- Selamat datang di website PT Fiqry Jaya Manunggal. Semoga anda senantiasa sehat afiat. Kami siap melayani anda
Teknik dan Metode Penyususan HPS/OE, Untuk Pengadaan Barang & Jasa serta Project Management
Rp 7.950.000| Stok | Tersedia |
| Kategori | 100+ Pelatihan Engineering & Migas Profesional 2026 | Sertifikat Resmi, Manajemen, Project, Suply Chain |
20 - 22 Mei 2026, Bandung
19 - 21 Oktober 2026, Bandung
Instruktur: Ir. Asep Saefulbachri Ramli, MBA., MM., IPU
Teknik dan Metode Penyususan HPS/OE, Untuk Pengadaan Barang & Jasa serta Project Management
BACKGROUND:
Harga Perkiraan Sendiri (HPS) atau Owner Estimate (OE) adalah sebuah acuan penting dalam proses pengadaan barang, jasa, maupun proyek. HPS/OE disusun melalui analisis profesional dan disahkan oleh pihak berwenang untuk menjadi dasar dalam menilai kewajaran harga penawaran. Karena itu Teknik Pembuatan HPS/ OE dapat memastikan harga yang ditetapkan oleh penyedia sesuai dengan standar yang wajar, dapat dipertanggungjawabkan, serta sejalan dengan ketentuan kontrak. Dengan kata lain, kemampuan menyusun HPS/OE yang akurat sangat menentukan keberhasilan manajemen pengadaan (purchasing management) di sebuah organisasi.
Di era persaingan yang semakin ketat, keahlian dalam menyusun HPS/OE tidak hanya bermanfaat untuk efisiensi biaya, tetapi juga untuk menjaga transparansi, akuntabilitas, dan kualitas hasil pengadaan. HPS/OE dibutuhkan baik dalam pengadaan yang menggunakan anggaran operasional (Opex) maupun investasi jangka panjang (Capex). Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam mengenai teknik dan metode penyusunan HPS/OE menjadi kompetensi yang wajib dimiliki oleh para profesional di bidang procurement, proyek manajemen, maupun pimpinan manajemen.
OBJECTIVES:
Setelah mengikuti training ini, peserta diharapkan mampu:
- Memahami proses pengadaan barang dan jasa, termasuk tujuan, parameter, serta perbedaan antara metode tradisional dan modern.
- Menjelaskan fungsi, peran, dan pentingnya HPS/OE dalam berbagai pola pengadaan barang, jasa, maupun proyek
- Menguasai teknik penyusunan HPS/OE untuk pengadaan berbasis Opex maupun Capex dengan menggunakan berbagai pendekatan (harga pasar, data kontrak sebelumnya, engineering estimation, Delphi method, dll.).
- Melakukan perhitungan harga satuan, cost of goods manufactured, dan cost of goods sold secara tepat, termasuk penerapan metode Activity-Based Costing (ABC).
- Menggunakan analisis titik pulang pokok (break-even point analysis) sebagai dasar dalam penetapan estimasi biaya.
- Menyusun OE untuk proyek fisik maupun non-fisik, termasuk estimasi biaya aktivitas proyek dan penentuan project cash budget
- Menerapkan konsep Total Cost of Ownership (TCO) dan time value of money dalam pengadaan aktiva tetap berbasis Capex.
- Menghitung serta mengevaluasi OE untuk pengadaan jasa sesuai regulasi BUMN maupun lembaga pemerintah.
Recommended Participants
• Procurement Director/ Manager/ Senior Buyers/ Staff Dan semua posisi yang erat hubungannya dengan kegiatan Purchasing Management dan penentuan Owner Estimate
• Distribution Manager/ Logistics/ Material Manager/ Warehousing Manager
• Project manager/staff
• Supplier Operation Manager
• Production Manager
• Price Analyst
• Manufacturer
• Exporter/ Importer
Course Outline
1. Proses Pengadaan Barang dan jasa
- Objektif pengadaan.
- Parameter pengadaan barang dan jasa.
- Proses pengadaan tradisional dan proses pengadaan masa kini.
- Pentingnya aspek Quality, Cost dan Delivery dalam proses pengadaan.
2. Peran Owners Estimate dalam Proses Pengadaan Barang dan Jasa.
- Pengertian Owners Estimate
- Fungsi Owners Estimate.
- Peran Owners Estimate dalam berbagai pola pengadaan.
- Diskusi dan studi kasus.
3. Teknik Penyusunan Owners Estimate untuk pengadaan dengan anggaran Opex.
- Harga pasar.
- Data Kontrak masa lalu.
- Perhitungan harga satuan dan Cost of goods Sold.
- Price list dari pabrikan.
- Engineering Estimation.
- Delphi Method
- Referensi harga yang lain.
- Formulasi HPS/OE.
4. Perhitungan Harga Satuan dan Cost of Goods Sold.
- Komponen-komponen biaya .
- Perhitungan Cost of Goods Manufactured.
- Perhitungan Cost of Goods Sold.
5. Analisis Titik Pulang Pokok (Break event Point Analysis).
- Apa yang dimaksud dengan fixed cost.
- Apa yang dimaksud dengan variable cost.
- Perhitungan Break event Point dengan menggunakan teknik grafis.
- Perhitungan Break event point dengan menggunakan teknik contribution margin.
- Latihan dan diskusi.
6. Perhitungan Harga Satuan dan Cost of Goods Sold dengan Activity-Based Costing (ABC).
- Perbedaan antara metoda Activity-Based Costing dan Traditional Costing.
- Bagaimana cara menggunakan ABC untuk Purchasing Management
- Reduksi biaya dengan menggunakan ABC.
- Teknik pengumpulan data.
- Penggunaan software untuk perhitungan harga satuan dengan menggunakan metoda ABC.
7. Perhitungan OE Proyek fisik dan proyek non fisik.
- Memahami Manajemen Proyek
- Network Planning.
- Menerjemahkan network planning menjadi bar chart.
- Estimasi biaya setiap aktivitas proyek.
- Penentuan Project Cash Budget.
8. Perhitungan OE untuk pengadaan jasa.
- Perbedaan barang dan jasa.
- Ketentuan pengadaan jasa bagi BUMN dan lembaga pemerintah.
- Aplikasi traditional cost accounting dan Activity-Based Costing untuk perhitungan OE pengadaan jasa.
9. Konsep TCO (Total Cost of Ownership) untuk pengadaan aktiva tetap dengan anggaran Capex.
- Apa yang dimaksud dengan TCO.
- Time value of money.
- Menghitung TCO dengan Net Present Value (NPV).
- Latihan perhitungan TCO.
10. Studi Kasus TCO
- Memilih Mesin Merk A atau Merk B
- Repair atau Replace
- Purchase atau Leasing
- Menghitung tarif Leasing kendaraan Bermotor
11. Diskusi dan studi kasus HPS.
About The Course Leader
Ir. Asep Saefulbachri Ramli, MBA., MM., IPU
Teknik dan Metode Penyususan HPS/OE, Untuk Pengadaan Barang & Jasa serta Project Management
Reserves and Resources Evaluation
BACKGROUND: Understanding and calculating oil & gas reserves is a vital part of reserves and resources evaluation. Moreover, it is essential for asset management, investment decisions, and ensuring regulatory compliance. Therefore, this training provides a clear overview of reserves and resources definitions using SPE PRMS guidelines. In addition, it covers U.S. SEC regulations and Indonesian…
Rp 10.950.000
Transformer Maintenance & Operation
DESKRIPSI: Electric Transformer merupakan salah satu peralatan yang penting dalam industri. Apabila terjadi kerusakan maka akan menimbulkan dampak berkepanjangan dalam sebuah proses industri. Oleh karena itu diperlukan maintenance (perawatan) yang tepat dan berkala agar Electric Transformer tersebut bekerja dengan baik. Melalui pelatihan ini, peserta akan mempelajari tentang prosedur perawatan Trafo yang aman dan tepat. Pelatihan…
Rp 7.950.000
Lock Out Tag Out (LOTO)
BACKGROUND: Tag Out & Lock Out (LOTO) adalah prosedur keselamatan kerja yang bertujuan untuk melindungi pekerja dari potensi bahaya akibat pelepasan energi yang tidak terduga saat melakukan perawatan atau perbaikan peralatan. LOTO tidak hanya berlaku untuk tim Electrical, tetapi juga penting bagi tim Production, Operation, Maintenance, dan Instrument, karena setiap sistem dalam industri Oil &…
Rp 7.950.000
Manajemen Aset Berbasis ICT
Background Kompleksitas aset pada industri migas, pembangkit, dan petrokimia menuntut pengelolaan yang terintegrasi, real-time, dan berbasis data. Pemanfaatan Information & Communication Technology (ICT) menjadi enabler utama dalam meningkatkan keandalan aset, efisiensi biaya, keselamatan operasi, serta kepatuhan regulasi. Melalui sistem digital seperti CMMS, EAM, IoT, condition monitoring, data analytics, dan dashboard kinerja, organisasi dapat beralih dari…
Rp 7.950.000
Wells Stimulation
BACKGROUND Often in today’s dynamic oil and gas industry, not enough attention is paid to the details of wells stimulation treatments. This can result in poor and/or less than optimum results. Production and Reservoir Engineers involved in the planning, execution, evaluation & monitor well performance. They need to know more about well stimulation so can…
Rp 9.950.000
Spare Parts Management
BACKGROUND: Spare parts management yang baik ibarat kelengkapan logistic dalam suatu pertempuran. Tahukah berapa kerugian yang diakibatkan karena kerusakan mesin atau peralatan yang tak terduga saat proses produksi berlangsung? Kemudian bagaimana jika proses perbaikan yang dilakukan terganggu karena ketiadaan spare part? Tidak hanya kerugiaan akibat loss production yang dapat dihitung, mungkin kerugian yang tak dapat…
Rp 7.950.000
>