• Selamat datang di website PT Fiqry Jaya Manunggal. Semoga anda senantiasa sehat afiat. Kami siap melayani anda
Beranda » Blog » ISO/IEC 17025 Laboratorium

ISO/IEC 17025 Laboratorium

Diposting pada 16 November 2025 oleh admin / Dilihat: 124 kali / Kategori: ,

ISO/IEC 17025: Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi

Di dunia industri dan riset, akurasi data adalah mata uang utama. Sebuah keputusan besar, entah itu mengenai kualitas produk, keselamatan publik, atau klaim lingkungan, seringkali bergantung pada hasil uji atau kalibrasi dari sebuah laboratorium. Oleh karena itu, standar ISO/IEC 17025 Laboratorium telah menjadi rujukan global untuk mengukur kompetensi teknis dan kualitas sistem manajemen laboratorium.

ISO/IEC 17025 (General requirements for the competence of testing and calibration laboratories) adalah satu-satunya standar internasional yang diakui untuk akreditasi laboratorium. Standar ini memastikan bahwa hasil pengujian dan kalibrasi yang dikeluarkan oleh laboratorium tidak hanya akurat, tetapi juga dapat dilacak (traceable) dan diandalkan di seluruh dunia.

Dalam panduan mendalam ini, kita akan mengurai struktur ISO/IEC 17025 Laboratorium (versi 2017), membedah dua persyaratan utamanya—Manajemen dan Teknis—dan menjelaskan mengapa akreditasi ini adalah kunci kredibilitas di pasar global.

 

Memahami Struktur Inti ISO/IEC 17025 Laboratorium (Versi 2017)

ISO/IEC 17025 versi 2017 memiliki struktur baru yang lebih selaras dengan standar manajemen risiko dan siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA), membuatnya lebih mudah diintegrasikan dengan sistem mutu lain seperti ISO 9001.

Struktur standar ini dibagi menjadi lima klausul utama (4 hingga 8), dengan fokus yang terpisah namun saling mendukung:

 

Klausul 4 & 5: Persyaratan Umum dan Struktural

Klausul 4 (Persyaratan Umum) menetapkan prinsip etika dasar, yaitu Ketidakberpihakan (Impartiality) dan Kerahasiaan (Confidentiality). Ini sangat penting karena laboratorium harus bebas dari tekanan komersial atau finansial yang dapat memengaruhi penilaian teknis mereka.

Klausul 5 (Persyaratan Struktural) menetapkan legalitas dan struktur organisasi laboratorium. Selain itu, laboratorium harus mendokumentasikan peran, tanggung jawab, dan wewenang manajemen untuk memastikan efektivitas operasional.

 

Klausul 6: Persyaratan Sumber Daya (Kunci Kompetensi Teknis)

Bagian ini adalah fondasi teknis dari ISO/IEC 17025 Laboratorium. Sumber daya harus dikelola untuk memastikan hasil yang valid:

  • Personel: Staf harus kompeten, terlatih, dan memiliki otoritas yang jelas.
  • Peralatan: Peralatan harus sesuai, dikalibrasi (ketertelusuran metrologi), dan dipelihara dengan baik. [IMAGE: Deskripsi Alt Text: Ilustrasi teknisi laboratorium melakukan kalibrasi instrumen dengan standar SNI ISO/IEC 17025]
  • Kondisi Lingkungan: Kondisi lingkungan (suhu, kelembapan, getaran) harus dikendalikan dan dipantau, terutama jika memengaruhi validitas hasil uji.

 

Persyaratan Proses: Jaminan Validitas Hasil Pengujian

Klausul 7 adalah inti dari standar ini, berfokus pada langkah-langkah yang harus dilakukan laboratorium—dari penerimaan sampel hingga pelaporan hasil. Oleh karena itu, implementasi yang ketat pada klausul ini menjamin kualitas data.

 

1. Seleksi dan Validasi Metode

Laboratorium harus menggunakan metode pengujian/kalibrasi yang baku (standardized) atau, jika mengembangkan metode sendiri, harus memvalidasinya secara menyeluruh. Validasi ini mencakup penentuan akurasi, batas deteksi, dan linieritas.

 

2. Pengambilan Sampel dan Penanganan Barang Uji

Proses pengambilan sampel harus terdokumentasi dan sistematis, terutama jika hasil uji sangat bergantung pada representasi sampel. Selanjutnya, sampel harus ditangani, diidentifikasi, dan dilindungi dari kerusakan atau kontaminasi sejak diterima hingga diuji.

 

3. Evaluasi Ketidakpastian Pengukuran (Uncertainty)

Setiap hasil pengukuran memiliki tingkat ketidakpastian. ISO/IEC 17025 Laboratorium wajib mengestimasi dan mendokumentasikan ketidakpastian ini. Meskipun ini adalah aspek yang kompleks, ini adalah pembeda utama antara laboratorium terakreditasi dan tidak.

 

4. Penjaminan Keabsahan Hasil (Ensuring Validity of Results)

 

Laboratorium harus memiliki prosedur untuk memantau kinerja mereka secara berkelanjutan. Ini termasuk:

  • Partisipasi dalam program uji profisiensi (Proficiency Testing).
  • Penggunaan bahan referensi bersertifikat (Certified Reference Materials).
  • Analisis tren dan kontrol kualitas data internal.

 

Manfaat Strategis Akreditasi ISO/IEC 17025 Laboratorium

Mendapatkan akreditasi ISO/IEC 17025 Laboratorium membutuhkan waktu, sumber daya, dan komitmen tinggi, namun manfaat strategis yang didapatkan perusahaan sangat besar.

 

1. Peningkatan Kredibilitas Global

Akreditasi ini adalah passport yang memungkinkan hasil uji laboratorium diterima secara internasional melalui perjanjian Mutual Recognition Arrangements (MRA) yang ada di banyak negara. Dengan demikian, produk yang diuji di laboratorium terakreditasi di Indonesia dapat dengan mudah diterima di pasar Eropa atau Amerika tanpa pengujian ulang.

 

2. Peningkatan Efisiensi dan Kualitas Internal

Penerapan standar memaksa laboratorium untuk mendokumentasikan semua prosedur dan proses kerja secara rinci. Sebagai hasilnya, ini mengurangi kesalahan operasional, meningkatkan efisiensi, dan menciptakan lingkungan perbaikan berkelanjutan (continual improvement). Oleh karena itu, kualitas data yang dihasilkan menjadi akurat dan konsisten.

 

3. Keunggulan Kompetitif dan Kepatuhan Regulasi

Di banyak sektor (farmasi, makanan, lingkungan), akreditasi ISO/IEC 17025 adalah persyaratan regulasi atau sering diminta oleh klien besar. Sebagai contoh, laboratorium lingkungan harus memenuhi persyaratan SNI ISO/IEC 17025 untuk menjamin data lingkungan yang valid. (Sarankan untuk Tautan Eksternal: cari website Komite Akreditasi Nasional (KAN) untuk daftar laboratorium terakreditasi).

 

4. Pengendalian Risiko yang Lebih Baik

Diagram siklus PDCA (Plan Do Check Act) yang diterapkan dalam sistem mutu laboratorium

Diagram siklus PDCA (Plan Do Check Act) yang diterapkan dalam sistem mutu laboratorium

Standar versi 2017 memperkenalkan pendekatan berbasis risiko (Klausul 8). Jelas, laboratorium didorong untuk mengidentifikasi dan mengambil tindakan terhadap risiko dan peluang yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan dan hasil yang valid.

Kesimpulannya, ISO/IEC 17025 Laboratorium adalah standar kualitas yang tidak dapat ditawar untuk laboratorium modern. Ini bukan hanya sertifikat di dinding; ini adalah bukti kompetensi teknis, komitmen terhadap ketidakberpihakan, dan pondasi yang kokoh untuk membangun kepercayaan pelanggan terhadap data yang mereka hasilkan.

ISO/IEC 17025 Laboratorium

Komentar

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman ini.

ChatGPT sebagai Alat Pemasaran Digital

Diposting oleh admin

Pendahuluan Penggunaan ChatGPT dalam pemasaran digital memberikan banyak manfaat. Teknologi ini memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan interaksi dan membantu personalisasi. Dengan kecerdasan buatan ini, pelanggan menjadi lebih terlibat. Apa itu ChatGPT? ChatGPT adalah model bahasa berbasis kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh OpenAI. Dengan kemampuan untuk memahami dan menghasilkan teks yang alami, ChatGPT dapat digunakan dalam berbagai…

Selengkapnya
4 Oct

Membawa Kehidupan Menuju Era Pintar

Diposting oleh admin

Manfaat IoT dalam Kehidupan Sehari-hari: Inovasi Teknologi untuk Hidup Lebih Efisien Dalam beberapa tahun terakhir, Internet of Things (IoT) telah berkembang pesat, menghubungkan berbagai perangkat yang kita gunakan sehari-hari ke internet, memungkinkan mereka untuk berkomunikasi dan bertindak secara otomatis. Kehadiran teknologi ini secara signifikan mengubah cara kita hidup, bekerja, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Berikut…

Selengkapnya
18 Sep

Ruang Lingkup dan Aktivitas Manajemen Proyek

Diposting oleh admin

Memahami Tentang Ruang Lingkup Manajemen Proyek dan Aktivitas yang Terjadi di Dalamnya Ruang Lingkup dan Aktivitas Manajemen Proyek Manajemen proyek adalah pendekatan terstruktur yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu melalui serangkaian aktivitas yang direncanakan dan dikelola secara efisien. Ruang lingkup manajemen proyek mencakup semua aspek yang perlu diperhatikan dalam menjalankan sebuah proyek, mulai dari perencanaan…

Selengkapnya
11 Sep

Belajar Cepat: Teknik Pomodoro dan Active Recall

Diposting oleh admin

Belajar Cepat: Teknik Pomodoro dan Active Recall Dalam dunia yang penuh dengan distraksi digital dan tuntutan produktivitas tinggi, kemampuan untuk belajar cepat menjadi keterampilan yang sangat berharga. Baik seorang profesional, mahasiswa, maupun pelajar, kita semua dihadapkan pada tantangan untuk menyerap informasi dalam waktu terbatas. Dua teknik yang banyak direkomendasikan untuk meningkatkan efektivitas belajar adalah Pomodoro…

Selengkapnya
23 Aug

Pelatihan: In-house atau Outsource

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

Pelatihan: In-house vs Outsource – Mana yang Lebih Efektif untuk Perusahaan Anda? Dalam dunia kerja yang semakin kompetitif, pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas utama bagi banyak perusahaan. Salah satu cara efektif untuk meningkatkan kompetensi karyawan adalah melalui program pelatihan. Namun, muncul pertanyaan penting yang sering kali dihadapi manajemen: apakah pelatihan sebaiknya dilakukan secara…

Selengkapnya
11 Jul

Business Continuity Management

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

Apa Itu Business Continuity Management (BCM)? Business Continuity Management (BCM) adalah proses menyeluruh yang dirancang untuk mengidentifikasi potensi ancaman bagi organisasi. Selain itu, BCM menyediakan kerangka kerja untuk membangun ketahanan dan kemampuan dalam merespons ancaman tersebut secara efektif. Tujuan utama BCM adalah memastikan bahwa bisnis tetap berjalan selama dan setelah gangguan terjadi, sehingga membantu meminimalkan…

Selengkapnya
16 Oct

Manajemen Transisi Energi ke Arah Energi Terbarukan

BACKGROUND: Manajemen Transisi Energi (MTE) adalah program penelitian baru yang mengeksplorasi transisi energi dari berbagai sudut dan perspektif, menekankan pada aspek perilaku, strategi, teknologi, sosial, ekonomi, politik, dan aspek regulasi transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan dan tangguh. Transisi energi dianggap sebagai fenomena sistemik dan multi-level, di mana transisi tertanam dan tergantung pada hubungan…

Rp 7.950.000
Tersedia

IT Strategic Plan, Operation & Tactical

BACKGROUND: IT Strategic Plan, Operasional & Taktis di banyak korporasi dan organisasi masih dipandang sebagai sekadar isu teknis-operasional. IT sering dianggap sebagai pusat biaya (cost center) yang sulit diukur manfaatnya, dengan risiko investasi yang tinggi. Akibatnya, banyak pemangku kebijakan sepenuhnya bergantung pada vendor atau konsultan eksternal, tanpa memiliki rencana strategis IT yang terintegrasi dengan rencana…

Rp 7.950.000
Tersedia

Uji Persiapan Operasi Pembangkit Listrik Tenaga Termal

BACKGROUND: Operasi pembangkit listrik yang lancar, bebas masalah, dan ekonomis selalu menjadi tujuan utama bagi semua pihak yang bergerak di sektor pembangkitan listrik. Untuk mencapai tujuan tersebut, salah satu kegiatan yang sangat penting adalah memastikan bahwa peralatan utama dan peralatan bantu pembangkit telah dipersiapkan dengan cermat sebelum dimasukkan ke dalam sistem. Proses ini dikenal sebagai…

Rp 7.950.000
Tersedia

Integrated Reservoir Management

Background: Integrated Reservoir Management (IRM) is a structured approach to maximize the value of hydrocarbon assets by combining G&G, Reservoir Engineering, Drilling, Completion, Production, and Economic considerations into a single framework. Through effective integration of data and disciplines, operators can improve recovery factors, extend field life, and optimize development plans. This is where “Integrated” play…

Rp 10.950.000
Tersedia

Pemantauan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun

BACKGROUND: Sertifikasi BNSP – Pemantauan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun Pencemaran limbah B3 dari aktivitas industri merupakan Pemerintah telah mengeluarkan aturan baru pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dan non-B3. Aturan tersebut tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. PP ini merupakan salah satu turunan…

Rp 8.950.000
Tersedia

Monobore Drilling and Completion

BACKGROUND: Monobore Drilling & Completion diangap suatu terobosan baru yang akan lebih ekonomis dan membutuhkan waktu yang lebih cepat jika diterapkan. Dengan semakin menipisnya cadangan minyak dan gas, maka reservoir minyak dan gas yang marginal dengan type reservoir yang berlapis akan tidak ekonomis lagi  jika di bor dan di komplesi dengan cara konvensional. Agar kegiatan…

Rp 14.950.000
Tersedia

ISO/IEC 17025 Laboratorium

Chat with us on WhatsApp
Chat with Us