• Selamat datang di website PT Fiqry Jaya Manunggal. Semoga anda senantiasa sehat afiat. Kami siap melayani anda
Beranda » Blog » Migas Storage and Transportation

Migas Storage and Transportation

Diposting pada 20 April 2026 oleh admin / Dilihat: 106 kali / Kategori: , ,

Introduction to Migas Storage & Transportation Systems

Dalam industri minyak dan gas, proses tidak berhenti pada tahap produksi. Fluida hidrokarbon yang telah dipisahkan dari sumur harus dikelola dengan baik sebelum dikirim ke kilang atau pasar. Di sinilah sistem storage & transportation memainkan peran krusial dalam menjaga kontinuitas supply chain.

Storage berfungsi sebagai buffer untuk menyeimbangkan fluktuasi produksi dan pengiriman, sementara transportation memastikan fluida sampai ke tujuan secara aman, efisien, dan sesuai spesifikasi. Dalam praktik di lapangan, terutama di wilayah dengan banyak sumur dan lapangan kecil, konsep storage tidak selalu langsung berbentuk terminal besar, tetapi sering dimulai dari skala yang lebih kecil di level lapangan.

1. Oil & Gas Storage Systems

1.1 Types of Storage Tanks

Sistem penyimpanan migas umumnya menggunakan beberapa jenis tangki, tergantung pada karakteristik fluida dan kebutuhan operasional. Untuk crude oil, tangki atmosferik seperti fixed roof tank dan floating roof tank banyak digunakan untuk mengurangi losses akibat evaporasi.

Untuk produk gas atau cairan bertekanan, digunakan pressurized tanks seperti bullet tank atau spherical tank. Sementara itu, untuk LNG diperlukan tangki kriogenik dengan temperatur sangat rendah.

Pemilihan jenis tangki tidak hanya mempertimbangkan kapasitas, tetapi juga faktor keselamatan, volatilitas fluida, serta regulasi lingkungan.

1.2 Tank Farm & Terminal Operations

Tangki-tangki tersebut biasanya dikelompokkan dalam satu area yang disebut tank farm. Di dalamnya terdapat sistem pendukung seperti pump station, manifold, metering system, dan fire protection system.

Operasi di tank farm meliputi:

  • Filling dan withdrawal
  • Blending produk
  • Inventory management
  • Custody transfer

Di sinilah integrasi dengan sistem digital seperti SCADA menjadi penting untuk monitoring level, temperature, dan pressure secara real-time.

1.3 Loss Control & Tank Integrity

Salah satu tantangan utama dalam storage adalah losses, baik yang bersifat evaporative losses maupun leakage. Oleh karena itu, sistem seperti vapor recovery unit (VRU) sering digunakan untuk mengurangi kehilangan hidrokarbon.

Selain itu, integritas tangki harus dijaga melalui inspeksi rutin, seperti:

  • Thickness measurement
  • Corrosion monitoring
  • Roof integrity check

Pendekatan berbasis risk-based inspection (RBI) kini semakin umum digunakan untuk meningkatkan efisiensi maintenance.

2. Temporary Field Storage & Gathering System 

Dalam operasi migas di lapangan, khususnya pada satu blok atau konsesi yang memiliki banyak sumur dan beberapa lapangan kecil, fluida produksi tidak langsung dikirim ke terminal utama. Sebaliknya, terdapat tahapan intermediate yang dikenal sebagai temporary field storage melalui sistem gathering.

Setiap sumur umumnya dilengkapi dengan wellhead dan separator awal (2-phase atau 3-phase separator) untuk memisahkan fluida dasar seperti minyak, gas, dan air. Namun, pemisahan ini belum sepenuhnya optimal. Oleh karena itu, fluida dari beberapa sumur kemudian dialirkan menuju field gathering station.

2.1 Field Gathering Station: Fungsi & Peran

Field gathering station merupakan titik sentral di suatu lapangan yang berfungsi sebagai:

  • Pengumpul fluida dari multiple wells
  • Tempat temporary storage sebelum dikirim ke fasilitas utama
  • Fasilitas pemisahan lanjutan (secondary separation)

Di sinilah terjadi proses penting seperti:

  • Pemisahan lanjutan minyak, air, dan gas
  • Stabilization sebelum transport
  • Pengukuran produksi per lapangan (field allocation)

Dalam banyak kasus, gathering station juga dilengkapi dengan:

  • Horizontal separator (kapasitas lebih besar)
  • Heater treater (untuk emulsi oil-water)
  • Storage tank sementara (biasanya tangki atmosferik)

2.2 Temporary Storage: Buffer Operasional

Konsep temporary field storage sangat penting untuk menjaga stabilitas operasi. Karena produksi sumur bersifat kontinu sementara transportasi tidak selalu berjalan real-time, maka diperlukan buffer.

Fungsi utamanya:

  • Menampung produksi sementara sebelum lifting
  • Menghindari shutdown saat pipeline/truck tidak tersedia
  • Menyeimbangkan variasi flow rate antar sumur

Tanpa sistem ini, operasi akan sangat rentan terhadap gangguan logistik.

2.3 Interface ke Custody Transfer

Setelah melalui gathering station, fluida yang sudah lebih stabil dan terpisah dengan baik akan dialirkan ke:

  • Central Processing Facility (CPF), atau
  • Langsung ke terminal untuk custody transfer

Di titik inilah kualitas fluida menjadi lebih terkontrol, sehingga memenuhi spesifikasi untuk penjualan atau pengiriman lebih lanjut.

Dengan kata lain, gathering station adalah “jembatan kritikal” antara production operation dan commercial transaction (custody transfer).

3. Pipeline Transportation System

Pipeline biasanya menghubungkan:

  • Well → Gathering Station
  • Gathering Station → CPF / Terminal
  • Terminal → Refinery / Export Point

3.1 Pipeline Network & Design

Pipeline merupakan metode transportasi paling efisien untuk volume besar dan jarak jauh. Sistem ini terdiri dari jaringan pipa yang menghubungkan wellhead, gathering station, processing facility, hingga terminal.

Desain pipeline harus mempertimbangkan:

  • Flow rate dan pressure
  • Fluida (oil, gas, multiphase)
  • Topografi dan kondisi lingkungan
  • Material selection

Pipeline bisa berupa onshore maupun offshore, dengan kompleksitas yang berbeda.

3.2 Flow Assurance Challenges

Dalam operasinya, pipeline menghadapi berbagai tantangan yang dikenal sebagai flow assurance issues. Ini termasuk:

  • Wax deposition
  • Hydrate formation
  • Slugging
  • Corrosion

Masalah ini dapat menghambat aliran bahkan menyebabkan shutdown. Oleh karena itu, digunakan berbagai metode mitigasi seperti chemical injection, insulation, dan pigging operation.

3.3 Pigging & Pipeline Maintenance

Pigging adalah proses pembersihan atau inspeksi pipeline menggunakan alat yang disebut pig. Selain untuk membersihkan deposit, pigging juga digunakan untuk:

  • Inline inspection (smart pigging)
  • Leak detection
  • Separation between different products

Maintenance pipeline juga mencakup monitoring tekanan, deteksi kebocoran, dan proteksi terhadap korosi eksternal maupun internal.

4. Marine & Land Transportation

4.1 Oil & Gas Shipping (Tanker & LNG Carrier)

Untuk distribusi antar pulau atau ekspor, digunakan kapal tanker untuk minyak dan LNG carrier untuk gas cair. Kapal ini dirancang khusus dengan sistem keamanan tinggi untuk mencegah kebocoran dan menjaga stabilitas muatan.

Operasi shipping melibatkan:

  • Loading di terminal
  • Voyage planning
  • Unloading di destination terminal

Koordinasi yang baik sangat diperlukan untuk menghindari bottleneck dalam supply chain.

4.2 Trucking & Rail Transportation

Selain pipeline dan kapal, transportasi darat juga digunakan terutama untuk distribusi produk dalam skala lebih kecil atau daerah yang tidak terjangkau pipeline.

Truk tangki sering digunakan untuk:

  • BBM distribution
  • LPG transport
  • Chemical transport

Meskipun fleksibel, metode ini memiliki risiko lebih tinggi sehingga memerlukan standar keselamatan yang ketat.

5. Custody Transfer & Metering System

Sekarang jadi lebih kuat secara narasi, karena sebelumnya sudah dijelaskan alurnya dari:
Well → Separator → Gathering → Storage → Transport → Custody Transfer

Salah satu aspek paling kritis dalam storage & transportation adalah custody transfer, yaitu proses perpindahan kepemilikan produk dari satu pihak ke pihak lain.

Akurasi pengukuran menjadi sangat penting karena berkaitan langsung dengan nilai ekonomi. Oleh karena itu digunakan sistem metering seperti:

  • Flow meter (Coriolis, ultrasonic)
  • Tank gauging system
  • Prover system

Kesalahan kecil dalam pengukuran dapat berdampak signifikan secara finansial.

6. Digitalization in Storage & Transportation

Bisa ditambahkan sedikit konteks:

Dalam sistem modern, field gathering station juga sudah terintegrasi dengan SCADA untuk:

  • Monitoring level tank
  • Flow rate dari tiap well
  • Water cut & oil quality
  • Alarm system untuk overflow / leakage

7. Integration with Production System

Dengan tambahan ini, narasi jadi lebih “real field condition”:

Ketidakseimbangan antara production dan transportation tidak hanya berdampak di terminal, tetapi juga di:

  • Gathering station overflow
  • Bottleneck di separator
  • Backpressure ke sumur

8. Challenges & Future Trends

Industri migas saat ini menghadapi berbagai tantangan seperti fluktuasi harga, regulasi lingkungan, serta tuntutan efisiensi operasional. Di sisi lain, tren menuju energi yang lebih bersih juga mendorong inovasi dalam sistem transportasi dan penyimpanan.

Beberapa tren yang mulai berkembang antara lain:

  • Digital oil field integration
  • Smart pipeline monitoring
  • Carbon capture & storage (CCS)
  • Energy-efficient transportation systems

Ke depan, sistem export, storage & transportation akan semakin terintegrasi dengan teknologi digital dan sustainability goals.

Migas Storage and Transportation

Komentar

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman ini.

Training Asset Integrity Management System (AIMS)

Diposting oleh admin

Training Asset Integrity Management System (AIMS): Optimasi Lifecycle & Kehandalan Aset Instruktur: Ir. Deddy Nugraha, CMRP (Senior Practitioner, 30+ Tahun Pengalaman) Kegagalan pada aset kritis seperti pipa, tangki timbun, atau turbin bukan hanya berdampak pada kerugian finansial akibat downtime, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa dan reputasi perusahaan. Di industri berisiko tinggi (High Risk Industry), pengelolaan…

Selengkapnya
3 Feb

MTTR vs MTBF

Diposting oleh admin

MTTR vs MTBF: Indikator yang Harus Dikuasai dalam Manajemen Maintenance Dalam dunia pemeliharaan (maintenance), keberhasilan strategi perawatan tidak hanya bergantung pada seberapa sering mesin diperiksa atau berapa banyak teknisi yang tersedia. Lebih dari itu, manajemen maintenance yang efektif memerlukan pemahaman mendalam terhadap indikator kinerja. Dua indikator utama yang sering digunakan dalam analisis performa peralatan adalah…

Selengkapnya
11 Aug

ISO 14001 Standar EMS

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

ISO 14001 adalah Standar Sistem Manajemen Lingkungan (Environmental Management System/EMS) untuk Kinerja Bisnis Berkelanjutan membantu organisasi mengelola dampak lingkungan secara sistematis. Standar ini digunakan oleh perusahaan di seluruh dunia untuk memastikan operasional yang lebih ramah lingkungan, efisien, serta mematuhi regulasi yang berlaku. Implementasi ISO 14001 tidak hanya fokus pada pengurangan dampak negatif terhadap lingkungan, tetapi…

Selengkapnya
26 Nov

Suka Mengantuk Setelah Makan

Diposting oleh admin

Suka Mengantuk Setelah Makan: Normal atau Tanda Masalah Kesehatan? Pendahuluan Rasa mengantuk setelah makan adalah pengalaman yang sangat umum. Banyak orang merasakannya setelah makan siang atau makan besar, terutama di tengah aktivitas kerja. Kondisi ini sering dianggap wajar, tetapi tidak jarang juga menimbulkan pertanyaan: apakah mengantuk setelah makan itu normal, atau justru pertanda adanya masalah…

Selengkapnya
28 Jan

ISO 13485 Alat Kesehatan

Diposting oleh admin

ISO 13485: Persyaratan Sistem Manajemen Mutu untuk Alat Kesehatan Industri alat kesehatan (alkes) adalah salah satu sektor yang paling ketat regulasinya di dunia. Kegagalan produk dapat berarti konsekuensi serius terhadap kesehatan dan keselamatan pasien. Oleh karena itu, produsen, distributor, dan penyedia layanan alat kesehatan diwajibkan untuk mematuhi standar ISO 13485 Alat Kesehatan sebagai bukti komitmen…

Selengkapnya
12 Nov

Strategi Maintenance Berbasis Risiko

Diposting oleh admin

Strategi Maintenance Berbasis Risiko Dalam dunia industri modern yang kompetitif, efektivitas operasional sangat bergantung pada keandalan aset produksi. Salah satu pendekatan paling strategis dalam manajemen pemeliharaan adalah Risk-Based Maintenance (RBM) atau Strategi Maintenance Berbasis Risiko. RBM bukan hanya fokus pada jadwal atau kondisi peralatan, melainkan mengutamakan risiko sebagai dasar utama dalam menentukan prioritas pemeliharaan. Strategi…

Selengkapnya
1 Jul
Diskon
4%

Teknisi Bekerja di Ketinggian – BNSP

Latar Belakang: Seseorang yang bekerja di atas ketinggian lebih dari 2 meter mempunyai resiko terhadap keselamatan dirinya maupun orang lain. Oleh karena itu sebaiknya mereka sudah mengikuti pelatihan dan mempunyai sertifikat sebagai teknisi bekerja di ketinggian misal dari BNSP sebagai certifiying body. Pelatihan ini perlu diikuti oleh setiap tenaga kerja yang bekerja sebagai Teknisi Bekerja…

Rp 6.000.000 Rp 6.250.000
Tersedia

Programmable Logic Controller (PLC) Principle, Practice & Trouble Shooting

BACKGROUND: Programmable Logic Controller (PLCs) are integral to modern industrial automation systems. They control machinery and processes in industries such as manufacturing, oil and gas, automotive, and food production. A PLC consists of hardware and software designed to automate processes that require high reliability, ease of programming, and robustness to environmental factors. As industries increasingly rely…

Rp 7.950.000
Tersedia

Pengambilan Contoh Uji Air (PCUA)

BACKGROUND: Training & Sertifikasi BNSP: Pengambilan Contoh Uji Air (PCUA) Pengambilan Contoh Uji Air (PCUA) adalah pekerjaan yang tidak mudah untuk dilakukan, hal ini disebabkan karena polutan dari air memiliki karakteristik yang sangat mudah berubah. Hal ini dapat dipengaruhi oleh situasi dan kondisi sekitarnya, seperti jumlah polutan yang terkandung, sifat kimia/biologi maupun fisika, dan intervensi…

Rp 8.950.000
Tersedia

Alignment and Balancing Theory & Practice

Alignment and Balancing Theory & Practice Using Android INTRODUCTION: Dalam rotating equipment, masalah vibrasi sering terjadi dan sering berakibat menghambat proses produksi. Karena vibrasi yang berlebihan dapat menimbulkan kerusakan baik alat itu sendiri maupun peralatan lain yang berhubungan. Salah satu penyebab vibrasi yang sering kali terjadi adalah masalah pada alignment dan unbalance. Pada pelatihan ini…

Rp 7.950.000
Tersedia

Pipeline Corrosion & Scale Integrity Management

BACKGROUND: Scale and Corrosion di lapangan Oil & Gas Field merupakan tantangan utama yang dapat mengurangi efisiensi operasi, meningkatkan biaya pemeliharaan, dan memperpendek umur peralatan. Scale terbentuk akibat pengendapan mineral di dalam sistem, sementara korosi merusak struktur material akibat interaksi dengan lingkungan yang agresif. Masalah ini tidak hanya memengaruhi produktivitas, tetapi juga membawa risiko terhadap…

Rp 7.950.000
Tersedia

Process Safety Management

BACKGROUND Process Safety Management (PSM) atau Manajemen Keselamatan Proses (MKP) dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan atau industri kimia/ petro-chemical, minyak & gas bumi (migas) setelah beberapa kejadian fatal yang telah banyak menelan korban jiwa dan harta benda seperti kasus Flixborough (Juni 1974), Seveso (Juli 1976), Bhopal (Desember 1984), Piper Alpha (Juli 1988), dan lain sebagainya . Dalam…

Rp 7.950.000
Tersedia

Migas Storage and Transportation

Chat with us on WhatsApp
Chat with Us