• Selamat datang di website PT Fiqry Jaya Manunggal. Semoga anda senantiasa sehat afiat. Kami siap melayani anda
Beranda » Blog » Drilling Non-productive Time

Drilling Non-productive Time

Diposting pada 8 October 2025 oleh Teguh Imam Santoso / Dilihat: 413 kali / Kategori: ,

Oil & Gas Drilling Non-Productive Time dalam industri Minya, Gas dan Panas Bumi (Geothermal)

Drilling adalah proses pengeboran yang bertujuan menembus lapisan batuan untuk mencapai formasi yang mengandung hidrokarbon seperti minyak dan gas. Aktivitas ini mencakup seluruh tahap proyek mulai dari survei dan desain, persiapan lokasi, mobilisasi rig, pengeboran, logging, evaluasi, hingga completion. Pengeboran merupakan salah satu proses paling kompleks, mahal, berisiko, dan jangka panjang dalam kegiatan eksplorasi & produksi minyak dan gas.

Perkiraan biaya drilling per sumur tergantung pada beberapa faktor utama yang umum. Biaya drilling tergantung antara lain kedalaman sumur, lokasi (onshore atau offshore), kompleksitas geologi, teknologi yang digunakan, serta kondisi lingkungan dan logistik. Sebagai gambaran umum, biaya pengeboran onshore di Indonesia dapat berkisar antara USD 5 juta sampai USD 10 juta per sumur untuk kedalaman 2.000 hingga 3.500 meter. Untuk offshore, biaya bisa melonjak hingga USD 20 juta sampai lebih dari USD 40 juta tergantung pada kondisi laut dan kedalaman. Data dari proyek drilling di Indonesia menunjukkan biaya per sumur onshore terkadang lebih hemat melalui optimisasi seperti cluster drilling, di mana beberapa sumur dibor dari satu lokasitas untuk mengurangi biaya tapak dan perlengkapan.

Pembagian Majors Milestone Drilling

Aktivitas drilling dapat dibagi menjadi beberapa tahapan atau milestone utama yang biasa dilakukan baik di onshore maupun offshore:

  1. Perencanaan & Survei – Survei geologi, desain sumur, izin lingkungan, studi risiko.

  2. Persiapan Tapak – Pembersihan lokasi, pembangunan jalan, fasilitas pendukung, logistik.

  3. Mobilisasi Rig – Transportasi, rig up, rig down, dan persiapan peralatan.

  4. Pengeboran Primer – Penembusan lubang bor ke zona target, casing, dan cementing awal.

  5. Kontrol Teknis dan Kesulitan – Mengatasi tekanan tinggi (HPHT), kehilangan sirkulasi, kolaps lubang.

  6. Logging & Evaluasi – Wireline logging, LWD, pengambilan sampel, dan evaluasi formasi.

  7. Well Completion – Pemasangan casing produksi, perf, dan persiapan produksi.

  8. Demobilisasi – Rig down dan pemindahan ke lokasi berikutnya.

Setiap tahapan ini rawan mengalami keterlambatan dan kendala teknis, yang sering kali berakibat pada terjadinya Non-Productive Time (NPT) atau lost time dalam proyek pengeboran.

Apa Itu Non-Productive Time (NPT) dan Pentingnya Menghindarinya

Non-Productive Time (NPT) adalah waktu yang hilang selama kegiatan pengeboran akibat kejadian tak terduga atau masalah teknis, sehingga tidak memberikan kemajuan pada penetrasi sumur. NPT adalah salah satu indikator penting untuk mengukur efisiensi dan biaya proyek. Dalam beberapa survei industri, NPT dapat menyumbang 10% hingga 30% dari total waktu proyek dan berkontribusi besar terhadap pembengkakan biaya.

Menurut hasil studi oleh Universitas Islam Riau tahun 2024, rata-rata NPT pada 50 sumur di lapangan BR mencapai lebih dari 18% dari total waktu pengeboran, terutama disebabkan oleh masalah rig moving dan loss circulation yang masuk kategori risiko tinggi (red risk).

NPT harus dihindari karena tiga alasan utama:

  • Biaya Operasi yang Tinggi – Setiap jam rig tidak produktif dapat memicu pemborosan jutaan dolar.

  • Keterlambatan Produksi – Penundaan dalam penyelesaian sumur berarti pendapatan minyak dan gas tertunda.

  • Risiko Kontrak – Keterlambatan dapat menyebabkan penalti dari operator atau investor yang membiayai proyek.

Jenis-Jenis Drilling Non-Productive Time (DNPT)

DNPT dibagi menjadi beberapa kategori utama, tergantung pada penyebab dan karakteristiknya. Berikut adalah klasifikasi umum yang sering digunakan oleh perusahaan pengeboran besar, termasuk referensi dari Drilling Contractors Association:

1. Hole Problems

Merupakan aktivitas NPT yang terjadi akibat kondisi lubang bor yang bermasalah seperti runtuhan (hole collapse), formasi tidak stabil, atau perubahan tekanan mendadak. Akibatnya, tim pengeboran harus melakukan pembersihan lubang, reaming, atau peningkatan mud weight untuk menstabilkan lubang.

2. Stuck Pipe

Salah satu penyebab NPT paling umum. Situasi ini terjadi ketika pipa bor terjebak atau terjepit (stuck) di dalam lubang akibat kerusakan formasi, penyempitan lubang, atau penumpukan material. Proses fishing atau pembebasan pipa dapat memakan waktu berjam-jam.

3. Downhole Tool Failure

Kegagalan alat di dasar sumur seperti bit, motor bore, atau steering tool menyebabkan waktu kehilangan karena perbaikan, pergantian alat (tripping), dan retesting sebelum pengeboran dapat dilanjutkan.

4. Equipment Failure (Rig Repair)

Kerusakan sistem rig, pompa lumpur (mud pumps), sistem hidrolik, atau rig controls dapat menghentikan seluruh kegiatan pengeboran. Perbaikan rig ini sering menjadi penyebab NPT penting, terutama pada proyek offshore.

5. Waiting Time

Waktu henti akibat faktor eksternal seperti cuaca buruk, pelabuhan tertutup, izin atau regulasi yang tertunda, atau keterlambatan pengiriman material dan logistik. Dalam kondisi tertentu, waktu tunggu bisa lebih dari 25% dari total NPT.

6. Rig Moving (RMV)

Waktu yang dihabiskan untuk relokasi rig dari satu sumur ke sumur berikutnya merupakan bagian dari NPT. Pada operasi offshore, rig moving termasuk critical event karena mobilisasi yang kompleks dan biaya tinggi.

7. Lost Circulation

Kehilangan sirkulasi lumpur (mud loss) saat penetrasi formasi retak atau berpori membuat tim harus menyesuaikan mud weight atau melakukan wellbore strengthening sebelum pengeboran dilanjutkan.

8. Hole Cleaning / Lag Time

Penurunan laju pengeboran karena efek hole cleaning, drag, dan gesekan dapat memperlambat kemajuan. Waktu ini termasuk NPT jika laju penurunan melebihi batas toleransi.

Data dan Statistik NPT di Indonesia

Beberapa studi menunjukkan bahwa tingkat NPT di Indonesia bervariasi tergantung pada kondisi lapangan dan rig. Sebagai contoh, penelitian pada proyek onshore drilling di Lapangan BR mencatat bahwa rig moving dan loss circulation menyumbang persentase tertinggi NPT, dengan risiko kategori Red (unacceptable risk). Sementara itu, analisis data dari 60 rig onshore global memperlihatkan 19 jenis NPT dengan total perhitungan waktu setahun mencapai lebih dari 37.000 jam, mengakibatkan kerugian melebih USD 61 juta per tahun.

Drilling adalah proses inti dalam dunia minyak dan gas, namun rawan terhadap NPT yang dapat memperburuk efisiensi dan mengguncang biaya operasional.  Dengan memahami jenis-jenis DNPT seperti hole problems, stuck pipe, equipment failure, rig moving, dan lain-lain, perusahaan pengeboran dapat melakukan pencegahan melalui perencanaan yang matang, penggunaan teknologi prediktif, pelatihan personel, dan implementasi manajemen risiko yang ketat.

Pengurangan NPT tidak hanya menghemat biaya tetapi juga mempercepat pencapaian target produksi—sesuatu yang sangat krusial untuk proyek migas skala besar dan keberlanjutan industri energi nasional.

Drilling Non-productive Time

Komentar

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman ini.

Drilling Optimization & Technology

Diposting oleh admin

Dalam industri pengeboran modern, keberhasilan tidak lagi hanya diukur dari kemampuan mencapai target kedalaman (Total Depth / TD), tetapi dari seberapa efisien, aman, dan ekonomis proses tersebut dilakukan. Biaya drilling bisa mencapai 30–50% dari total biaya pengembangan lapangan, sehingga setiap peningkatan efisiensi—even kecil—dapat memberikan dampak finansial yang signifikan. Di sinilah peran drilling optimization & technology…

Selengkapnya
11 May

Sustainability dalam Supply Chain

Diposting oleh admin

🌍 Sustainability dalam Supply Chain | PT Fiqry Jaya Manunggal Company Name: PT Fiqry Jaya Manunggal | PIC: Pak Deden | Alamat: Jl. Kalibata Tengah No. 35C Jakarta Selatan 12740 | Telepon: 08128009245 Bayangkan bisnis Anda bukan hanya menghasilkan profit, tetapi juga menciptakan high converting impact yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan mampu memenangkan hati konsumen…

Selengkapnya
4 Nov

Integrasi IoT untuk Pemeliharaan Berbasis Data

Diposting oleh Dudus Kudus

Integrasi IoT untuk Pemeliharaan Berbasis Data Dalam lanskap industri modern yang bergerak cepat, efisiensi operasional dan keandalan aset adalah kunci kesuksesan. Metode pemeliharaan tradisional seringkali bersifat reaktif, menunggu kerusakan terjadi sebelum melakukan perbaikan, yang berujung pada kerugian waktu produksi, biaya tak terduga, dan risiko keselamatan. Namun, dengan munculnya teknologi canggih, paradigma pemeliharaan (maintenance) kini sedang…

Selengkapnya
13 Jul

International Organization for Standardization (ISO)

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

International Organization for Standardization (ISO) Apa Itu ISO? ISO, singkatan dari International Organization for Standardization, adalah organisasi internasional independen yang menetapkan standar global di berbagai bidang — mulai dari manajemen mutu, lingkungan, keselamatan kerja, hingga teknologi informasi. Didirikan pada tahun 1947 di Jenewa, Swiss, ISO kini memiliki lebih dari 160 negara anggota. Tujuan utama ISO…

Selengkapnya
10 Nov

Maintenance Management: Preventive vs Predictive

Diposting oleh admin

Dalam dunia industri dan manufaktur, manajemen pemeliharaan atau maintenance management adalah elemen krusial dalam memastikan keandalan, keselamatan, dan efisiensi peralatan produksi. Dua pendekatan utama dalam manajemen pemeliharaan yang sering dibandingkan adalah Preventive Maintenance (PM) dan Predictive Maintenance (PdM). Meskipun keduanya bertujuan untuk meminimalkan downtime dan kerusakan peralatan, pendekatan, kebutuhan sumber daya, dan teknologi yang digunakan…

Selengkapnya
21 Jun

Jadwal Training Public

Diposting oleh admin

Jadwal Training & Sertifikasi Teknik Terbaru Training public dan in-house bersertifikat, dibawakan oleh instruktur berpengalaman. Tersedia kelas online dan offline. 📞 Daftar & Konsultasi Sekarang PT Fiqry Jaya Manunggal secara rutin menyelenggarakan training public di berbagai bidang strategis industri, antara lain: Project Management Engineering & Maintenance K3 / HSE Supply Chain Management Technical & Leadership…

Selengkapnya
18 Dec

Marginal Field Development

Technical Solutions & Study Cases from Various Fields in Indonesia BACKGROUND: Marginal fields refer to discoveries which have not been exploited for long, due to one or more of the following factors: Very small sizes of reserves/pool to the extent of not being economically viable Lack of infrastructure in the vicinity and profitable consumers Prohibitive…

Rp 10.950.000
Tersedia

Database Analysis & Dashboard Reporting

Powerful Database Analysis & Dashboard Reporting using Microsoft Excel BACKGROUND: The process of analyzing data and creating a dashboard summary report from text files imported from large applications, such as SAP/ERP, is still often conducted using time-consuming methods, taking hours or even days, even when using Microsoft Excel. However, by employing advanced methods—already available in…

Rp 6.950.000
Tersedia

HVAC Operation, Maintenance, & Troubleshooting

BACKGROUND: HVAC systems play a crucial role in maintaining optimal indoor comfort by regulating heating, ventilation, and air conditioning. A key component of these systems is the hydronic system, which uses water or other liquids for efficient heat transfer. Understanding the operation, maintenance, and troubleshooting of HVAC systems, including hydronic and refrigeration components, is essential…

Rp 7.950.000
Tersedia

Project Control and Scheduling Using MS Project

BACKGROUND: Aktivitas proyek dapat terjadi di segala bidang di perusahaan, baik proyek fisik (infrastruktur) seperti proyek pembelian peralatan, pemasangan fasilitas, pendirian pabrik baru maupun non fisik seperti proyek pengembangan produk baru,perancangan struktur organisasi, pembuatan sistem informasi manajemen dan peningkatan produktivitas perusahaan. Realitas di lapangan menunjukkan bahwa sering terjadi kegagalan dalam menjalankan proyek disebabkan oleh adanya…

Rp 7.950.000
Tersedia

Operasi Sistem BOP (Balance of Plant) Pembangkit Thermal

BACKGROUND: Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara merupakan salah satu tulang punggung penyediaan energi listrik di Indonesia. PLTU bekerja dengan mengubah energi panas dari pembakaran batu bara menjadi energi listrik melalui berbagai tahapan sistem yang saling terintegrasi. Dalam operasinya, keberhasilan pembangkit ini sangat bergantung pada kinerja komponen utama dan sistem pendukungnya. Salah…

Rp 7.950.000
Tersedia

Introduction to FEED (Front End Engineering Design)

BACKGROUND: Front End Engineering Design (FEED) is a crucial phase in the development of large-scale engineering projects, particularly in industries like oil and gas, petrochemicals, power, and infrastructure. This phase occurs after the conceptual design and before the detailed engineering phase. FEED focuses on defining the project’s technical requirements and laying the groundwork for a…

Rp 7.950.000
Tersedia

Drilling Non-productive Time

Chat with us on WhatsApp
Chat with Us