• Selamat datang di website PT Fiqry Jaya Manunggal. Semoga anda senantiasa sehat afiat. Kami siap melayani anda
Beranda » Blog » Berhitung Tidak Perlu

Berhitung Tidak Perlu

Diposting pada 14 October 2025 oleh Teguh Imam Santoso / Dilihat: 213 kali / Kategori: , ,

Berhitung Tidak Perlu, tidak 100% benar. Walau di jaman digital semua bisa dilakukan dengan lebih cepat dengan teknologi. Dulu, kemampuan berhitung dan mengingat dianggap sebagai ukuran kecerdasan seseorang. Kita menghafal tabel perkalian di sekolah dasar, mengingat nomor telepon keluarga, menulis alamat teman, hingga mencatat jadwal harian di buku agenda. Semua itu merupakan keterampilan penting di masa ketika belum ada komputer, ponsel pintar, atau internet.

Namun kini dunia sudah berubah. Revolusi teknologi informasi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah hampir seluruh cara manusia bekerja, berpikir, dan menyelesaikan persoalan. Aktivitas berhitung yang dulu memakan waktu kini bisa dilakukan hanya dalam hitungan detik. Begitu pula dengan mengingat data — cukup disimpan di cloud atau perangkat digital, dan semua tersinkronisasi otomatis.

Pertanyaannya: apakah berhitung dan mengingat masih penting di era AI?

Dari Otak Manusia ke Otak Digital

Kita hidup di masa di mana “ingatan digital” jauh lebih cepat, akurat, dan tak terbatas. Cloud storage, server data, dan asisten digital seperti ChatGPT, Google Assistant, atau Siri dapat menyimpan dan memanggil kembali informasi lebih baik daripada ingatan manusia.

Nomor telepon, alamat, jadwal rapat, hingga catatan proyek kini tersimpan otomatis di perangkat, dan tetap aman meski perangkatnya hilang. Otak manusia tidak lagi harus menjadi tempat penyimpanan utama data, melainkan pengelola dan pengguna informasi itu.

Kita beralih dari peran sebagai pengingat menjadi pengarah.
Inilah yang disebut efisiensi kognitif di era digital — manusia tidak perlu mengingat semuanya, cukup tahu bagaimana mengakses dan memanfaatkannya.

Komputer Lebih Cepat dan Tak Pernah Lelah

Berhitung manual kini hampir menjadi sejarah.
Komputer modern mampu melakukan miliaran perhitungan per detik dengan akurasi sempurna. Seorang akuntan, misalnya, kini tak lagi menghitung saldo secara manual, tapi cukup menekan satu tombol di software ERP untuk menampilkan laporan keuangan yang kompleks. Seorang insinyur tidak lagi harus menggunakan kertas dan pensil untuk menghitung beban struktur, karena sistem analisis komputer sudah melakukan simulasi yang jauh lebih akurat.

Teknologi ini memberi manusia ruang baru: lebih sedikit menghitung, lebih banyak berpikir strategis.
Kita kini lebih fokus pada interpretasi, pengambilan keputusan, dan inovasi — bukan lagi pada proses mekanis menghitung angka.

Artificial Intellegent (AI): Lebih dari Sekadar Mesin Hitung

Kecerdasan buatan kini bukan hanya alat berhitung, tetapi sistem yang mampu berpikir adaptif. AI mengenali pola, memproses bahasa, menafsirkan gambar, bahkan memahami konteks emosi manusia. Dengan kemampuan itu, AI dapat membantu manusia menyusun rencana, menulis laporan, menganalisis risiko, hingga membuat rekomendasi bisnis dengan kecepatan yang mustahil dilakukan manusia secara manual.

AI juga telah merambah dunia medis, pendidikan, industri kreatif, bahkan pelayanan publik — semua dilakukan berbasis data dan logika algoritma. Namun ada satu hal yang tidak dimiliki AI: kebijaksanaan manusia.

Dari “Menghafal” ke “Memahami dan Bijak”

Kita memang tidak perlu lagi mengingat banyak hal atau menghitung angka yang rumit, tapi kita tetap harus memahami makna di balik perhitungan dan informasi itu. AI bisa memberi jawaban, tapi hanya manusia yang mampu menilai kapan dan bagaimana jawaban itu sebaiknya digunakan.

Di sinilah peran kebijaksanaan muncul — kemampuan manusia untuk mengaitkan data dengan nilai, konteks, dan dampak terhadap sesama.
Perhitungan bisa dilakukan oleh mesin, tapi keputusan yang menyangkut kemanusiaan tetap berada di tangan manusia. Maka, tugas kita kini bukan berhenti berpikir, melainkan mengalihkan energi otak dari menghitung ke memahami, menimbang, dan bertindak dengan bijak.

Era Baru: Kreatif, Inovatif, Analitik, Konstruktif, dan Bijaksana

Di masa ini, ukuran kecerdasan bukan lagi kemampuan mengingat rumus, tetapi kemampuan berpikir kreatif, inovatif, analitik, konstruktif, dan bijaksana.

  • Kreatif, karena manusia harus mampu melihat ide dari sudut pandang baru.

  • Inovatif, karena dunia bergerak cepat dan selalu butuh pembaruan.

  • Analitik, karena kita perlu memahami data dan pola dengan logika yang tajam.

  • Konstruktif, karena kemampuan membangun solusi nyata jauh lebih penting daripada sekadar teori.

  • Bijaksana, karena keputusan yang baik tak hanya logis, tapi juga beretika dan manusiawi.

AI mungkin bisa meniru gaya berbicara atau menulis manusia, tetapi belum bisa meniru intuisi dan kebijaksanaan dalam bertindak.

Mengapa Otak Tetap Harus Digunakan

Meski teknologi sudah mengambil alih sebagian fungsi otak, manusia tidak boleh berhenti berpikir dan berhitung sama sekali. Otak, seperti otot, harus terus dilatih agar tetap tajam dan sehat.

Beberapa riset menunjukkan bahwa orang yang rutin melakukan aktivitas mental seperti berhitung ringan, mengingat nama, membaca, atau memecahkan teka-teki, memiliki risiko lebih rendah terhadap penurunan kognitif dan penyakit seperti demensia atau pikun di usia lanjut.

Artinya, walaupun kita bisa menyerahkan perhitungan kepada komputer, kita tetap perlu “melatih otak” agar tidak tumpul.
Cobalah menghitung harga belanja tanpa kalkulator sesekali, mengingat arah jalan tanpa peta digital, atau menghafal beberapa nomor penting tanpa bantuan kontak ponsel.
Bukan karena kita tidak percaya teknologi, tetapi karena kita ingin tetap menjaga kesehatan otak agar tetap aktif dan adaptif.

Dengan cara itu, teknologi menjadi alat bantu, bukan pengganti pikiran manusia. Kita memang hidup di era di mana mesin bisa menghitung lebih cepat dan menyimpan lebih banyak. Tapi kemampuan otak manusia masih dibutuhkan — bukan untuk bersaing dengan mesin, melainkan untuk memberi arah pada kemajuan itu.

Sekarang mungkin berhitung tidak perlu dilakukan secara manual, tetapi berpikir secara kreatif, analitik, konstruktif, dan bijaksana justru semakin penting. Teknologi membantu kita bekerja lebih efisien, tetapi hanya manusia yang bisa memberi makna pada hasil kerjanya.

Gunakan teknologi untuk memperkuat pikiran, bukan menggantikannya. Karena pada akhirnya, AI mungkin bisa menghitung semuanya — tetapi hanya manusia yang tahu apa yang seharusnya dihitung.

Berhitung Tidak Perlu

Komentar

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman ini.

Integrated Production Optimization: Strategi Optimasi Produksi Migas

Diposting oleh admin

Integrated Production Optimization (IPO): Strategi Maksimalkan Produksi Migas Secara Terintegrasi Pendahuluan Dalam industri minyak dan gas, peningkatan produksi bukan hanya soal mengebor lebih banyak sumur. Tantangan terbesar justru terletak pada bagaimana mengoptimalkan seluruh sistem produksi dari reservoir hingga fasilitas permukaan secara terintegrasi. Di sinilah konsep Integrated Production Optimization (IPO) menjadi sangat krusial. Banyak lapangan migas…

Selengkapnya
19 Feb

Kaizen: Filosofi Perbaikan Berkelanjutan

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

Kaizen: Filosofi Perbaikan Berkelanjutan yang Lahir dari Budaya Disiplin Jepang. Dalam dunia industri modern, kemampuan sebuah organisasi untuk beradaptasi dan berkembang menjadi kunci utama untuk bertahan dan unggul. Salah satu filosofi manajemen yang telah terbukti mendorong daya saing berkelanjutan adalah Kaizen. Berasal dari Jepang, kata Kaizen secara harfiah berarti “perbaikan berkelanjutan” (continuous improvement), dan filosofi…

Selengkapnya
17 Jul

Berhitung Tidak Perlu

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

Berhitung Tidak Perlu, tidak 100% benar. Walau di jaman digital semua bisa dilakukan dengan lebih cepat dengan teknologi. Dulu, kemampuan berhitung dan mengingat dianggap sebagai ukuran kecerdasan seseorang. Kita menghafal tabel perkalian di sekolah dasar, mengingat nomor telepon keluarga, menulis alamat teman, hingga mencatat jadwal harian di buku agenda. Semua itu merupakan keterampilan penting di…

Selengkapnya
14 Oct

Apa Itu Asset Integrity Management System (AIMS)?

Diposting oleh admin

Apa Itu Asset Integrity Management System (AIMS)? Konsep, Prinsip, dan Standar Internasional Pendahuluan Asset Integrity Management System (AIMS) adalah sistem manajemen terintegrasi yang dirancang untuk memastikan bahwa aset industri beroperasi secara aman, andal, dan sesuai regulasi sepanjang siklus hidupnya. Dalam industri berisiko tinggi seperti minyak dan gas, petrokimia, pembangkit listrik, pertambangan, dan manufaktur berat, integritas…

Selengkapnya
28 Feb

Machinery Balancing

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

Apa Itu Machinery Balancing? Machinery balancing adalah proses menyeimbangkan komponen mesin yang berputar agar distribusi massanya merata, sehingga mengurangi getaran dan gaya sentrifugal yang tidak diinginkan. Keseimbangan ini sangat penting dalam industri untuk menjaga performa mesin tetap optimal dan memperpanjang umur peralatan. Ketidakseimbangan dalam mesin dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kesalahan manufaktur, keausan, pemasangan yang…

Selengkapnya
13 Feb

ISO/IEC 17025 Laboratorium

Diposting oleh admin

ISO/IEC 17025: Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi Di dunia industri dan riset, akurasi data adalah mata uang utama. Sebuah keputusan besar, entah itu mengenai kualitas produk, keselamatan publik, atau klaim lingkungan, seringkali bergantung pada hasil uji atau kalibrasi dari sebuah laboratorium. Oleh karena itu, standar ISO/IEC 17025 Laboratorium telah menjadi rujukan global untuk…

Selengkapnya
16 Nov

Rotating Equipment & Machineries

BACKGROUND: Rotating equipment & machineries, or turbomachinery, involves a component that transfers energy between working fluids and the machine. This transfer can occur from the rotor to the fluid, making it a pump or a fan, or from the fluid to the rotor, making it a turbine. Examples of such machinery include fans, pumps, compressors,…

*Harga Hubungi CS
Tersedia

Problem Solving & Decision Making

Background Can you imagine the sheer number of problems and decisions made in a company daily? Add to this the constant need for improvements to stay competitive in today’s increasingly challenging business environment. The ability to analyze problems and make sound decisions is an essential skill, especially for leaders who are expected to guide their…

Rp 7.950.000
Tersedia

Process Safety Management

BACKGROUND Process Safety Management (PSM) atau Manajemen Keselamatan Proses (MKP) dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan atau industri kimia/ petro-chemical, minyak & gas bumi (migas) setelah beberapa kejadian fatal yang telah banyak menelan korban jiwa dan harta benda seperti kasus Flixborough (Juni 1974), Seveso (Juli 1976), Bhopal (Desember 1984), Piper Alpha (Juli 1988), dan lain sebagainya . Dalam…

Rp 7.950.000
Tersedia

Maintenance & Reliability for Oil and Gas Upstream Operation

BACKGROUND: In Indonesia especially in the upstream oil and gas business as well as the manufacturing business and other heavy industries. There are similar problems where the age of the plant and the main equipment which statistically have the majority aging condition for more than 30 years. Problems of aging absolences and low qualifications of…

Rp 7.950.000
Tersedia

Technical Projects Documents Management

BACKGROUND: Every good project produces documentation that is well organized and easy to find. Return when information is needed to proceed to the next project phase or operation/maintenance process. It can be done manually although using software is much better. Nevertheless, it is very important that it shall exist & well managed   OBJECTIVES: This…

Rp 7.950.000
Tersedia

API 580 Risk Based Inspection

API 580 – Risk Based Inspection and Maintenance, Repair Background Dalam industri proses berisiko tinggi, kegagalan peralatan seperti pressure vessel, piping, heat exchanger, dan storage tank dapat menimbulkan dampak serius terhadap keselamatan, lingkungan, dan kontinuitas operasi. Pendekatan inspeksi konvensional berbasis waktu (time-based inspection) sering kali tidak efektif dan kurang optimal dari sisi biaya dan risiko….

Rp 7.950.000
Tersedia

Berhitung Tidak Perlu

Chat with us on WhatsApp
Chat with Us