• Selamat datang di website PT Fiqry Jaya Manunggal. Semoga anda senantiasa sehat afiat. Kami siap melayani anda
Beranda » Blog » HPS dan Owner Estimate

HPS dan Owner Estimate

Diposting pada 12 September 2025 oleh Teguh Imam Santoso / Dilihat: 636 kali / Kategori: ,

Harga Perkiraan Sendiri (HPS) atau Owner Estimate (OE) adalah sebuah acuan penting dalam proses pengadaan barang, jasa, maupun proyek. Teknik Pembuatan HPS Owner Estimate disusun melalui analisis profesional dan disahkan oleh pihak berwenang untuk menjadi dasar dalam menilai kewajaran harga penawaran. Fungsi utama HPS/OE adalah memastikan harga yang ditetapkan oleh penyedia sesuai dengan standar yang wajar, dapat dipertanggungjawabkan, serta sejalan dengan ketentuan kontrak. Dengan kata lain, kemampuan menyusun HPS/OE yang akurat sangat menentukan keberhasilan manajemen pengadaan (purchasing management) di sebuah organisasi.

Di era persaingan yang semakin ketat, keahlian dalam menyusun HPS/OE tidak hanya bermanfaat untuk efisiensi biaya, tetapi juga untuk menjaga transparansi, akuntabilitas, dan kualitas hasil pengadaan. Cost atau owner estimate ini dibutuhkan baik dalam pengadaan yang menggunakan anggaran operasional (Opex) maupun investasi jangka panjang (Capex). Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam mengenai teknik dan metode penyusunan HPS/OE menjadi kompetensi yang wajib dimiliki oleh para profesional di bidang procurement, proyek, maupun manajemen.

Tujuan Mengetahui Teknik Pembuatan HPS/OE:

  • Memahami proses pengadaan barang dan jasa, termasuk tujuan, parameter, serta perbedaan antara metode tradisional dan modern.
  • Menjelaskan fungsi, peran, dan pentingnya HPS/OE dalam berbagai pola pengadaan barang, jasa, maupun proyek.
  • Menguasai teknik penyusunan HPS/OE untuk pengadaan berbasis Opex maupun Capex dengan menggunakan berbagai pendekatan (harga pasar, data kontrak sebelumnya, engineering estimation, Delphi method, dll.).
  • Melakukan perhitungan harga satuan, cost of goods manufactured, dan cost of goods sold secara tepat, termasuk penerapan metode Activity-Based Costing (ABC).
  • Menggunakan analisis titik pulang pokok (break-even point analysis) sebagai dasar dalam penetapan estimasi biaya.
  • Menyusun OE untuk proyek fisik maupun non-fisik, termasuk estimasi biaya aktivitas proyek dan penentuan project cash budget.
  • Menerapkan konsep Total Cost of Ownership (TCO) dan time value of money dalam pengadaan aktiva tetap berbasis Capex.
  • Menghitung serta mengevaluasi OE untuk pengadaan jasa sesuai regulasi BUMN maupun lembaga pemerintah.
  • Menggunakan software dan tools pendukung untuk mempercepat serta meningkatkan akurasi penyusunan HPS/OE.
  • Mengembangkan keterampilan analitis melalui studi kasus dan latihan praktis agar mampu menghasilkan HPS/OE yang akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Course Outline

1. Proses Pengadaan Barang dan jasa

  • Objektif pengadaan.
  • Parameter pengadaan barang dan jasa.
  • Proses pengadaan tradisional dan proses pengadaan masa kini.
  • Pentingnya aspek Quality, Cost dan Delivery dalam proses pengadaan.

2. Peran Owners Estimate dalam Proses Pengadaan Barang dan Jasa.

  • Pengertian Owners Estimate
  • Fungsi Owners Estimate.
  • Peran Owners Estimate dalam berbagai pola pengadaan.
  • Diskusi dan studi kasus.

3. Teknik Penyusunan Owners Estimate untuk pengadaan dengan anggaran Opex.

  • Harga pasar.
  • Data Kontrak masa lalu.
  • Perhitungan harga satuan dan Cost of goods Sold.
  • Price list dari pabrikan.
  • Engineering Estimation.
  • Delphi Method.
  • Referensi harga yang lain.
  • Formulasi HPS/OE.

4. Perhitungan Harga Satuan dan Cost of Goods Sold.

  • Komponen-komponen biaya
  • Perhitungan Cost of Goods Manufactured.
  • Perhitungan Cost of Goods Sold.

5. Analisis Titik Pulang Pokok (Break event Point Analysis).

  • Apa yang dimaksud dengan fixed cost.
  • Apa yang dimaksud dengan variable cost.
  • Perhitungan Break event Point dengan menggunakan teknik grafis.
  • Perhitungan Break event point dengan menggunakan teknik contribution margin.
  • Latihan dan diskusi.

6. Perhitungan Harga Satuan dan Cost of Goods Sold dengan Activity-Based Costing (ABC).

  • Perbedaan antara metoda Activity-Based Costing dan Traditional Costing.
  • Bagaimana cara menggunakan ABC untuk Purchasing Management.
  • Reduksi biaya dengan menggunakan ABC.
  • Teknik pengumpulan data.
  •  Penggunaan software untuk perhitungan harga satuan dengan menggunakan metoda ABC.

7. Perhitungan OE Proyek fisik dan proyek non fisik.

  • Memahami Manajemen Proyek
  • Network Planning.
  • Menerjemahkan network planning menjadi bar chart.
  • Estimasi biaya setiap aktivitas proyek.
  • Penentuan Project Cash Budget.

8. Perhitungan OE untuk pengadaan jasa.

  • Perbedaan barang dan jasa.
  • Ketentuan pengadaan jasa bagi BUMN dan lembaga pemerintah.
  • Aplikasi traditional cost accounting dan Activity-Based Costing untuk perhitungan OE pengadaan jasa.

9. Konsep TCO (Total Cost of Ownership) untuk pengadaan aktiva tetap dengan anggaran Capex.

  • Apa yang dimaksud dengan TCO.
  • Time value of money.
  • Menghitung TCO dengan Net Present Value (NPV).
  • Latihan perhitungan TCO.

10. Studi Kasus TCO

  • Memilih Mesin Merk A atau Merk B
  • Repair atau Replace
  • Purchase atau Leasing
  • Menghitung tarif Leasing kendaraan Bermotor

11. Diskusi dan studi kasus HPS.

HPS dan Owner Estimate

Komentar

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman ini.

SOP Harian Pembangkit Listrik

Diposting oleh admin

SOP Harian Pembangkit Listrik merupakan suatu standar operasional untuk menjamin keamanan, keandalan, dan efisiensi. Pembangkit listrik merupakan fasilitas dengan tingkat risiko tinggi, investasi besar, serta konsekuensi operasional yang signifikan. Gangguan kecil dalam pengoperasian dapat menyebabkan penurunan efisiensi, forced outage, bahkan kecelakaan kerja yang berdampak luas. Karena itu, penerapan SOP (Standard Operating Procedure) pembangkit listrik bukan…

Selengkapnya
17 Mar

ISO 14001 Standar EMS

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

ISO 14001 adalah Standar Sistem Manajemen Lingkungan (Environmental Management System/EMS) untuk Kinerja Bisnis Berkelanjutan membantu organisasi mengelola dampak lingkungan secara sistematis. Standar ini digunakan oleh perusahaan di seluruh dunia untuk memastikan operasional yang lebih ramah lingkungan, efisien, serta mematuhi regulasi yang berlaku. Implementasi ISO 14001 tidak hanya fokus pada pengurangan dampak negatif terhadap lingkungan, tetapi…

Selengkapnya
26 Nov

KESEHATAN & KESELAMATAN DI TEMPAT KERJA

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

Pengantar Q-HSE untuk Pegawai & Tamu PT. Fiqry Jaya Manunggal Pendahuluan Di PT. Fiqry Jaya Manunggal, kesehatan dan keselamatan ddi tempat kerja adalah prioritas utama. Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap pegawai dan tamu dapat bekerja dalam lingkungan yang aman dan sehat. Artikel ini memberikan panduan singkat mengenai prinsip-prinsip dasar kesehatan dan keselamatan kerja (Q-HSE)…

Selengkapnya
1 Sep

Grit Adalah: Pengertian, Komponen, dan Cara Mengembangkannya

Diposting oleh admin

Dalam dunia pengembangan diri dan profesional, istilah grit semakin sering disebut sebagai kunci kesuksesan jangka panjang. Tapi apa sebenarnya grit itu? Pengertian Grit Grit adalah kombinasi antara passion (semangat) dan perseverance (ketekunan) yang konsisten dalam mengejar tujuan jangka panjang, meskipun menghadapi rintangan dan kegagalan di sepanjang jalan. Konsep ini dipopulerkan oleh psikolog Angela Duckworth melalui…

Selengkapnya
9 Apr

Bahan Berbahaya dan Beracun

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

Secara umum Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) adalah zat, energi, atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi, atau jumlahnya dapat mencemari atau merusak lingkungan hidup, kesehatan, dan keselamatan manusia serta makhluk hidup lainnya. Tidak semua B3 bersifat limbah. Banyak di antaranya adalah produk industri yang bernilai ekonomi tinggi, seperti hidrogen peroksida, asam sulfat, amonia, atau…

Selengkapnya
2 May

Evaluasi Root Cause Breakdown

Diposting oleh admin

Evaluasi Root Cause Breakdown: Mengurai Akar Masalah untuk Maintenance yang Efektif Dalam dunia industri, breakdown atau kerusakan mesin adalah salah satu tantangan terbesar yang berdampak langsung pada kelancaran operasional. Kerusakan yang terjadi tiba-tiba tidak hanya menghentikan produksi, tetapi juga menimbulkan biaya tambahan, baik berupa downtime, tenaga kerja darurat, hingga kerugian akibat keterlambatan pengiriman. Oleh karena…

Selengkapnya
6 Sep

Power Plant Performance Test

BACKGROUND: The main reasons to conduct a power plant performance test are: Identify the baseline performance of the power plant in different operating cases Quantify the prior/after performance improvement due to a major maintenance outage. Verify if the power plant meets the specifications of the applicable purchase contract, therefore if liquidated damages or “make good”…

Rp 7.950.000
Tersedia

Basic Process Safety for Operation Personnel

Background Industri proses seperti migas, petrokimia, pembangkit, dan manufaktur kimia memiliki potensi bahaya tinggi akibat penggunaan fluida berbahaya, tekanan dan temperatur tinggi, serta sistem operasi yang kompleks. Banyak kecelakaan besar di industri proses terjadi bukan hanya karena kegagalan peralatan, tetapi juga akibat kurangnya pemahaman personel operasi terhadap prinsip dasar process safety. Process safety berbeda dengan…

Rp 7.950.000
Tersedia

Operasi dan Perawatan PLTU

Background Manajemen operasi dan pembangkitan merupakan upaya memahami serta mengelola proses operasi sistem pembangkit tenaga listrik dan sistem penyaluran secara rasional, ekonomis, dan berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan mutu, efisiensi, dan keandalan operasi. Pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), keberhasilan operasi sangat dipengaruhi oleh efektivitas perawatan. Perawatan pembangkitan yang terencana dan dilaksanakan secara efektif akan meningkatkan…

Rp 7.950.000
Tersedia

Project Control Management

BACKGROUND: Project Control Management merupakan fungsi kunci dalam memastikan suatu proyek berjalan sesuai dengan rencana dari sisi waktu, biaya, mutu, dan ruang lingkup pekerjaan. Kegagalan dalam pengendalian proyek sering kali bukan disebabkan oleh lemahnya perencanaan, tetapi oleh kurangnya sistem monitoring, pelaporan, serta kemampuan analisis deviasi yang efektif. Di tengah kompleksitas proyek saat ini—baik di sektor…

*Harga Hubungi CS
Tersedia

Process Control & Instrument System

Background Control systems play a crucial role in modern industrial processes, ensuring efficiency, accuracy, and stability. The ability to design, analyze, and optimize these systems is essential for maintaining consistent operation and improving performance. This course is designed to equip participants with a strong foundation in control system principles and practices. From understanding core terminology…

Rp 7.950.000
Tersedia

Electrical & Mechanical Safety

BACKGROUND: Sebagian besar penyebab kebakaran di perkotaan dan di berbagai perusahaan adalah karena listrik, dimana besarnya kerugian secara material selama tahun 2003 adalah sebesar Rp.23 Milyar! Hal ini merupakan kerugian yang sangat besar dan dapat terjadi di perusahaan mana saja apabila tidak memperhatikan kaidah-kaidah keamanan, khususnya dalam hal ini di bidang electrical & mechanical. Standar…

Rp 7.950.000
Tersedia

HPS dan Owner Estimate

Chat with us on WhatsApp
Chat with Us