- Selamat datang di website PT Fiqry Jaya Manunggal. Semoga anda senantiasa sehat afiat. Kami siap melayani anda
BOILER (Pengoperasian Burner System: Coal, Main Oil Gun, Tiny Oil Gun)
Rp 7.950.000| Stok | Tersedia |
| Kategori | Maintenance, Mechanical, Production Operation |
16 - 18 Februari 2026, Bandung
03 - 05 Agustus 2026, Bandung
05 - 07 Oktober 2026, Bandung
01 - 03 Desember 2026, Bandung
Instructor: Cecep Slamet Abadi, S.T., M.T
BOILER (Pengoperasian Burner System: Coal, Main Oil Gun, Tiny Oil Gun)
BACKGROUND:
Pada Pembangkit berbahan bakar batubara, proses start awal boiler tidak bisa langsung menggunakan batubara karena temperatur di furnace masih rendah. Untuk menaikkan temperatur furnace maka digunakan bahan bakar HSD (High Speed Diesel) melalui alat main oil gun. Pada main oil gun terdapat dua saluran utama yaitu saluran bahan bakar HSD dan saluran atomizing air. Sedangkan untuk penyalaan awal pada main oil gun menggunakan ignitor.
Konsumsi bahan bakar HSD sangat besar, yang menyebabkan biaya operasi akan meningkat. Ini tentunya tidak sejalan dengan kebijakan perusahaan dalam usaha penghematan. Operator dan teknisi Boiler harus memahami masalah ini dan mencari cara untuk melakukan penghematan konsumsi bahan bakar minyak.
OBJECTIVES:
Pada Pembangkit berbahan bakar batubara, proses start awal boiler tidak bisa langsung menggunakan batubara karena temperatur di furnace masih rendah. Untuk menaikkan temperatur furnace maka digunakan bahan bakar HSD (High Speed Diesel) melalui alat main oil gun. Pada main oil gun terdapat dua saluran utama yaitu saluran bahan bakar HSD dan saluran atomizing air. Sedangkan untuk penyalaan awal pada main oil gun menggunakan ignitor.
Konsumsi bahan bakar HSD sangat besar, yang menyebabkan biaya operasi akan meningkat. Ini tentunya tidak sejalan dengan kebijakan perusahaan dalam usaha penghematan. Operator dan teknisi Boiler harus memahami masalah ini dan mencari cara untuk melakukan penghematan konsumsi bahan bakar minyak.
RECOMMENDED PARTICIPANTS:
- Operator Boiler
- Teknisi Pemeliharaan Boiler
- Supervisor Operasi Boiler
- Proses or Operation Engineer
- Tim Reliability atau Maintenance
- Kepala Bagian Produksi atau Utility
COURSE OUTLINE:
- Karakteristik bahan bakar cair
- Karakteristik bahan bakar padat (batubara)
- Mekanisme pembakaran bahan bakar cair dan batubara
- Boiler batubara
- Memahami sistem bahan bakar (feeder, pulverizer, system udara primer dan sekunder, burner)
- Burner: teknologi, komponen, cara kerja
- Ignitor: komponen, fungsi, teknologi
- Flame: karakteristik, flame scaner
- Optimasi dalam sistem pembakaran (tuning)
- Perawatan komponen sistem bahan bakar
ABOUT THE COURSE LEADERS:
Cecep Slamet Abadi, ST., MT adalah salah satu associate
instructor di FJM dengan latar belakang Pendidikan Teknik Mesin
untuk jenjang S1 & S2. Selain aktif sebagai dosen sejak tahun 1996, beliau juga memiliki pangalaman dalam bidang industry & konsultan di antaranya di LAPI ITB, Puslitbang Air, PINDAD, Audit Energi di Pertamina EP Pangkalan Susu, Tambung & Rengasdengklok, serta sebagai team uji kompetensi si IATKI (Ikatan Akhli Ketenagalistrikan Indonesia). Untuk industrial training, Pak Cecep telah mengajar lebih dari 150 in-house maupun public training di antaranya: Indonesia Power, PLTA Saguling, Freeport-Papua, Chevron Oil/Gas, Chevron Geothermal, Premier Oil, Pupuk Sriwijaya, Pupuk Kujang, Badak LNG, dan lain-lain.
BOILER (Pengoperasian Burner System: Coal, Main Oil Gun, Tiny Oil Gun)
API 580 Risk Based Inspection
API 580 – Risk Based Inspection and Maintenance, Repair Background Dalam industri proses berisiko tinggi, kegagalan peralatan seperti pressure vessel, piping, heat exchanger, dan storage tank dapat menimbulkan dampak serius terhadap keselamatan, lingkungan, dan kontinuitas operasi. Pendekatan inspeksi konvensional berbasis waktu (time-based inspection) sering kali tidak efektif dan kurang optimal dari sisi biaya dan risiko….
Rp 7.950.000
Pengambilan Contoh Uji Air (PCUA)
BACKGROUND: Training & Sertifikasi BNSP: Pengambilan Contoh Uji Air (PCUA) Pengambilan Contoh Uji Air (PCUA) adalah pekerjaan yang tidak mudah untuk dilakukan, hal ini disebabkan karena polutan dari air memiliki karakteristik yang sangat mudah berubah. Hal ini dapat dipengaruhi oleh situasi dan kondisi sekitarnya, seperti jumlah polutan yang terkandung, sifat kimia/biologi maupun fisika, dan intervensi…
Rp 8.950.000
Operation Readiness, Hand Over & Assurance
BACKGROUND: Oil and gas facilities are among the most complex in the industry. Typically, these facilities are built by world-class EPC (Engineering, Procurement, and Construction) companies through subcontracting agreements. As a result, they must adhere to strict completion schedules. Consequently, effective collaboration among the Project, Commissioning, Operation Assurance, and Operation & Maintenance teams is essential….
Rp 7.950.000
Wells Performance & Surveillance
BACKGROUND: Effective monitoring and surveillance of well performance are critical to optimizing production, identifying operational inefficiencies, and maintaining the integrity of wells over time. Wells Performance & Surveillance is a comprehensive approach that involves the collection, analysis, and interpretation of data from wells to improve performance and decision-making. This training provides participants with the knowledge…
Rp 13.950.000
13%
Variable Speed Drive
DESKRIPSI: Metode konvensional Throttling Valve (Pencekik Katup) yang diterapkan dalam sistem motor-pompa dengan beban berubah akan mengakibatkan pemborosan konsumsi energi listrik. Variable Speed Drive (VSD) adalah sebuah solusi untuk penghematan energi listrik berbasis teknologi elektronika daya. Keuntungan lain penggunaan VSD adalah dapat meningkatkan fleksibilitas produksi, meningkatkan umur komponen mekanik dan dapat mengatasi permasalahan Motor starting & Motor…
Rp 6.950.000 Rp 7.950.000
Spare Parts Management
Background Spare parts merupakan elemen kritis dalam mendukung keandalan operasi, efektivitas pemeliharaan, dan ketersediaan aset di industri manufaktur, migas, pembangkit, dan petrokimia. Pengelolaan spare parts yang tidak optimal dapat menyebabkan downtime tinggi, pembengkakan biaya inventori, serta risiko kekurangan material kritis. Melalui sistem Spare Parts Management yang terencana dan terintegrasi, perusahaan dapat memastikan ketersediaan suku cadang…
Rp 7.950.000
>