• Selamat datang di website PT Fiqry Jaya Manunggal. Semoga anda senantiasa sehat afiat. Kami siap melayani anda
Beranda » Blog » Supply Chain Resilience

Supply Chain Resilience

Diposting pada 9 March 2026 oleh admin / Dilihat: 113 kali / Kategori:

Supply Chain Resilience adalah membangun rantai pasok yang tangguh dan adaptif. Pandemi COVID-19 mengekspos kelemahan fatal dari rantai pasok global yang terlalu dioptimasi untuk efisiensi biaya tanpa mempertimbangkan ketangguhan. Kelangkaan semiconductor yang melumpuhkan industri otomotif, kekacauan logistik container, dan keterlambatan pasokan bahan baku ke pabrik-pabrik di seluruh dunia menunjukkan betapa rentannya model just-in-time yang diterapkan secara ekstrem. Covid mengingatkan kita bahwa resiliense wajib dibangun dari sekarang.

Gartner memperkirakan bahwa dampak finansial dari disrupsi supply chain rata-rata setara dengan 45% laba tahunan selama satu dekade. Investasi dalam resiliensi bukan sekadar biaya asuransi — ini adalah investasi dalam keberlangsungan bisnis jangka panjang.

Framework Penilaian Risiko Supply Chain

Langkah pertama membangun resiliensi adalah memahami profil risiko supply chain secara komprehensif. Supply chain risk assessment harus memetakan seluruh jaringan pemasok (termasuk tier 2 dan tier 3), mengidentifikasi single points of failure, mengkuantifikasi probabilitas dan dampak dari setiap risiko, serta mengevaluasi kapabilitas deteksi dan respons yang ada saat ini.

Manajemen transportasi dan logistik

Strategi Diversifikasi dan Dual Sourcing

Ketergantungan pada satu pemasok untuk komponen atau bahan kritis adalah risiko konsentrasi yang harus diatasi. Strategi dual atau multi-sourcing — memiliki dua atau lebih pemasok yang qualified untuk satu kategori. Hal ini memberikan fleksibilitas untuk mengalihkan volume saat satu pemasok mengalami masalah. Trade-off-nya adalah hilangnya leverage volume dan kompleksitas manajemen yang lebih tinggi.

Strategi China Plus One telah menjadi mainstream di kalangan perusahaan multinasional sebagai respon terhadap eskalasi trade war AS-China dan pandemi. Strategi ini mempertahankan basis produksi di China sekaligus membangun kapabilitas di negara alternatif seperti Vietnam, Indonesia, India, atau Meksiko.

Business Continuity Planning untuk Supply Chain

Business Continuity Planning (BCP) yang efektif untuk supply chain harus mencakup skenario disrupsi spesifik (bukan hanya bencana alam generik), prosedur aktivasi yang jelas dengan RACI yang terdefinisi, daftar alternatif pemasok dan rute yang sudah pre-qualified, strategi komunikasi dengan pelanggan dan pemasok, serta mekanisme review dan uji coba BCP secara berkala.

  1. Pemetaan supply chain end-to-end hingga tier 2-3 supplier
  2. Identifikasi dan prioritisasi risiko berdasarkan probability × impact
  3. Pengembangan playbook respons untuk skenario risiko utama
  4. Pembentukan Crisis Management Team dengan peran dan tanggung jawab jelas
  5. Penetapan trigger points untuk aktivasi setiap level respons
  6. Simulasi tabletop exercise minimal satu kali per tahun
  7. Review dan update BCP setelah setiap insiden atau perubahan material dalam supply chain

Nearshoring dan Reshoring: Tren Restrukturisasi Rantai Pasok Global

Nearshoring (memindahkan produksi ke negara yang lebih dekat secara geografis) dan reshoring (mengembalikan produksi ke negara asal) menjadi tren yang semakin kuat pasca pandemi. Meskipun biaya produksi mungkin lebih tinggi, manfaat dalam bentuk lead time yang lebih pendek, risiko geopolitik yang lebih rendah, kontrol kualitas yang lebih baik, dan fleksibilitas yang lebih tinggi seringkali melebihi selisih biayanya.

Bagi Indonesia, tren nearshoring dan China Plus One menciptakan peluang besar untuk menarik investasi manufaktur dari perusahaan multinasional yang mencari alternatif produksi di luar China. Keunggulan kompetitif Indonesia — biaya tenaga kerja yang kompetitif, sumber daya alam yang kaya, dan posisi geografis yang strategis — menjadi modal penting dalam persaingan menarik relokasi rantai pasok global.

Baca Juga:

Supply Chain Resilience

Komentar

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman ini.

Basic Drilling & Well Completion: Dasar Pemboran Migas

Diposting oleh admin

Basic Drilling & Well Completion: Fondasi Utama Keberhasilan Produksi Migas Pendahuluan Dalam industri hulu minyak dan gas, keberhasilan produksi sangat bergantung pada dua tahapan krusial: drilling (pemboran) dan well completion (penyelesaian sumur). Kesalahan pada tahap ini dapat berdampak pada produktivitas jangka panjang, biaya operasional tinggi, bahkan kegagalan sumur. Drilling bukan sekadar membuat lubang ke dalam…

Selengkapnya
21 Feb

JIT untuk Industri Anda

Diposting oleh admin

Just In Time (JIT) untuk Industri Anda: Strategi Efisiensi & Tantangannya Dalam dunia industri yang kompetitif, efisiensi operasional adalah kunci utama untuk mempertahankan daya saing. Salah satu metode manajemen yang populer untuk mencapai efisiensi tersebut adalah Just In Time (JIT). Konsep ini berfokus pada pengurangan inventaris, meminimalkan limbah (waste), serta meningkatkan produktivitas dan arus kas…

Selengkapnya
17 Jul

PLTU di Indonesia: Sistem Kerja, Efisiensi dan Tantangan Operasional

Diposting oleh admin

PLTU di Indonesia: Cara Kerja, Komponen, Tantangan, dan Masa Depan Energi Nasional (Update 2026) Pendahuluan PLTU di Indonesia saat ini menyumbang lebih dari 55% kapasitas pembangkit listrik nasional dan menjadi tulang punggung sistem kelistrikan Indonesia. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkontribusi lebih dari separuh total kapasitas pembangkit listrik nasional dan memainkan peran penting dalam menjaga…

Selengkapnya
1 Oct

Strategi Maintenance dalam Asset Integrity Management System (AIMS): Preventive, Predictive, dan RCM

Diposting oleh admin

Strategi Maintenance dalam Asset Integrity Management System (AIMS): Dari Preventive hingga Predictive Maintenance Pendahuluan Dalam kerangka Asset Integrity Management System (AIMS), strategi maintenance bukan sekadar aktivitas perawatan rutin. Maintenance merupakan pilar utama yang menjaga integritas teknis aset, mengendalikan risiko kegagalan, dan memastikan keberlanjutan operasional. Tanpa strategi maintenance yang tepat, sistem AIMS tidak akan mampu mencegah…

Selengkapnya
3 Mar

Transformasi Digital: Mengoptimalkan Bisnis dengan Teknologi Informasi

Diposting oleh admin

    Transformasi digital telah menjadi salah satu pilar utama dalam mengoptimalkan bisnis di era modern. Dengan semakin pesatnyaperkembangan teknologi informasi, perusahaan dituntut untuk mengadopsi inovasi teknologi agar tetap relevan dan kompetitif di pasar. Transformasi ini tidak hanya berkaitan dengan implementasi teknologi baru, tetapi juga melibatkan perubahan mendasar dalam cara perusahaan beroperasi, berinteraksi dengan pelanggan,…

Selengkapnya
12 Sep

ISO 45001 OHSMS

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

ISO 45001 adalah tentang OHSMS yaitu tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3 / OH&S Management System) yang diterbitkan oleh International Organization for Standardization (ISO). Standar ini dirancang untuk membantu organisasi mengendalikan risiko K3, mencegah kecelakaan kerja, melindungi kesehatan tenaga kerja, serta menciptakan tempat kerja yang aman dan produktif. Di tengah meningkatnya tuntutan keselamatan…

Selengkapnya
8 Dec

Integrity Chemical Treatment and Selection

Background: Dalam industri migas, Integrity Chemical Treatment & Management menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan operasi, efisiensi produksi, dan keselamatan kerja. Salah satu aspek penting dalam pengelolaan integritas aset adalah pemilihan dan penggunaan chemical treatment. Treatment ini  tepat untuk mengatasi berbagai tantangan seperti emulsi, wax, scale, korosi, dan pembentukan hydrate. Ketepatan dalam diagnosis dan penanganan…

Rp 7.950.000
Tersedia

Manajemen Operasi dan Pemeliharaan Pembangkit

BACKGROUND: Manajemen Operasi dan pembangkitan adalah Pemahaman proses operasi sistem pembangkit dan sistem penyaluran secara rasional dan ekonomis dengan memperhatikan mutu dan keandalan. Perawatan Pembangkitan yang dilakukan secara efektif dapat menjadikan perusahaan terdepan dalam bidang pembangkitan Training ini dimaksudkan untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia dalam pengelolaan pengoperasian sistem pembangkit. Selain itu diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan…

Rp 7.950.000
Tersedia

Reliability Based Maintenance

BACKGROUND: Di dunia industri yang semakin kompetitif, downtime bukan hanya berarti kehilangan waktu — tapi juga kehilangan peluang, produktivitas, dan profit. Banyak perusahaan masih terjebak dalam pola pikir reactive maintenance—memperbaiki ketika rusak. Padahal, dengan pendekatan Reliability Based Maintenance (RBM), perusahaan dapat mengubah paradigma tersebut menjadi sistem yang proaktif, terukur, dan berbasis risiko. RBM bukan sekadar…

Rp 7.950.000
Tersedia

Introduction to Offshore and Subsea Drilling

Background: Offshore and subsea drilling are among the most complex and high-risk operations in the upstream oil and gas industry. Compared to onshore drilling, offshore and deepwater operations involve harsher environments, higher costs, sophisticated technologies, and significantly greater safety and environmental risks. From jack-up rigs in shallow water to floating rigs and subsea systems in…

Rp 9.950.000
Tersedia

Basic Process Engineering Design

BACKGROUND: Process engineering is the core of industrial activities. It shows the steps how, when & thru what it happens, where, including symbolizing all processes & components involved. And it also involves various hardware such piping, vessel, electrical, instrumentation & control given in various disciplines in the university. People involved in O/G industries come from…

Rp 7.950.000
Tersedia

Pengujian & Kalibrasi Proteksi Peralatan Elektrikal Pembangkit

BACKGROUND: Pengujian & Kalibrasi Proteksi Peralatan Elektrikal Pembangkit Keandalan sistem tenaga listrik sangat bergantung pada efektivitas sistem proteksi yang diterapkan. Dalam merancang sistem tenaga listrik, analisa gangguan dan kondisi abnormal yang mungkin terjadi harus menjadi perhatian utama. Beberapa peralatan utama yang diproteksi meliputi Generator, Main Transformer, Station Service Transformer, dan House Transformer. Kondisi abnormal seperti…

Rp 7.950.000
Tersedia

Supply Chain Resilience

Chat with us on WhatsApp
Chat with Us