• Selamat datang di website PT Fiqry Jaya Manunggal. Semoga anda senantiasa sehat afiat. Kami siap melayani anda
zoom preview activate zoom

Contractor Safety Management System

Rp 7.950.000
Stok Tersedia
Kategori Manajemen, Project, Q-HSE

11 - 13 Agustus 2026, Bandung

16 - 18 November 2026, Bandung

Trainer: Ir. Heri Setiawan, MK3

Tentukan pilihan yang tersedia!

Contractor Safety Management System

BACKGROUND:

Contractor Safety Management System (CSMS), yaitu sistem manajemen yang dirancang untuk mengelola dan memitigasi risiko keselamatan bagi kontraktor yang bekerja di lokasi atau proyek tertentu. Dari sisi pemberi kerja (owner), owner ingin memastikan bahawa suatu pekerjaan dilaksanakan sesuai kaidah Q-HSE yang berlaku. Sehingga dibuatlah suatu standar & ketentuan yang harus dipenuhi oleh penyedia barang & jasa. Dari sisi penyedia barang & jasa, mereka harus dapat memenuhi semua standar & kriteria dari pemberi kerja (biasanya dibuktikan dengan sertifikat CSMS) untuk dapat diterima sebagai penyedia barang dan jasa.

Oleh karena itu, diperlukan persiapan, penyusunan, pelaksanaan dan system manajemen HSE yang comprehensive untuk mendapatkan sertifikat CSMS dari suatu perusahaan. Persiapan & untuk memperoleh kelulusan sertifikasi CSMS diperlukan waktu yang tidak pendek.

OBJECTIVES:

  • mengerti maksud dan tujuan CSMS
  • dapat mempersiapkan semua dokumen pendukung mulai dari HSE policy, procedure, manual, forms
  • melaksanakan program HSE dengan benar dan mempunyai dokumentasi pelaksanaannya dengan terstruktur & auditable, guna mencapai kelulusan audit & sertifikasi CSMS
  • memperoleh kisi-kisi tentang prosedure audit & penyiapan dokumentasi CSMS yang akan diajukan
  • mempelajari item dan dokumen evident yang harus dipenuhi dalam memenuhi kelulusan audit sertifikasi CSMS.

COURSE OUTLINE:

FUNDAMENTALS OF CSMS

  1. Introduction to Contractor Safety Management System
    • Definisi dan tujuan CSMS
    • Peran dan tanggung jawab pemberi kerja dan penyedia barang & jasa
    • Regulasi dan standar terkait CSMS (nasional & internasional)
  2. Q-HSE Principles in CSMS
    • Prinsip-prinsip Quality, Health, Safety, dan Environment (Q-HSE) dalam CSMS
    • Keterkaitan Q-HSE dengan keberhasilan proyek
  3. CSMS Framework and Structure
    • Struktur dasar CSMS
    • Elemen kunci dalam CSMS (HSE policy, prosedur, manual, forms)
    • Studi kasus implementasi CSMS yang berhasil

DOCUMENT PREPARATION AND IMPLEMENTATION

  1. Preparation of HSE Documentation
    • Penyusunan HSE policy dan procedure
    • Pembuatan manual dan forms pendukung
    • Penyusunan program HSE yang terstruktur
  2. Implementation of HSE Programs
    • Langkah-langkah pelaksanaan program HSE di proyek
    • Monitoring dan evaluasi program HSE
    • Dokumentasi pelaksanaan HSE (auditable)
  3. Risk Management and Mitigation
    • Identifikasi risiko di lokasi kerja
    • Metode mitigasi risiko
    • Keterlibatan kontraktor dalam manajemen risiko

AUDIT AND CERTIFICATION PREPARATION

  1. CSMS Audit Process
    • Prosedur audit sertifikasi CSMS
    • Checklist audit dan persiapan dokumen pendukung
    • Peran dan tanggung jawab tim audit internal dan eksternal
  2. Audit Evidences and Case Studies
    • Item dan dokumen evident yang harus dipenuhi
    • Studi kasus hasil audit CSMS (lulus dan tidak lulus)
  3. Certification and Continuous Improvement
    • Proses sertifikasi dan evaluasi
    • Tindakan perbaikan dan continuous improvement dalam CSMS
    • Strategi mempertahankan sertifikasi CSMS

TRAINING METHODS:

  • Presentasi dan diskusi interaktif
  • Studi kasus dan simulasi
  • Latihan penyusunan dokumen CSMS
  • Role play audit dan penilaian

DELIVERABLES:

  • Materi pelatihan (soft copy & hard copy)
  • Template HSE policy, procedure, manual, dan forms
  • Checklist audit dan contoh dokumen evident

ABOUT THE COURSE LEADER:

Ir. Heri Setiawan, MK3

 

Contractor Safety Management System

Produk Terkait

Training dan Sertifikasi BNSP Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air

BACKGROUND: Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air (PPPA) merupakan personil yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab internal terhadap pencegahan dan penanggulangan pencemaran air yang disebabkan dari seluruh kegiatan produksi. Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.5/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2/2018 Tentang Standar Dan Sertifikasi Kompetensi Penanggung Jawab Operasional Pengolahan Air Limbah Dan Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran…

Rp 8.950.000
Tersedia

Contract Life Cycle Management

Background: Contract Management has become a critical business function for organizations seeking to optimize operational performance, ensure regulatory compliance, minimize contractual risks, and maximize value throughout the entire contract lifecycle. In the oil/gas, mining & capital-intensive industries, where contracts often involve high-value procurement, construction, equipment rental, engineering services, logistics, and long-term operational agreements, effective contract…

Rp 7.950.000
Tersedia

Production Safety System

BACKGROUND: Risks yang bisa terjadi pada semua fasilitas produksi oil/gas di darat dan di lepas pantai pada umumnya: kebakaran atau ledakan; masalah lingkungan, kerusakan alat produksi, & cedera pada orang atau personel. Tujuan dari desain sistem keselamatan produksi adalah untuk mengurangi risiko bahaya yang teridentifikasi ke tingkat yang wajar dan diantisipasi dengan baik. Pembahasan akan…

Rp 7.950.000
Tersedia

Budgeting & Cost Control

BACKGROUND: Tujuan utama dari setiap korporasi adalah mendapatkan profit yang maksimal. Keuangan kita akan berada dalam kondisi yang buruk jika tidak berhati-hati dengan uang & tidak mengendalikan pengeluaran. Hal pertama yang harus dipahami adalah biaya dapat bertambah dengan cepat. Selanjutnya adalah jika pengeluaran ini tidak direncanakan atau jumlahnya sangat besar, hal itu akan berdampak pada…

Rp 7.950.000
Tersedia

Electrical Safety, Theory & Application

BACKGROUND: Electrical safety is vital in both workplace and home environments. While we use electricity daily, the risks are significantly higher in work settings, especially when high-voltage equipment is involved. Workers like engineers, electricians, technicians, and power line workers are directly exposed to electrical hazards. Office workers and salespeople, though less directly exposed, may still…

Rp 7.950.000
Tersedia

Safety Integrity Level (SIL)

BACKGROUND: Dalam keselamatan fungsional, Safety Integrity Level (SIL) (dalam Bahasa Indonesia disebut sebagai tingkat integritas keselamatan) didefinisikan sebagai tingkat relatif pengurangan risiko yang disediakan oleh fungsi instrumen keselamatan (SIF, Safety Instrumented System), yaitu pengukuran kinerja yang dibutuhkan SIF. Dalam standar keselamatan fungsional berdasarkan standar IEC 61508, empat SIL didefinisikan, dengan SIL4 sebagai yang paling dapat…

Rp 7.950.000
Tersedia
Chat with us on WhatsApp
Chat with Us