• Selamat datang di website PT Fiqry Jaya Manunggal. Semoga anda senantiasa sehat afiat. Kami siap melayani anda
Beranda » Blog » KESEHATAN & KESELAMATAN DI TEMPAT KERJA

KESEHATAN & KESELAMATAN DI TEMPAT KERJA

Diposting pada 1 September 2024 oleh Teguh Imam Santoso / Dilihat: 855 kali / Kategori:

Kesehatan dan Keselamatan di Tempat Kerja

Pengantar Q-HSE untuk Pegawai & Tamu PT. Fiqry Jaya Manunggal

Pendahuluan

Di PT. Fiqry Jaya Manunggal, kesehatan dan keselamatan ddi tempat kerja adalah prioritas utama. Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap pegawai dan tamu dapat bekerja dalam lingkungan yang aman dan sehat. Artikel ini memberikan panduan singkat mengenai prinsip-prinsip dasar kesehatan dan keselamatan kerja (Q-HSE) yang harus diterapkan di tempat kerja. Mari kita teliti langkah-langkah penting yang perlu diikuti untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman.

Mengapa Kesehatan & Keselamatan Kerja Itu Penting

  1. Biaya Kecelakaan

    Kecelakaan di tempat kerja dapat menimbulkan kerugian finansial yang signifikan. Pada tahun 2014, negara-negara Eropa mengalami kerugian lebih dari Rp 255 miliar akibat kecelakaan kerja. Biaya ini mencakup pengobatan, kompensasi, dan kerugian produktivitas.

  2. Kehilangan Waktu Kerja (LTA)

    Masalah kesehatan dan kecelakaan di tempat kerja menyebabkan kehilangan waktu kerja yang signifikan. Berikut adalah statistik dari berbagai jenis LTA:

    • 5 juta LTA akibat sakit yang berhubungan dengan kesehatan kerja
    • 7 juta LTA akibat terluka
    • 3 juta LTA akibat stres
    • 3 juta LTA akibat masalah otot

    Semua pegawai bertanggung jawab terhadap kesehatan dan keselamatan mereka sendiri serta orang lain. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat diambil untuk memastikan lingkungan kerja yang aman:

    • Mematuhi peraturan dan instruksi HSE yang berlaku.
    • Menyadari dampak tindakan kita terhadap diri sendiri dan orang lain.
    • Melaporkan potensi masalah HSE kepada atasan.
    • Selalu berpikir dan bertindak dengan cara yang paling aman.
    • Menjaga lingkungan kerja bersih dan rapi.
    • Memperhatikan teman kerja dan saling mengingatkan.
    • Mengungkapkan kekhawatiran tentang HSE.

Prosedur Kesehatan dan Keselamatan di Tempat Kerja

  1. Layar Monitor Office Ergonomic

    Bekerja di depan layar monitor memiliki risiko kesehatan jangka panjang. Beberapa langkah pencegahan meliputi:

    • Memastikan monitor, keyboard, dan mouse diletakkan dengan posisi yang ergonomis.
    • Menjaga area di bawah meja bebas dari penghalang.
    • Melaporkan kerusakan peralatan yang dapat menimbulkan risiko.
    • Menggunakan kaca pelindung untuk mengurangi silau.
    • Mengambil waktu istirahat dari layar monitor secara berkala.
  2. Ergonomi

    Ergonomi yang buruk dapat menyebabkan cedera akut dan kronis. Beberapa langkah untuk meningkatkan ergonomi di tempat kerja adalah:

    • Menggunakan teknik angkat yang benar untuk mencegah cedera tulang belakang.
    • Menyesuaikan kursi dan meja untuk mendukung postur yang baik.
    • Menghindari posisi duduk atau berdiri yang tidak ergonomis untuk waktu yang lama.
  3. Mengangkat Beban

    Teknik mengangkat yang benar adalah:

    • Berdiri dengan kaki selebar pinggul dan satu kaki sedikit di depan.
    • Membungkuk dengan lutut, bukan pinggang.
    • Mengangkat beban dengan kuat dan berdiri menggunakan otot kaki.

    Di Eropa, 24% dari cedera non-fatal pada 2014 disebabkan oleh kesalahan dalam mengangkat beban. Untuk mencegah cedera, pelajari cara mengangkat yang benar dan gunakan alat bantu jika diperlukan.

  4. Kebakaran

    Kebakaran terjadi jika tiga elemen bertemu: bahan bakar, sumber panas, dan oksigen, yang sering disebut segitiga api. Untuk keselamatan kebakaran:

    • Ketahui prosedur evakuasi dan jalur evakuasi.
    • Arahkan tamu mengenai jalur evakuasi.
    • Gunakan jalur terdekat dan ikuti petunjuk petugas.
  5. Stres

    Stres di tempat kerja dapat menyebabkan kehilangan hari kerja yang signifikan. Beberapa langkah untuk mengelola stres termasuk:

    • Membicarakan stres dengan atasan atau HRD.
    • Berbicara dengan rekan kerja atau partner.
    • Mengambil waktu istirahat secara rutin.
    • Menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
  6. Terpeleset dan Tersandung

    Untuk mencegah terpeleset atau tersandung:

    • Jaga tempat kerja selalu rapi dan bersih.
    • Buang sampah atau sisa kerja dengan aman.
    • Singkirkan penghalang dan pastikan tidak ada kabel melintang.
    • Hati-hati di area basah dan bersihkan tumpahan segera.

Kesimpulan

Di PT. Fiqry Jaya Manunggal, kami percaya bahwa tidak seorang pun harus terluka atau sakit akibat tempat kerja. Dengan mematuhi prinsip-prinsip Q-HSE dan mengikuti pedoman ini, kita dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, dan setiap individu berperan penting dalam menjaga keselamatan di tempat kerja.

Tags: ,

KESEHATAN & KESELAMATAN DI TEMPAT KERJA

Komentar

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman ini.

Faktor Mempengaruhi Heat Rate Pembangkit

Diposting oleh admin

Dalam industri pembangkit listrik, heat rate merupakan salah satu indikator utama untuk mengukur efisiensi pembangkit. Heat rate menunjukkan jumlah energi bahan bakar yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu satuan energi listrik (kcal/kWh atau kJ/kWh). Karena faktor-faktor yang mempengaruhi Heat Rate Pembangkit merupakan kunci efisiensi operasional, maka faktor-faktor ini harus diperhatikan. Semakin rendah nilai heat rate, semakin…

Selengkapnya
23 Mar

MARKETING FUNNEL

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

Mengapa kita perlu marketing Funnel? Banyak orang berfikir bahwa berjualan adalah sekedar mempunyai produk yang akan dijual. Tidak peduli apakah itu barang, jasa atau barang dan jasa. Setelah itu kita menawarkan segencar dan sesering mungkin dimana-mana kepada orang yang mungkin berminat. Menawarkan produk bisa dengan membuka warung, toko, kantor, door to door atau berjualan keliling dengan…

Selengkapnya
30 Aug

Pengadaan Strategis: Tips dari Praktisi

Diposting oleh admin

Pengadaan Strategis: Tips dari Praktisi Dalam rantai pasok modern, pengadaan tidak lagi hanya sekadar membeli barang atau jasa dengan harga termurah. Konsep pengadaan strategis (strategic sourcing) berkembang menjadi fungsi penting yang menentukan daya saing perusahaan. Dengan pendekatan strategis, pengadaan diarahkan untuk menciptakan nilai tambah, membangun hubungan jangka panjang dengan pemasok, serta memastikan keberlanjutan bisnis. Artikel…

Selengkapnya
30 Aug

Manajemen Kontrak Bisnis

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

Tantangan dalam Manajemen Kontrak Beberapa tantangan umum yang dihadapi dalam manajemen kontrak bisnis meliputi: Kurangnya koordinasi antar tim: Tim legal, operasional, dan keuangan sering bekerja dalam silo. Era digital terkadang membuat team justru kurang dalam hal koordinasi Dokumentasi yang tidak rapi: Kontrak atau dokumen pendukung sering tercecer dan tidak terdigitalisasi. Misalnya bukti pengiriman dan atau…

Selengkapnya
19 Jun

Petroleum Engineering dalam Industri Migas

Diposting oleh admin

Departemen Petroleum Engineering dalam industri migas merupakan disiplin utama yang berperan dalam mengoptimalkan eksplorasi, pengembangan, dan produksi hidrokarbon (crude oil) dari reservoir. Bidang ini menggabungkan prinsip-prinsip teknik, geosains, serta analisis data untuk memastikan bahwa sumber daya migas dapat diproduksikan secara ekonomis dan berkelanjutan. Di Indonesia, peran Petroleum Engineer menjadi semakin penting seiring dengan dominasi lapangan…

Selengkapnya
13 Apr

Pengelolaan Anggaran (Budgeting) Proyek dengan Metode Zero-Based

Diposting oleh Dudus Kudus

Pendahuluan: Mengapa Pengelolaan Anggaran Itu Penting? Dalam dunia bisnis dan teknologi yang bergerak cepat saat ini, keberhasilan sebuah proyek seringkali tidak hanya diukur dari kualitas hasil akhir, tetapi juga dari efisiensi pengelolaan sumber daya yang digunakan. Salah satu aspek paling krusial dalam pengelolaan sumber daya adalah Budgeting and Cost Control, atau pengelolaan anggaran. Tanpa perencanaan…

Selengkapnya
27 Jun

RCM (Reliability Centered Maintenance): Principle & Software Implementation

BACKGROUND: This course teaches the fundamentals of Reliability-Centered Maintenance (RCM). The course gives the participant fundamental tools and knowledge required to participate in any RCM analysis process especially in the gas pipeline industry. Participants will have good practice  in developing and implementing RCM. Theory 30%, and 70% practice. OBJECTIVES: After the course participant will have…

Rp 7.950.000
Tersedia

Rig and Equipment Selection

Background: Rig and equipment selection is a critical early decision in drilling planning that directly affects safety, operational efficiency, cost, and overall project success. Inappropriate rig selection can lead to operational limitations, excessive non-productive time (NPT), or increased HSE exposure. For example, lack of appropriate knowledge may wrongly select rig rental company during tender evaluation….

Rp 5.950.000
Tersedia

Onshore Facilities Infrastructure, Design, Constructions & Operation Optimization

BACKGROUND: Onshore Facilities Infrastructure, Design, Constructions & Operation Optimization are one of the most complex systems among others. It requires team competent in fully integrated approaches starting from initial study, design planning, construction, startup operation and carry on to the post commissioning process. Ideally this includes post start-up review optimization and asset integrity management to…

Rp 7.950.000
Tersedia

Vibration Analysis

Background Getaran (vibration) merupakan salah satu indikator utama kondisi kesehatan rotating equipment seperti motor, pompa, fan, kompresor, dan turbin. Analisis getaran menjadi teknik kunci dalam predictive maintenance untuk mendeteksi dini potensi kegagalan, mencegah breakdown, serta meningkatkan keandalan dan umur peralatan. Dengan penerapan Vibration Analysis yang tepat, perusahaan dapat mengurangi unplanned downtime, menekan biaya perbaikan, serta…

Rp 7.950.000
Tersedia

Digital Engineering: Transformasi dari CAD ke BIM

Artikel ini membahas evolusi Digital Engineering, dari metode desain tradisional berbasis CAD ke implementasi Building Information Modeling (BIM) yang canggih. Pelajari bagaimana transformasi ini meningkatkan efisiensi dan kolaborasi dalam proyek-proyek modern.

*Harga Hubungi CS

RAM (Reliability, Availability, and Maintainability)

BACKGROUND: Studi RAM digunakan sebagai cara untuk menilai kemampuan sistem produksi (plant), baik yang beroperasi maupun yang masih dalam fase desain. Karena fasilitas & plant digunakan untuk jangka waktu yang lebih lama, Studi Reliability, Availability, dan Maintainability mampu memberikan assessment ke dalam asset life time capabilities & memungkinkan bisnis untuk memaksimalkan laba atas investasi. RAM…

Rp 7.950.000
Tersedia

KESEHATAN & KESELAMATAN DI TEMPAT KERJA

Chat with us on WhatsApp
Chat with Us