• Selamat datang di website PT Fiqry Jaya Manunggal. Semoga anda senantiasa sehat afiat. Kami siap melayani anda
Beranda » Blog » Drilling Non-productive Time

Drilling Non-productive Time

Diposting pada 8 October 2025 oleh Teguh Imam Santoso / Dilihat: 419 kali / Kategori: ,

Oil & Gas Drilling Non-Productive Time dalam industri Minya, Gas dan Panas Bumi (Geothermal)

Drilling adalah proses pengeboran yang bertujuan menembus lapisan batuan untuk mencapai formasi yang mengandung hidrokarbon seperti minyak dan gas. Aktivitas ini mencakup seluruh tahap proyek mulai dari survei dan desain, persiapan lokasi, mobilisasi rig, pengeboran, logging, evaluasi, hingga completion. Pengeboran merupakan salah satu proses paling kompleks, mahal, berisiko, dan jangka panjang dalam kegiatan eksplorasi & produksi minyak dan gas.

Perkiraan biaya drilling per sumur tergantung pada beberapa faktor utama yang umum. Biaya drilling tergantung antara lain kedalaman sumur, lokasi (onshore atau offshore), kompleksitas geologi, teknologi yang digunakan, serta kondisi lingkungan dan logistik. Sebagai gambaran umum, biaya pengeboran onshore di Indonesia dapat berkisar antara USD 5 juta sampai USD 10 juta per sumur untuk kedalaman 2.000 hingga 3.500 meter. Untuk offshore, biaya bisa melonjak hingga USD 20 juta sampai lebih dari USD 40 juta tergantung pada kondisi laut dan kedalaman. Data dari proyek drilling di Indonesia menunjukkan biaya per sumur onshore terkadang lebih hemat melalui optimisasi seperti cluster drilling, di mana beberapa sumur dibor dari satu lokasitas untuk mengurangi biaya tapak dan perlengkapan.

Pembagian Majors Milestone Drilling

Aktivitas drilling dapat dibagi menjadi beberapa tahapan atau milestone utama yang biasa dilakukan baik di onshore maupun offshore:

  1. Perencanaan & Survei – Survei geologi, desain sumur, izin lingkungan, studi risiko.

  2. Persiapan Tapak – Pembersihan lokasi, pembangunan jalan, fasilitas pendukung, logistik.

  3. Mobilisasi Rig – Transportasi, rig up, rig down, dan persiapan peralatan.

  4. Pengeboran Primer – Penembusan lubang bor ke zona target, casing, dan cementing awal.

  5. Kontrol Teknis dan Kesulitan – Mengatasi tekanan tinggi (HPHT), kehilangan sirkulasi, kolaps lubang.

  6. Logging & Evaluasi – Wireline logging, LWD, pengambilan sampel, dan evaluasi formasi.

  7. Well Completion – Pemasangan casing produksi, perf, dan persiapan produksi.

  8. Demobilisasi – Rig down dan pemindahan ke lokasi berikutnya.

Setiap tahapan ini rawan mengalami keterlambatan dan kendala teknis, yang sering kali berakibat pada terjadinya Non-Productive Time (NPT) atau lost time dalam proyek pengeboran.

Apa Itu Non-Productive Time (NPT) dan Pentingnya Menghindarinya

Non-Productive Time (NPT) adalah waktu yang hilang selama kegiatan pengeboran akibat kejadian tak terduga atau masalah teknis, sehingga tidak memberikan kemajuan pada penetrasi sumur. NPT adalah salah satu indikator penting untuk mengukur efisiensi dan biaya proyek. Dalam beberapa survei industri, NPT dapat menyumbang 10% hingga 30% dari total waktu proyek dan berkontribusi besar terhadap pembengkakan biaya.

Menurut hasil studi oleh Universitas Islam Riau tahun 2024, rata-rata NPT pada 50 sumur di lapangan BR mencapai lebih dari 18% dari total waktu pengeboran, terutama disebabkan oleh masalah rig moving dan loss circulation yang masuk kategori risiko tinggi (red risk).

NPT harus dihindari karena tiga alasan utama:

  • Biaya Operasi yang Tinggi – Setiap jam rig tidak produktif dapat memicu pemborosan jutaan dolar.

  • Keterlambatan Produksi – Penundaan dalam penyelesaian sumur berarti pendapatan minyak dan gas tertunda.

  • Risiko Kontrak – Keterlambatan dapat menyebabkan penalti dari operator atau investor yang membiayai proyek.

Jenis-Jenis Drilling Non-Productive Time (DNPT)

DNPT dibagi menjadi beberapa kategori utama, tergantung pada penyebab dan karakteristiknya. Berikut adalah klasifikasi umum yang sering digunakan oleh perusahaan pengeboran besar, termasuk referensi dari Drilling Contractors Association:

1. Hole Problems

Merupakan aktivitas NPT yang terjadi akibat kondisi lubang bor yang bermasalah seperti runtuhan (hole collapse), formasi tidak stabil, atau perubahan tekanan mendadak. Akibatnya, tim pengeboran harus melakukan pembersihan lubang, reaming, atau peningkatan mud weight untuk menstabilkan lubang.

2. Stuck Pipe

Salah satu penyebab NPT paling umum. Situasi ini terjadi ketika pipa bor terjebak atau terjepit (stuck) di dalam lubang akibat kerusakan formasi, penyempitan lubang, atau penumpukan material. Proses fishing atau pembebasan pipa dapat memakan waktu berjam-jam.

3. Downhole Tool Failure

Kegagalan alat di dasar sumur seperti bit, motor bore, atau steering tool menyebabkan waktu kehilangan karena perbaikan, pergantian alat (tripping), dan retesting sebelum pengeboran dapat dilanjutkan.

4. Equipment Failure (Rig Repair)

Kerusakan sistem rig, pompa lumpur (mud pumps), sistem hidrolik, atau rig controls dapat menghentikan seluruh kegiatan pengeboran. Perbaikan rig ini sering menjadi penyebab NPT penting, terutama pada proyek offshore.

5. Waiting Time

Waktu henti akibat faktor eksternal seperti cuaca buruk, pelabuhan tertutup, izin atau regulasi yang tertunda, atau keterlambatan pengiriman material dan logistik. Dalam kondisi tertentu, waktu tunggu bisa lebih dari 25% dari total NPT.

6. Rig Moving (RMV)

Waktu yang dihabiskan untuk relokasi rig dari satu sumur ke sumur berikutnya merupakan bagian dari NPT. Pada operasi offshore, rig moving termasuk critical event karena mobilisasi yang kompleks dan biaya tinggi.

7. Lost Circulation

Kehilangan sirkulasi lumpur (mud loss) saat penetrasi formasi retak atau berpori membuat tim harus menyesuaikan mud weight atau melakukan wellbore strengthening sebelum pengeboran dilanjutkan.

8. Hole Cleaning / Lag Time

Penurunan laju pengeboran karena efek hole cleaning, drag, dan gesekan dapat memperlambat kemajuan. Waktu ini termasuk NPT jika laju penurunan melebihi batas toleransi.

Data dan Statistik NPT di Indonesia

Beberapa studi menunjukkan bahwa tingkat NPT di Indonesia bervariasi tergantung pada kondisi lapangan dan rig. Sebagai contoh, penelitian pada proyek onshore drilling di Lapangan BR mencatat bahwa rig moving dan loss circulation menyumbang persentase tertinggi NPT, dengan risiko kategori Red (unacceptable risk). Sementara itu, analisis data dari 60 rig onshore global memperlihatkan 19 jenis NPT dengan total perhitungan waktu setahun mencapai lebih dari 37.000 jam, mengakibatkan kerugian melebih USD 61 juta per tahun.

Drilling adalah proses inti dalam dunia minyak dan gas, namun rawan terhadap NPT yang dapat memperburuk efisiensi dan mengguncang biaya operasional.  Dengan memahami jenis-jenis DNPT seperti hole problems, stuck pipe, equipment failure, rig moving, dan lain-lain, perusahaan pengeboran dapat melakukan pencegahan melalui perencanaan yang matang, penggunaan teknologi prediktif, pelatihan personel, dan implementasi manajemen risiko yang ketat.

Pengurangan NPT tidak hanya menghemat biaya tetapi juga mempercepat pencapaian target produksi—sesuatu yang sangat krusial untuk proyek migas skala besar dan keberlanjutan industri energi nasional.

Drilling Non-productive Time

Komentar

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman ini.

Sistem Lifting dan Transportasi Migas

Diposting oleh admin

Sistem Lifting dan Transportasi Migas merupakan bagian penting dalam rantai industri minyak dan gas bumi. Setelah proses eksplorasi dan produksi selesai dilakukan, hidrokarbon harus diangkat (lifting) dan dipindahkan (transportasi) secara aman serta efisien menuju fasilitas pengolahan, penyimpanan, atau distribusi. Keandalan sistem lifting dan transportasi migas sangat menentukan keberhasilan operasi hulu dan hilir. Tanpa sistem yang terintegrasi…

Selengkapnya
16 Feb

Proses Industri Minyak Hulu ke Hilir

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

Kita akan membahas proses produksi minyak hulu ke hilir, mencakup tahapan eksplorasi, pengolahan, hingga distribusi akhir. Fakta menariknya, proses ini melibatkan banyak teknologi, modal besar, dan perencanaan jangka panjang. Minyak bumi merupakan sumber daya energi yang sangat vital bagi kehidupan modern. Kita menggunakannya untuk bahan bakar kendaraan, pembangkit listrik, pelumas mesin, bahan kimia, dan banyak…

Selengkapnya
1 Jul

Pelatihan: In-house atau Outsource

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

Pelatihan: In-house vs Outsource – Mana yang Lebih Efektif untuk Perusahaan Anda? Dalam dunia kerja yang semakin kompetitif, pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas utama bagi banyak perusahaan. Salah satu cara efektif untuk meningkatkan kompetensi karyawan adalah melalui program pelatihan. Namun, muncul pertanyaan penting yang sering kali dihadapi manajemen: apakah pelatihan sebaiknya dilakukan secara…

Selengkapnya
11 Jul

Incident Investigation: Teknik Root Cause Analysis

Diposting oleh admin

Pendahuluan Dalam penerapan K3/HSE, setiap insiden kerja—baik kecelakaan, kerusakan peralatan, maupun near miss—harus diinvestigasi secara menyeluruh. Tujuannya bukan mencari siapa yang salah, melainkan mengidentifikasi akar penyebab (root cause) dan memastikan tindakan pencegahan dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang. Metode yang banyak digunakan adalah Root Cause Analysis (RCA), yaitu pendekatan sistematis untuk menemukan penyebab mendasar di…

Selengkapnya
2 Oct

Berhitung Tidak Perlu

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

Berhitung Tidak Perlu, tidak 100% benar. Walau di jaman digital semua bisa dilakukan dengan lebih cepat dengan teknologi. Dulu, kemampuan berhitung dan mengingat dianggap sebagai ukuran kecerdasan seseorang. Kita menghafal tabel perkalian di sekolah dasar, mengingat nomor telepon keluarga, menulis alamat teman, hingga mencatat jadwal harian di buku agenda. Semua itu merupakan keterampilan penting di…

Selengkapnya
14 Oct

Training Integrated Production Optimization Migas – Prof. Bonar Marbun

Diposting oleh admin

Training Optimasi Produksi Migas: Integrated Production Optimization (IPO) Instruktur: Prof. Dr.-Ing. Bonar Tua Halomoan Marbun (Teknik Perminyakan ITB) Dalam industri minyak dan gas (Migas) saat ini, tantangan seperti fluktuasi harga, penurunan cadangan alami (natural decline), dan inefisiensi fasilitas permukaan memaksa perusahaan untuk bekerja lebih cerdas. Pendekatan tradisional yang memisahkan antara reservoir dan fasilitas permukaan seringkali…

Selengkapnya
28 Jan

API 580 Risk Based Inspection

API 580 – Risk Based Inspection and Maintenance, Repair Background Dalam industri proses berisiko tinggi, kegagalan peralatan seperti pressure vessel, piping, heat exchanger, dan storage tank dapat menimbulkan dampak serius terhadap keselamatan, lingkungan, dan kontinuitas operasi. Pendekatan inspeksi konvensional berbasis waktu (time-based inspection) sering kali tidak efektif dan kurang optimal dari sisi biaya dan risiko….

Rp 7.950.000
Tersedia

ROTATING MACHINERIES

BACKGROUND: Rotating machineries, or turbomachinery, involves a component that transfers energy between a fluid and the machine. This transfer can occur from the rotor to the fluid, making it a pump or a fan, or from the fluid to the rotor, making it a turbine. Examples of such machinery include fans, pumps, compressors, turbines, and…

Rp 7.950.000
Tersedia

Deklarasi Kondisi Indeks Kinerja Pembangkit

BACKGROUND: Deklarasi Kondisi Indeks Kinerja Pembangkit adalah bagian penting dalam manajemen operasi pembangkit untuk menjaga keandalan. DKIKP berfungsi memastikan efisiensi dan akuntabilitas kinerja pembangkit melalui standar yang jelas dan terukur. Dokumen ini menjadi acuan dalam pelaporan kondisi teknis dan operasional pembangkit. DKIKP juga menjadi dasar evaluasi capaian kinerja pembangkit terhadap target perusahaan dan regulator. Pemahaman…

*Harga Hubungi CS
Tersedia

Pengukuran & Alat Ukur Listrik Pembangkit

BACKGROUND: Pengukuran dan alat ukur listrik memiliki peran krusial dalam memastikan keandalan dan efisiensi operasi pembangkit listrik. Alat ukur ini digunakan untuk memantau parameter penting seperti tegangan, arus, daya, dan frekuensi, yang berdampak langsung pada kinerja sistem. Pemahaman yang baik tentang prinsip kerja dan aplikasi alat ukur listrik sangat penting bagi teknisi dan operator dalam…

Rp 7.950.000
Tersedia

Vibration and Alignment Measurement and Analysis

BACKGROUND: Vibration & miss-alignment merupakan salah satu kesalahan operasi yang menyebabkan kerusakan peralatan yang secara umum menurunkan efisiensi suatu plant. Untuk menghindari hal tersebut, diperlukan cara pengukuran, monitoring dan analisa data yang benar agar dapat diambil tindakan yang tepat guna menjaga efisiensi peralatan. TRAINING OBJECTIVES: Improve Advance Vibration knowledge Understand how to select and use…

Rp 7.950.000
Tersedia

POD, WP&B, and AFE

BACKGROUND: Kegiatan utama dan pertama bisnis hulu migas adalah mencari dan membuktikan keberadaan migas. Apabila cadangan berhasil ditemukan, maka selanjutnya keputusan investasi dan pengembangan akan ditentukan dengan mempertimbangkan hasil perhitungan keekonomian lapangan. Selanjutnya POD, WP&B, and AFE akan dibuat untuk pengembangan lapangan. Pada tahapan tersebut, PSC Planning sudah dimulai dan dibutuhkan. training akan diawali dengan…

Rp 14.750.000
Tersedia

Drilling Non-productive Time

Chat with us on WhatsApp
Chat with Us