• Selamat datang di website PT Fiqry Jaya Manunggal. Semoga anda senantiasa sehat afiat. Kami siap melayani anda
Beranda » Blog » HPS dan Owner Estimate

HPS dan Owner Estimate

Diposting pada 12 September 2025 oleh Teguh Imam Santoso / Dilihat: 519 kali / Kategori: ,

Harga Perkiraan Sendiri (HPS) atau Owner Estimate (OE) adalah sebuah acuan penting dalam proses pengadaan barang, jasa, maupun proyek. Teknik Pembuatan HPS Owner Estimate disusun melalui analisis profesional dan disahkan oleh pihak berwenang untuk menjadi dasar dalam menilai kewajaran harga penawaran. Fungsi utama HPS/OE adalah memastikan harga yang ditetapkan oleh penyedia sesuai dengan standar yang wajar, dapat dipertanggungjawabkan, serta sejalan dengan ketentuan kontrak. Dengan kata lain, kemampuan menyusun HPS/OE yang akurat sangat menentukan keberhasilan manajemen pengadaan (purchasing management) di sebuah organisasi.

Di era persaingan yang semakin ketat, keahlian dalam menyusun HPS/OE tidak hanya bermanfaat untuk efisiensi biaya, tetapi juga untuk menjaga transparansi, akuntabilitas, dan kualitas hasil pengadaan. Cost atau owner estimate ini dibutuhkan baik dalam pengadaan yang menggunakan anggaran operasional (Opex) maupun investasi jangka panjang (Capex). Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam mengenai teknik dan metode penyusunan HPS/OE menjadi kompetensi yang wajib dimiliki oleh para profesional di bidang procurement, proyek, maupun manajemen.

Tujuan Mengetahui Teknik Pembuatan HPS/OE:

  • Memahami proses pengadaan barang dan jasa, termasuk tujuan, parameter, serta perbedaan antara metode tradisional dan modern.
  • Menjelaskan fungsi, peran, dan pentingnya HPS/OE dalam berbagai pola pengadaan barang, jasa, maupun proyek.
  • Menguasai teknik penyusunan HPS/OE untuk pengadaan berbasis Opex maupun Capex dengan menggunakan berbagai pendekatan (harga pasar, data kontrak sebelumnya, engineering estimation, Delphi method, dll.).
  • Melakukan perhitungan harga satuan, cost of goods manufactured, dan cost of goods sold secara tepat, termasuk penerapan metode Activity-Based Costing (ABC).
  • Menggunakan analisis titik pulang pokok (break-even point analysis) sebagai dasar dalam penetapan estimasi biaya.
  • Menyusun OE untuk proyek fisik maupun non-fisik, termasuk estimasi biaya aktivitas proyek dan penentuan project cash budget.
  • Menerapkan konsep Total Cost of Ownership (TCO) dan time value of money dalam pengadaan aktiva tetap berbasis Capex.
  • Menghitung serta mengevaluasi OE untuk pengadaan jasa sesuai regulasi BUMN maupun lembaga pemerintah.
  • Menggunakan software dan tools pendukung untuk mempercepat serta meningkatkan akurasi penyusunan HPS/OE.
  • Mengembangkan keterampilan analitis melalui studi kasus dan latihan praktis agar mampu menghasilkan HPS/OE yang akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Course Outline

1. Proses Pengadaan Barang dan jasa

  • Objektif pengadaan.
  • Parameter pengadaan barang dan jasa.
  • Proses pengadaan tradisional dan proses pengadaan masa kini.
  • Pentingnya aspek Quality, Cost dan Delivery dalam proses pengadaan.

2. Peran Owners Estimate dalam Proses Pengadaan Barang dan Jasa.

  • Pengertian Owners Estimate
  • Fungsi Owners Estimate.
  • Peran Owners Estimate dalam berbagai pola pengadaan.
  • Diskusi dan studi kasus.

3. Teknik Penyusunan Owners Estimate untuk pengadaan dengan anggaran Opex.

  • Harga pasar.
  • Data Kontrak masa lalu.
  • Perhitungan harga satuan dan Cost of goods Sold.
  • Price list dari pabrikan.
  • Engineering Estimation.
  • Delphi Method.
  • Referensi harga yang lain.
  • Formulasi HPS/OE.

4. Perhitungan Harga Satuan dan Cost of Goods Sold.

  • Komponen-komponen biaya
  • Perhitungan Cost of Goods Manufactured.
  • Perhitungan Cost of Goods Sold.

5. Analisis Titik Pulang Pokok (Break event Point Analysis).

  • Apa yang dimaksud dengan fixed cost.
  • Apa yang dimaksud dengan variable cost.
  • Perhitungan Break event Point dengan menggunakan teknik grafis.
  • Perhitungan Break event point dengan menggunakan teknik contribution margin.
  • Latihan dan diskusi.

6. Perhitungan Harga Satuan dan Cost of Goods Sold dengan Activity-Based Costing (ABC).

  • Perbedaan antara metoda Activity-Based Costing dan Traditional Costing.
  • Bagaimana cara menggunakan ABC untuk Purchasing Management.
  • Reduksi biaya dengan menggunakan ABC.
  • Teknik pengumpulan data.
  •  Penggunaan software untuk perhitungan harga satuan dengan menggunakan metoda ABC.

7. Perhitungan OE Proyek fisik dan proyek non fisik.

  • Memahami Manajemen Proyek
  • Network Planning.
  • Menerjemahkan network planning menjadi bar chart.
  • Estimasi biaya setiap aktivitas proyek.
  • Penentuan Project Cash Budget.

8. Perhitungan OE untuk pengadaan jasa.

  • Perbedaan barang dan jasa.
  • Ketentuan pengadaan jasa bagi BUMN dan lembaga pemerintah.
  • Aplikasi traditional cost accounting dan Activity-Based Costing untuk perhitungan OE pengadaan jasa.

9. Konsep TCO (Total Cost of Ownership) untuk pengadaan aktiva tetap dengan anggaran Capex.

  • Apa yang dimaksud dengan TCO.
  • Time value of money.
  • Menghitung TCO dengan Net Present Value (NPV).
  • Latihan perhitungan TCO.

10. Studi Kasus TCO

  • Memilih Mesin Merk A atau Merk B
  • Repair atau Replace
  • Purchase atau Leasing
  • Menghitung tarif Leasing kendaraan Bermotor

11. Diskusi dan studi kasus HPS.

HPS dan Owner Estimate

Komentar

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman ini.

CMMS dan Dashboard Maintenance: Solusi Cerdas Kelola Aset

Diposting oleh admin

Pendahuluan Dalam era industri modern yang menuntut keandalan aset dan efisiensi operasional, aktivitas maintenance tidak lagi bisa dikelola secara manual dan reaktif. Keterlambatan perawatan, data yang tidak akurat, serta kurangnya visibilitas kondisi aset sering menjadi penyebab utama downtime dan pemborosan biaya. Di sinilah peran CMMS dan dashboard maintenance menjadi sangat krusial sebagai solusi digital yang…

Selengkapnya
17 Jan

Plan Do Check Act

Diposting oleh admin

Plan Do Check Act (PDCA) adalah salah satu konsep manajemen paling fundamental dalam dunia kualitas, operasi, dan peningkatan kinerja organisasi. Siklus ini dikenal juga sebagai Deming Cycle, dinamai dari W. Edwards Deming yang mempopulerkannya sebagai pendekatan sistematis untuk continuous improvement atau perbaikan berkelanjutan. Hingga saat ini, PDCA digunakan secara luas di berbagai industri, mulai dari…

Selengkapnya
7 Feb

PLTU Cold Hot Start

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

Dalam sistem pembangkitan listrik tenaga uap, proses awal pengoperasian pembangkit — atau biasa disebut start-up — menjadi tahap krusial yang menentukan efisiensi, keandalan, dan umur teknis dari sistem secara keseluruhan. PLTU Cold, Hot Start atau Warm Start tidak hanya sekadar “menyalakan” pembangkit, tetapi melibatkan proses bertahap dan penuh kehati-hatian untuk menaikkan tekanan dan suhu secara…

Selengkapnya
22 Jul

Internal Quality Audit

Diposting oleh admin

Internal Quality Audit (IQA) merupakan salah satu elemen kunci dalam sistem manajemen mutu yang bertujuan untuk memastikan bahwa proses, prosedur, dan aktivitas organisasi telah berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Audit internal bukan sekadar aktivitas pemeriksaan kepatuhan, tetapi juga alat strategis untuk mengevaluasi efektivitas sistem manajemen dan mengidentifikasi peluang perbaikan. Dalam konteks standar internasional seperti…

Selengkapnya
22 Dec

Marginal Field Development

Diposting oleh Teguh Imam Santoso

Marginal Field Development merupakan solusi Produksi Migas dari Lapangan Kecil. Hal ini menjadi topik penting dalam industri migas modern. Lapangan marginal adalah lapangan migas berukuran kecil dengan cadangan terbatas sehingga dianggap kurang ekonomis untuk dikembangkan. Namun, dengan teknologi dan strategi tepat, lapangan marginal tetap bisa menghasilkan keuntungan. Banyak negara, termasuk Indonesia, kini mendorong pengembangan lapangan…

Selengkapnya
17 Sep

Dasar Hukum Sertifikasi K3 di Indonesia

Diposting oleh admin

Seri BNSP HSE  ·  Artikel 3 dari 9  ·  Cluster: Regulasi Dasar Hukum Sertifikasi K3 di Indonesia: Apa yang Wajib Diketahui Pekerja? Panduan lengkap regulasi K3 Indonesia — dari UU hingga PTK SKK Migas — dan bagaimana semua regulasi itu terhubung langsung ke kewajiban sertifikasi BNSP HSE Anda. Estimasi baca: 13–15 menit Level: Pemula –…

Selengkapnya
7 Apr

Proactive Maintenance

BACKGROUND: Proactive maintenance is a maintenance strategy that aims to identify and fix the reasons for equipment failure before it happens. The goal of proactive maintenance is to increase asset reliability and reduce the risk of downtime. Wear and tear is a normal part of equipment life cycles. However, a solid proactive maintenance strategy can…

Rp 7.950.000
Tersedia

Hazardous Area Classification & Installation

LATAR BELAKANG: Kawasan berbahaya didefinisikan dalam DSEAR (Dangerous Substances and Explosive Atmospheres Regulation) sebagai “setiap tempat di mana atmosfer yang mudah meledak dapat terjadi dalam jumlah yang memerlukan tindakan pencegahan khusus untuk melindungi keselamatan pekerja”. Dalam konteks ini, ‘tindakan pencegahan khusus’ sebaiknya diambil sehubungan dengan konstruksi, pemasangan dan penggunaan peralatan. Oleh karena itu Hazardous Area…

Rp 7.950.000
Tersedia

Assets Registered Development

Background: Pengembangan Assets Register (Assets Registered Development) yang akurat dan terstandardisasi merupakan fondasi utama dalam Reliability & Asset Management di industri migas, energi, dan proses. Banyak perusahaan menghadapi tantangan seperti ketidaksesuaian data antar dokumen teknik, inkonsistensi penamaan, sampai kesulitan integrasi ke CMMS atau SAP. ISO 14224 hadir sebagai standar global yang memastikan data aset dikumpulkan,…

Rp 9.500.000
Tersedia

Plant Turn Around & Strategic Management

Background Management Outage plays a crucial role in achieving safe, efficient, and cost-effective operational performance. Outage management involves policies, coordination, safety measures, regulatory compliance, technical requirements, and hazardous activities before and after an outage. This training focuses on equipping participants with a comprehensive understanding of the synergistic and continuous processes involved in Planned Outage (PO)…

Rp 8.950.000
Tersedia

Extended Reach Drilling (ERD)

BACKGROUND: Pelatihan Extended Reach Drilling (ERD) ini akan difokuskan untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang desain dan aspek operasional dan design pada Extended Reach Drilling. Dengan tujuan khusus kegiatan operasi pemboran yang rumit dan menggunakan sudut inklinasi yang tinggi dan Panjang horizontal displacement yang sangat panjang menimbulkan problem tersendiri pada kegiatan operasi nya seperti pipa terjepit,…

Rp 14.950.000
Tersedia
Diskon
4%

Teknisi Bekerja di Ketinggian – BNSP

Latar Belakang: Seseorang yang bekerja di atas ketinggian lebih dari 2 meter mempunyai resiko terhadap keselamatan dirinya maupun orang lain. Oleh karena itu sebaiknya mereka sudah mengikuti pelatihan dan mempunyai sertifikat sebagai teknisi bekerja di ketinggian misal dari BNSP sebagai certifiying body. Pelatihan ini perlu diikuti oleh setiap tenaga kerja yang bekerja sebagai Teknisi Bekerja…

Rp 6.000.000 Rp 6.250.000
Tersedia

HPS dan Owner Estimate

Chat with us on WhatsApp
Chat with Us