• Selamat datang di website PT Fiqry Jaya Manunggal. Semoga anda senantiasa sehat afiat. Kami siap melayani anda
Beranda » Blog » Drilling Non-productive Time

Drilling Non-productive Time

Diposting pada 8 October 2025 oleh Teguh Imam Santoso / Dilihat: 392 kali / Kategori: ,

Oil & Gas Drilling Non-Productive Time dalam industri Minya, Gas dan Panas Bumi (Geothermal)

Drilling adalah proses pengeboran yang bertujuan menembus lapisan batuan untuk mencapai formasi yang mengandung hidrokarbon seperti minyak dan gas. Aktivitas ini mencakup seluruh tahap proyek mulai dari survei dan desain, persiapan lokasi, mobilisasi rig, pengeboran, logging, evaluasi, hingga completion. Pengeboran merupakan salah satu proses paling kompleks, mahal, berisiko, dan jangka panjang dalam kegiatan eksplorasi & produksi minyak dan gas.

Perkiraan biaya drilling per sumur tergantung pada beberapa faktor utama yang umum. Biaya drilling tergantung antara lain kedalaman sumur, lokasi (onshore atau offshore), kompleksitas geologi, teknologi yang digunakan, serta kondisi lingkungan dan logistik. Sebagai gambaran umum, biaya pengeboran onshore di Indonesia dapat berkisar antara USD 5 juta sampai USD 10 juta per sumur untuk kedalaman 2.000 hingga 3.500 meter. Untuk offshore, biaya bisa melonjak hingga USD 20 juta sampai lebih dari USD 40 juta tergantung pada kondisi laut dan kedalaman. Data dari proyek drilling di Indonesia menunjukkan biaya per sumur onshore terkadang lebih hemat melalui optimisasi seperti cluster drilling, di mana beberapa sumur dibor dari satu lokasitas untuk mengurangi biaya tapak dan perlengkapan.

Pembagian Majors Milestone Drilling

Aktivitas drilling dapat dibagi menjadi beberapa tahapan atau milestone utama yang biasa dilakukan baik di onshore maupun offshore:

  1. Perencanaan & Survei – Survei geologi, desain sumur, izin lingkungan, studi risiko.

  2. Persiapan Tapak – Pembersihan lokasi, pembangunan jalan, fasilitas pendukung, logistik.

  3. Mobilisasi Rig – Transportasi, rig up, rig down, dan persiapan peralatan.

  4. Pengeboran Primer – Penembusan lubang bor ke zona target, casing, dan cementing awal.

  5. Kontrol Teknis dan Kesulitan – Mengatasi tekanan tinggi (HPHT), kehilangan sirkulasi, kolaps lubang.

  6. Logging & Evaluasi – Wireline logging, LWD, pengambilan sampel, dan evaluasi formasi.

  7. Well Completion – Pemasangan casing produksi, perf, dan persiapan produksi.

  8. Demobilisasi – Rig down dan pemindahan ke lokasi berikutnya.

Setiap tahapan ini rawan mengalami keterlambatan dan kendala teknis, yang sering kali berakibat pada terjadinya Non-Productive Time (NPT) atau lost time dalam proyek pengeboran.

Apa Itu Non-Productive Time (NPT) dan Pentingnya Menghindarinya

Non-Productive Time (NPT) adalah waktu yang hilang selama kegiatan pengeboran akibat kejadian tak terduga atau masalah teknis, sehingga tidak memberikan kemajuan pada penetrasi sumur. NPT adalah salah satu indikator penting untuk mengukur efisiensi dan biaya proyek. Dalam beberapa survei industri, NPT dapat menyumbang 10% hingga 30% dari total waktu proyek dan berkontribusi besar terhadap pembengkakan biaya.

Menurut hasil studi oleh Universitas Islam Riau tahun 2024, rata-rata NPT pada 50 sumur di lapangan BR mencapai lebih dari 18% dari total waktu pengeboran, terutama disebabkan oleh masalah rig moving dan loss circulation yang masuk kategori risiko tinggi (red risk).

NPT harus dihindari karena tiga alasan utama:

  • Biaya Operasi yang Tinggi – Setiap jam rig tidak produktif dapat memicu pemborosan jutaan dolar.

  • Keterlambatan Produksi – Penundaan dalam penyelesaian sumur berarti pendapatan minyak dan gas tertunda.

  • Risiko Kontrak – Keterlambatan dapat menyebabkan penalti dari operator atau investor yang membiayai proyek.

Jenis-Jenis Drilling Non-Productive Time (DNPT)

DNPT dibagi menjadi beberapa kategori utama, tergantung pada penyebab dan karakteristiknya. Berikut adalah klasifikasi umum yang sering digunakan oleh perusahaan pengeboran besar, termasuk referensi dari Drilling Contractors Association:

1. Hole Problems

Merupakan aktivitas NPT yang terjadi akibat kondisi lubang bor yang bermasalah seperti runtuhan (hole collapse), formasi tidak stabil, atau perubahan tekanan mendadak. Akibatnya, tim pengeboran harus melakukan pembersihan lubang, reaming, atau peningkatan mud weight untuk menstabilkan lubang.

2. Stuck Pipe

Salah satu penyebab NPT paling umum. Situasi ini terjadi ketika pipa bor terjebak atau terjepit (stuck) di dalam lubang akibat kerusakan formasi, penyempitan lubang, atau penumpukan material. Proses fishing atau pembebasan pipa dapat memakan waktu berjam-jam.

3. Downhole Tool Failure

Kegagalan alat di dasar sumur seperti bit, motor bore, atau steering tool menyebabkan waktu kehilangan karena perbaikan, pergantian alat (tripping), dan retesting sebelum pengeboran dapat dilanjutkan.

4. Equipment Failure (Rig Repair)

Kerusakan sistem rig, pompa lumpur (mud pumps), sistem hidrolik, atau rig controls dapat menghentikan seluruh kegiatan pengeboran. Perbaikan rig ini sering menjadi penyebab NPT penting, terutama pada proyek offshore.

5. Waiting Time

Waktu henti akibat faktor eksternal seperti cuaca buruk, pelabuhan tertutup, izin atau regulasi yang tertunda, atau keterlambatan pengiriman material dan logistik. Dalam kondisi tertentu, waktu tunggu bisa lebih dari 25% dari total NPT.

6. Rig Moving (RMV)

Waktu yang dihabiskan untuk relokasi rig dari satu sumur ke sumur berikutnya merupakan bagian dari NPT. Pada operasi offshore, rig moving termasuk critical event karena mobilisasi yang kompleks dan biaya tinggi.

7. Lost Circulation

Kehilangan sirkulasi lumpur (mud loss) saat penetrasi formasi retak atau berpori membuat tim harus menyesuaikan mud weight atau melakukan wellbore strengthening sebelum pengeboran dilanjutkan.

8. Hole Cleaning / Lag Time

Penurunan laju pengeboran karena efek hole cleaning, drag, dan gesekan dapat memperlambat kemajuan. Waktu ini termasuk NPT jika laju penurunan melebihi batas toleransi.

Data dan Statistik NPT di Indonesia

Beberapa studi menunjukkan bahwa tingkat NPT di Indonesia bervariasi tergantung pada kondisi lapangan dan rig. Sebagai contoh, penelitian pada proyek onshore drilling di Lapangan BR mencatat bahwa rig moving dan loss circulation menyumbang persentase tertinggi NPT, dengan risiko kategori Red (unacceptable risk). Sementara itu, analisis data dari 60 rig onshore global memperlihatkan 19 jenis NPT dengan total perhitungan waktu setahun mencapai lebih dari 37.000 jam, mengakibatkan kerugian melebih USD 61 juta per tahun.

Drilling adalah proses inti dalam dunia minyak dan gas, namun rawan terhadap NPT yang dapat memperburuk efisiensi dan mengguncang biaya operasional.  Dengan memahami jenis-jenis DNPT seperti hole problems, stuck pipe, equipment failure, rig moving, dan lain-lain, perusahaan pengeboran dapat melakukan pencegahan melalui perencanaan yang matang, penggunaan teknologi prediktif, pelatihan personel, dan implementasi manajemen risiko yang ketat.

Pengurangan NPT tidak hanya menghemat biaya tetapi juga mempercepat pencapaian target produksi—sesuatu yang sangat krusial untuk proyek migas skala besar dan keberlanjutan industri energi nasional.

Drilling Non-productive Time

Komentar

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman ini.

Sensor dan Transmitter Industri

Diposting oleh admin

Sensor dan Transmitter: Fondasi Sistem Pengukuran Industri Setiap sistem kontrol industri — sekompleks apapun — dimulai dari satu titik yang sama: pengukuran yang akurat. Sensor dan transmitter industri adalah perangkat yang mengubah besaran fisik seperti suhu, tekanan, aliran, dan level menjadi sinyal yang dapat diproses oleh sistem kontrol. Tanpa keduanya, sistem PLC, DCS, maupun SCADA…

Selengkapnya
17 Mar

Alignment dan Balancing

Diposting oleh admin

Alignment dan Balancing Ketidakseimbangan (imbalancing) dan ketidakselarasan (misalignment) dalam mesin atau peralatan berputar adalah salah satu penyebab utama kerusakan peralatan. Kondisi ini menyebabkan getaran tinggi dan tekanan mekanis yang dapat mengakibatkan keausan dini pada komponen, serta secara signifikan mengurangi umur pakai dan ketersediaan peralatan. Manfaat dari alignment dan balancing (poros dan pompa) yang tepat meliputi…

Selengkapnya
15 Dec

JIT untuk Industri Anda

Diposting oleh admin

Just In Time (JIT) untuk Industri Anda: Strategi Efisiensi & Tantangannya Dalam dunia industri yang kompetitif, efisiensi operasional adalah kunci utama untuk mempertahankan daya saing. Salah satu metode manajemen yang populer untuk mencapai efisiensi tersebut adalah Just In Time (JIT). Konsep ini berfokus pada pengurangan inventaris, meminimalkan limbah (waste), serta meningkatkan produktivitas dan arus kas…

Selengkapnya
17 Jul

5 Langkah Efektif Vendor Management

Diposting oleh admin

5 Langkah Efektif Vendor Management untuk Rantai Pasok yang Tangguh Manajemen vendor yang baik adalah fondasi dari rantai pasok yang lancar, efisien, dan berkelanjutan. Vendor tidak hanya sekadar pemasok barang atau jasa, tetapi juga mitra strategis yang memengaruhi kualitas, biaya, ketepatan waktu, bahkan reputasi perusahaan.Jika hubungan dengan vendor tidak dikelola secara efektif, risiko seperti keterlambatan…

Selengkapnya
13 Aug

Analisis HIRA Komprehensif: Panduan Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, dan Kontrol

Diposting oleh admin

Analisis Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) yang Komprehensif Dalam setiap lingkungan kerja, potensi bahaya dan risiko selalu mengintai. Baik itu di kantor, di lantai pabrik, maupun di lokasi konstruksi, manajemen yang proaktif terhadap keselamatan adalah suatu keharusan legal dan etika. Oleh karena itu, Analisis HIRA Komprehensif (Hazard Identification and Risk Assessment) adalah fondasi utama…

Selengkapnya
22 Nov

Analisis Cost of Quality (CoQ): Pengendalian Mutu Proses, Pengukuran Biaya Kegagalan dan Pencegahan

Diposting oleh admin

Analisis Cost of Quality (CoQ) dan Pengendalian Mutu Proses Dalam industri modern, kualitas produk bukan lagi dilihat sebagai biaya tambahan, melainkan sebagai investasi strategis. Namun, banyak organisasi kesulitan mengukur biaya sebenarnya dari produk yang cacat atau proses yang tidak efisien. Oleh karena itu, Analisis Cost of Quality (CoQ) adalah alat manajemen vital yang memungkinkan perusahaan…

Selengkapnya
16 Dec

Petroleum Resources Management System

Background: The Petroleum Resources Management System (PRMS) is an internationally recognized framework used to classify, evaluate, and report petroleum resources and reserves in a consistent and transparent manner. PRMS goes beyond volumetric estimation by integrating technical maturity, commercial viability, risk, and uncertainty into a project-based decision framework. For professionals outside the subsurface discipline, PRMS provides…

*Harga Hubungi CS
Tersedia

Oil Export System Equipment & Operations

BACKGROUND: Export is one of the final end points of an oil and gas production operation where the commodity is about to be delivered to the end Customers. Oil is a flammable commodity and is very sensitive to environmental issues requiring special skills & handling methodology. To get the same understanding of oil commodities the…

Rp 7.950.000
Tersedia

Pemantauan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun

BACKGROUND: Sertifikasi BNSP – Pemantauan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun Pencemaran limbah B3 dari aktivitas industri merupakan Pemerintah telah mengeluarkan aturan baru pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dan non-B3. Aturan tersebut tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. PP ini merupakan salah satu turunan…

Rp 8.950.000
Tersedia

Reserves and Resources Evaluation

BACKGROUND: Understanding and calculating oil & gas reserves is a vital part of reserves and resources evaluation. Moreover, it is essential for asset management, investment decisions, and ensuring regulatory compliance. Therefore, this training provides a clear overview of reserves and resources definitions using SPE PRMS guidelines. In addition, it covers U.S. SEC regulations and Indonesian…

Rp 10.950.000
Tersedia

Gearbox Selection, Maintenance & Troubleshooting

BACKGROUND: Gearbox Selection, Maintenance & Troubleshooting are essential aspects of ensuring optimal performance in mechanical power transmission systems across industries such as manufacturing, energy, mining, and transportation. Gearboxes play a critical role in powering machinery, and their reliability directly impacts the efficiency and productivity of operations. However, selecting the right gearbox, maintaining it properly, and…

Rp 7.950.000
Tersedia

Monobore Drilling and Completion

BACKGROUND: Monobore Drilling & Completion diangap suatu terobosan baru yang akan lebih ekonomis dan membutuhkan waktu yang lebih cepat jika diterapkan. Dengan semakin menipisnya cadangan minyak dan gas, maka reservoir minyak dan gas yang marginal dengan type reservoir yang berlapis akan tidak ekonomis lagi  jika di bor dan di komplesi dengan cara konvensional. Agar kegiatan…

Rp 14.950.000
Tersedia

Drilling Non-productive Time

Chat with us on WhatsApp
Chat with Us