- Selamat datang di website PT Fiqry Jaya Manunggal. Semoga anda senantiasa sehat afiat. Kami siap melayani anda
Business Continuity Management
Apa Itu Business Continuity Management (BCM)?
Business Continuity Management (BCM) adalah proses menyeluruh yang dirancang untuk mengidentifikasi potensi ancaman bagi organisasi. Selain itu, BCM menyediakan kerangka kerja untuk membangun ketahanan dan kemampuan dalam merespons ancaman tersebut secara efektif. Tujuan utama BCM adalah memastikan bahwa bisnis tetap berjalan selama dan setelah gangguan terjadi, sehingga membantu meminimalkan dampak finansial, operasional, dan reputasi dari kejadian yang tidak terduga.
Secara regulasi, baik domestik maupun internasional, BCM sudah memiliki ketentuan yang baku. Di samping itu, prinsip BCM juga dapat diterapkan secara pribadi, meskipun tidak ada aturan khusus yang mengaturnya untuk individu.
Contoh Kasus Dimana Business Continuity Management Diperlukan
1. Perusahaan Besar Tanpa Backup Data
Serangan siber dapat melumpuhkan operasional perusahaan, terutama tanpa backup data. Perusahaan tanpa BCM berisiko kehilangan data penting dan mengalami downtime panjang. Dengan BCM, perusahaan memiliki rencana pemulihan terstruktur, seperti penggunaan backup data terpisah dan respons cepat.
2. Restoran Kehilangan Juru Masak Utama
Kehilangan juru masak utama dapat mengganggu restoran, terutama jika kualitas makanan bergantung padanya. Dengan BCM, restoran dapat melatih juru masak cadangan, menyusun resep standar, dan merencanakan strategi pemasaran untuk meminimalkan dampak negatif.
Latar Belakang Business Continuity Management
BCM muncul sebagai respons terhadap kebutuhan organisasi untuk lebih tangguh menghadapi ancaman tak terduga. Sejak pertengahan abad ke-20, gangguan seperti bencana alam, krisis ekonomi, dan serangan siber menjadi ancaman besar bagi bisnis. Oleh karena itu, BCM penting untuk melindungi kelangsungan bisnis, integritas data, dan reputasi perusahaan. Regulasi seperti ISO 22301 mendorong penerapan BCM di berbagai sektor.
Kenapa Setiap Badan Usaha atau Instansi Pemerintah Sebaiknya Memiliki BCM?
- Mitigasi Risiko: Gangguan operasional bisa datang dari mana saja. BCM membantu mengantisipasi dan mengatasi risiko ini.
- Mengurangi Biaya dan Kerugian: Perusahaan tanpa BCM menghadapi biaya lebih besar saat krisis. BCM memungkinkan pemulihan cepat dan meminimalkan kerugian.
- Menjaga Reputasi: Reputasi sering kali lebih berharga daripada aset fisik. BCM membantu menjaga citra perusahaan di mata pelanggan dan pemangku kepentingan.
- Kepatuhan Regulasi: Di beberapa negara, penerapan BCM sudah menjadi kewajiban, terutama di sektor penting seperti keuangan dan kesehatan. Di Indonesia, regulasi yang mewajibkan BCM sedang dalam pengembangan.
Contoh Regulasi BCM
- Di Indonesia:
- POJK No. 38/POJK.03/2016 oleh OJK mewajibkan bank memiliki strategi mitigasi risiko, termasuk BCP.
- Peraturan BI No. 11/23/PBI/2009 mengharuskan lembaga keuangan mengembangkan rencana pemulihan bencana.
- Internasional:
- ISO 22301 adalah standar internasional untuk BCMS yang harus dipatuhi oleh banyak perusahaan.
- Sarbanes-Oxley Act (SOX) di AS mengharuskan perusahaan memiliki rencana untuk tetap beroperasi dalam situasi krisis.
Apa Beda BCM dan BCP?
BCM adalah proses menyeluruh yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan strategi menghadapi ancaman. Sementara BCP adalah bagian dari BCM yang berfokus pada langkah-langkah spesifik untuk menjaga operasional selama dan setelah gangguan. Dengan demikian, BCM adalah kerangka besar, sedangkan BCP adalah rencana teknis.
BCM merupakan kebutuhan penting bagi setiap organisasi yang ingin menjaga kelangsungan operasional di tengah berbagai ancaman. Dengan strategi holistik, BCM memberikan panduan untuk menangani gangguan, memulihkan operasional, dan melindungi reputasi perusahaan, baik besar maupun kecil.
Bersambung: Business Continuity Management – 2
Kunjungi IG kami
Tags: Bisnis
Business Continuity Management
Kekuatan Meditasi: Cara Ampuh Meningkatkan Fokus dan Ketenangan
Diposting oleh adminPendahuluan Di tengah ritme hidup yang serba cepat dan penuh tekanan, banyak orang mengalami kesulitan untuk tetap fokus dan menjaga ketenangan batin. Tuntutan pekerjaan, informasi yang berlimpah, serta tekanan sosial sering kali membuat pikiran mudah terdistraksi dan emosi menjadi tidak stabil. Dalam konteks inilah, kekuatan meditasi untuk meningkatkan fokus dan ketenangan semakin mendapat perhatian sebagai…
SelengkapnyaCompressor dan Gas Seal System
Diposting oleh adminCompressor dan Gas Seal System memiliki korelasi yang erat dalam operasi peralatan industri, terutama pada mesin-mesin berputar seperti turbin gas, kompresor sentrifugal, atau turbin uap. Berikut adalah penjelasan mengenai hubungan antara keduanya: 1. Fungsi Kompresor Kompresor adalah perangkat yang digunakan untuk meningkatkan tekanan gas atau udara dengan mengurangi volumenya. Kompresor banyak digunakan dalam industri seperti minyak dan gas,…
SelengkapnyaProject Risk Management
Diposting oleh adminSetiap proyek, terlepas dari ukuran, kompleksitas, maupun industrinya, selalu menghadapi ketidakpastian. Mulai dari perubahan desain, keterlambatan material, cuaca ekstrem, keterbatasan sumber daya, hingga perubahan regulasi, semuanya berpotensi memengaruhi keberhasilan proyek. Ketidakpastian inilah yang dikenal sebagai risiko proyek. Project Risk Management adalah pengelolaan ketidakpastian untuk meningkatkan keberhasilan Proyek. Banyak proyek mengalami keterlambatan, pembengkakan biaya, bahkan kegagalan…
SelengkapnyaTraining Integrated Production Optimization Migas – Prof. Bonar Marbun
Diposting oleh adminTraining Optimasi Produksi Migas: Integrated Production Optimization (IPO) Instruktur: Prof. Dr.-Ing. Bonar Tua Halomoan Marbun (Teknik Perminyakan ITB) Dalam industri minyak dan gas (Migas) saat ini, tantangan seperti fluktuasi harga, penurunan cadangan alami (natural decline), dan inefisiensi fasilitas permukaan memaksa perusahaan untuk bekerja lebih cerdas. Pendekatan tradisional yang memisahkan antara reservoir dan fasilitas permukaan seringkali…
SelengkapnyaOn-shore Wellhead System
Diposting oleh Teguh Imam SantosoOn-shore Wellhead System adalah rangkaian equipment utama pada sumur minyak dan gas darat. Peralatan ini dipasang di permukaan sumur untuk menopang casing, tubing, serta sistem kontrol produksi. Selain itu, wellhead juga berfungsi sebagai pengaman, pengatur aliran, dan penahan tekanan dari reservoir. Dalam operasi darat, keandalan wellhead menjadi kunci keselamatan dan produktivitas. Peralatan ini tidak hanya…
SelengkapnyaPengantar Bahasa Pemrograman: Apa Itu dan Mengapa Penting?
Diposting oleh adminApa Itu Bahasa Pemrograman? Bahasa pemrograman adalah serangkaian aturan dan sintaksis yang digunakan untuk menulis kode yang dapat dipahami dan dijalankan oleh komputer. Kode ini berfungsi sebagai instruksi yang memberi tahu komputer apa yang harus dilakukan, seperti menampilkan informasi, mengolah data, atau berkomunikasi dengan perangkat lain. Beberapa contoh bahasa pemrograman yang populer adalah Python, JavaScript,…
Selengkapnya
>
Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman ini.