• Selamat datang di website PT Fiqry Jaya Manunggal. Semoga anda senantiasa sehat afiat. Kami siap melayani anda
Beranda » Blog » Drilling Non-productive Time

Drilling Non-productive Time

Diposting pada 8 October 2025 oleh Teguh Imam Santoso / Dilihat: 332 kali / Kategori: ,

Oil & Gas Drilling Non-Productive Time dalam industri Minya, Gas dan Panas Bumi (Geothermal)

Drilling adalah proses pengeboran yang bertujuan menembus lapisan batuan untuk mencapai formasi yang mengandung hidrokarbon seperti minyak dan gas. Aktivitas ini mencakup seluruh tahap proyek mulai dari survei dan desain, persiapan lokasi, mobilisasi rig, pengeboran, logging, evaluasi, hingga completion. Pengeboran merupakan salah satu proses paling kompleks, mahal, berisiko, dan jangka panjang dalam kegiatan eksplorasi & produksi minyak dan gas.

Perkiraan biaya drilling per sumur tergantung pada beberapa faktor utama yang umum. Biaya drilling tergantung antara lain kedalaman sumur, lokasi (onshore atau offshore), kompleksitas geologi, teknologi yang digunakan, serta kondisi lingkungan dan logistik. Sebagai gambaran umum, biaya pengeboran onshore di Indonesia dapat berkisar antara USD 5 juta sampai USD 10 juta per sumur untuk kedalaman 2.000 hingga 3.500 meter. Untuk offshore, biaya bisa melonjak hingga USD 20 juta sampai lebih dari USD 40 juta tergantung pada kondisi laut dan kedalaman. Data dari proyek drilling di Indonesia menunjukkan biaya per sumur onshore terkadang lebih hemat melalui optimisasi seperti cluster drilling, di mana beberapa sumur dibor dari satu lokasitas untuk mengurangi biaya tapak dan perlengkapan.

Pembagian Majors Milestone Drilling

Aktivitas drilling dapat dibagi menjadi beberapa tahapan atau milestone utama yang biasa dilakukan baik di onshore maupun offshore:

  1. Perencanaan & Survei – Survei geologi, desain sumur, izin lingkungan, studi risiko.

  2. Persiapan Tapak – Pembersihan lokasi, pembangunan jalan, fasilitas pendukung, logistik.

  3. Mobilisasi Rig – Transportasi, rig up, rig down, dan persiapan peralatan.

  4. Pengeboran Primer – Penembusan lubang bor ke zona target, casing, dan cementing awal.

  5. Kontrol Teknis dan Kesulitan – Mengatasi tekanan tinggi (HPHT), kehilangan sirkulasi, kolaps lubang.

  6. Logging & Evaluasi – Wireline logging, LWD, pengambilan sampel, dan evaluasi formasi.

  7. Well Completion – Pemasangan casing produksi, perf, dan persiapan produksi.

  8. Demobilisasi – Rig down dan pemindahan ke lokasi berikutnya.

Setiap tahapan ini rawan mengalami keterlambatan dan kendala teknis, yang sering kali berakibat pada terjadinya Non-Productive Time (NPT) atau lost time dalam proyek pengeboran.

Apa Itu Non-Productive Time (NPT) dan Pentingnya Menghindarinya

Non-Productive Time (NPT) adalah waktu yang hilang selama kegiatan pengeboran akibat kejadian tak terduga atau masalah teknis, sehingga tidak memberikan kemajuan pada penetrasi sumur. NPT adalah salah satu indikator penting untuk mengukur efisiensi dan biaya proyek. Dalam beberapa survei industri, NPT dapat menyumbang 10% hingga 30% dari total waktu proyek dan berkontribusi besar terhadap pembengkakan biaya.

Menurut hasil studi oleh Universitas Islam Riau tahun 2024, rata-rata NPT pada 50 sumur di lapangan BR mencapai lebih dari 18% dari total waktu pengeboran, terutama disebabkan oleh masalah rig moving dan loss circulation yang masuk kategori risiko tinggi (red risk).

NPT harus dihindari karena tiga alasan utama:

  • Biaya Operasi yang Tinggi – Setiap jam rig tidak produktif dapat memicu pemborosan jutaan dolar.

  • Keterlambatan Produksi – Penundaan dalam penyelesaian sumur berarti pendapatan minyak dan gas tertunda.

  • Risiko Kontrak – Keterlambatan dapat menyebabkan penalti dari operator atau investor yang membiayai proyek.

Jenis-Jenis Drilling Non-Productive Time (DNPT)

DNPT dibagi menjadi beberapa kategori utama, tergantung pada penyebab dan karakteristiknya. Berikut adalah klasifikasi umum yang sering digunakan oleh perusahaan pengeboran besar, termasuk referensi dari Drilling Contractors Association:

1. Hole Problems

Merupakan aktivitas NPT yang terjadi akibat kondisi lubang bor yang bermasalah seperti runtuhan (hole collapse), formasi tidak stabil, atau perubahan tekanan mendadak. Akibatnya, tim pengeboran harus melakukan pembersihan lubang, reaming, atau peningkatan mud weight untuk menstabilkan lubang.

2. Stuck Pipe

Salah satu penyebab NPT paling umum. Situasi ini terjadi ketika pipa bor terjebak atau terjepit (stuck) di dalam lubang akibat kerusakan formasi, penyempitan lubang, atau penumpukan material. Proses fishing atau pembebasan pipa dapat memakan waktu berjam-jam.

3. Downhole Tool Failure

Kegagalan alat di dasar sumur seperti bit, motor bore, atau steering tool menyebabkan waktu kehilangan karena perbaikan, pergantian alat (tripping), dan retesting sebelum pengeboran dapat dilanjutkan.

4. Equipment Failure (Rig Repair)

Kerusakan sistem rig, pompa lumpur (mud pumps), sistem hidrolik, atau rig controls dapat menghentikan seluruh kegiatan pengeboran. Perbaikan rig ini sering menjadi penyebab NPT penting, terutama pada proyek offshore.

5. Waiting Time

Waktu henti akibat faktor eksternal seperti cuaca buruk, pelabuhan tertutup, izin atau regulasi yang tertunda, atau keterlambatan pengiriman material dan logistik. Dalam kondisi tertentu, waktu tunggu bisa lebih dari 25% dari total NPT.

6. Rig Moving (RMV)

Waktu yang dihabiskan untuk relokasi rig dari satu sumur ke sumur berikutnya merupakan bagian dari NPT. Pada operasi offshore, rig moving termasuk critical event karena mobilisasi yang kompleks dan biaya tinggi.

7. Lost Circulation

Kehilangan sirkulasi lumpur (mud loss) saat penetrasi formasi retak atau berpori membuat tim harus menyesuaikan mud weight atau melakukan wellbore strengthening sebelum pengeboran dilanjutkan.

8. Hole Cleaning / Lag Time

Penurunan laju pengeboran karena efek hole cleaning, drag, dan gesekan dapat memperlambat kemajuan. Waktu ini termasuk NPT jika laju penurunan melebihi batas toleransi.

Data dan Statistik NPT di Indonesia

Beberapa studi menunjukkan bahwa tingkat NPT di Indonesia bervariasi tergantung pada kondisi lapangan dan rig. Sebagai contoh, penelitian pada proyek onshore drilling di Lapangan BR mencatat bahwa rig moving dan loss circulation menyumbang persentase tertinggi NPT, dengan risiko kategori Red (unacceptable risk). Sementara itu, analisis data dari 60 rig onshore global memperlihatkan 19 jenis NPT dengan total perhitungan waktu setahun mencapai lebih dari 37.000 jam, mengakibatkan kerugian melebih USD 61 juta per tahun.

Drilling adalah proses inti dalam dunia minyak dan gas, namun rawan terhadap NPT yang dapat memperburuk efisiensi dan mengguncang biaya operasional.  Dengan memahami jenis-jenis DNPT seperti hole problems, stuck pipe, equipment failure, rig moving, dan lain-lain, perusahaan pengeboran dapat melakukan pencegahan melalui perencanaan yang matang, penggunaan teknologi prediktif, pelatihan personel, dan implementasi manajemen risiko yang ketat.

Pengurangan NPT tidak hanya menghemat biaya tetapi juga mempercepat pencapaian target produksi—sesuatu yang sangat krusial untuk proyek migas skala besar dan keberlanjutan industri energi nasional.

Drilling Non-productive Time

Komentar

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman ini.

Investasi Pada Diri Sendiri

Diposting oleh admin

Investasi pada Diri Sendiri: Kunci Kesuksesan Jangka Panjang Pendahuluan Banyak orang berlomba-lomba mengumpulkan harta, menambah aset, atau memperluas jaringan bisnis. Namun, ada satu bentuk investasi yang sering diabaikan: investasi pada diri sendiri. Berbeda dengan saham, properti, atau emas, investasi pada diri sendiri tidak bisa diambil orang lain dan manfaatnya akan terasa sepanjang hidup. Inilah fondasi…

Selengkapnya
13 Sep

Drilling Optimization & Technology

Diposting oleh admin

Dalam industri pengeboran modern, keberhasilan tidak lagi hanya diukur dari kemampuan mencapai target kedalaman (Total Depth / TD), tetapi dari seberapa efisien, aman, dan ekonomis proses tersebut dilakukan. Biaya drilling bisa mencapai 30–50% dari total biaya pengembangan lapangan, sehingga setiap peningkatan efisiensi—even kecil—dapat memberikan dampak finansial yang signifikan. Di sinilah peran drilling optimization & technology…

Selengkapnya
11 May

Mengembangkan Individual Development Plan

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

Mengembangkan Individual Development Plan yang Realistis aadalah kunci pengembangan talenta dan retensi karyawan unggul. Dalam dunia kerja yang semakin kompetitif, perusahaan dituntut untuk tidak hanya merekrut talenta terbaik, tetapi juga mengembangkan dan mempertahankan mereka. Salah satu cara paling strategis untuk mencapainya adalah dengan menyusun Individual Development Plan (IDP). IDP yang efektif dan realistis tidak hanya…

Selengkapnya
26 Jun

Struktur Organisasi Adaptif dan Fleksibel: Analisis Mendalam & Powerful

Diposting oleh admin

Analisis Struktur Organisasi yang Adaptif dan Fleksibel Struktur organisasi yang adaptif dan fleksibel menjadi kebutuhan strategis bagi perusahaan yang beroperasi di lingkungan bisnis yang dinamis. Di era perubahan cepat, organisasi harus mampu menyesuaikan diri terhadap perkembangan teknologi, pergeseran pasar, dan tuntutan kompetitif. Artikel ini membahas konsep struktur organisasi adaptif, karakteristiknya, serta bagaimana perusahaan dapat mengimplementasikannya…

Selengkapnya
13 Dec

5 Langkah Efektif Vendor Management

Diposting oleh admin

5 Langkah Efektif Vendor Management untuk Rantai Pasok yang Tangguh Manajemen vendor yang baik adalah fondasi dari rantai pasok yang lancar, efisien, dan berkelanjutan. Vendor tidak hanya sekadar pemasok barang atau jasa, tetapi juga mitra strategis yang memengaruhi kualitas, biaya, ketepatan waktu, bahkan reputasi perusahaan.Jika hubungan dengan vendor tidak dikelola secara efektif, risiko seperti keterlambatan…

Selengkapnya
13 Aug

Konsep IT Feel Free: Menjelajahi Kebebasan Digital dan Inovasi

Diposting oleh admin

Konsep IT Feel Free: Kebebasan Digital dan Inovasi Konsep IT Feel Free meliputi teknologi informasi yang mendukung kebebasan digital. Ini mencakup akses informasi yang mudah, fleksibilitas kerja, dan inovasi kreatif. Teknologi ini membantu organisasi dan individu meningkatkan efisiensi, kolaborasi global, dan pengembangan diri. Kebebasan Akses Informasi Teknologi informasi memudahkan akses ke informasi. Selain itu, dengan…

Selengkapnya
13 Sep

Extended Reach Drilling (ERD)

BACKGROUND: Pelatihan Extended Reach Drilling (ERD) ini akan difokuskan untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang desain dan aspek operasional dan design pada Extended Reach Drilling. Dengan tujuan khusus kegiatan operasi pemboran yang rumit dan menggunakan sudut inklinasi yang tinggi dan Panjang horizontal displacement yang sangat panjang menimbulkan problem tersendiri pada kegiatan operasi nya seperti pipa terjepit,…

Rp 14.950.000
Tersedia

Managing Upstream Oil/Gas Assets

Background Manajemen aset hulu migas merupakan aspek strategis yang menentukan keberhasilan pengelolaan sumber daya energi nasional. Dalam konteks global yang terus berubah—mulai dari fluktuasi harga minyak, perubahan kebijakan energi, hingga transisi menuju energi bersih—para profesional di sektor hulu dituntut untuk memahami dinamika industri, filosofi kontrak kerja sama, serta tata kelola migas yang baik. Pemahaman yang…

Rp 14.950.000
Tersedia

Spare Parts Management

Background Spare parts merupakan elemen kritis dalam mendukung keandalan operasi, efektivitas pemeliharaan, dan ketersediaan aset di industri manufaktur, migas, pembangkit, dan petrokimia. Pengelolaan spare parts yang tidak optimal dapat menyebabkan downtime tinggi, pembengkakan biaya inventori, serta risiko kekurangan material kritis. Melalui sistem Spare Parts Management yang terencana dan terintegrasi, perusahaan dapat memastikan ketersediaan suku cadang…

Rp 7.950.000
Tersedia

Gearbox Selection, Maintenance & Troubleshooting

BACKGROUND: Gearbox Selection, Maintenance & Troubleshooting are essential aspects of ensuring optimal performance in mechanical power transmission systems across industries such as manufacturing, energy, mining, and transportation. Gearboxes play a critical role in powering machinery, and their reliability directly impacts the efficiency and productivity of operations. However, selecting the right gearbox, maintaining it properly, and…

Rp 7.950.000
Tersedia

Hydraulic & Pneumatic (Practical & Theory)

Background Sistem hidrolik dan pneumatik merupakan teknologi utama dalam berbagai aplikasi industri, mulai dari manufaktur, pertambangan, minyak dan gas, hingga otomasi pabrik. Keduanya digunakan untuk mentransmisikan energi, menggerakkan aktuator, serta mengendalikan proses dengan presisi dan keandalan tinggi. Namun, dalam praktiknya, banyak permasalahan operasional seperti kebocoran, tekanan tidak stabil, respon lambat, hingga kegagalan sistem yang disebabkan…

Rp 10.950.000
Tersedia

ROTATING MACHINERIES

BACKGROUND: Rotating machineries, or turbomachinery, involves a component that transfers energy between a fluid and the machine. This transfer can occur from the rotor to the fluid, making it a pump or a fan, or from the fluid to the rotor, making it a turbine. Examples of such machinery include fans, pumps, compressors, turbines, and…

Rp 7.950.000
Tersedia

Drilling Non-productive Time

Chat with us on WhatsApp
Chat with Us