• Selamat datang di website PT Fiqry Jaya Manunggal. Semoga anda senantiasa sehat afiat. Kami siap melayani anda
Beranda » Blog » HPS dan Owner Estimate

HPS dan Owner Estimate

Diposting pada 12 September 2025 oleh Teguh Imam Santoso / Dilihat: 522 kali / Kategori: ,

Harga Perkiraan Sendiri (HPS) atau Owner Estimate (OE) adalah sebuah acuan penting dalam proses pengadaan barang, jasa, maupun proyek. Teknik Pembuatan HPS Owner Estimate disusun melalui analisis profesional dan disahkan oleh pihak berwenang untuk menjadi dasar dalam menilai kewajaran harga penawaran. Fungsi utama HPS/OE adalah memastikan harga yang ditetapkan oleh penyedia sesuai dengan standar yang wajar, dapat dipertanggungjawabkan, serta sejalan dengan ketentuan kontrak. Dengan kata lain, kemampuan menyusun HPS/OE yang akurat sangat menentukan keberhasilan manajemen pengadaan (purchasing management) di sebuah organisasi.

Di era persaingan yang semakin ketat, keahlian dalam menyusun HPS/OE tidak hanya bermanfaat untuk efisiensi biaya, tetapi juga untuk menjaga transparansi, akuntabilitas, dan kualitas hasil pengadaan. Cost atau owner estimate ini dibutuhkan baik dalam pengadaan yang menggunakan anggaran operasional (Opex) maupun investasi jangka panjang (Capex). Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam mengenai teknik dan metode penyusunan HPS/OE menjadi kompetensi yang wajib dimiliki oleh para profesional di bidang procurement, proyek, maupun manajemen.

Tujuan Mengetahui Teknik Pembuatan HPS/OE:

  • Memahami proses pengadaan barang dan jasa, termasuk tujuan, parameter, serta perbedaan antara metode tradisional dan modern.
  • Menjelaskan fungsi, peran, dan pentingnya HPS/OE dalam berbagai pola pengadaan barang, jasa, maupun proyek.
  • Menguasai teknik penyusunan HPS/OE untuk pengadaan berbasis Opex maupun Capex dengan menggunakan berbagai pendekatan (harga pasar, data kontrak sebelumnya, engineering estimation, Delphi method, dll.).
  • Melakukan perhitungan harga satuan, cost of goods manufactured, dan cost of goods sold secara tepat, termasuk penerapan metode Activity-Based Costing (ABC).
  • Menggunakan analisis titik pulang pokok (break-even point analysis) sebagai dasar dalam penetapan estimasi biaya.
  • Menyusun OE untuk proyek fisik maupun non-fisik, termasuk estimasi biaya aktivitas proyek dan penentuan project cash budget.
  • Menerapkan konsep Total Cost of Ownership (TCO) dan time value of money dalam pengadaan aktiva tetap berbasis Capex.
  • Menghitung serta mengevaluasi OE untuk pengadaan jasa sesuai regulasi BUMN maupun lembaga pemerintah.
  • Menggunakan software dan tools pendukung untuk mempercepat serta meningkatkan akurasi penyusunan HPS/OE.
  • Mengembangkan keterampilan analitis melalui studi kasus dan latihan praktis agar mampu menghasilkan HPS/OE yang akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Course Outline

1. Proses Pengadaan Barang dan jasa

  • Objektif pengadaan.
  • Parameter pengadaan barang dan jasa.
  • Proses pengadaan tradisional dan proses pengadaan masa kini.
  • Pentingnya aspek Quality, Cost dan Delivery dalam proses pengadaan.

2. Peran Owners Estimate dalam Proses Pengadaan Barang dan Jasa.

  • Pengertian Owners Estimate
  • Fungsi Owners Estimate.
  • Peran Owners Estimate dalam berbagai pola pengadaan.
  • Diskusi dan studi kasus.

3. Teknik Penyusunan Owners Estimate untuk pengadaan dengan anggaran Opex.

  • Harga pasar.
  • Data Kontrak masa lalu.
  • Perhitungan harga satuan dan Cost of goods Sold.
  • Price list dari pabrikan.
  • Engineering Estimation.
  • Delphi Method.
  • Referensi harga yang lain.
  • Formulasi HPS/OE.

4. Perhitungan Harga Satuan dan Cost of Goods Sold.

  • Komponen-komponen biaya
  • Perhitungan Cost of Goods Manufactured.
  • Perhitungan Cost of Goods Sold.

5. Analisis Titik Pulang Pokok (Break event Point Analysis).

  • Apa yang dimaksud dengan fixed cost.
  • Apa yang dimaksud dengan variable cost.
  • Perhitungan Break event Point dengan menggunakan teknik grafis.
  • Perhitungan Break event point dengan menggunakan teknik contribution margin.
  • Latihan dan diskusi.

6. Perhitungan Harga Satuan dan Cost of Goods Sold dengan Activity-Based Costing (ABC).

  • Perbedaan antara metoda Activity-Based Costing dan Traditional Costing.
  • Bagaimana cara menggunakan ABC untuk Purchasing Management.
  • Reduksi biaya dengan menggunakan ABC.
  • Teknik pengumpulan data.
  •  Penggunaan software untuk perhitungan harga satuan dengan menggunakan metoda ABC.

7. Perhitungan OE Proyek fisik dan proyek non fisik.

  • Memahami Manajemen Proyek
  • Network Planning.
  • Menerjemahkan network planning menjadi bar chart.
  • Estimasi biaya setiap aktivitas proyek.
  • Penentuan Project Cash Budget.

8. Perhitungan OE untuk pengadaan jasa.

  • Perbedaan barang dan jasa.
  • Ketentuan pengadaan jasa bagi BUMN dan lembaga pemerintah.
  • Aplikasi traditional cost accounting dan Activity-Based Costing untuk perhitungan OE pengadaan jasa.

9. Konsep TCO (Total Cost of Ownership) untuk pengadaan aktiva tetap dengan anggaran Capex.

  • Apa yang dimaksud dengan TCO.
  • Time value of money.
  • Menghitung TCO dengan Net Present Value (NPV).
  • Latihan perhitungan TCO.

10. Studi Kasus TCO

  • Memilih Mesin Merk A atau Merk B
  • Repair atau Replace
  • Purchase atau Leasing
  • Menghitung tarif Leasing kendaraan Bermotor

11. Diskusi dan studi kasus HPS.

HPS dan Owner Estimate

Komentar

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman ini.

Pelatihan: In-house atau Outsource

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

Pelatihan: In-house vs Outsource – Mana yang Lebih Efektif untuk Perusahaan Anda? Dalam dunia kerja yang semakin kompetitif, pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas utama bagi banyak perusahaan. Salah satu cara efektif untuk meningkatkan kompetensi karyawan adalah melalui program pelatihan. Namun, muncul pertanyaan penting yang sering kali dihadapi manajemen: apakah pelatihan sebaiknya dilakukan secara…

Selengkapnya
11 Jul

10 prinsip desain UI/UX yang harus kamu ketahui

Diposting oleh admin

Desain UI/UX yang efektif tidak hanya membuat sebuah produk terlihat menarik, tetapi juga memastikan bahwa pengguna dapat menggunakannya dengan mudah dan efisien. Untuk mencapai hal ini, ada prinsip-prinsip penting yang harus diterapkan dalam setiap proses desain. Berikut adalah 10 prinsip desain UI/UX yang harus kamu ketahui secara lebih rinci: Konsistensi Desain Konsistensi adalah kunci dalam…

Selengkapnya
25 Sep

Drilling Equipment & System

Diposting oleh admin

Keberhasilan operasi pengeboran sangat ditentukan oleh kombinasi antara peralatan (equipment) dan sistem kerja (system) yang digunakan. Drilling bukan hanya soal menembus batuan, tetapi bagaimana seluruh komponen—mulai dari rig, fluida, hingga sistem kontrol—bekerja secara terintegrasi dan efisien. Baik pada operasi migas maupun geothermal, prinsip dasar peralatan drilling relatif sama. Namun, perbedaan kondisi reservoir—terutama dari sisi temperatur…

Selengkapnya
8 May

Fishing Techniques in Oil Wells

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

Fishing Techniques di Oil Wells, gas atau panas bumi merupakan suatu skills yang sangat dibutuhkan. Fishing atau mengambil peralatan atau yang terjatuh, tertinggal atau terputus di dalam sumur dapat terjadi pada tahap pengeboran atau setelah sumur diproduksi. Dalam operasi sumur migas, ada dua fase utama sub-surface yang sangat kritis: Selama DrillingSaat pengeboran (drilling), rig akan menembus…

Selengkapnya
13 Oct

Kesalahan Umum dalam Desain UI/UX dan Cara Menghindarinya

Diposting oleh admin

Kesalahan Umum dalam Desain UI/UX Desain UI/UX yang efektif sangat penting untuk menciptakan pengalaman pengguna yang positif. Namun, banyak desainer sering terjebak dalam kesalahan umum desain UI/UX yang dapat merusak desain mereka. Berikut adalah beberapa kesalahan yang perlu dihindari, beserta cara mengatasinya: Kurangnya Riset Pengguna Salah satu kesalahan terbesar adalah tidak melakukan riset pengguna yang…

Selengkapnya
30 Sep

Peran Leadership dalam Penerapan K3

Diposting oleh admin

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bukan hanya soal prosedur teknis atau ketersediaan alat pelindung diri, tetapi juga tentang budaya organisasi. Budaya ini sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan (leadership). Seorang pemimpin, baik di tingkat manajemen puncak maupun supervisor lapangan, memiliki peran vital dalam memastikan bahwa K3 menjadi prioritas utama, bukan sekadar formalitas. Mengapa Leadership Penting dalam K3?…

Selengkapnya
14 Oct

Basic Process Engineering Design

BACKGROUND: Process engineering is the core of industrial activities. It shows the steps how, when & thru what it happens, where, including symbolizing all processes & components involved. And it also involves various hardware such piping, vessel, electrical, instrumentation & control given in various disciplines in the university. People involved in O/G industries come from…

Rp 7.950.000
Tersedia

Petroleum Resources Management System

Background: The Petroleum Resources Management System (PRMS) is an internationally recognized framework used to classify, evaluate, and report petroleum resources and reserves in a consistent and transparent manner. PRMS goes beyond volumetric estimation by integrating technical maturity, commercial viability, risk, and uncertainty into a project-based decision framework. For professionals outside the subsurface discipline, PRMS provides…

*Harga Hubungi CS
Tersedia

Warehousing Operation Management System

BACKGROUND: Warehouse management refers to the process of executing, monitoring, & optimizing warehouse operations. In many cases proper warehouse management is what will determine how successful a business will be. It won’t matter if you have the most modern warehouse if it’s not operating efficiently. A warehouse management system (WMS) can now involve software designed to optimize…

Rp 7.950.000
Tersedia

Effective Maintenance Management

BACKGROUND: Effective Maintenance Management is a cornerstone of reliable and efficient operations in industrial settings. It ensures that equipment and systems operate at their optimal levels, minimizing unplanned downtime and extending asset life. Without a structured maintenance approach, organizations risk increased operational costs, production delays, and safety hazards, which can negatively impact overall business performance….

Rp 7.450.000
Tersedia
Diskon
9%

Petugas P3K – BNSP

Latar Belakang: Untuk memperkecil kemungkinan LTA (Loss Time Accident), diperlukan seseorang yang berkompeten untuk menangani korban kecelakaan di tempat kerja sebelum ditangani petugas medis. Petugas P3K ini sebaiknya bersetifikat dari instansi berwenang misalnya BNSP. Pelatihan ini diberikan kepada tenaga kerja untuk membekali/meningkatkan Kesadaran, Pengetahuan, Keterampilan dan Sikap seorang pekerja agar dapat: Menerapkan peraturan perundang-undangan yang sesuai dengan jenis…

Rp 5.000.000 Rp 5.500.000
Tersedia

Vibration and Alignment Measurement and Analysis

BACKGROUND: Vibration & miss-alignment merupakan salah satu kesalahan operasi yang menyebabkan kerusakan peralatan yang secara umum menurunkan efisiensi suatu plant. Untuk menghindari hal tersebut, diperlukan cara pengukuran, monitoring dan analisa data yang benar agar dapat diambil tindakan yang tepat guna menjaga efisiensi peralatan. TRAINING OBJECTIVES: Improve Advance Vibration knowledge Understand how to select and use…

Rp 7.950.000
Tersedia

HPS dan Owner Estimate

Chat with us on WhatsApp
Chat with Us