• Selamat datang di website PT Fiqry Jaya Manunggal. Semoga anda senantiasa sehat afiat. Kami siap melayani anda
Beranda » Blog » User Acceptance Test

User Acceptance Test

Diposting pada 18 August 2026 oleh imam / Dilihat: 15 kali

User Acceptance Test (UAT) adalah salah satu langkah untuk memastikan bahwa peralatan, barang atau sistem yang kita pesan siap digunakan oleh User. Setelah suatu sistem atau aplikasi selesai dikembangkan dan melewati berbagai pengujian teknis, masih ada satu pertanyaan penting: apakah sistem tersebut benar-benar dapat digunakan dan diterima oleh pengguna? UAT biasanya dilakukan setelah FAT (Factory Acceptance Test) dinyatakan selesai.

Di sinilah User Acceptance Test (UAT) dilakukan. User Acceptance Test adalah tahap pengujian yang dilakukan oleh user atau perwakilan end user untuk memastikan bahwa sistem telah memenuhi kebutuhan bisnis, proses kerja, dan ekspektasi pengguna sebelum digunakan secara resmi.

Berbeda dengan testing teknis yang lebih fokus pada fungsi dan performance sistem, UAT melihat sistem dari sudut pandang pengguna dan proses bisnis.

Tujuan UAT

Secara umum, UAT bertujuan untuk:

  • Memastikan sistem sesuai dengan kebutuhan user.
  • Memastikan business process dapat dijalankan dengan baik.
  • Memastikan output, report, dan data sesuai kebutuhan.
  • Mengidentifikasi gap sebelum sistem digunakan secara resmi.
  • Memberikan keyakinan bahwa sistem siap untuk go-live.

Dengan demikian, UAT bukan sekadar mencari error. UAT memastikan bahwa sistem yang dibangun benar-benar memberikan manfaat bagi organisasi.

Siapa yang Melakukan UAT?

UAT sebaiknya dilakukan oleh orang yang memahami proses bisnis dan nantinya menggunakan sistem tersebut.

Pihak yang dapat terlibat antara lain:

  • End User
  • Key User
  • Business Analyst
  • Process Owner
  • Project Team
  • IT Support

Project team dapat membantu menyiapkan sistem dan skenario pengujian, tetapi keputusan apakah sistem dapat diterima sebaiknya berasal dari user atau process owner.

Bagaimana Proses UAT?

UAT biasanya dilakukan melalui beberapa tahapan sederhana:

1. Preparation
Menyusun test scenario berdasarkan business process dan kebutuhan user.

2. Test Execution
User menjalankan sistem menggunakan skenario yang telah disiapkan.

3. Evaluation
Hasil aktual dibandingkan dengan expected result.

4. Corrective Action
Jika ditemukan defect atau gap, project team melakukan perbaikan.

5. Acceptance
Setelah seluruh requirement terpenuhi, user memberikan persetujuan untuk penggunaan sistem atau go-live.

Apa yang Diperiksa dalam UAT?

UAT dapat mencakup beberapa aspek penting:

User Experience

Apakah sistem mudah digunakan dan sesuai dengan workflow pengguna?

Business Process

Apakah proses bisnis dapat dilakukan sesuai prosedur yang berlaku?

Output dan Report

Apakah data, laporan, dan informasi yang dihasilkan sesuai kebutuhan?

Operational Readiness

Apakah sistem sudah cukup siap untuk mendukung kegiatan operasional sehari-hari? Contohnya, sebuah perusahaan mengembangkan sistem purchasing baru. Secara teknis sistem mungkin sudah berjalan dengan baik. Namun dalam UAT, user menemukan bahwa workflow approval tidak sesuai dengan proses aktual perusahaan.

Secara teknis sistem berfungsi, tetapi secara bisnis sistem tersebut belum dapat diterima. Inilah perbedaan penting antara technical testing dan UAT.

UAT dan Go-Live

Hasil akhir UAT biasanya menjadi salah satu dasar penting dalam keputusan go-live.

Secara sederhana:

UAT Passed → User Acceptance → Go-Live

Sebaliknya, apabila masih terdapat critical issue yang mempengaruhi proses bisnis, sistem sebaiknya tidak langsung digunakan sebelum masalah tersebut diselesaikan.

Hasil UAT dapat berupa:

  • Accepted – sistem dapat digunakan.
  • Accepted with Minor Issues – dapat digunakan dengan outstanding minor items yang telah disepakati.
  • Rejected / Re-Test Required – masih diperlukan perbaikan sebelum digunakan.

UAT Bukan Sekadar Formalitas

UAT sering dianggap sebagai tahap akhir sebelum sistem digunakan. Namun sebenarnya UAT memiliki fungsi yang lebih penting. UAT menjadi jembatan antara apa yang dibangun oleh project team dengan apa yang benar-benar dibutuhkan oleh user. Sistem yang secara teknis sempurna belum tentu memberikan manfaat apabila tidak sesuai dengan cara organisasi menjalankan bisnisnya.

Karena itu, keberhasilan UAT bukan hanya ditunjukkan oleh tidak adanya error, tetapi oleh satu hal yang lebih penting:

Apakah user yakin bahwa sistem tersebut siap digunakan untuk menjalankan pekerjaan mereka? Dengan UAT yang dilakukan secara sistematis, organisasi dapat mengurangi risiko masalah setelah go-live dan memastikan bahwa investasi teknologi benar-benar memberikan nilai bagi proses bisnis.

User Acceptance Test

Komentar

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman ini.

Dasar Hukum Sertifikasi K3 di Indonesia

Diposting oleh admin

Seri BNSP HSE  ·  Artikel 3 dari 9  ·  Cluster: Regulasi Dasar Hukum Sertifikasi K3 di Indonesia: Apa yang Wajib Diketahui Pekerja? Panduan lengkap regulasi K3 Indonesia — dari UU hingga PTK SKK Migas — dan bagaimana semua regulasi itu terhubung langsung ke kewajiban sertifikasi BNSP HSE Anda. Estimasi baca: 13–15 menit Level: Pemula –…

Selengkapnya
7 Apr

Time Management: Produktif Tanpa Burnout

Diposting oleh Dudus Kudus

Pendahuluan: Produktif Tanpa Merasa Lelah Berlebihan? Di tengah tuntutan hidup modern, kata “produktif” sering menjadi target utama. Kita berupaya menyelesaikan banyak tugas, mempelajari hal baru, dan mencapai target demi target. Namun, tanpa disadari, ambisi ini bisa membawa kita pada risiko kelelahan ekstrem, yang dikenal sebagai burnout. Pernahkah Anda merasa sudah bekerja keras seharian, namun energi…

Selengkapnya
8 Jul

ISO 14001 Standar EMS

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

ISO 14001 adalah Standar Sistem Manajemen Lingkungan (Environmental Management System/EMS) untuk Kinerja Bisnis Berkelanjutan membantu organisasi mengelola dampak lingkungan secara sistematis. Standar ini digunakan oleh perusahaan di seluruh dunia untuk memastikan operasional yang lebih ramah lingkungan, efisien, serta mematuhi regulasi yang berlaku. Implementasi ISO 14001 tidak hanya fokus pada pengurangan dampak negatif terhadap lingkungan, tetapi…

Selengkapnya
26 Nov

Journaling yang Mengubah Hidup

Diposting oleh admin

Self Development: Journaling yang Mengubah Hidup – Cara Sederhana Menjadi Versi Terbaik Dirimu Di tengah kehidupan yang sibuk, bising, dan serba cepat, banyak orang kehilangan koneksi dengan dirinya sendiri. Kita terlalu sibuk mengejar target, menyelesaikan pekerjaan, dan merespons tuntutan dari luar — hingga lupa untuk berhenti sejenak dan mendengarkan suara dari dalam diri. Salah satu…

Selengkapnya
6 Aug

Cara Menurunkan Downtime Operasi Tanpa Tambah Biaya

Diposting oleh admin

In this article, we will discuss important aspects of downtime operasi and how it impacts processes. Cara Menurunkan Downtime Operasi Tanpa Tambah Biaya Downtime operasi adalah momok nyata bagi setiap bisnis — setiap menit mesin berhenti, produksi terhenti, dan kerugian terus berjalan. Ironisnya, banyak manajer operasional langsung berasumsi bahwa menurunkan downtime operasi berarti harus mengeluarkan…

Selengkapnya
10 Mar

Pengertian, Tujuan, Manfaat Teknologi

Diposting oleh admin

Pengertian Teknologi: Teknologi adalah kumpulan pengetahuan, keterampilan, dan teknik yang digunakan untuk membuat alat, mesin, atau sistem. Ini membantu memecahkan masalah atau memenuhi kebutuhan manusia. Teknologi mencakup berbagai bidang, seperti informasi, teknik, bioteknologi, dan komunikasi. Secara umum, teknologi meliputi: Proses dan Metode: Cara yang digunakan untuk mencapai hasil dalam produksi barang atau layanan. Alat dan…

Selengkapnya
3 Oct

Maintenance and Reliability Management System

Background Dalam industri modern—terutama migas, pembangkit, petrokimia, dan manufaktur—fungsi maintenance tidak lagi bersifat reaktif, tetapi harus dikelola sebagai sistem manajemen yang terstruktur, berbasis risiko, dan berorientasi keandalan. Maintenance and Reliability Management System (MRMS) merupakan pendekatan terintegrasi yang menghubungkan strategi maintenance, reliability engineering, perencanaan kerja, pengendalian biaya, serta kinerja aset, guna menjamin keberlangsungan operasi, keselamatan, dan profitabilitas…

*Harga Hubungi CS
Tersedia

Advance Supervisory Management

LATAR BELAKANG: Dalam materi training Advance Supervisory Management ini akan dibahas lebih jauh model kepemimpinan yang tepat bagi anak buah,membangun mental anak buah,menangani perilaku sulit anak buah dan bagaimana menjadi teladan bagi anak buah,serta terakhir adalah latihan menyusun dan mengukur prestasi anak buah.Kesemuanya adalah keterampilan lanjutan yang harus dimiliki seorang supervisor agar mampu membawa produktivitas…

Rp 7.500.000
Tersedia

Manajemen Operasi dan Pemeliharaan Pembangkit

BACKGROUND: Manajemen Operasi dan pembangkitan adalah Pemahaman proses operasi sistem pembangkit dan sistem penyaluran secara rasional dan ekonomis dengan memperhatikan mutu dan keandalan. Perawatan Pembangkitan yang dilakukan secara efektif dapat menjadikan perusahaan terdepan dalam bidang pembangkitan Training ini dimaksudkan untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia dalam pengelolaan pengoperasian sistem pembangkit. Selain itu diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan…

Rp 7.950.000
Tersedia

Manajemen Transisi Energi ke Arah Energi Terbarukan

BACKGROUND: Manajemen Transisi Energi (MTE) adalah program penelitian baru yang mengeksplorasi transisi energi dari berbagai sudut dan perspektif, menekankan pada aspek perilaku, strategi, teknologi, sosial, ekonomi, politik, dan aspek regulasi transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan dan tangguh. Transisi energi dianggap sebagai fenomena sistemik dan multi-level, di mana transisi tertanam dan tergantung pada hubungan…

Rp 7.950.000
Tersedia

Distributed Control System (DCS) Operation Maintenance

BACKGROUND: DCS (Distributed Control System) adalah suatu pengembangan sistem kontrol yang menggunakan komputer dan alat elektronik lainnya. Sistem ini dirancang agar dapat mengontrol loop system secara terpadu sehingga operator yang terlatih dapat mengoperasikannya dengan cepat dan mudah. Selain itu, DCS juga sangat cocok untuk digunakan dalam mengontrol proses atau peralatan di plant dengan skala menengah…

Rp 7.950.000
Tersedia

Energy Audit

BACKGROUND: Berdasarkan Peraturan Pemerintah 70/2009 dan permen ESDM 14/2012 setiap usaha yang menggunakan energi lebih dari 6000 TOE (Ton Oil Equivalent) per tahun wajib menerapkan manajemen energi. Dalam peraturan tersebut manajemen energi terbagi menjadi beberapa kewajiban, diantaranya adalah melaksanakan audit energi secara berkala; melaksanakan rekomendasi hasil audit energi & melaporkan pelaksanaan konservasi energi setiap tahun…

Rp 7.950.000
Tersedia

User Acceptance Test

Chat with us on WhatsApp
Chat with Us