• Selamat datang di website PT Fiqry Jaya Manunggal. Semoga anda senantiasa sehat afiat. Kami siap melayani anda
Beranda » Blog » Business Continuity Management – 2

Business Continuity Management – 2

Diposting pada 10 February 2025 oleh Teguh Imam Santoso / Dilihat: 568 kali / Kategori: , ,

Tentunya kita pernah mendengan tentang BCM. Ya, Business Continuity Management – 2 adalah pendekatan sistematis yang digunakan perusahaan dan pemerintahan untuk mengidentifikasi risiko, mempersiapkan tanggapan darurat, serta menjaga kelangsungan operasional dalam menghadapi gangguan. Namun, banyak insiden besar terjadi akibat kelalaian dalam menerapkan konsep ini. Berikut beberapa contoh nyata dari berbagai negara yang menunjukkan bagaimana pengabaian BCM dapat berujung pada bencana besar. Umumnya stakeholder BCM adalah Manajemen, IT, SHE Department

1.Kebakaran Pabrik Kimia, Indonesia (2021)

Salah satu contoh nyata di Indonesia adalah kebakaran besar yang terjadi di Kawasan Cengkareng pada tahun 2021. Insiden ini mengakibatkan kerugian miliaran rupiah serta menghambat distribusi produk dari pabrik-pabrik yang terdampak. Dari berita yang ada, kebakaran terjadi kare konsleting Listrik. Disinyalir bahwa perusahaan tidak memiliki sistem pemadam kebakaran yang memadai dan tidak ada rencana kesinambungan bisnis yang efektif untuk menangani bencana semacam ini. Diberitakan bahwa belasan orang meninggal dalam kebakaran ini.

2. Runtuhnya Gedung Rana Plaza, Bangladesh (2013)

Kasus ini adalah salah satu tragedi terbesar dalam sejarah industri tekstil. Gedung Rana Plaza di Bangladesh runtuh dan menewaskan lebih dari 1.100 pekerja. Manajemen mengabaikan laporan retakan pada struktur bangunan sebelum kejadian. Tidak adanya perencanaan BCM menyebabkan ribuan pekerja tetap diwajibkan bekerja di dalam gedung yang tidak aman. Akibatnya, banyak korban jiwa berjatuhan.

3. Gangguan Sistem IT di British Airways (2017 & 2019)

British Airways mengalami dua kali gangguan besar dalam sistem IT mereka, pertama pada Mei 2017 dan kemudian lagi pada Agustus 2019. Insiden pada 2017 menyebabkan pembatalan lebih dari 400 penerbangan dan mengganggu perjalanan 75.000 penumpang. Penyebab utama adalah kegagalan pemeliharaan sistem dan kurangnya strategi BCM yang matang.

Pada 2019, British Airways kembali mengalami gangguan pada sistem check-in dan boarding. Ribuan penumpang mengalami penundaan dan ketidaknyamanan. Insiden berulang ini menunjukkan lemahnya manajemen kontinuitas bisnis mereka. Seharusnya, mereka dapat mencegah atau mengurangi dampak kegagalan teknologi ini.

4. Pemadaman Listrik Massal di Jakarta (2019)

Pada 2019, Jakarta mengalami pemadaman listrik besar-besaran selama lebih dari 8 jam. Dampaknya meluas ke sektor transportasi, bisnis, dan layanan publik. PLN tidak memiliki mekanisme mitigasi yang efektif untuk mencegah gangguan pada sistem transmisi utama. Akibatnya, ekonomi mengalami kerugian besar.

5. Ledakan Pabrik Kimia di Tianjin, China (2015)

Ledakan besar terjadi di gudang bahan kimia di Tianjin, China. Lebih dari 170 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka. Investigasi menunjukkan bahwa perusahaan tidak memiliki perencanaan BCM yang memadai untuk menangani risiko penyimpanan zat berbahaya. Kurangnya pengawasan pemerintah memperburuk situasi karena standar keamanan tidak dipatuhi.

Kesimpulan Dari berbagai contoh di atas, kelalaian dalam menerapkan BCM dapat berujung pada bencana besar. Dampaknya bisa berupa kehilangan nyawa, kerugian finansial, dan gangguan sosial. Perusahaan dan instansi pemerintahan perlu memahami pentingnya BCM dan menerapkannya secara serius.

Oleh karena itu, Manajemen perusahaan harus memahami dan sebaiknya membuat perencanaan BCM yang baik, dampak insiden dapat diminimalkan. Operasional bisnis bisa segera dipulihkan. Kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan atau pemerintah juga tetap terjaga.

Baca sebelumnya: Business Continuity Management – 1

 

Business Continuity Management – 2

Komentar

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman ini.

Problem Solving & Decision Making

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

Dalam kehidupan professional official maupun pribadi, problem solving & decision making adalah bagian yang tak terpisahkan dari setiap langkah yang diambil. Baik itu keputusan strategis di tingkat manajemen maupun keputusan operasional sehari-hari, kemampuan untuk memilih opsi terbaik dari berbagai alternatif merupakan ketrampilan yang menentukan arah dan hasil dari suatu tindakan. Decision making bukan hanya soal…

Selengkapnya
20 Apr

Pelatihan: In-house atau Outsource

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

Pelatihan: In-house vs Outsource โ€“ Mana yang Lebih Efektif untuk Perusahaan Anda? Dalam dunia kerja yang semakin kompetitif, pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas utama bagi banyak perusahaan. Salah satu cara efektif untuk meningkatkan kompetensi karyawan adalah melalui program pelatihan. Namun, muncul pertanyaan penting yang sering kali dihadapi manajemen: apakah pelatihan sebaiknya dilakukan secara…

Selengkapnya
11 Jul

Digitalisasi Supply Chain

Diposting oleh admin

Digitalisasi Supply Chain: Kunci Efisiensi dan Ketahanan Rantai Pasok Modern Dalam menghadapi era industri 4.0 dan ketidakpastian global yang semakin kompleks, banyak perusahaan kini mulai beralih ke digitalisasi supply chain. Transformasi ini bukan hanya tentang mengadopsi teknologi terbaru, tetapi juga tentang mengintegrasikan seluruh proses rantai pasok secara end-to-end guna menciptakan aliran informasi yang akurat, transparan,…

Selengkapnya
26 Jul

Sustainability dalam Supply Chain

Diposting oleh admin

🌍 Sustainability dalam Supply Chain | PT Fiqry Jaya Manunggal Company Name: PT Fiqry Jaya Manunggal | PIC: Pak Deden | Alamat: Jl. Kalibata Tengah No. 35C Jakarta Selatan 12740 | Telepon: 08128009245 Bayangkan bisnis Anda bukan hanya menghasilkan profit, tetapi juga menciptakan high converting impact yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan mampu memenangkan hati konsumen…

Selengkapnya
4 Nov

UI vs. UX: Apa Bedanya dan Mengapa Keduanya Penting?

Diposting oleh admin

UI vs. UX: Apa Bedanya? Dalam dunia desain digital, memahami perbedaan antara UI (User Interface) dan UX (User Experience) sangat penting. UI vs. UX sering disalahartikan sebagai hal yang sama, padahal keduanya memiliki peran yang berbeda namun saling melengkapi. UI berkaitan dengan tampilan visual produk, sementara UX berfokus pada keseluruhan pengalaman pengguna saat berinteraksi dengan…

Selengkapnya
24 Sep

Manfaat Sistem Pendukung Keputusan dalam Meningkatkan Efisiensi Bisnis

Diposting oleh admin

Sistem Pendukung Keputusan (SPK) memainkan peran penting dalam meningkatkan efisiensi bisnis. SPK membantu perusahaan dalam membuat keputusan yang lebih cepat dan berdasarkan data yang akurat. Dengan mengotomatiskan analisis data, SPK mempercepat proses pengambilan keputusan dan mengurangi waktu yang dihabiskan untuk analisis manual. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk merespons perubahan pasar dengan lebih cepat dan mempertahankan…

Selengkapnya
20 Sep

Precision Machinery Shaft Coupling Alignment

BACKGROUND: Precision alignment is the process of accurately positioning the shafts of rotating equipment, such as pumps, compressors, and turbines, to ensure they are aligned within specified tolerances. This minimizes vibration, reduces wear on components, and enhances the performance, reliability, and lifespan of the machinery. In rotating equipment, vibrations often result in severe problems and…

Rp 9.500.000
Tersedia

Supervisi Pekerjaan Coal & Ash Handling

BACKGROUND: Pelatihan Supervisi Pekerjaan Coal & Ash Handling dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam pengawasan pekerjaan terkait pengoperasian, pemeliharaan, dan troubleshooting sistem coal dan ash handling di pembangkit listrik. Fokus pelatihan mencakup pengawasan yang sesuai dengan standar perusahaan untuk memastikan kinerja peralatan yang optimal dan pengendalian risiko operasional. OBJECTIVES: Mengawasi prosedur operasi, pemeliharaan, dan…

Rp 7.950.000
Tersedia

Integrity Chemical Treatment and Selection

Background: Dalam industri migas, Integrity Chemical Treatment & Management menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan operasi, efisiensi produksi, dan keselamatan kerja. Salah satu aspek penting dalam pengelolaan integritas aset adalah pemilihan dan penggunaan chemical treatment. Treatment iniย  tepat untuk mengatasi berbagai tantangan seperti emulsi, wax, scale, korosi, dan pembentukan hydrate. Ketepatan dalam diagnosis dan penanganan…

Rp 7.950.000
Tersedia

Technical Projects Documents Management

BACKGROUND: Every good project produces documentation that is well organized and easy to find. Return when information is needed to proceed to the next project phase or operation/maintenance process. It can be done manually although using software is much better. Nevertheless, it is very important that it shall exist & well managed   OBJECTIVES: This…

Rp 7.950.000
Tersedia

Condition Based Maintenance

BACKGROUND: Dalam operasional industri modern, pemeliharaan berbasis kondisi atau Condition Based Management System (CBMS) menjadi pendekatan yang semakin relevan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan aset. CBMS memanfaatkan data real-time dari kondisi aset untuk merencanakan tindakan pemeliharaan yang tepat waktu dan sesuai kebutuhan. Dengan demikian, organisasi dapat mengurangi downtime, meminimalkan biaya pemeliharaan yang tidak perlu,…

Rp 7.950.000
Tersedia

Rotating Equipment & Machineries

BACKGROUND: Rotating equipment & machineries, or turbomachinery, involves a component that transfers energy between working fluids and the machine. This transfer can occur from the rotor to the fluid, making it a pump or a fan, or from the fluid to the rotor, making it a turbine. Examples of such machinery include fans, pumps, compressors,…

*Harga Hubungi CS
Tersedia

Business Continuity Management – 2

Chat with us on WhatsApp
Chat with Us