• Selamat datang di website PT Fiqry Jaya Manunggal. Semoga anda senantiasa sehat afiat. Kami siap melayani anda
Beranda » Blog » Business Continuity Management

Business Continuity Management

Diposting pada 16 October 2024 oleh Teguh Imam Santoso / Dilihat: 630 kali / Kategori: ,

Business Continuity ManagementApa Itu Business Continuity Management (BCM)?

Business Continuity Management (BCM) adalah proses menyeluruh yang dirancang untuk mengidentifikasi potensi ancaman bagi organisasi. Selain itu, BCM menyediakan kerangka kerja untuk membangun ketahanan dan kemampuan dalam merespons ancaman tersebut secara efektif. Tujuan utama BCM adalah memastikan bahwa bisnis tetap berjalan selama dan setelah gangguan terjadi, sehingga membantu meminimalkan dampak finansial, operasional, dan reputasi dari kejadian yang tidak terduga.

Secara regulasi, baik domestik maupun internasional, BCM sudah memiliki ketentuan yang baku. Di samping itu, prinsip BCM juga dapat diterapkan secara pribadi, meskipun tidak ada aturan khusus yang mengaturnya untuk individu.

 

 

Contoh Kasus Dimana Business Continuity Management Diperlukan

1. Perusahaan Besar Tanpa Backup Data
Serangan siber dapat melumpuhkan operasional perusahaan, terutama tanpa backup data. Perusahaan tanpa BCM berisiko kehilangan data penting dan mengalami downtime panjang. Dengan BCM, perusahaan memiliki rencana pemulihan terstruktur, seperti penggunaan backup data terpisah dan respons cepat.

2. Restoran Kehilangan Juru Masak Utama
Kehilangan juru masak utama dapat mengganggu restoran, terutama jika kualitas makanan bergantung padanya. Dengan BCM, restoran dapat melatih juru masak cadangan, menyusun resep standar, dan merencanakan strategi pemasaran untuk meminimalkan dampak negatif.

Latar Belakang Business Continuity Management

BCM muncul sebagai respons terhadap kebutuhan organisasi untuk lebih tangguh menghadapi ancaman tak terduga. Sejak pertengahan abad ke-20, gangguan seperti bencana alam, krisis ekonomi, dan serangan siber menjadi ancaman besar bagi bisnis. Oleh karena itu, BCM penting untuk melindungi kelangsungan bisnis, integritas data, dan reputasi perusahaan. Regulasi seperti ISO 22301 mendorong penerapan BCM di berbagai sektor.

Kenapa Setiap Badan Usaha atau Instansi Pemerintah Sebaiknya Memiliki BCM?

  • Mitigasi Risiko: Gangguan operasional bisa datang dari mana saja. BCM membantu mengantisipasi dan mengatasi risiko ini.
  • Mengurangi Biaya dan Kerugian: Perusahaan tanpa BCM menghadapi biaya lebih besar saat krisis. BCM memungkinkan pemulihan cepat dan meminimalkan kerugian.
  • Menjaga Reputasi: Reputasi sering kali lebih berharga daripada aset fisik. BCM membantu menjaga citra perusahaan di mata pelanggan dan pemangku kepentingan.
  • Kepatuhan Regulasi: Di beberapa negara, penerapan BCM sudah menjadi kewajiban, terutama di sektor penting seperti keuangan dan kesehatan. Di Indonesia, regulasi yang mewajibkan BCM sedang dalam pengembangan.

Contoh Regulasi BCM

  • Di Indonesia:
    • POJK No. 38/POJK.03/2016 oleh OJK mewajibkan bank memiliki strategi mitigasi risiko, termasuk BCP.
    • Peraturan BI No. 11/23/PBI/2009 mengharuskan lembaga keuangan mengembangkan rencana pemulihan bencana.
  • Internasional:
    • ISO 22301 adalah standar internasional untuk BCMS yang harus dipatuhi oleh banyak perusahaan.
    • Sarbanes-Oxley Act (SOX) di AS mengharuskan perusahaan memiliki rencana untuk tetap beroperasi dalam situasi krisis.

Apa Beda BCM dan BCP?

BCM adalah proses menyeluruh yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan strategi menghadapi ancaman. Sementara BCP adalah bagian dari BCM yang berfokus pada langkah-langkah spesifik untuk menjaga operasional selama dan setelah gangguan. Dengan demikian, BCM adalah kerangka besar, sedangkan BCP adalah rencana teknis.

BCM merupakan kebutuhan penting bagi setiap organisasi yang ingin menjaga kelangsungan operasional di tengah berbagai ancaman. Dengan strategi holistik, BCM memberikan panduan untuk menangani gangguan, memulihkan operasional, dan melindungi reputasi perusahaan, baik besar maupun kecil.

Bersambung: Business Continuity Management – 2
Kunjungi IG kami

 

Tags:

Business Continuity Management

Komentar

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman ini.

Sistem Kontrol PLC DCS SCADA

Diposting oleh admin

Sistem Kontrol Proses Industri: Panduan Memilih dan Mengimplementasikan PLC, DCS, dan SCADA Ketika sebuah pabrik kimia memutuskan platform sistem kontrol yang akan digunakan. Apakah plc, dcs, atau scada — mereka sebenarnya sedang membuat keputusan arsitektur yang akan berdampak selama 20–30 tahun ke depan. Biaya investasi awal, biaya pemeliharaan jangka panjang, ketersediaan teknisi yang kompeten, dan…

Selengkapnya
19 Mar

Machinery Balancing

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

Apa Itu Machinery Balancing? Machinery balancing adalah proses menyeimbangkan komponen mesin yang berputar agar distribusi massanya merata, sehingga mengurangi getaran dan gaya sentrifugal yang tidak diinginkan. Keseimbangan ini sangat penting dalam industri untuk menjaga performa mesin tetap optimal dan memperpanjang umur peralatan. Ketidakseimbangan dalam mesin dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kesalahan manufaktur, keausan, pemasangan yang…

Selengkapnya
13 Feb

Mengoptimalkan Bisnis dengan Teknologi

Diposting oleh admin

Mengoptimalkan Bisnis dengan Teknologi Teknologi telah menjadi pilar utama dalam mengoptimalkan bisnis di era digital. Dengan kemajuan teknologi informasi, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya, dan meningkatkan daya saing di pasar yang semakin kompetitif. Teknologi memungkinkan perusahaan untuk merespons lebih cepat terhadap perubahan pasar, memperkuat hubungan dengan pelanggan, dan menciptakan inovasi baru yang berkelanjutan….

Selengkapnya
16 Sep

Electrical Safety Devices in Households

Diposting oleh admin

Electrical Safety Devices in Households Electrical safety devices play a crucial role in protecting homes from hazards such as electric shocks, fires, and damage to appliances. Despite the reliability of modern electrical systems, faults can occur due to various factors like overloading, faulty wiring, or environmental influences such as moisture. Safety devices are essential to…

Selengkapnya
13 Nov

Audit HSE Internal dan Eksternal: Panduan Lengkap & Praktis

Diposting oleh admin

Pendahuluan Dalam dunia industri modern, aspek Health, Safety, and Environment (HSE) bukan lagi sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian integral dari strategi keberlanjutan perusahaan. Kegagalan dalam mengelola HSE dapat berakibat fatal, baik bagi keselamatan pekerja, reputasi perusahaan, maupun keberlangsungan bisnis. Oleh karena itu, audit HSE internal dan eksternal menjadi instrumen penting untuk memastikan sistem HSE berjalan…

Selengkapnya
15 Jan

Pelatihan Terbaik dari PT Fiqry Jaya Manunggal

Diposting oleh admin

Tingkatkan Kompetensi Anda dengan Pelatihan Terbaik dari PT Fiqry Jaya Manunggal Di era industri yang terus berkembang, peningkatan keterampilan dan pengetahuan menjadi kunci untuk mencapai keunggulan kompetitif. PT Fiqry Jaya Manunggal hadir untuk memenuhi kebutuhan pelatihan di berbagai sektor industri di Indonesia, termasuk Oil & Gas, Pembangkit Listrik, Petrokimia, dan Tambang. Kami menawarkan berbagai program…

Selengkapnya
3 Jan

Tribology Oil Analysis

BACKGROUND: Machinery is assembled from many parts which some of them have relative motion, or friction among each other. This will need oil for excellent lubrication, cooler and cleaner. In order to maintain good machinery operations, one needs to understand tribology (knowledge about friction and lubrication) and oil analysis. Lubricant is one of the important…

Rp 7.950.000
Tersedia

Technical Projects Documents Management

BACKGROUND: Every good project produces documentation that is well organized and easy to find. Return when information is needed to proceed to the next project phase or operation/maintenance process. It can be done manually although using software is much better. Nevertheless, it is very important that it shall exist & well managed   OBJECTIVES: This…

Rp 8.950.000
Tersedia

Safety Leadership for Leaders

BACKGROUND: Safety Leadership for Leaders atau jajaran Managers sangat diperlukan terutama untuk pekerjaan atau industri yang mempunyai exposure resiko kerja atau resiko peralatan yang tinggi. Leadership tidak hanya menyangkut manajemen puncak (top manajemen). Akan tetapi juga termasuk pemimpin lini yang langsung membawahi pekerja, semisal Supervisor atau Foreman. Leadership harus mampu menjadi contoh (lead by example)…

Rp 7.950.000
Tersedia

Electrical Safety, Theory & Application

BACKGROUND: Electrical safety is vital in both workplace and home environments. While we use electricity daily, the risks are significantly higher in work settings, especially when high-voltage equipment is involved. Workers like engineers, electricians, technicians, and power line workers are directly exposed to electrical hazards. Office workers and salespeople, though less directly exposed, may still…

Rp 7.950.000
Tersedia

Spare Parts Management

Background Spare parts merupakan elemen kritis dalam mendukung keandalan operasi, efektivitas pemeliharaan, dan ketersediaan aset di industri manufaktur, migas, pembangkit, dan petrokimia. Pengelolaan spare parts yang tidak optimal dapat menyebabkan downtime tinggi, pembengkakan biaya inventori, serta risiko kekurangan material kritis. Melalui sistem Spare Parts Management yang terencana dan terintegrasi, perusahaan dapat memastikan ketersediaan suku cadang…

Rp 7.950.000
Tersedia

Remaining Life Assessment

BACKGROUND: Remaining life assessment (RLA) is an attempt to measure, predict the remaining life of an equipment, ie. a boiler or other critical equipment in a plant. By knowing the remaining life of an equipment or part thereof, technicians can plan replacement or repair. It is also very important aspect from safety, operation, and asset…

Rp 7.950.000
Tersedia

Business Continuity Management

Chat with us on WhatsApp
Chat with Us