- Selamat datang di website PT Fiqry Jaya Manunggal. Semoga anda senantiasa sehat afiat. Kami siap melayani anda
Business Continuity Management – 2
Tentunya kita pernah mendengan tentang BCM. Ya, Business Continuity Management – 2 adalah pendekatan sistematis yang digunakan perusahaan dan pemerintahan untuk mengidentifikasi risiko, mempersiapkan tanggapan darurat, serta menjaga kelangsungan operasional dalam menghadapi gangguan. Namun, banyak insiden besar terjadi akibat kelalaian dalam menerapkan konsep ini. Berikut beberapa contoh nyata dari berbagai negara yang menunjukkan bagaimana pengabaian BCM dapat berujung pada bencana besar. Umumnya stakeholder BCM adalah Manajemen, IT, SHE Department
1.Kebakaran Pabrik Kimia, Indonesia (2021)
Salah satu contoh nyata di Indonesia adalah kebakaran besar yang terjadi di Kawasan Cengkareng pada tahun 2021. Insiden ini mengakibatkan kerugian miliaran rupiah serta menghambat distribusi produk dari pabrik-pabrik yang terdampak. Dari berita yang ada, kebakaran terjadi kare konsleting Listrik. Disinyalir bahwa perusahaan tidak memiliki sistem pemadam kebakaran yang memadai dan tidak ada rencana kesinambungan bisnis yang efektif untuk menangani bencana semacam ini. Diberitakan bahwa belasan orang meninggal dalam kebakaran ini.
2. Runtuhnya Gedung Rana Plaza, Bangladesh (2013)
Kasus ini adalah salah satu tragedi terbesar dalam sejarah industri tekstil. Gedung Rana Plaza di Bangladesh runtuh dan menewaskan lebih dari 1.100 pekerja. Manajemen mengabaikan laporan retakan pada struktur bangunan sebelum kejadian. Tidak adanya perencanaan BCM menyebabkan ribuan pekerja tetap diwajibkan bekerja di dalam gedung yang tidak aman. Akibatnya, banyak korban jiwa berjatuhan.
3. Gangguan Sistem IT di British Airways (2017 & 2019)
British Airways mengalami dua kali gangguan besar dalam sistem IT mereka, pertama pada Mei 2017 dan kemudian lagi pada Agustus 2019. Insiden pada 2017 menyebabkan pembatalan lebih dari 400 penerbangan dan mengganggu perjalanan 75.000 penumpang. Penyebab utama adalah kegagalan pemeliharaan sistem dan kurangnya strategi BCM yang matang.
Pada 2019, British Airways kembali mengalami gangguan pada sistem check-in dan boarding. Ribuan penumpang mengalami penundaan dan ketidaknyamanan. Insiden berulang ini menunjukkan lemahnya manajemen kontinuitas bisnis mereka. Seharusnya, mereka dapat mencegah atau mengurangi dampak kegagalan teknologi ini.
4. Pemadaman Listrik Massal di Jakarta (2019)
Pada 2019, Jakarta mengalami pemadaman listrik besar-besaran selama lebih dari 8 jam. Dampaknya meluas ke sektor transportasi, bisnis, dan layanan publik. PLN tidak memiliki mekanisme mitigasi yang efektif untuk mencegah gangguan pada sistem transmisi utama. Akibatnya, ekonomi mengalami kerugian besar.
5. Ledakan Pabrik Kimia di Tianjin, China (2015)
Ledakan besar terjadi di gudang bahan kimia di Tianjin, China. Lebih dari 170 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka. Investigasi menunjukkan bahwa perusahaan tidak memiliki perencanaan BCM yang memadai untuk menangani risiko penyimpanan zat berbahaya. Kurangnya pengawasan pemerintah memperburuk situasi karena standar keamanan tidak dipatuhi.
Kesimpulan Dari berbagai contoh di atas, kelalaian dalam menerapkan BCM dapat berujung pada bencana besar. Dampaknya bisa berupa kehilangan nyawa, kerugian finansial, dan gangguan sosial. Perusahaan dan instansi pemerintahan perlu memahami pentingnya BCM dan menerapkannya secara serius.
Oleh karena itu, Manajemen perusahaan harus memahami dan sebaiknya membuat perencanaan BCM yang baik, dampak insiden dapat diminimalkan. Operasional bisnis bisa segera dipulihkan. Kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan atau pemerintah juga tetap terjaga.
Baca sebelumnya: Business Continuity Management – 1
Business Continuity Management – 2
Critical Equipment Maintenance
Diposting oleh adminCritical Equipment: Cara Menentukan dan Mengelolanya Dalam dunia maintenance dan manajemen aset, tidak semua peralatan memiliki tingkat kepentingan yang sama. Beberapa peralatan memiliki dampak yang sangat besar terhadap keselamatan, kontinuitas operasi, kualitas produk, dan biaya. Peralatan inilah yang dikenal sebagai critical equipment. Menentukan dan mengelola critical equipment secara tepat merupakan fondasi dari sistem maintenance yang…
SelengkapnyaStandard Operating Procedure (SOP): Fondasi Efisiensi
Diposting oleh Dudus KudusPendahuluan: Memahami Fondasi Efisiensi dengan SOP Dalam dunia bisnis dan operasional modern yang bergerak cepat, mencapai efisiensi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan. Setiap organisasi, terlepas dari ukuran atau industrinya, selalu mencari cara untuk menyederhanakan proses, mengurangi kesalahan, dan meningkatkan produktivitas. Di sinilah peran Standard Operating Procedure (SOP) menjadi sangat krusial. Bagi sebagian pemula,…
SelengkapnyaSelf-Talk Positif
Diposting oleh adminPernahkah kamu merasa ada seseorang yang berbisik di telinga? Atau merasakan feeling yang sangat kuat untuk melakukan sesuatu, atau secara reflek bergerak. Dan ternyata hal itu telah menimbulkan dampak positif. Mungkin itu adalah Self-Talk positif yang timbul karena sering berdialog dengan batin kita sendiri untuk kinerja dan kesehatan mental dalam kehidupan. Seolah kita mempunyai teman…
SelengkapnyaCritical Path Method dalam Project Scheduling
Diposting oleh adminCritical Path Method (CPM) dalam Project Scheduling Dalam dunia manajemen proyek, keberhasilan suatu proyek sangat bergantung pada perencanaan waktu yang tepat. Salah satu teknik yang banyak digunakan dalam penjadwalan proyek adalah Critical Path Method (CPM) atau Metode Jalur Kritis. CPM membantu para manajer proyek dalam mengidentifikasi aktivitas-aktivitas penting yang menentukan durasi total proyek. Dengan memahami…
SelengkapnyaPengembangan Kompetensi : Konsep, Strategi dan Efek
Diposting oleh adminPengembangan Kompetensi di Tempat Kerja: Konsep, Strategi, dan Efek Pendahuluan Meskipun terdapat harapan besar dan banyaknya sumber daya yang diinvestasikan dalam peningkatan kemampuan di tempat kerja, masih terdapat kekurangan dalam penelitian empiris mengenai hal ini. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk menyajikan tinjauan tentang strategi pengembangan kompetensi dalam organisasi, prasyarat, dan efek yang dihasilkan….
SelengkapnyaRisiko dalam Supply Chain
Diposting oleh adminRisiko dalam Supply Chain: Tantangan dan Cara Mengelolanya Rantai pasok (supply chain) merupakan sistem yang kompleks, melibatkan pemasok, produsen, distributor, hingga pelanggan akhir. Kompleksitas ini membuat supply chain rentan terhadap berbagai risiko yang dapat mengganggu kelancaran aliran barang, informasi, maupun keuangan. Dalam era globalisasi dan ketidakpastian pasar saat ini, memahami risiko supply chain dan cara…
Selengkapnya
>
Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman ini.