• Selamat datang di website PT Fiqry Jaya Manunggal. Semoga anda senantiasa sehat afiat. Kami siap melayani anda
Beranda » Blog » Fishing Techniques in Oil Wells

Fishing Techniques in Oil Wells

Diposting pada 13 October 2025 oleh Teguh Imam Santoso / Dilihat: 384 kali / Kategori: ,

Fishing Techniques di Oil Wells, gas atau panas bumi merupakan suatu skills yang sangat dibutuhkan. Fishing atau mengambil peralatan atau yang terjatuh, tertinggal atau terputus di dalam sumur dapat terjadi pada tahap pengeboran atau setelah sumur diproduksi. Dalam operasi sumur migas, ada dua fase utama sub-surface yang sangat kritis:

  1. Selama Drilling
    Saat pengeboran (drilling), rig akan menembus formasi batuan secara bertahap, memasang casing dan cementing, mengelola lumpur (mud), mengontrol tekanan formasi, menggunakan logging tools, dan sebagainya. Sudah banyak variabel teknis yang harus dijaga agar pengeboran aman dan efisien.

  2. Setelah Completion/ Workover/ Produksi
    Setelah sumur diselesaikan (completed) dan mulai diproduksi, ada aktivitas seperti penggantian tubing, injeksi, remediasi (jika ada kerusakan), hingga operasi workover untuk memperbaiki atau meningkatkan produksi. Di masa ini pun peralatan bawah tanah (downhole) dan di dalam casing / tubing dapat mengalami kegagalan, kerusakan, atau bahkan tertinggal (“left behind”) di dalam lubang sumur.

Dalam kedua fase (drilling & post-completion), kadang terjadi masalah seperti bagian peralatan yang patah, stuck pipe (pipa terjepit), bagian casing atau tubing yang gagal diangkat, atau bahkan peralatan kecil yang jatuh ke dalam lubang sumur. Ketika itu terjadi, proses fishing seringkali menjadi solusi yang diperlukan agar operasi bisa dilanjutkan.

Apa itu Fishing dalam Operasi Migas

Fishing dalam konteks migas adalah operasi untuk mengambil kembali benda-benda yang tidak seharusnya berada di dalam lubang sumur, yang disebut fish. Fish bisa berupa:

  • Bagian pipa (drill pipe, drill collars, tubing, casing) yang terpisah dari keseluruhan string (twist-off / parted string)

  • Peralatan bawah tanah yang patah atau rusak (downhole tools)

  • Debris (sisa cement, potongan bit, batu, sampah kecil)

  • Peralatan logging atau wireline yang gagal diangkat atau tertinggal

Tujuan fishing adalah agar lubang sumur bebas dari hambatan, agar drilling, logging, completion, atau produksi bisa dilanjutkan dengan aman dan efisien.

Teknik dan Peralatan Fishing Sumur Migas

Berikut teknik-teknik umum dan alat-alat yang sering digunakan dalam operasi fishing di industri minyak & gas:

Kategori Fish / Masalah Teknik / Peralatan Fishing Penjelasan
Fish Tubaular (pipa, collars, tubing, casing) Overshot
Spear
External / Internal catch tools
Wall hook
Jars (surface jar, hydraulic jar)
Overshot menangkap fish dari luar (external), misalnya menutup seluruh OD fish. Spear biasanya masuk ke dalam fish melalui ID (Internal Diameter). Wall hook, washover shoe/piping, safety joint, dll. Jars digunakan untuk memberi kejutan (impact) agar fish terlepas dari stuck-nya. oilfieldteam.com+3drillingforgas.com+3petroleum-drilling.com+3
Junk / Debris (non-tubular fish) Junk baskets
Magnets (junk magnet)
Circulating junk baskets
Wireline spear
Mills (flat mill, junk mill)
Ditch magnets
Reverse / chemical cutters
Digunakan untuk mengambil benda-benda kecil seperti potongan bit yang rusak, sampah permukaan, fragmen yang tidak berbentuk pipa. Mills digunakan untuk menghaluskan / memotong bahan jika fish tidak bisa diangkat utuh. Magnets & junk baskets untuk kategori non-magnetik kecil. Drilling Manual+2petroleum-drilling.com+2
Disengagement / Free-point fish Free point indicator
Impression blocks
Cutter tools (tubing / casing cutter)
Safety joint
Bumper subs
Misalnya pipa terjebak (stuck) karena tekanan diferensial, korosi, ledakan formasi, dll. Teknik free-point digunakan untuk mengidentifikasi bagian mana yang ‘fixed’ dan mana yang bisa digerakkan, sebelum mengambil tindakan selanjutnya. drillingforgas.com
Milling / Cutting Fish Flat mills
Casing / tubing cutters
Chemical cutters
Jet cutters
Digunakan ketika fish tidak bisa diangkat secara “grab / catch” karena tertanam, terjepit, atau terikat strongly pada formasi atau casing. Mill / cutter dapat memotong fish agar bagian atasnya bisa diambil. drillingforgas.com+1
Fishing Tool Accessories Washover tools
Safety joints
Accerelators
Hydraulic / Mechanical jars
Guide subs / Oversized guide shoes
Washer subs / Bumper subs
Alat-pendukung ini membantu memperlancar operasi fishing, melindungi fish string, memfasilitasi alignment, dan mengurangi risiko further damage pada casing atau borehole. drillingforgas.com

Kapan Fishing Dipertimbangkan dan Strategi

  • Fishing biasanya dipertimbangkan segera setelah fish teridentifikasi dan tidak bisa diabaikan karena akan menghalangi lubang, menimbulkan risiko stuck lanjutan, atau berpotensi merusak alat lain jika terus didiamkan.

  • Kadangkala keputusan muncul antara melanjutkan fishing vs side-tracking (membuat jalur baru menghindari fish) jika fishing terlalu mahal atau tidak praktis. Ada formula keputusan ekonomi: kapan biaya fishing + NPT yang dihasilkan lebih besar daripada biaya side-track. LDI Training

  • Perencanaan fishing harus memasukkan alat yang tepat, personel dengan pengalaman, prakiraan jenis fish, kondisi lubang (cased / open hole / deviasi / sudut / kedalaman), dan strategi mitigasi seperti hole cleaning, pengendalian lumpur, dan praktik drilling yang baik.

Estimasi Biaya Fishing

  • Penelitian dari Universitas Islam Riau mengenai sumur “BT21” menunjukkan bahwa total cost fishing untuk operasi tersebut sekitar USD 28,657.70 untuk waktu fishing ekonomis (Economic Fishing Time, EFT) ≈ 3 hari. repository.uir.ac.id

  • Biaya fishing sangat bervariasi tergantung: lokasi (onshore / offshore), kedalaman, jenis fish, alat dan teknik yang dibutuhkan, apakah perlu milling, speed rig, akses ke rig, kondisi lubang, biaya rig, suku cadang. Operasi sederhana (fish kecil, overshot) mungkin hanya hitungan ribuan sampai puluhan ribu dolar AS, tetapi operasi kompleks (deep, banyak alat, deviasi tinggi, offshore) bisa jauh lebih mahal, bahkan ratusan ribu sampai jutaan dolar tergantung durasi rig time.

  • Contoh lain: proyek sumur YS13 (sebuah studi ekonomi fishing) menunjukkan biaya USD 28.657,70 untuk masa produksi yang hilang dan fishing job. journal.uir.ac.id+1

Tantangan dan Best Practice

Beberapa tantangan dalam fishing operations:

  • Identifikasi yang tidak tepat terhadap jenis fish → bisa salah pilih tool → gagal atau memicu kerusakan lebih lanjut.

  • Lubang sumur yang bermasalah (runtuh, deviasi, sumbu tidak lurus) sehingga sulit tool mencapai fish dengan alignment yang baik.

  • Kondisi formasi (abrasi, korosi, tekanan).

  • Biaya rig time yang tinggi; setiap jam rig idle (termasuk selama fishing) biaya tinggi.

  • Keamanan / risiko lingkungan bila terjadi kegagalan fishing yang menyebabkan kebocoran, kerusakan casing, dll.

Best practices untuk meminimalkan risiko dan biaya fishing:

  • Melakukan hole cleaning yang baik agar tidak banyak debris jatuh dan menumpuk.

  • Pemilihan lumpur (mud) yang sesuai, kontrol sirkulasi, kontrol tekanan diferensial.

  • Pemeriksaan dan penggunaan peralatan berkualitas, inspeksi, pemeliharaan.

  • Perencanaan fishing tool kit yang lengkap di rig.

  • Pelatihan dan pengalaman personel fishing; pengambilan keputusan yang cepat dan tepat saat fish terjadi.

Fishing Techniques in oil wells, gas atau geothermal adalah bagian penting dari operasi pengeboran dan produksi sumur migas yang tidak bisa dihindari sepenuhnya, tetapi bisa dikelola agar dampak negatifnya minimal. Dengan teknik dan peralatan yang benar, perencanaan yang matang, dan analisis ekonomi yang baik, biaya dan waktu yang hilang karena fishing bisa ditekan.

Estimasi biaya fishing di Indonesia yang pernah tercatat sekitar USD 28,657.70 untuk kasus aktivitas ekonomi fishing (contoh: sumur BT21) dapat menjadi acuan bahwa meski biaya bisa signifikan, fishing yang direncanakan dengan baik masih dianggap layak secara finansial.

Fishing Techniques in Oil Wells

Komentar

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman ini.

Project Charter & Manfaatnya dalam Project

Diposting oleh admin

Project Charter & Manfaatnya dalam Project Dalam dunia manajemen proyek, keberhasilan sebuah proyek sangat bergantung pada kejelasan perencanaan dan kesepakatan di awal pelaksanaan. Salah satu dokumen penting yang menjadi fondasi utama proyek adalah Project Charter. Meski sering dianggap sekadar formalitas, Project Charter sebenarnya merupakan dokumen yang sangat strategis untuk memastikan semua pihak memahami tujuan proyek,…

Selengkapnya
15 Jul

Integrated Production Optimization: Strategi Optimasi Produksi Migas

Diposting oleh admin

Integrated Production Optimization (IPO): Strategi Maksimalkan Produksi Migas Secara Terintegrasi Pendahuluan Dalam industri minyak dan gas, peningkatan produksi bukan hanya soal mengebor lebih banyak sumur. Tantangan terbesar justru terletak pada bagaimana mengoptimalkan seluruh sistem produksi dari reservoir hingga fasilitas permukaan secara terintegrasi. Di sinilah konsep Integrated Production Optimization (IPO) menjadi sangat krusial. Banyak lapangan migas…

Selengkapnya
19 Feb

Berhitung Tidak Perlu

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

Berhitung Tidak Perlu, tidak 100% benar. Walau di jaman digital semua bisa dilakukan dengan lebih cepat dengan teknologi. Dulu, kemampuan berhitung dan mengingat dianggap sebagai ukuran kecerdasan seseorang. Kita menghafal tabel perkalian di sekolah dasar, mengingat nomor telepon keluarga, menulis alamat teman, hingga mencatat jadwal harian di buku agenda. Semua itu merupakan keterampilan penting di…

Selengkapnya
14 Oct

Analisis FMEA Mesin Kritis: Panduan Lengkap Perhitungan RPN & Prioritas Perawatan

Diposting oleh admin

Analisis Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk Mesin Kritis Dalam lingkungan industri yang serba cepat, kegagalan mendadak pada mesin kritis (critical equipment) dapat memicu downtime yang merugikan hingga jutaan rupiah per jam. Kerusakan ini tidak hanya menghentikan produksi, tetapi juga dapat menimbulkan risiko keselamatan. Oleh karena itu, manajemen perawatan tidak boleh lagi bersifat reaktif….

Selengkapnya
8 Nov

Proyek Multinasional: Tantangan & Synergy

Diposting oleh admin

Proyek Multinasional: Tantangan & Synergy Di era globalisasi, banyak perusahaan mengelola proyek yang melibatkan lebih dari satu negara. Proyek multinasional dapat berupa pembangunan infrastruktur lintas negara, ekspansi perusahaan ke pasar baru, hingga kolaborasi riset dan teknologi. Proyek semacam ini membuka peluang besar untuk pertumbuhan, inovasi, dan keuntungan, namun juga menghadirkan tantangan yang jauh lebih kompleks…

Selengkapnya
25 Sep

Pengadaan Strategis: Tips dari Praktisi

Diposting oleh admin

Pengadaan Strategis: Tips dari Praktisi Dalam rantai pasok modern, pengadaan tidak lagi hanya sekadar membeli barang atau jasa dengan harga termurah. Konsep pengadaan strategis (strategic sourcing) berkembang menjadi fungsi penting yang menentukan daya saing perusahaan. Dengan pendekatan strategis, pengadaan diarahkan untuk menciptakan nilai tambah, membangun hubungan jangka panjang dengan pemasok, serta memastikan keberlanjutan bisnis. Artikel…

Selengkapnya
30 Aug

Manajemen Transisi Energi ke Arah Energi Terbarukan

BACKGROUND: Manajemen Transisi Energi (MTE) adalah program penelitian baru yang mengeksplorasi transisi energi dari berbagai sudut dan perspektif, menekankan pada aspek perilaku, strategi, teknologi, sosial, ekonomi, politik, dan aspek regulasi transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan dan tangguh. Transisi energi dianggap sebagai fenomena sistemik dan multi-level, di mana transisi tertanam dan tergantung pada hubungan…

Rp 7.950.000
Tersedia

PSC Business & Profit Sharing Funds

Background: Production Sharing Contract (PSC) is the most widely used contractual framework in the oil and gas industry to regulate the relationship between host governments and contractors. Under this scheme, in the upstream oil & gas business Government retains ownership of natural resources, while contractors are entitled to recover costs and share profits according to…

Rp 14.950.000
Tersedia

Wells Stimulation

BACKGROUND Often in today’s dynamic oil and gas industry, not enough attention is paid to the details of wells stimulation treatments. This can result in poor and/or less than optimum results. Production and Reservoir Engineers involved in the planning, execution, evaluation & monitor well performance. They need to know more about well stimulation so can…

Rp 9.950.000
Tersedia

Rotating Equipment Operation & Maintenance

BACKGROUND: Rotating equipment is commonly used in the industry & plays a vital role in end-to-end production operations. Hence, mastering the principles of rotating equipment is very essential. Identification of failure modes & monitoring methods of failure symptoms are important as well, for establishing the most effective maintenance program. This course begins with discussing the…

Rp 7.950.000
Tersedia

Membangun Kolaborasi Tim yang Solid dan Efektif di Era Hybrid Working

Artikel ini membahas strategi penting untuk membangun kolaborasi tim yang solid dan efektif di tengah tren kerja hybrid. Pelajari cara mengoptimalkan komunikasi, alat, dan budaya tim agar tetap produktif. Dapatkan panduan lengkap untuk sukses dalam lingkungan kerja fleksibel.

*Harga Hubungi CS

Hazardous Area Classification & Installation

LATAR BELAKANG: Kawasan berbahaya didefinisikan dalam DSEAR (Dangerous Substances and Explosive Atmospheres Regulation) sebagai “setiap tempat di mana atmosfer yang mudah meledak dapat terjadi dalam jumlah yang memerlukan tindakan pencegahan khusus untuk melindungi keselamatan pekerja”. Dalam konteks ini, ‘tindakan pencegahan khusus’ sebaiknya diambil sehubungan dengan konstruksi, pemasangan dan penggunaan peralatan. Oleh karena itu Hazardous Area…

Rp 7.950.000
Tersedia

Fishing Techniques in Oil Wells

Chat with us on WhatsApp
Chat with Us