• Selamat datang di website PT Fiqry Jaya Manunggal. Semoga anda senantiasa sehat afiat. Kami siap melayani anda
Beranda » Blog » Drilling Non-productive Time

Drilling Non-productive Time

Diposting pada 8 October 2025 oleh Teguh Imam Santoso / Dilihat: 285 kali / Kategori: ,

Oil & Gas Drilling Non-Productive Time dalam industri Minya, Gas dan Panas Bumi (Geothermal)

Drilling adalah proses pengeboran yang bertujuan menembus lapisan batuan untuk mencapai formasi yang mengandung hidrokarbon seperti minyak dan gas. Aktivitas ini mencakup seluruh tahap proyek mulai dari survei dan desain, persiapan lokasi, mobilisasi rig, pengeboran, logging, evaluasi, hingga completion. Pengeboran merupakan salah satu proses paling kompleks, mahal, berisiko, dan jangka panjang dalam kegiatan eksplorasi & produksi minyak dan gas.

Perkiraan biaya drilling per sumur tergantung pada beberapa faktor utama yang umum. Biaya drilling tergantung antara lain kedalaman sumur, lokasi (onshore atau offshore), kompleksitas geologi, teknologi yang digunakan, serta kondisi lingkungan dan logistik. Sebagai gambaran umum, biaya pengeboran onshore di Indonesia dapat berkisar antara USD 5 juta sampai USD 10 juta per sumur untuk kedalaman 2.000 hingga 3.500 meter. Untuk offshore, biaya bisa melonjak hingga USD 20 juta sampai lebih dari USD 40 juta tergantung pada kondisi laut dan kedalaman. Data dari proyek drilling di Indonesia menunjukkan biaya per sumur onshore terkadang lebih hemat melalui optimisasi seperti cluster drilling, di mana beberapa sumur dibor dari satu lokasitas untuk mengurangi biaya tapak dan perlengkapan.

Pembagian Majors Milestone Drilling

Aktivitas drilling dapat dibagi menjadi beberapa tahapan atau milestone utama yang biasa dilakukan baik di onshore maupun offshore:

  1. Perencanaan & Survei – Survei geologi, desain sumur, izin lingkungan, studi risiko.

  2. Persiapan Tapak – Pembersihan lokasi, pembangunan jalan, fasilitas pendukung, logistik.

  3. Mobilisasi Rig – Transportasi, rig up, rig down, dan persiapan peralatan.

  4. Pengeboran Primer – Penembusan lubang bor ke zona target, casing, dan cementing awal.

  5. Kontrol Teknis dan Kesulitan – Mengatasi tekanan tinggi (HPHT), kehilangan sirkulasi, kolaps lubang.

  6. Logging & Evaluasi – Wireline logging, LWD, pengambilan sampel, dan evaluasi formasi.

  7. Well Completion – Pemasangan casing produksi, perf, dan persiapan produksi.

  8. Demobilisasi – Rig down dan pemindahan ke lokasi berikutnya.

Setiap tahapan ini rawan mengalami keterlambatan dan kendala teknis, yang sering kali berakibat pada terjadinya Non-Productive Time (NPT) atau lost time dalam proyek pengeboran.

Apa Itu Non-Productive Time (NPT) dan Pentingnya Menghindarinya

Non-Productive Time (NPT) adalah waktu yang hilang selama kegiatan pengeboran akibat kejadian tak terduga atau masalah teknis, sehingga tidak memberikan kemajuan pada penetrasi sumur. NPT adalah salah satu indikator penting untuk mengukur efisiensi dan biaya proyek. Dalam beberapa survei industri, NPT dapat menyumbang 10% hingga 30% dari total waktu proyek dan berkontribusi besar terhadap pembengkakan biaya.

Menurut hasil studi oleh Universitas Islam Riau tahun 2024, rata-rata NPT pada 50 sumur di lapangan BR mencapai lebih dari 18% dari total waktu pengeboran, terutama disebabkan oleh masalah rig moving dan loss circulation yang masuk kategori risiko tinggi (red risk).

NPT harus dihindari karena tiga alasan utama:

  • Biaya Operasi yang Tinggi – Setiap jam rig tidak produktif dapat memicu pemborosan jutaan dolar.

  • Keterlambatan Produksi – Penundaan dalam penyelesaian sumur berarti pendapatan minyak dan gas tertunda.

  • Risiko Kontrak – Keterlambatan dapat menyebabkan penalti dari operator atau investor yang membiayai proyek.

Jenis-Jenis Drilling Non-Productive Time (DNPT)

DNPT dibagi menjadi beberapa kategori utama, tergantung pada penyebab dan karakteristiknya. Berikut adalah klasifikasi umum yang sering digunakan oleh perusahaan pengeboran besar, termasuk referensi dari Drilling Contractors Association:

1. Hole Problems

Merupakan aktivitas NPT yang terjadi akibat kondisi lubang bor yang bermasalah seperti runtuhan (hole collapse), formasi tidak stabil, atau perubahan tekanan mendadak. Akibatnya, tim pengeboran harus melakukan pembersihan lubang, reaming, atau peningkatan mud weight untuk menstabilkan lubang.

2. Stuck Pipe

Salah satu penyebab NPT paling umum. Situasi ini terjadi ketika pipa bor terjebak atau terjepit (stuck) di dalam lubang akibat kerusakan formasi, penyempitan lubang, atau penumpukan material. Proses fishing atau pembebasan pipa dapat memakan waktu berjam-jam.

3. Downhole Tool Failure

Kegagalan alat di dasar sumur seperti bit, motor bore, atau steering tool menyebabkan waktu kehilangan karena perbaikan, pergantian alat (tripping), dan retesting sebelum pengeboran dapat dilanjutkan.

4. Equipment Failure (Rig Repair)

Kerusakan sistem rig, pompa lumpur (mud pumps), sistem hidrolik, atau rig controls dapat menghentikan seluruh kegiatan pengeboran. Perbaikan rig ini sering menjadi penyebab NPT penting, terutama pada proyek offshore.

5. Waiting Time

Waktu henti akibat faktor eksternal seperti cuaca buruk, pelabuhan tertutup, izin atau regulasi yang tertunda, atau keterlambatan pengiriman material dan logistik. Dalam kondisi tertentu, waktu tunggu bisa lebih dari 25% dari total NPT.

6. Rig Moving (RMV)

Waktu yang dihabiskan untuk relokasi rig dari satu sumur ke sumur berikutnya merupakan bagian dari NPT. Pada operasi offshore, rig moving termasuk critical event karena mobilisasi yang kompleks dan biaya tinggi.

7. Lost Circulation

Kehilangan sirkulasi lumpur (mud loss) saat penetrasi formasi retak atau berpori membuat tim harus menyesuaikan mud weight atau melakukan wellbore strengthening sebelum pengeboran dilanjutkan.

8. Hole Cleaning / Lag Time

Penurunan laju pengeboran karena efek hole cleaning, drag, dan gesekan dapat memperlambat kemajuan. Waktu ini termasuk NPT jika laju penurunan melebihi batas toleransi.

Data dan Statistik NPT di Indonesia

Beberapa studi menunjukkan bahwa tingkat NPT di Indonesia bervariasi tergantung pada kondisi lapangan dan rig. Sebagai contoh, penelitian pada proyek onshore drilling di Lapangan BR mencatat bahwa rig moving dan loss circulation menyumbang persentase tertinggi NPT, dengan risiko kategori Red (unacceptable risk). Sementara itu, analisis data dari 60 rig onshore global memperlihatkan 19 jenis NPT dengan total perhitungan waktu setahun mencapai lebih dari 37.000 jam, mengakibatkan kerugian melebih USD 61 juta per tahun.

Drilling adalah proses inti dalam dunia minyak dan gas, namun rawan terhadap NPT yang dapat memperburuk efisiensi dan mengguncang biaya operasional.  Dengan memahami jenis-jenis DNPT seperti hole problems, stuck pipe, equipment failure, rig moving, dan lain-lain, perusahaan pengeboran dapat melakukan pencegahan melalui perencanaan yang matang, penggunaan teknologi prediktif, pelatihan personel, dan implementasi manajemen risiko yang ketat.

Pengurangan NPT tidak hanya menghemat biaya tetapi juga mempercepat pencapaian target produksi—sesuatu yang sangat krusial untuk proyek migas skala besar dan keberlanjutan industri energi nasional.

Drilling Non-productive Time

Komentar

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman ini.

Manajemen Kontrak Proyek

Diposting oleh admin

Pendahuluan Dalam dunia proyek, kontrak adalah dasar hubungan antara pemilik proyek dan pelaksana. Kontrak mengatur ruang lingkup pekerjaan, biaya, jadwal, serta hak dan kewajiban masing-masing pihak. Tanpa manajemen kontrak yang baik, proyek berisiko menghadapi perselisihan, keterlambatan, bahkan kerugian besar. Oleh karena itu, manajemen kontrak proyek menjadi salah satu disiplin penting dalam manajemen proyek modern. Apa…

Selengkapnya
18 Oct

Manfaat Latihan Kekuatan bagi Kesehatan Jangka Panjang

Diposting oleh admin

Manfaat Latihan Kekuatan bagi Kesehatan Jangka Panjang Latihan kekuatan sering kali identik dengan angkat beban dan pembentukan otot. Banyak orang menganggap aktivitas ini hanya diperlukan oleh atlet atau individu yang ingin membentuk tubuh ideal. Padahal, latihan kekuatan memiliki manfaat yang sangat besar bagi kesehatan jangka panjang, baik untuk pria maupun wanita, dari usia muda hingga…

Selengkapnya
10 Feb

Boiler, Tipe dan Sertifikasinya

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

Definisi Boiler Boiler adalah bejana tertutup tempat air dipanaskan untuk menghasilkan uap atau air panas dengan energi panas dari bahan bakar. Uap atau air panas tersebut kemudian digunakan untuk berbagai keperluan, aplikasi industri termasuk pembangkit Listrik, memanaskan bangunan, dan mensterilkan peralatan. Boiler mengubah air menjadi uap atau air panas, yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan,…

Selengkapnya
17 Feb

Membangun Tim Maintenance Handal

Diposting oleh admin

Membangun Tim Maintenance Handal Fondasi Keandalan Operasional di Era Industri Modern Dalam dunia industri dan fasilitas, keberhasilan operasional tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan mesin atau teknologi, tetapi juga oleh manusia di baliknya—terutama tim pemeliharaan (maintenance). Sebuah tim maintenance yang handal adalah ujung tombak dalam menjaga keandalan aset, menghindari downtime, dan mendukung produktivitas perusahaan secara keseluruhan….

Selengkapnya
24 Jul

CMMS dan Dashboard Maintenance: Solusi Cerdas Kelola Aset

Diposting oleh admin

Pendahuluan Dalam era industri modern yang menuntut keandalan aset dan efisiensi operasional, aktivitas maintenance tidak lagi bisa dikelola secara manual dan reaktif. Keterlambatan perawatan, data yang tidak akurat, serta kurangnya visibilitas kondisi aset sering menjadi penyebab utama downtime dan pemborosan biaya. Di sinilah peran CMMS dan dashboard maintenance menjadi sangat krusial sebagai solusi digital yang…

Selengkapnya
17 Jan

Lima Langkah Pemulihan Produksi Secara Cepat

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

Laju produksi suatu pabrik diharap selalu terjaga seperti yang direncanakan. Pada kenyataannya, kendala di lapangan kadang mengalami penurunan yang kadang overlook. Kendala yang umum adalah keterlambatan dari sisi suply chain, bahan baku, atau kadang juga bisa disebabkan oleh masalah external affair seperti ormas, pemogokan. Yang mana hal itu dapat menyebabkan penurunan produksi. Di sisi lain,…

Selengkapnya
7 Jul

Pengambilan Contoh Uji Air (PCUA)

BACKGROUND: Training & Sertifikasi BNSP: Pengambilan Contoh Uji Air (PCUA) Pengambilan Contoh Uji Air (PCUA) adalah pekerjaan yang tidak mudah untuk dilakukan, hal ini disebabkan karena polutan dari air memiliki karakteristik yang sangat mudah berubah. Hal ini dapat dipengaruhi oleh situasi dan kondisi sekitarnya, seperti jumlah polutan yang terkandung, sifat kimia/biologi maupun fisika, dan intervensi…

Rp 8.950.000
Tersedia

Pengujian & Kalibrasi Proteksi Peralatan Elektrikal Pembangkit

BACKGROUND: Pengujian & Kalibrasi Proteksi Peralatan Elektrikal Pembangkit Keandalan sistem tenaga listrik sangat bergantung pada efektivitas sistem proteksi yang diterapkan. Dalam merancang sistem tenaga listrik, analisa gangguan dan kondisi abnormal yang mungkin terjadi harus menjadi perhatian utama. Beberapa peralatan utama yang diproteksi meliputi Generator, Main Transformer, Station Service Transformer, dan House Transformer. Kondisi abnormal seperti…

Rp 7.950.000
Tersedia

Powerful Database Analysis and Dashboard Reporting using Microsoft Excel

BACKGROUND: Proses menganalisa data dan membuat dashboard summary report dari file text hasil import aplikasi besar, seperti SAP/ERP, masih sering dilakukan dalam proses yang lama, memakan waktu berjam-jam, bahkan berhari-hari meskipun sudah menggunakan aplikasi Microsoft Excel. Padahal apabila dilakukan dengan metode yang canggih, yang sebenarnya sudah disediakan dalam Excel serta dengan penggunaan fungsi-fungsi terbarunya, pekerjaan…

Rp 6.950.000
Tersedia

Gas Handling, Conditioning and Processing Facilities

BACKGROUND: Pengelolaan gas alam merupakan aspek kritis dalam operasi industri minyak dan gas, yang mencakup proses penanganan, pengkondisian, hingga pengolahan gas. Fasilitas gas membutuhkan pemahaman teknis mendalam untuk memastikan bahwa setiap tahapan dilakukan secara aman, efisien, dan sesuai dengan standar yang berlaku. Dengan semakin kompleksnya teknologi dan peralatan yang digunakan, serta meningkatnya tuntutan akan efisiensi…

Rp 7.950.000
Tersedia

Kalibrasi dan Ketidakpastian Pengukuran

BACKGROUND: Kalibrasi adalah proses membandingkan pembacaan suatu peralatan atau sistem dengan peralatan lain yang telah dikalibrasi & dijadikan referensi terhadap sekumpulan parameter yang diketahui. Peralatan yang digunakan sebagai acuan harus dapat ditelusuri secara langsung ke peralatan yang dikalibrasi sesuai ISO/IEC 17025. Tujuan kalibrasi adalah untuk meminimalkan ketidakpastian pengukuran dengan memastikan keakuratan peralatan uji. Kalibrasi mengkuantifikasi…

Rp 7.950.000
Tersedia

Introduction to FEED (Front End Engineering Design)

BACKGROUND: Front End Engineering Design (FEED) is a crucial phase in the development of large-scale engineering projects, particularly in industries like oil and gas, petrochemicals, power, and infrastructure. This phase occurs after the conceptual design and before the detailed engineering phase. FEED focuses on defining the project’s technical requirements and laying the groundwork for a…

Rp 7.950.000
Tersedia

Drilling Non-productive Time

Chat with us on WhatsApp
Chat with Us