• Selamat datang di website PT Fiqry Jaya Manunggal. Semoga anda senantiasa sehat afiat. Kami siap melayani anda
Beranda » Blog » ISO/IEC 17025 Laboratorium

ISO/IEC 17025 Laboratorium

Diposting pada 16 November 2025 oleh admin / Dilihat: 162 kali / Kategori: ,

ISO/IEC 17025: Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi

Di dunia industri dan riset, akurasi data adalah mata uang utama. Sebuah keputusan besar, entah itu mengenai kualitas produk, keselamatan publik, atau klaim lingkungan, seringkali bergantung pada hasil uji atau kalibrasi dari sebuah laboratorium. Oleh karena itu, standar ISO/IEC 17025 Laboratorium telah menjadi rujukan global untuk mengukur kompetensi teknis dan kualitas sistem manajemen laboratorium.

ISO/IEC 17025 (General requirements for the competence of testing and calibration laboratories) adalah satu-satunya standar internasional yang diakui untuk akreditasi laboratorium. Standar ini memastikan bahwa hasil pengujian dan kalibrasi yang dikeluarkan oleh laboratorium tidak hanya akurat, tetapi juga dapat dilacak (traceable) dan diandalkan di seluruh dunia.

Dalam panduan mendalam ini, kita akan mengurai struktur ISO/IEC 17025 Laboratorium (versi 2017), membedah dua persyaratan utamanya—Manajemen dan Teknis—dan menjelaskan mengapa akreditasi ini adalah kunci kredibilitas di pasar global.

 

Memahami Struktur Inti ISO/IEC 17025 Laboratorium (Versi 2017)

ISO/IEC 17025 versi 2017 memiliki struktur baru yang lebih selaras dengan standar manajemen risiko dan siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA), membuatnya lebih mudah diintegrasikan dengan sistem mutu lain seperti ISO 9001.

Struktur standar ini dibagi menjadi lima klausul utama (4 hingga 8), dengan fokus yang terpisah namun saling mendukung:

 

Klausul 4 & 5: Persyaratan Umum dan Struktural

Klausul 4 (Persyaratan Umum) menetapkan prinsip etika dasar, yaitu Ketidakberpihakan (Impartiality) dan Kerahasiaan (Confidentiality). Ini sangat penting karena laboratorium harus bebas dari tekanan komersial atau finansial yang dapat memengaruhi penilaian teknis mereka.

Klausul 5 (Persyaratan Struktural) menetapkan legalitas dan struktur organisasi laboratorium. Selain itu, laboratorium harus mendokumentasikan peran, tanggung jawab, dan wewenang manajemen untuk memastikan efektivitas operasional.

 

Klausul 6: Persyaratan Sumber Daya (Kunci Kompetensi Teknis)

Bagian ini adalah fondasi teknis dari ISO/IEC 17025 Laboratorium. Sumber daya harus dikelola untuk memastikan hasil yang valid:

  • Personel: Staf harus kompeten, terlatih, dan memiliki otoritas yang jelas.
  • Peralatan: Peralatan harus sesuai, dikalibrasi (ketertelusuran metrologi), dan dipelihara dengan baik. [IMAGE: Deskripsi Alt Text: Ilustrasi teknisi laboratorium melakukan kalibrasi instrumen dengan standar SNI ISO/IEC 17025]
  • Kondisi Lingkungan: Kondisi lingkungan (suhu, kelembapan, getaran) harus dikendalikan dan dipantau, terutama jika memengaruhi validitas hasil uji.

 

Persyaratan Proses: Jaminan Validitas Hasil Pengujian

Klausul 7 adalah inti dari standar ini, berfokus pada langkah-langkah yang harus dilakukan laboratorium—dari penerimaan sampel hingga pelaporan hasil. Oleh karena itu, implementasi yang ketat pada klausul ini menjamin kualitas data.

 

1. Seleksi dan Validasi Metode

Laboratorium harus menggunakan metode pengujian/kalibrasi yang baku (standardized) atau, jika mengembangkan metode sendiri, harus memvalidasinya secara menyeluruh. Validasi ini mencakup penentuan akurasi, batas deteksi, dan linieritas.

 

2. Pengambilan Sampel dan Penanganan Barang Uji

Proses pengambilan sampel harus terdokumentasi dan sistematis, terutama jika hasil uji sangat bergantung pada representasi sampel. Selanjutnya, sampel harus ditangani, diidentifikasi, dan dilindungi dari kerusakan atau kontaminasi sejak diterima hingga diuji.

 

3. Evaluasi Ketidakpastian Pengukuran (Uncertainty)

Setiap hasil pengukuran memiliki tingkat ketidakpastian. ISO/IEC 17025 Laboratorium wajib mengestimasi dan mendokumentasikan ketidakpastian ini. Meskipun ini adalah aspek yang kompleks, ini adalah pembeda utama antara laboratorium terakreditasi dan tidak.

 

4. Penjaminan Keabsahan Hasil (Ensuring Validity of Results)

 

Laboratorium harus memiliki prosedur untuk memantau kinerja mereka secara berkelanjutan. Ini termasuk:

  • Partisipasi dalam program uji profisiensi (Proficiency Testing).
  • Penggunaan bahan referensi bersertifikat (Certified Reference Materials).
  • Analisis tren dan kontrol kualitas data internal.

 

Manfaat Strategis Akreditasi ISO/IEC 17025 Laboratorium

Mendapatkan akreditasi ISO/IEC 17025 Laboratorium membutuhkan waktu, sumber daya, dan komitmen tinggi, namun manfaat strategis yang didapatkan perusahaan sangat besar.

 

1. Peningkatan Kredibilitas Global

Akreditasi ini adalah passport yang memungkinkan hasil uji laboratorium diterima secara internasional melalui perjanjian Mutual Recognition Arrangements (MRA) yang ada di banyak negara. Dengan demikian, produk yang diuji di laboratorium terakreditasi di Indonesia dapat dengan mudah diterima di pasar Eropa atau Amerika tanpa pengujian ulang.

 

2. Peningkatan Efisiensi dan Kualitas Internal

Penerapan standar memaksa laboratorium untuk mendokumentasikan semua prosedur dan proses kerja secara rinci. Sebagai hasilnya, ini mengurangi kesalahan operasional, meningkatkan efisiensi, dan menciptakan lingkungan perbaikan berkelanjutan (continual improvement). Oleh karena itu, kualitas data yang dihasilkan menjadi akurat dan konsisten.

 

3. Keunggulan Kompetitif dan Kepatuhan Regulasi

Di banyak sektor (farmasi, makanan, lingkungan), akreditasi ISO/IEC 17025 adalah persyaratan regulasi atau sering diminta oleh klien besar. Sebagai contoh, laboratorium lingkungan harus memenuhi persyaratan SNI ISO/IEC 17025 untuk menjamin data lingkungan yang valid. (Sarankan untuk Tautan Eksternal: cari website Komite Akreditasi Nasional (KAN) untuk daftar laboratorium terakreditasi).

 

4. Pengendalian Risiko yang Lebih Baik

Diagram siklus PDCA (Plan Do Check Act) yang diterapkan dalam sistem mutu laboratorium

Diagram siklus PDCA (Plan Do Check Act) yang diterapkan dalam sistem mutu laboratorium

Standar versi 2017 memperkenalkan pendekatan berbasis risiko (Klausul 8). Jelas, laboratorium didorong untuk mengidentifikasi dan mengambil tindakan terhadap risiko dan peluang yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan dan hasil yang valid.

Kesimpulannya, ISO/IEC 17025 Laboratorium adalah standar kualitas yang tidak dapat ditawar untuk laboratorium modern. Ini bukan hanya sertifikat di dinding; ini adalah bukti kompetensi teknis, komitmen terhadap ketidakberpihakan, dan pondasi yang kokoh untuk membangun kepercayaan pelanggan terhadap data yang mereka hasilkan.

ISO/IEC 17025 Laboratorium

Komentar

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman ini.

KPI Maintenance di Era Industri 4.0: Ukuran Kinerja untuk Keandalan Aset

Diposting oleh admin

KPI Maintenance di Era Industri 4.0: Ukuran Kinerja untuk Keandalan Aset Industri 4.0 membawa perubahan besar dalam dunia manufaktur dan operasional. Teknologi digital seperti Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), Big Data, hingga sistem otomatisasi telah mengubah cara perusahaan mengelola aset. Dalam konteks maintenance, transformasi ini menuntut pendekatan baru dalam pengukuran kinerja. Di sinilah…

Selengkapnya
23 Sep

Integrasi IoT untuk Pemeliharaan Berbasis Data

Diposting oleh Dudus Kudus

Integrasi IoT untuk Pemeliharaan Berbasis Data Dalam lanskap industri modern yang bergerak cepat, efisiensi operasional dan keandalan aset adalah kunci kesuksesan. Metode pemeliharaan tradisional seringkali bersifat reaktif, menunggu kerusakan terjadi sebelum melakukan perbaikan, yang berujung pada kerugian waktu produksi, biaya tak terduga, dan risiko keselamatan. Namun, dengan munculnya teknologi canggih, paradigma pemeliharaan (maintenance) kini sedang…

Selengkapnya
13 Jul

FMEA Deteksi Failure Dini

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

FMEA sebagai alat Deteksi Failure Dini. Dalam dunia industri, mencegah kerusakan lebih murah daripada memperbaikinya. Di sinilah FMEA (Failure Mode and Effects Analysis) berperan penting. Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi potensi kegagalan sejak awal proses desain, operasi, atau produksi. Dengan FMEA, tim dapat mendeteksi kemungkinan masalah sebelum benar-benar terjadi. Namun, FMEA tidak hanya soal menemukan kegagalan….

Selengkapnya
17 Nov

Manajemen Kontrak Proyek

Diposting oleh admin

Pendahuluan Dalam dunia proyek, kontrak adalah dasar hubungan antara pemilik proyek dan pelaksana. Kontrak mengatur ruang lingkup pekerjaan, biaya, jadwal, serta hak dan kewajiban masing-masing pihak. Tanpa manajemen kontrak yang baik, proyek berisiko menghadapi perselisihan, keterlambatan, bahkan kerugian besar. Oleh karena itu, manajemen kontrak proyek menjadi salah satu disiplin penting dalam manajemen proyek modern. Apa…

Selengkapnya
18 Oct

Kalibrasi Instrumen Industri: Metode, Standar & Best Practice

Diposting oleh admin

Kalibrasi Instrumen Industri: Metode, Standar, dan Best Practice Di balik setiap proses industri yang berjalan mulus, terdapat program kalibrasi instrumen yang bekerja tanpa terlihat. Satu instrumen yang meleset pengukurannya — meski hanya beberapa persen — dapat menyebabkan produk di luar spesifikasi, pemborosan energi, atau dalam kasus terburuk, insiden keselamatan yang fatal. Oleh karena itu, kalibrasi…

Selengkapnya
21 Mar

Mengenal Teknik Robotika

Diposting oleh admin

Pendahuluan Teknik robotika adalah bidang multidisipliner yang menggabungkan ilmu teknik, komputer, dan teknologi informasi untuk merancang, membangun, dan mengoperasikan robot. Dalam beberapa dekade terakhir, kemajuan pesat dalam teknologi telah membawa robotika menjadi salah satu area penelitian dan aplikasi yang paling menarik dan berpotensi mengubah berbagai sektor, mulai dari industri hingga kesehatan. Sejarah Singkat Robotika Konsep…

Selengkapnya
9 Oct

Contractor Safety Management System

BACKGROUND: Contractor Safety Management System (CSMS), yaitu sistem manajemen yang dirancang untuk mengelola dan memitigasi risiko keselamatan bagi kontraktor yang bekerja di lokasi atau proyek tertentu. Dari sisi pemberi kerja (owner), owner ingin memastikan bahawa suatu pekerjaan dilaksanakan sesuai kaidah Q-HSE yang berlaku. Sehingga dibuatlah suatu standar & ketentuan yang harus dipenuhi oleh penyedia barang…

Rp 7.950.000
Tersedia

Rig and Equipment Selection

Background: Rig and equipment selection is a critical early decision in drilling planning that directly affects safety, operational efficiency, cost, and overall project success. Inappropriate rig selection can lead to operational limitations, excessive non-productive time (NPT), or increased HSE exposure. For example, lack of appropriate knowledge may wrongly select rig rental company during tender evaluation….

Rp 5.950.000
Tersedia

Comprehensive PSC Accounting

BACKGROUND: The oil and gas industry operates within a highly complex and dynamic regulatory environment, significantly shaped by changes in Production Sharing Contracts (PSC) and legislative reforms. The shift from the traditional Cost Recovery model to the Gross Split scheme has introduced new challenges and opportunities in accounting practices, fiscal management, and operational strategies. Due…

Rp 14.500.000
Tersedia

Non-Destructive Examination (NDE)

BACKGROUND: Non-Destructive Examination (NDE) adalah metode inspeksi yang digunakan secara luas di berbagai industri, termasuk minyak dan gas, manufaktur, dan pembangkit listrik. Pengujian ini dilakukan tanpa merusak material atau komponen, sehingga penting untuk menjaga integritas operasional peralatan. NDE memberikan informasi tentang kondisi internal dan eksternal material, memungkinkan deteksi cacat lebih dini untuk meminimalkan risiko kegagalan….

Rp 7.950.000
Tersedia

Reserves and Resources Evaluation

BACKGROUND: Understanding and calculating oil & gas reserves is a vital part of reserves and resources evaluation. Moreover, it is essential for asset management, investment decisions, and ensuring regulatory compliance. Therefore, this training provides a clear overview of reserves and resources definitions using SPE PRMS guidelines. In addition, it covers U.S. SEC regulations and Indonesian…

Rp 10.950.000
Tersedia

Sistem Proteksi Pembangkit Listrik

sharBACKGROUND: Sistem Proteksi Pembangkit listrik merupakan perangkat yeng melindungi pembangkit secara umum. Pembangkit sendiri adalah suatu sistem yang menghasilkan energi listrik dari sumber energi mekanik, biasanya melalui cara induksi elektromagnetik. Proses ini dikenal sebagai pembangkit listrik (electricity generation). Dalam dunia industri, generator sangat berguna untuk mengatasi semua kegiatan dalam perusahaan yang membutuhkan ketersediaan energi listrik….

Rp 7.950.000
Tersedia

ISO/IEC 17025 Laboratorium

Chat with us on WhatsApp
Chat with Us