• Selamat datang di website PT Fiqry Jaya Manunggal. Semoga anda senantiasa sehat afiat. Kami siap melayani anda
Beranda » Blog » Business Continuity Management

Business Continuity Management

Diposting pada 16 October 2024 oleh Teguh Imam Santoso / Dilihat: 666 kali / Kategori: ,

Business Continuity ManagementApa Itu Business Continuity Management (BCM)?

Business Continuity Management (BCM) adalah proses menyeluruh yang dirancang untuk mengidentifikasi potensi ancaman bagi organisasi. Selain itu, BCM menyediakan kerangka kerja untuk membangun ketahanan dan kemampuan dalam merespons ancaman tersebut secara efektif. Tujuan utama BCM adalah memastikan bahwa bisnis tetap berjalan selama dan setelah gangguan terjadi, sehingga membantu meminimalkan dampak finansial, operasional, dan reputasi dari kejadian yang tidak terduga.

Secara regulasi, baik domestik maupun internasional, BCM sudah memiliki ketentuan yang baku. Di samping itu, prinsip BCM juga dapat diterapkan secara pribadi, meskipun tidak ada aturan khusus yang mengaturnya untuk individu.

 

 

Contoh Kasus Dimana Business Continuity Management Diperlukan

1. Perusahaan Besar Tanpa Backup Data
Serangan siber dapat melumpuhkan operasional perusahaan, terutama tanpa backup data. Perusahaan tanpa BCM berisiko kehilangan data penting dan mengalami downtime panjang. Dengan BCM, perusahaan memiliki rencana pemulihan terstruktur, seperti penggunaan backup data terpisah dan respons cepat.

2. Restoran Kehilangan Juru Masak Utama
Kehilangan juru masak utama dapat mengganggu restoran, terutama jika kualitas makanan bergantung padanya. Dengan BCM, restoran dapat melatih juru masak cadangan, menyusun resep standar, dan merencanakan strategi pemasaran untuk meminimalkan dampak negatif.

Latar Belakang Business Continuity Management

BCM muncul sebagai respons terhadap kebutuhan organisasi untuk lebih tangguh menghadapi ancaman tak terduga. Sejak pertengahan abad ke-20, gangguan seperti bencana alam, krisis ekonomi, dan serangan siber menjadi ancaman besar bagi bisnis. Oleh karena itu, BCM penting untuk melindungi kelangsungan bisnis, integritas data, dan reputasi perusahaan. Regulasi seperti ISO 22301 mendorong penerapan BCM di berbagai sektor.

Kenapa Setiap Badan Usaha atau Instansi Pemerintah Sebaiknya Memiliki BCM?

  • Mitigasi Risiko: Gangguan operasional bisa datang dari mana saja. BCM membantu mengantisipasi dan mengatasi risiko ini.
  • Mengurangi Biaya dan Kerugian: Perusahaan tanpa BCM menghadapi biaya lebih besar saat krisis. BCM memungkinkan pemulihan cepat dan meminimalkan kerugian.
  • Menjaga Reputasi: Reputasi sering kali lebih berharga daripada aset fisik. BCM membantu menjaga citra perusahaan di mata pelanggan dan pemangku kepentingan.
  • Kepatuhan Regulasi: Di beberapa negara, penerapan BCM sudah menjadi kewajiban, terutama di sektor penting seperti keuangan dan kesehatan. Di Indonesia, regulasi yang mewajibkan BCM sedang dalam pengembangan.

Contoh Regulasi BCM

  • Di Indonesia:
    • POJK No. 38/POJK.03/2016 oleh OJK mewajibkan bank memiliki strategi mitigasi risiko, termasuk BCP.
    • Peraturan BI No. 11/23/PBI/2009 mengharuskan lembaga keuangan mengembangkan rencana pemulihan bencana.
  • Internasional:
    • ISO 22301 adalah standar internasional untuk BCMS yang harus dipatuhi oleh banyak perusahaan.
    • Sarbanes-Oxley Act (SOX) di AS mengharuskan perusahaan memiliki rencana untuk tetap beroperasi dalam situasi krisis.

Apa Beda BCM dan BCP?

BCM adalah proses menyeluruh yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan strategi menghadapi ancaman. Sementara BCP adalah bagian dari BCM yang berfokus pada langkah-langkah spesifik untuk menjaga operasional selama dan setelah gangguan. Dengan demikian, BCM adalah kerangka besar, sedangkan BCP adalah rencana teknis.

BCM merupakan kebutuhan penting bagi setiap organisasi yang ingin menjaga kelangsungan operasional di tengah berbagai ancaman. Dengan strategi holistik, BCM memberikan panduan untuk menangani gangguan, memulihkan operasional, dan melindungi reputasi perusahaan, baik besar maupun kecil.

Bersambung: Business Continuity Management – 2
Kunjungi IG kami

 

Tags:

Business Continuity Management

Komentar

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman ini.

Strategi Inventory di Era Ketidakpastian

Diposting oleh admin

Strategi Inventory di Era Ketidakpastian: Menjaga Kelangsungan Rantai Pasok Di tengah ketidakpastian global yang semakin kompleks—dari pandemi, konflik geopolitik, perubahan iklim, hingga fluktuasi ekonomi—perusahaan menghadapi tantangan besar dalam mengelola rantai pasok atau supply chain. Salah satu aspek krusial dalam rantai pasok adalah manajemen inventory atau persediaan. Strategi inventory yang tepat tidak hanya berfungsi sebagai penyangga…

Selengkapnya
24 Jun

Understanding Tribology

Diposting oleh admin

The Science of Friction, Wear, and Lubrication Introduction to Tribology Tribology, a branch of engineering and science, is the study of friction, wear, and lubrication. It plays a critical role in modern industries by improving machinery efficiency, reducing energy consumption, and enhancing durability. The term “tribology” is derived from the Greek word “tribos,” meaning “rubbing,”…

Selengkapnya
17 Jan

HSE in Oil & Gas Production

Diposting oleh admin

Aspek Health, Safety, and Environment (HSE) dalam industri oil & gas (migas), bukan sekadar pelengkap dalam operasi, melainkan fondasi utama yang menentukan apakah suatu kegiatan dapat berjalan dengan aman dan berkelanjutan. Setiap tahapan dalam sistem produksi—mulai dari well completion, production operation, hingga storage dan transportation—mengandung potensi risiko yang tinggi. Di Indonesia, perusahaan seperti Pertamina bersama…

Selengkapnya
22 Apr

Maintenance Management: Preventive vs Predictive

Diposting oleh admin

Dalam dunia industri dan manufaktur, manajemen pemeliharaan atau maintenance management adalah elemen krusial dalam memastikan keandalan, keselamatan, dan efisiensi peralatan produksi. Dua pendekatan utama dalam manajemen pemeliharaan yang sering dibandingkan adalah Preventive Maintenance (PM) dan Predictive Maintenance (PdM). Meskipun keduanya bertujuan untuk meminimalkan downtime dan kerusakan peralatan, pendekatan, kebutuhan sumber daya, dan teknologi yang digunakan…

Selengkapnya
21 Jun

KESEHATAN & KESELAMATAN DI TEMPAT KERJA

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

Pengantar Q-HSE untuk Pegawai & Tamu PT. Fiqry Jaya Manunggal Pendahuluan Di PT. Fiqry Jaya Manunggal, kesehatan dan keselamatan ddi tempat kerja adalah prioritas utama. Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap pegawai dan tamu dapat bekerja dalam lingkungan yang aman dan sehat. Artikel ini memberikan panduan singkat mengenai prinsip-prinsip dasar kesehatan dan keselamatan kerja (Q-HSE)…

Selengkapnya
1 Sep

Project Control Management

Diposting oleh admin

Dalam dunia bisnis dan industri modern, keberhasilan proyek tidak hanya ditentukan oleh perencanaan yang matang, tetapi juga oleh kemampuan pengendalian yang konsisten dan terukur. Di sinilah Project Management Control atau sering disebut Project Control Management (PCM) memegang peranan penting. Fungsi ini memastikan bahwa seluruh aktivitas proyek berjalan sesuai dengan rencana dari sisi waktu (schedule), biaya…

Selengkapnya
10 Dec

Advanced Centrifugal Compressor

BACKGROUND: This training course will be presented as PowerPoint Presentations, discussions drawn from many years of operation and maintenance experience working around the world. Questions and examples based on past experiences will be used throughout this presentation and participants are encouraged to ask questions and discuss examples from their own experiences.   OBJECTIVES: This Centrifugal…

*Harga Hubungi CS
Tersedia

Technical Project Documentation Management

BACKGROUND: Every good project produces documentation that is well organized and easy to find. Return when information is needed to proceed to the next project phase or operation/maintenance process. It can be done manually although using software is much better. Nevertheless, it is very important that it shall exist & well managed   OBJECTIVES: This…

Rp 5.500.000
Tersedia

Safety Shutdown System

BACKGROUND: Safety Shutdown Systems (SSS) are critical in ensuring the safe operation of industrial plants, machinery, and equipment. These systems are designed to automatically detect hazardous conditions and initiate a controlled shutdown to prevent accidents, equipment damage, or catastrophic failures. In industries such as oil and gas, manufacturing, and power generation, where processes often operate…

Rp 7.950.000
Tersedia

Fundamental Machine Learning

Fundamental Machine Learning A-Z: Hands-on Python & R in Data Science BACKGROUND: Di era digital, penguasaan Machine Learning bukan lagi pilihan. Seperti kita ketahui saat ini ada demikian banyak bahasa pemrogram komputer. Ini adalah kebutuhan strategis untuk tetap relevan dalam dunia data. Pelatihan ini dirancang komprehensif agar peserta memiliki pondasi kuat pada konsep inti Machine…

Rp 6.500.000
Tersedia

IT Strategic Plan, Operation & Tactical

BACKGROUND: IT Strategic Plan, Operasional & Taktis di banyak korporasi dan organisasi masih dipandang sebagai sekadar isu teknis-operasional. IT sering dianggap sebagai pusat biaya (cost center) yang sulit diukur manfaatnya, dengan risiko investasi yang tinggi. Akibatnya, banyak pemangku kebijakan sepenuhnya bergantung pada vendor atau konsultan eksternal, tanpa memiliki rencana strategis IT yang terintegrasi dengan rencana…

Rp 7.950.000
Tersedia

Electrical Wiring Diagram & Electrical Control System

BACKGROUND: The electrical wiring diagram training helps with the understanding that the operation, maintenance & appropriate response to power system equipment begins with the detailed knowledge of & ability to read & interpret electrical prints. This course is designed to provide various types of electrical diagrams used in the industry, and to develop the skills…

Rp 7.950.000
Tersedia

Business Continuity Management

Chat with us on WhatsApp
Chat with Us