving & decision making adalah bagian yang tak terpisahkan dari setiap langkah yang diambil. Baik itu keputusan strategis di tingkat manajemen maupun keputusan operasional sehari-hari, kemampuan untuk memilih opsi terbaik dari berbagai alternatif merupakan ketrampilan yang menentukan arah dan hasil dari suatu tindakan. Decision making bukan hanya soal memilih, tetapi juga soal bagaimana proses pemilihan itu dilakukan melibatkan analisis, penilaian risiko, dan pertimbangan atas dampak jangka pendek maupun panjang.

Problem solving decision makingKeputusan yang diambil secara terburu-buru atau tanpa dasar yang kuat seringkali membawa konsekuensi negatif, bahkan berujung pada kegagalan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu atau organisasi untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil dilakukan secara benar – melalui proses yang sistematis, logis, dan berbasis data. Proses pengambilan keputusan yang efektif membantu meminimalkan ketidakpastian, meningkatkan efisiensi, dan mendorong hasil yang lebih optimal.

Namun, agar sebuah keputusan menjadi tepat dan efektif, pengambil keputusan perlu mempertimbangkan berbagai faktor penting, seperti tujuan jangka panjang, nilai-nilai organisasi, keterbatasan sumber daya, serta potensi risiko dan manfaat dari setiap alternatif. Proses ini menuntut kejelian, kemampuan analitis, serta keterbukaan terhadap berbagai perspektif sebelum menentukan pilihan akhir. Dengan pendekatan yang terstruktur dan penuh pertimbangan, keputusan yang diambil tidak hanya akan relevan, tetapi juga lebih mudah diterima dan dijalankan secara konsisten.

Definisi dan Tahapan Decision Making

Decision making adalah proses sistematis dalam memilih satu alternatif terbaik dari beberapa opsi yang tersedia untuk mencapai tujuan tertentu. Proses ini melibatkan penilaian terhadap informasi yang ada, pertimbangan terhadap risiko dan manfaat, serta analisis konsekuensi dari setiap pilihan. Keputusan yang diambil bisa bersifat strategis, taktis, maupun operasional, tergantung pada konteks dan tingkat urgensinya.

Tahapan umum dalam proses pengambilan keputusan (decision making) biasanya mencakup delapan tahapan sebagai berikut:

  1. Identifikasi Masalah
    Langkah pertama dalam problem solving adalah mengidentifikasi masalah secara jelas dan menyeluruh. Ini mencakup pemahaman mengenai apa yang sebenarnya terjadi, sejak kapan masalah muncul, siapa saja yang terlibat, dan dampak yang ditimbulkan. Mengumpulkan data dan fakta di tahap ini sangat penting agar kita tidak salah arah dalam menentukan akar persoalan.
  2. Analisis Akar Masalah
    Setelah masalah dikenali, langkah berikutnya adalah mencari akar penyebabnya. Teknik yang umum digunakan adalah 5 Whys atau Fishbone Diagram untuk menelusuri sebab-sebab utama di balik masalah. Tujuannya adalah agar solusi yang dibuat nanti bukan hanya memperbaiki gejala, tetapi juga menghilangkan sumber masalahnya.
  3. Tentukan Tujuan yang Ingin Dicapai
    Dengan memahami masalah dan akarnya, kita perlu menentukan tujuan yang spesifik dan realistis untuk diselesaikan. Tujuan ini menjadi panduan dalam menyusun solusi, misalnya “mengurangi tingkat keluhan pelanggan sebesar 20% dalam 3 bulan” sehingga kita tahu apa yang harus dicapai dan bagaimana mengukurnya.
  4. Kembangkan Alternatif Solusi
    Langkah berikutnya adalah membuat daftar berbagai kemungkinan solusi yang bisa diambil. Brainstorming sangat membantu di tahap ini, apalagi jika dilakukan bersama tim dari berbagai latar belakang, agar muncul ide-ide kreatif dan bervariasi sebagai bahan pertimbangan.
  5. Evaluasi dan Pilih Solusi Terbaik
    Setelah terkumpul berbagai alternatiff, kita perlu mengevaluasinya satu per satu berdasarkan kriteria tertentu seperti efektivitas, biaya, dampak jangka panjang, dan risiko. Dari situ, solusi terbaik dipilih dengan pertimbangan paling rasional dan sesuai kebutuhan.
  6. Buat Rencana Aksi (Actions Plan)
    Solusi yang sudah dipilih perlu dituangkan ke dalam rencana aksi yang jelas dan terstruktur. Rencana ini mencakup siapa yang akan mengerjakan apa, kapan dilaksanakan, dan bagaimana teknis pelaksanaannya. Ini membantu proses implementasi berjalan lancar dan sesuai target waktu.
  7. Implementasikan Solusi
    Rencana yang telah disusun kemudian dilaksanakan secara disiplin. Penting untuk menjaga komunikasi antar tim agar semua pihak memahami peran dan kontribusinya dalam menyukseskan solusi yang telah dirancang.
  8. Evaluasi dan Tindak Lanjut
    Setelah solusi dijalankan, penting untuk melakukan evaluasi guna memastikan apakah tujuan awal telah tercapai. Jika belum berhasil, perlu dilakukan penyesuaian, dan jika berhasil, bisa didokumentasikan sebagai referensi untuk penyelesaian masalah serupa di masa depan.

Dengan mengikuti tahapan ini, proses pengambilan keputusan menjadi lebih sistematis dan terarah.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan

Banyak faktor yang memengaruhi kualitas dan hasil dari suatu keputusan. Faktor internal mencakup pengalaman, intuisi, emosi, nilai-nila pribadi (personal values), pengalaman masa lalu dan gaya kepemimpinan. Sementara itu, faktor eksternal bisa berupa tekanan waktu, informasi yang tersedia, budaya organisasi, kondisi pasar, dan opini pemangku kepentingan lainnya.

Selain itu, keterbatasan kognitif seperti bias persepsi dan heuristik juga dapat memengaruhi penilaian seseorang terhadap suatu masalah. Oleh karena itu, memahami faktor-faktor ini sangat penting agar pengambil keputusan dapat menyadari potensi distorsi dan membuat keputusan yang lebih objektif serta rasional.

Tips Meningkatkan Kualitas Keputusan

Untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, penting untuk memastikan bahwa informasi yang digunakan akurat, relevan, dan diperoleh dari sumber terpercaya. Gunakan pendekatan berbasis data dan analisis risiko untuk membantu memperjelas konsekuensi dari setiap pilihan. Selain itu, luangkan waktu untuk mempertimbangkan berbagai sudut pandang dan pendapat dari tim atau pihak yang berkepentingan.

Latih kemampuan berpikir kritis, hindari membuat keputusan dalam kondisi emosional, dan bisa juga menggunakan kerangka berpikir seperti SWOT analysis, decision matrix, atau metode 5 Whys untuk memperdalam analisa. Terakhir, refleksi terhadap keputusan yang telah diambil dan hasilnya dapat menjadi pembelajaran penting untuk proses pengambilan keputusan berikutnya.

Apakah metoda 5-Whys itu? (dalam Bahasa Indonesia “metoda bertanya dengan 5-mengapa). Metode 5 Whys adalah teknik sederhana namun efektif untuk menemukan akar penyebab dari suatu masalah. Seperti namanya, teknik ini dilakukan dengan mengajukan pertanyaan “mengapa?” sebanyak lima kali atau hingga akar penyebab masalah ditemukan. Teknik ini banyak digunakan dalam manajemen mutu, terutama dalam pendekatan Lean dan Six Sigma.

Metoda 5-Whys adalah suatu metoda yang sederhana tetapi sangat berguna untuk mencari akar permasalahan dengan bertanya “Why” (mengapa) secara berulang 5 kali sampai dengan inti permasalahan ditemukan. Bagaimana caranya?

  1. Identifikasi masalah yang muncul, dengan jelas
  2. Tanyakan “kenapa masalah itu timbul”
  3. Berdasarkan jawaban no.ii di atas tanyakan kenapa “kenapa” lagi
  4. Ulang proses ini sampai akar permasalahannya diketahui (biasanya 5 kali)
  5. Ketika akar permasalahannya diketahui, buat solusinya, putuskan pemecahan masalahnya dan laksanakan solusi tersebut

Berikut adalah contoh implementasi metoda 5-whys. Dalam hal ini sebagai contoh telah terjadi salah kirim jenis T-shirt dengan ukuran lebih kecil.

Problem: Klien menerima T-shirt pesananan on-linenya dengan merek yang berbeda

  1. Kenapa Klien menerima T-shirt dengan merek yang berbeda dari yang diminta? Karena salah ambil merek T-shirt dari stok yang ada di gudang
  2. Kenapa bisa salah ambil dari merek yang berbeda? Karena agak sulit membedakan T-shirt dari merek satu dengan yang lain
  3. Kenapa sulit membedakan merek satu dengan yang lain? Karena T-shirt dari merek yang berbeda dicampur dalam satu rak besar?
  4. Kenapa merek yang berbeda dicampur dalam satu rak? Karena tidak ada cabinet terpisah untuk membedakan merek
  5. Kenapa tidak pre-shipment inspection? Untuk membandingkan antara order yang tertulis dan barang yang akan dikirim Karena petugas shipment lupa

Kesimpulan dari contoh kasus ini:

Akar permasalahan dari salah kirim merek ini adalah bukan sekedar salah kirim merek, tetapi karena T-shirt dari semua merek ditumpuk jadi satu tidak dimasukkan dalam tempat (cabinet) yang terpisah dan tidak ada pre-shipment QC.

Studi Kasus atau Contoh Penerapan Nyata

Contoh lainnya dapat dilihat dari sektor kesehatan, di mana tim medis harus membuat keputusan cepat terkait penanganan pasien kritis. Dalam kondisi ini, pengambilan keputusan harus mengandalkan data medis real-time, pengalaman klinis, dan kolaborasi tim. Keputusan yang cepat namun tetap didasarkan pada prosedur dan protokol yang jelas terbukti mampu menyelamatkan nyawa pasien.

Untuk menjadi great decision maker bukan cuma soal cepat mengambil keputusan, tapi soal bagaimana kamu mengambil keputusan yang tepat, konsisten, dan berdampak positif. Berikut ini beberapa kunci agar kamu bisa jadi pengambil keputusan yang hebat:

  1. Pahami Situasi Secara Menyeluruh
    Pengambilan keputusan yang baik dimulai dari pemahaman yang dalam terhadap konteks. Kumpulkan informasi yang relevan, dengarkan berbagai sudut pandang, dan pastikan kamu tidak terburu-buru menilai sebelum memahami masalah dengan utuh.
  2. Gunakan Data dan Intuisi Secara Seimbang
    Data membantu membuat keputusan objektif, sementara intuisi—yang terbentuk dari pengalaman—membantu saat data tidak lengkap. Great decision maker tahu kapan harus mengandalkan logika, dan kapan harus percaya insting.
  3. Pikirkan Konsekuensi Jangka Panjang
    Jangan hanya melihat solusi jangka pendek. Evaluasi dampak dari keputusanmu terhadap orang lain, terhadap sistem, dan terhadap masa depan. Ini yang membedakan keputusan biasa dari keputusan strategis.
  4. Jangan Takut Mengambil Risiko (yang Terukur)
    Pemimpin hebat berani mengambil keputusan meski tidak semua informasi tersedia. Yang penting adalah menimbang risiko dengan bijak, bukan menunggu semuanya sempurna.
  5. Belajar dari Kesalahan
    Evaluasi setiap keputusan, baik yang sukses maupun yang gagal. Apa yang bisa diperbaiki? Apa yang bisa diulang? Pembelajaran berkelanjutan akan mempertajam kepekaanmu dalam mengambil keputusan berikutnya.
  6. Tetap Tenang di Bawah Tekanan
    Situasi genting seringkali menuntut keputusan cepat. Mampu berpikir jernih, mengelola emosi, dan tetap rasional dalam tekanan adalah ciri khas decision maker yang hebat.
  7. Libatkan Orang yang Tepat
    Keputusan terbaik seringkali bukan hasil kerja sendiri. Libatkan orang dengan keahlian yang relevan dan jangan ragu untuk minta masukan, apalagi untuk keputusan besar.
  8. Konsisten dengan Nilai dan Prinsip
    Great decision makers punya kompas moral yang jelas. Mereka membuat keputusan yang selaras dengan nilai dan integritas, bahkan saat itu bukan pilihan yang paling mudah.

Mengambil keputusan yang tepat, kadang dibutuhkan jam terbang tersendiri karena hal ini dapat mengembangkan intuisi probadi yang sering bahkan cukup tajam. Anak-anak yang dididik mandiri sejak kecil mempunyai kesempatan untuk menjadi leader yang lebih besar di kemudian hari. Sebagai seorang leader tentu banyak mengambil keputusan strategis untuk team & mungkin pekerjaan atau wirausahanya. Dalam keseharian, Problem Solving & Decision Making biasanya adalah suatu rangkaian yang menyatu.

Problem Solving & Decision Making

Komentar

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman ini.

ISO 45001 OHSMS

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

ISO 45001 adalah tentang OHSMS yaitu tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3 / OH&S Management System) yang diterbitkan oleh International Organization for Standardization (ISO). Standar ini dirancang untuk membantu organisasi mengendalikan risiko K3, mencegah kecelakaan kerja, melindungi kesehatan tenaga kerja, serta menciptakan tempat kerja yang aman dan produktif. Di tengah meningkatnya tuntutan keselamatan…

Selengkapnya
8 Dec

Panduan Ampuh Kolaborasi Efektif dalam Tim Multidisiplin

Diposting oleh admin

Kolaborasi tim multidisiplin merupakan aspek penting dalam berbagai proyek. Kolaborasi Efektif dalam Tim Multidisiplin Di era bisnis yang semakin kompleks, tidak ada satu pun departemen yang bisa bekerja sendiri dan menghasilkan output terbaik. Oleh karena itu, kolaborasi tim multidisiplin bukan lagi sekadar pilihan — melainkan keharusan strategis. Ironisnya, meskipun banyak organisasi sudah membentuk tim lintas…

Selengkapnya
12 Mar

Maintenance Cost Reduction Tanpa Mengorbankan Keandalan

Diposting oleh Dudus Kudus

Maintenance Cost Reduction harus dilakukan tanpa mengorbankan keandalan (Reliability). Dalam lanskap bisnis yang kompetitif saat ini, efisiensi operasional bukan lagi sekadar keunggulan, melainkan suatu keharusan. Setiap pengeluaran harus dipertimbangkan dengan cermat, dan biaya pemeliharaan seringkali menjadi salah satu pos pengeluaran terbesar yang sering terabaikan atau dianggap sebagai “biaya tak terhindarkan”. Namun, dengan strategi yang tepat,…

Selengkapnya
20 Jul

Advanced Energy Audit Techniques for Professionals

Diposting oleh admin

Introduction The journey to energy efficiency doesn’t stop at the basics. For professionals seeking to master advanced techniques, this training delves deeper into energy auditing’s technical and strategic aspects. With the increasing demand for sustainable operations, advanced energy audits ensure your company stays ahead. Curious to learn more? Contact us on WA 6282130176197. What Makes…

Selengkapnya
7 Jan

Analisis JSA untuk Tugas Berisiko Tinggi: Panduan Praktis & Powerful

Diposting oleh admin

Analisis Job Safety Analysis (JSA) untuk Tugas Berisiko Tinggi Job Safety Analysis (JSA) adalah salah satu metode sistematis yang digunakan untuk mengidentifikasi bahaya, menganalisis risiko, dan menentukan langkah pengendalian sebelum pekerjaan dimulai. Pada lingkungan industri, terutama yang melibatkan aktivitas berisiko tinggi, penerapan JSA sangat penting untuk memastikan keselamatan pekerja, kepatuhan regulasi, serta efektivitas operasional. Artikel…

Selengkapnya
9 Dec

Octance Number (RON) dan Performa Mesin

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

Octance Number (RON) dan Performa Mesin   Octane number (RON) berpengaruh terhadap performa mesin. Bilangan oktan adalah istilah yang sering kita dengar dalam dunia otomotif, terutama ketika membahas bahan bakar kendaraan. Namun, tidak semua orang memahami apa sebenarnya octane number, mengapa hal ini penting, dan bagaimana pengaruhnya terhadap performa mesin kendaraan. Artikel ini akan membahas…

Selengkapnya
5 Mar

Turbo Machineries Operation & Maintenance

BACKGROUND: Turbomachinery merupakan mesin yang berhubungan dengan transfer energi antara fluida (termasuk liquid & gases ) & rotor (rotating shaft ). Turbomachinery yang menyerap energi (add energy) dikategorikan sebagai: pumps family (pumps, compressor, fan, blower dan yang melepas energi (extract energy) dikategorikan turbine. Mesin yang berfungsi untuk memindahkan energi antara poros dengan fluida (liquid atau gas) sering disebut dengan Turbomachinery). Ini merupakan peralatan yang…

Rp 7.950.000
Tersedia

Kalibrasi Coal Feeder & Weigher Belt

BACKGROUND: Ketepatan pengukuran debit, volume, berat & sejenisnya makin menjadi vital jika berhubungan dengan proses produksi atau komersial. Juga dalam kaitannya dengan batubara. Coal feeder merupakan peralatan utama pada PLTU yang berfungsi mengatur laju aliran batu bara yang masuk ke mill/penggiling untuk dihaluskan. Coal feeder bertugas mengatur banyak sedikitnya batu bara sesuai dengan kebutuhan yang…

Rp 7.950.000
Tersedia

Project Engineering Management

Background: Kompleksitas proyek industri saat ini—khususnya di sektor minyak & gas, petrokimia, pembangkit listrik, dan pertambangan—menuntut integrasi yang sangat presisi antara keahlian rekayasa teknis (engineering) dan kedisiplinan eksekusi proyek (project management). Banyak proyek mengalami kegagalan kinerja bukan karena kesalahan kalkulasi teknis semata, melainkan akibat kurangnya jembatan yang kuat (interface) antara tim engineering dengan fungsi procurement,…

Rp 7.950.000
Tersedia

Gearbox Selection, Maintenance & Troubleshooting

BACKGROUND: Gearbox Selection, Maintenance & Troubleshooting are essential aspects of ensuring optimal performance in mechanical power transmission systems across industries such as manufacturing, energy, mining, and transportation. Gearboxes play a critical role in powering machinery, and their reliability directly impacts the efficiency and productivity of operations. However, selecting the right gearbox, maintaining it properly, and…

Rp 7.950.000
Tersedia

Technical Projects Documents Management

BACKGROUND: Every good project produces documentation that is well organized and easy to find. Return when information is needed to proceed to the next project phase or operation/maintenance process. It can be done manually although using software is much better. Nevertheless, it is very important that it shall exist & well managed   OBJECTIVES: This…

Rp 7.950.000
Tersedia

Extended Reach Drilling (ERD)

BACKGROUND: Pelatihan Extended Reach Drilling (ERD) ini akan difokuskan untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang desain dan aspek operasional dan design pada Extended Reach Drilling. Dengan tujuan khusus kegiatan operasi pemboran yang rumit dan menggunakan sudut inklinasi yang tinggi dan Panjang horizontal displacement yang sangat panjang menimbulkan problem tersendiri pada kegiatan operasi nya seperti pipa terjepit,…

Rp 14.950.000
Tersedia

Problem Solving & Decision Making

Chat with us on WhatsApp
Chat with Us