• Selamat datang di website PT Fiqry Jaya Manunggal. Semoga anda senantiasa sehat afiat. Kami siap melayani anda
Beranda » Blog » Business Continuity Management – 2

Business Continuity Management – 2

Diposting pada 10 February 2025 oleh Teguh Imam Santoso / Dilihat: 518 kali / Kategori: , ,

Tentunya kita pernah mendengan tentang BCM. Ya, Business Continuity Management – 2 adalah pendekatan sistematis yang digunakan perusahaan dan pemerintahan untuk mengidentifikasi risiko, mempersiapkan tanggapan darurat, serta menjaga kelangsungan operasional dalam menghadapi gangguan. Namun, banyak insiden besar terjadi akibat kelalaian dalam menerapkan konsep ini. Berikut beberapa contoh nyata dari berbagai negara yang menunjukkan bagaimana pengabaian BCM dapat berujung pada bencana besar. Umumnya stakeholder BCM adalah Manajemen, IT, SHE Department

1.Kebakaran Pabrik Kimia, Indonesia (2021)

Salah satu contoh nyata di Indonesia adalah kebakaran besar yang terjadi di Kawasan Cengkareng pada tahun 2021. Insiden ini mengakibatkan kerugian miliaran rupiah serta menghambat distribusi produk dari pabrik-pabrik yang terdampak. Dari berita yang ada, kebakaran terjadi kare konsleting Listrik. Disinyalir bahwa perusahaan tidak memiliki sistem pemadam kebakaran yang memadai dan tidak ada rencana kesinambungan bisnis yang efektif untuk menangani bencana semacam ini. Diberitakan bahwa belasan orang meninggal dalam kebakaran ini.

2. Runtuhnya Gedung Rana Plaza, Bangladesh (2013)

Kasus ini adalah salah satu tragedi terbesar dalam sejarah industri tekstil. Gedung Rana Plaza di Bangladesh runtuh dan menewaskan lebih dari 1.100 pekerja. Manajemen mengabaikan laporan retakan pada struktur bangunan sebelum kejadian. Tidak adanya perencanaan BCM menyebabkan ribuan pekerja tetap diwajibkan bekerja di dalam gedung yang tidak aman. Akibatnya, banyak korban jiwa berjatuhan.

3. Gangguan Sistem IT di British Airways (2017 & 2019)

British Airways mengalami dua kali gangguan besar dalam sistem IT mereka, pertama pada Mei 2017 dan kemudian lagi pada Agustus 2019. Insiden pada 2017 menyebabkan pembatalan lebih dari 400 penerbangan dan mengganggu perjalanan 75.000 penumpang. Penyebab utama adalah kegagalan pemeliharaan sistem dan kurangnya strategi BCM yang matang.

Pada 2019, British Airways kembali mengalami gangguan pada sistem check-in dan boarding. Ribuan penumpang mengalami penundaan dan ketidaknyamanan. Insiden berulang ini menunjukkan lemahnya manajemen kontinuitas bisnis mereka. Seharusnya, mereka dapat mencegah atau mengurangi dampak kegagalan teknologi ini.

4. Pemadaman Listrik Massal di Jakarta (2019)

Pada 2019, Jakarta mengalami pemadaman listrik besar-besaran selama lebih dari 8 jam. Dampaknya meluas ke sektor transportasi, bisnis, dan layanan publik. PLN tidak memiliki mekanisme mitigasi yang efektif untuk mencegah gangguan pada sistem transmisi utama. Akibatnya, ekonomi mengalami kerugian besar.

5. Ledakan Pabrik Kimia di Tianjin, China (2015)

Ledakan besar terjadi di gudang bahan kimia di Tianjin, China. Lebih dari 170 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka. Investigasi menunjukkan bahwa perusahaan tidak memiliki perencanaan BCM yang memadai untuk menangani risiko penyimpanan zat berbahaya. Kurangnya pengawasan pemerintah memperburuk situasi karena standar keamanan tidak dipatuhi.

Kesimpulan Dari berbagai contoh di atas, kelalaian dalam menerapkan BCM dapat berujung pada bencana besar. Dampaknya bisa berupa kehilangan nyawa, kerugian finansial, dan gangguan sosial. Perusahaan dan instansi pemerintahan perlu memahami pentingnya BCM dan menerapkannya secara serius.

Oleh karena itu, Manajemen perusahaan harus memahami dan sebaiknya membuat perencanaan BCM yang baik, dampak insiden dapat diminimalkan. Operasional bisnis bisa segera dipulihkan. Kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan atau pemerintah juga tetap terjaga.

Baca sebelumnya: Business Continuity Management – 1

 

Business Continuity Management – 2

Komentar

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman ini.

Analisis & Strategi Cerdas Meningkatkan Efisiensi Termal Boiler Industri (Panduan Lengkap)

Diposting oleh admin

Analisis dan Peningkatan Efisiensi Termal pada Boiler Industri Efisiensi termal pada boiler industri merupakan salah satu parameter paling penting dalam operasional fasilitas energi dan proses. Tingkat efisiensi yang tinggi tidak hanya menurunkan biaya produksi, tetapi juga menekan penggunaan bahan bakar serta mengurangi jejak karbon. Artikel ini membahas secara mendalam bagaimana analisis dan peningkatan efisiensi termal…

Selengkapnya
6 Dec

ISO 45001 di Industri Energi

Diposting oleh admin

ISO 45001 di Industri Energi: Membangun Budaya K3 yang Berkelanjutan Industri energi merupakan sektor dengan tingkat risiko tinggi, baik dalam hal keselamatan kerja maupun kesehatan pekerja. Operasional yang melibatkan tekanan tinggi, bahan berbahaya, hingga pekerjaan di ketinggian membuat penerapan sistem manajemen keselamatan menjadi hal yang mutlak. Salah satu standar internasional yang menjadi acuan global dalam…

Selengkapnya
30 Oct

Membuat Desain UI/UX yang Efektif

Diposting oleh admin

Desain UI/UX yang Efektif Membuat desain UI/UX yang efektif melibatkan berbagai langkah strategis yang dapat meningkatkan pengalaman pengguna. Berikut adalah beberapa poin kunci yang perlu diperhatikan: Riset Pengguna yang Mendalam Memahami audiens target adalah langkah pertama. Lakukan survei, wawancara, dan analisis perilaku untuk menggali kebutuhan, keinginan, dan masalah pengguna. Data ini akan menjadi dasar bagi…

Selengkapnya
27 Sep

PLTU Cold Hot Start

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

Dalam sistem pembangkitan listrik tenaga uap, proses awal pengoperasian pembangkit — atau biasa disebut start-up — menjadi tahap krusial yang menentukan efisiensi, keandalan, dan umur teknis dari sistem secara keseluruhan. PLTU Cold, Hot Start atau Warm Start tidak hanya sekadar “menyalakan” pembangkit, tetapi melibatkan proses bertahap dan penuh kehati-hatian untuk menaikkan tekanan dan suhu secara…

Selengkapnya
22 Jul

Analisis Bottleneck Produksi

Diposting oleh admin

Analisis Bottleneck Produksi adalah pendekatan sistematis untuk mengidentifikasi titik paling lambat atau paling terbatas dalam suatu proses produksi yang membatasi keseluruhan kinerja sistem. Dalam dunia industri, tidak peduli seberapa canggih teknologi yang digunakan, hampir selalu ada bagian dari proses yang menjadi “leher botol” atau hambatan utama. Tanpa analisis yang tepat, bottleneck ini dapat menyebabkan keterlambatan,…

Selengkapnya
4 Feb

Drilling Optimization & Technology

Diposting oleh admin

Dalam industri pengeboran modern, keberhasilan tidak lagi hanya diukur dari kemampuan mencapai target kedalaman (Total Depth / TD), tetapi dari seberapa efisien, aman, dan ekonomis proses tersebut dilakukan. Biaya drilling bisa mencapai 30–50% dari total biaya pengembangan lapangan, sehingga setiap peningkatan efisiensi—even kecil—dapat memberikan dampak finansial yang signifikan. Di sinilah peran drilling optimization & technology…

Selengkapnya
11 May

Technical Project Documentation Management

BACKGROUND: Every good project produces documentation that is well organized and easy to find. Return when information is needed to proceed to the next project phase or operation/maintenance process. It can be done manually although using software is much better. Nevertheless, it is very important that it shall exist & well managed   OBJECTIVES: This…

Rp 5.500.000
Tersedia

Cathodic Protection, Theory & Practice

BACKGROUND: Successful application and performance of Cathodic Protection (CP) System requires specialized manpower, equipment and recourses. Education is required for understanding basic principles; knowledge and experience are essential for producing desired results in the field. Proper training of personals in the field of cathodic protection is quite difficult and not readily available due to the…

Rp 7.950.000
Tersedia

HVAC Operation, Maintenance, & Troubleshooting

BACKGROUND: HVAC systems play a crucial role in maintaining optimal indoor comfort by regulating heating, ventilation, and air conditioning. A key component of these systems is the hydronic system, which uses water or other liquids for efficient heat transfer. Understanding the operation, maintenance, and troubleshooting of HVAC systems, including hydronic and refrigeration components, is essential…

Rp 7.950.000
Tersedia

Precision Machinery Shaft Coupling Alignment

BACKGROUND: Precision alignment is the process of accurately positioning the shafts of rotating equipment, such as pumps, compressors, and turbines, to ensure they are aligned within specified tolerances. This minimizes vibration, reduces wear on components, and enhances the performance, reliability, and lifespan of the machinery. In rotating equipment, vibrations often result in severe problems and…

Rp 9.500.000
Tersedia

Maintenance and Reliability Management System

Background Dalam industri modern—terutama migas, pembangkit, petrokimia, dan manufaktur—fungsi maintenance tidak lagi bersifat reaktif, tetapi harus dikelola sebagai sistem manajemen yang terstruktur, berbasis risiko, dan berorientasi keandalan. Maintenance and Reliability Management System (MRMS) merupakan pendekatan terintegrasi yang menghubungkan strategi maintenance, reliability engineering, perencanaan kerja, pengendalian biaya, serta kinerja aset, guna menjamin keberlangsungan operasi, keselamatan, dan profitabilitas…

*Harga Hubungi CS
Tersedia

SCADA (Supervisory Control & Data Acquisition) Operation & Maintenance

Background: SCADA (Supervisory Control & Data Acquisition) systems serve as the backbone for monitoring and controlling various industrial processes, from power generation to manufacturing. They integrate hardware and software components to gather, process, and visualize real-time data. Maintaining smooth SCADA operations requires a proactive approach to troubleshooting and maintenance. By implementing best practices and staying…

Rp 7.950.000
Tersedia

Business Continuity Management – 2

Chat with us on WhatsApp
Chat with Us